
**Rena Menggila
Maaf jika masih banyak kata yang typo
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**
"Aku Gila!!!"
"Aku Gila!!"
"Hei apa kau tahu,jika aku sudah gila" Rena menunjuk ke arah anak buah Brian.
Rena tiba-tiba tertawa dengan nasibnya sendiri.
"Aku calon janda seperti mantan maduku, Dia menjadi janda karna aku, apa kau tahu" teriak Rena.
Salah satu anak buah Brian melapor kepada Rio. jika Rena tiba-tiba membuat ulah dengan selalu berteriak dirinya gila.
"Kenapa kita tidak menyuntikan seperti biasa saja agar cepat mati seperti yang sudah-sudah, ini sungguh sangat merepotkan " tanya salah satu anak buahnya.
"Tunggu saja perintah dari King" tegas Rio.
"Jika King El sudah kasih kita perintah, maka kita akan melakukan nya, memang kau saja, saya juga di buat repot sama wanita gila itu" Katanya lagi.
"Kau datang ke psikiater dan panggil Dokter kejiwaan kesini, saya masih ragu jika dia benar-benar gila" titah Rio kepada anak buahnya.
"Baik, saya akan pergi sekarang"
Rio merogoh kantong celananya. lalu, ia mengambil smartphone nya di carinya nama Brian di layar handphone. Rio menghubungi Brian.
"Hallo Rio" ucap Brian di seberang telepon.
"King, wanita itu tiba-tiba berteriak lalu menangis. dia menyebut dirinya gila"
"Apa ada yang membuat nya seperti itu"
"Iya king, Tn. Jonathan datang membawa seseorang seperti nya dia Tn. Sebastian. dia mengatakan jika dia akan menceraikan istrinya itu dan mengambil alih hak asuh anak-anak kepada Tn. Sebastian"
Membuat Brian terdiam, ia mendengar jika Rena minta di lepaskan, apa dengan dia seperti itu anak buahnya atau dirinya akan luluh dengan membebaskan nya??
Brian tidak akan kecolongan lagi, tentang Rena, jika terjadi nasib istrinya akan terancam.karena Rena wanita yang licik.
"Saya sudah menyuruh anak buah kita untuk mendatangkan Dokter kejiwaan King"
"Bagus Rio, kabari lagi jika ada perkembangan selanjutnya, jangan buru-buru dia beri suntikan, biarkan dia menderita terlebih dulu"
"Baik King"
Tut
Telepon terputus.
Dante yang sedang membuka meeting pagi ini, Melihat Brian menerima telepon dengan sangat serius. ia mempercepat pembicaraan didepan para divisi. menyuruh salah satu divisi untuk persentasikan laporan setiap team mereka.
"Ada apa?" Tanya Dante.
"Rio menghubungi ku, dia bilang jika Rena Gila"
Dante mengerutkan keningnya, Dante tahu jika Rena wanita yang sangat licik.
"Wanita itu seperti belut, jangan sampai kecolongan"
"Ya Dante,Rio sudah memanggil Dokter kejiwaan"
"Dante!!" Kata Brian lagi.
"Ya Tuan"
"Apa Rumah yang aku minta sudah selesai"
Glek
Dante menelan ludah nya. dia harus bilang apa jika masih dalam proses renovasi, karena Alexa meminta desain ulang kembali, bahkan sudah Tiga kali di renovasi.
Brian tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan asistennya itu.
"Dante"
"Nona meminta untuk di renovasi kembali tuan" jawab Dante dengan cepat padat dan jelas.
"Apa istriku membuat mu repot Dante"
Ya tuan, istri anda tidak hanya membuat saya repot tapi membuat ku pusing akan permintaan itu yang berubah-ubah. Dante ingin sekali bilang seperti itu kepada Brian. namun dia tidak berani.
"Tidak, sama sekali Tuan, nona tidak membuat ku repot atau kesusanan"
Dante ingin sekali menangis jika sudah menyangkut permintaan ibu hamil ini.
"Bagus, kau memang hebat Dante,kau bisa mengalahkan ku, saya selalu di buat pusing akan pemerintah Alexa" Curhat Brian.
"Apa!!"
