
Belanja
.
...**Aku tidak tahu akhirnya akan seperti apa....
...Tapi aku yakin Rencana Tuhan Luar Biasa**....
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Brian tiba di kediaman pukul 00.00 wib. sosok itu membuka jas dan melepaskan dasinya dan menyimpannya di keranjang kotor. untuk sejenak ia mengamati sosok Alexa yang sedang berbaring di atas tempat tidur king size nya dengan wajah yang tenang.
Brian membetulkan posisi selimut yang melorot sampai di atas dada Alexa. ia menatap lekat wajah Alexa yang terlihat lelah,Brian menyingkirkan rambutnya yang menutupi wajahnya, ia melihat sudut bibir Alexa sedikit bengkak dan sobek.
Brian mengerutkan alisnya.
"Sebastian ...... kamu dan keluargamu benar- benar brengsek !!!"
Wajah Brian tampak berubah menjadi dingin dengan rahang sedikit mengeras dan mengepalkan tangannya mendengar gumuan Alexa.
Brian mengambil handphone di saku celananya ia menghubungi seseorang yang di tugaskan untuk menjaga Alexa semasa Brian tidak ada.
Setelah mendengarkan penjelasan dari anak buahnya dia benar-benar marah, Sebastian tidak jera dengan peringatan Brian tempo hari.
#
#
#
Flash back:
Setelah selesai pemotretan Alexa dan raya sudah janji akan jalan-jalan bersama, mereka berdua memutuskan pergi ke mall terbesar di kota Jakarta. setelah cukup melelahkan mereka memutuskan untuk pergi makan siang di salah satu restoran di mall tersebut.
Alexa dan Raya kini berada di restoran makanan Jepang salah satu menu favorit nya.
"Al...."
"Hmmm.... " jawab Alexa.
"Aku lihat beberapa fotomu sungguh luar biasa, kau itu ternyata berbakat juga." ujar Raya seraya menyuap sushi kedalam mulutnya.
"Itu hanya kebetulan saja, sudah jangan berlebihan, masih banyak ko yang jauh lebih baik dari aku, kan banyak model senior yang pada ikutan, termasuk kamu juga." Alexa menyela.
Mereka berdua tertawa bersama.
Dari kejauhan ada sosok dua orang yang mengamati Alexa dan raya berbincang-bincang.
"Mah .... ini dia orang nya yang sudah membuat mas Sebastian terbaring dirumah sakit." ucap Rena memprovokasi ibu mertua nya.
"Al dia siapa?tanya Raya yang melihat dua wanita yang datang tiba-tiba dan menuduh Alexa.
"Dia istrinya mas Tian Ray, dan ini ibu mertua ku." jawab Alexa yang masih bersikap sopan, meski Alexa di perlakuan tidak adil oleh dua orang beda usia ini.
"Mamah ada disini, apakabar?"
"Jangan basah basi kamu ! Dasar wanita tidak tahu diri, sudah membuat suamiku masuk rumah sakit." desis Rena
"Apa yang sudah kamu lakukan padanya? dia suami kamu Alexa? preman mana yang kau suruh itu untuk membuat anakku cedera hah!
Alexa hanya tertawa renyah melihat kedua wanita beda usia ini.
"Hei wanita mandul,hentikan tawamu itu, aku ingin masalah clear hari ini, dan cepat kau ngaku.kalau tidak kupastikan kau di penjara hari ini." hardik Rena.
Raya hanya bisa menahan tawanya, dia tahu Alexa tidak bersalah.
"Baiklah siapa yang akan masuk penjara yang sesungguhnya." jawab Alexa geram.
"Kau berani melawan ku."desis mamah Sebastian.
"Plaaak.."
satu tamparan mendarat mulus di bibir Alexa,
"Hai kau cepat kesini, bawa wanita jalang ini ke kantor polisi." perintah Rena kepada anak buahnya.
"Cukup mah, apa yang kalian tuduhkan, lexa sama sekali tidak tahu apa-apa." jawab Alexa membela diri.
"Cepat bawa jalang ini kekantor polisi." pinta Rena
"hey jalang teriak jalang, jika aku jalang nya terus kau itu apa nya,ratu jalangnya? UPS..." Alexa seraya menutup mulutnya dengan tangan nya.
"Diam kau Alexa." teriak mamah Sebastian.
Alexa di bawa paksa oleh dua orang suruh Rena dan mamah mertuanya.alexa melawan dua orang yang berbadan besar dan menyeramkan.terjadilah baku hantam antara Alexa dengan dua orang berbadan kekar itu.
"Bugk"
Satu pukulan mendarat di bibir Alexa yang mengakibatkan sudut bibirnya berdarah dan sobek.