Dante merasa terkejut, jadi buka dia saja yang di buat repot Alexa tapi Brian juga yang notabene nya suaminya.
Anda belum tahu saja ,saya merasa menderita, apa boleh aku pensiun dini??
Sashi sayang kakak ipar mu sudah membuat calon suamimu menderita.
"Ya sudah kau urus meeting pagi ini, aku ingin pulang menemani istriku dirumah"
"Apa!! Tuan Bos ingin pulang, meeting kita baru saja di mulai"
"Seperti nya aku merindukan istriku dirumah Dante"
"Tapi Tuan El, ini meeting tahunan"
"Istriku jauh lebih penting Dante"
Brian pergi begitu saja dari acara meeting tahunan hari ini. membuat Dante merasa dongkol karena Brian seenaknya saja memerintahkan dirinya yang masih banyak pekerjaan yang menumpuk ulah Brian, bahkan istrinya juga.
🍃🍃🍃
Sesuai janji Brian. ia pulang saat istrinya senam hamil. Brian masuk keruang Olahraga yang sudah tersedia di mansion mertua nya itu.
Melihat istrinya yang sedang melakukan latihan pernafasan, ia belum menyadari Brian akan datang.
Brian melepas sepatu dan jas nya itu, ia menggulung lengan kemeja nya sampai. ke siku tangannya.
Brian mengisyaratkan kepada instruktur senam untuk tidak memberitahukan kedatangan nya.
Brian memeluk Alexa dari belakang, membuat Alexa bisa merasakan kedatangan suaminya dengan wangi parfum yang ia kenal, karena Alexa sendiri yang membelikan parfum Brian.
"Sayang, akhirnya kau datang, aku kira kau tidak menepati janji kamu"
Di saat itu juga Brian bisa merasakan gerakan calon anak-anaknya.
"Sayang dia senang Dady nya datang"
"Iya sayang" Sahut Brian.
"Ok senam hari ini selesai, kita bertemu lagi pertemuan selanjutnya"
"Terimakasih Miss"
Brian membantu Alexa untuk bangun dan mendudukkan nya di kursi yang sudah tersedia.
"Sayang kapan jadwal kita kedokter lagi, aku ingin melihat mereka"
"Kebetulan hari ini sayang"
"Baiklah apa kau ingin pergi sekarang?"
"Ya sayang"
"Baiklah, Ayo aku bantu kamu mempersiapkan diri"
***
"Dokter Kim apa bisa lexa melahirkan normal"
"Bisa nona" kata dokter Kim. membuat Alexa merasa lega.
"Tapi jika nona hamil twin kemungkinan nona bisa melahirkan normal"
Alexa kembali murung mengingat tadi Dokter Kim bilang dia bisa melahirkan normal.
"Saya sarankan anda untuk melakukan operasi sesar"
"Tapi lexa takut dok"
"Jangan takut sayang, aku akan selalu ada untuk mu"
Brian mencoba menghibur istrinya itu, yang pupus akan melahirkan normal.
Setelah pulang dari rumah sakit, Brian menghibur Alexa yang murung karena tidak bisa melahirkan normal, dengan pergi ke suatu tempat.
"Sayang kau ingin kemana?"
Namun membuat alexa hanya diam. Brian tahu dimana tempat yang akan membuat istrinya senang.
Brian hanya menghela nafas panjang menghadapi ibu hamil seperti istrinya. Brian harus extra sabar agar istrinya tidak murung.
Tidak butuh lama Brian mengajak Alexa ke pantai, dimana tempat ini adalah tempat favorit istrinya Alexa.
Bahkan Alexa belum menyadari jika Brian mengajaknya ke pantai yang berada di ibu kota.
Brian membukakan pintu mobil untuk Alexa. namun Alexa masih saja diam belum menyadarinya. "Sayang, kita sudah sampai, turun lah"
"Kita ada dimana?"
Bersambung...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Ayumi!" Teriak Bulan memanggil sahabat nya yang baru saja keluar dari perpustakaan.
"Aku dari tadi mencarimu,ternyata kau di perpustakaan" kata Bulan.
Ayumi tersenyum "Bukannya kau sudah tahu jika mencariku harus mencari dimana?"Ayumi menatap Bulan "ada apa kamu mencariku?" tanya Ayumi kembali.
Mereka berdua mengobrol sambil berjalan menyusuri lorong sekolahan menuju ruang kelas mereka."Bisa tidak sepulang sekolah nanti. mengajariku matematika?" Bulan memohon.
Ayumi menghentikan langkahnya dan menatap bulan "Maaf hari ini aku harus pulang cepat"Lirih Ayumi.
Bulan merasa kecewa karena sahabat tidak bisa mengajari nya padahal besok ada ulangan matematika. tapi ia merasa penasaran dengan jawaban Ayumi tersebut.
Kepintaran dan kecerdasan Ayumi membuat teman-temannya ingin diajarkan,agar pintar seperti dirinya. Ayumi harusnya masih SMP kelas 2. gadis Keturunan jepang ini adalah gadis yang sangat cantik, pintar,genius dan berprestasi di sekolahnya. ia selalu dapat juara umum di sekolahnya. bahkan mendapatkan beasiswa di sekolahnya. sejak sekolah dasar Ayumi masuk kelas akselerasi atau biasa disebut loncat kelas. seharusnya Ayumi baru masuk Sekolah Tingkat Pertama. namun, karena mengikuti kelas akselerasi ia sekarang duduk di kelas 2 SMA.
"Ada apa?" tanya Bulan penasaran "Apa ayahmu sakit lagi?"
"Tidak Bulan" Ayumi mengelak "Aku disuruh ibu ku untuk pulang cepat"
"Tumben nenek sirih itu menyuruhmu pulang cepat"
Ayumi mengangkat bahunya tidak tahu.
Bulan sahabat nya tahu jika Ayumi memiliki ibu tiri yang kejam, dan memiliki saudara tiri yang sekarang kelas 2 SMA sama seperti Ayumi, meski saudara tiri tapi dia baik pada Ayumi sebagai adik nya itu.
***
Jam sekolah sudah habis Saka yang sedang menunggu adiknya di parkiran motor seperti biasa.
"Kakak maaf, sudah menunggu terlalu lama."
"Tidak, baru 10 menit" Saka terkekeh ia menyerahkan helm kepada adiknya.
Mereka pulang bersama sepanjang jalan mereka banyak bercerita hingga tak terasa sampai di pelataran rumah nya.
"Kak tumben dirumah rame ada apa iya?"
"Kak Saka juga tidak tahu de, kan kita baru sampai, kamu itu gimana si" Saka mengacak-acak rambut panjang Ayumi, membuat Ayumi tertawa. "Mungkin ini yang di maksud mama nyuruh kita pulang cepat" sahut Ayumi."ayo kita masuk kedalam dan lihat ada apa di dalam agar adik kakak yang satu ini tidak penasaran lagi" Saka mengajak Ayumi masuk.
"Nah ini dia orang nya datang" seru mama Ria. "Ayumi sini dan Saka kamu masuk ke dalam ganti baju mu"
Setelah melihat putra nya masuk ke dalam kamarnya mama ria memperkenalkan putri sambungnya ke apa tamu yang datang.
"Ny. Arum ini Ayumi, yang saya ceritakan tadi" mama Ria memperkenalkan Ayumi kepada tamunya itu.
Ny. Arum wanita paru baya namun masih nampak cantik dan awet muda,yang menjadi tamu mama Ria. ia memandang Ayumi dari atas sampai bawah ia benar-benar sangat cantik di mata Ny. Arum "Kamu sangat cantik" sahut Ny. Arum
"Terimakasih Tante" jawab Ayumi.
Kini Ayumi yang sudah duduk di sebelah nya mama Ria.
"Ayumi kedatangan Ny. Arum kesini akan menikahi mu dengan putranya" ucap mama Ria langsung tanpa basa-basi lagi.
Deg
"Tapi mah, Ayumi masih Ingin sekolah"lirih Ayumi
"Itu biar Urusan Ny. Arum,yang terpenting kamu mau menikah dengan putra nya" Sarkas mama Ria
Aku harus menikah dengan pria yang aku tidak kenal bahkan umurku saja belum cukup umur untuk menikah