Raya berteriak mencari bantuan untuk membantu Alexa sahabat nya.
flash black off:
Brian kembali menghubungi seseorang kepercayaan nya.
"Apa kau sudah menemukan dalang nya,?" Tanya Brian
"Bagus tangkap dia dan kumpulan semua bukti, dan kita akan membuatnya hancur. dan perketat pengawasan kepada Alexa,aku tidak mau dia terluka sedetikpun." pinta Brian.
#
#
#
"Okay.... cute untuk hari ini." kata Ardan.
"Nona Alexa kau selalu memukau, kami suka beberapa hasil fotomu sungguh luar biasa."ucap Ardan lagi memuji hasil foto Alexa.
"Terimakasih mas Ardan,itu juga berkat kerja sama kita."jawab Alexa dengan lembut.
"Aku pergi dulu, bye." jawab Alexa lagi ia berpamitan dengan tunangan sahabatnya Raya.
Raya sudah berjanji untuk menunggu Ardan di depan lobby studio karena hubungan mereka berdua tidak ada yang tahu,ia sepakat tidak mau di publikasikan sebelum dia menikah.Alexa melihat sahabat nya itu ia menghampiri Raya. sebelum nya Alexa sudah menghubungi Brian kalau ia sudah selesai dan Alexa sedang menunggu jemputan Brian.
Menunggu beberapa saat akhirnya mobil Brian sampai di perusahaan enterprise studio miliknya. semua mata tercengang kala melihat mobil Presdier di depan pelataran parkir menjemput salah satu modelnya itu.
Raya menatap tidak percaya Brian yang sudah di kenal nya itu menjemput Alexa sahabatnya. Raya
sangat bahagia melihat kebahagiaan Alexa.
"Semoga bisa menggantikan posisi Sebastian di hidupnya Alexa. dan dia selalu bahagia dengan Tuan Brian." Gumuan Raya.
"Ray ... aku duluan iya.." pamit Alexa seraya cipika-cipiki dengan Raya.
"Tuan Brian jaga sahabatku iya."teriak Raya.
Brian mengarahkan mobilnya ke arah supermarket , karena mereka sudah berencana untuk berbelanja kebutuhan dapur. sesampainya di supermarket Brian langsung mengambil troli dan mendorong nya, Brian menyuruh Alexa mengambil apapun yang dia butuhkan, kini ia sudah di tempat sayuran dan daging-dagingan. Alexa memasukan semua yang di butuhkan ke dalam troli belanja sampai penuh.
Alexa tertawa melihat Brian kesusahan membawa troli yang sudah penuh dengan berbagai belanjaan, Brian mendengus kesal bisa-bisa ia mentertawakan diri nya.
"Kenapa kau tertawa"?tanya Brian.
"Maaf, habis kau tadi menyuruh aku membeli apapun sesuka aku,habis melihat sayuran, buah-buahan dan daging kalap mata, pengen aku masak semua." jawab Alexa seraya tertawa puas.
"Sejak kapan kau suka masak." tanya Brian.
"Aku tidak tahu,sejak dari kecil suka di ajak momy belanja dan melihat momy masak di dapur buat Dady, jadi aku mau kelak suamiku suka masakanku ha-ha-ha."
"Kau perhatian sekali, ah bisa-bisa aku jadi gemuk ini kalau tiap hari di masakin sama kamu sayang, kalau kita menikah nanti. apalagi yang kau butuhkan sayang."? kata Brian.
"Kurasa sudah cukup." jawab Alexa.
"Okay beibi " lalu mereka berjalan menuju kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.
Perempuan cantik tinggi yang sedang mendorong troli belanjaan. memakai dres di atas lutut, rambut berwarna coklat pirang,dan lipstik berwarna nude, dari kejauhan dia melihat seseorang yang dia kenal.
"Kak. Brian." teriaknya.
Sontak Brian dan Alexa menoleh ke arah sumber suara,ia melihat perempuan itu mendekati mereka yang sedang mengantri di depan kasir.
Brian mendelik memutar bola matanya malas jika bertemu dengan sepupunya itu.
"Nona Alexa anda disini bersama kak Brian." tanya Sashi.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Brian penuh selidik.
"Hu"um.." Alexa mengangguk.
"Aku yang mengawasi para model di enterprise studio, nona Alexa cukup berbakat hasil fotonya memuaskan,Apa kak Brian belum melihatnya?"tanya Sashi.
"Sudah" jawab Brian singkat.
Alexa yang tidak tahu, hubungan antara mereka hanya memperhatikan interaksi mereka berdua.
Sashi terkekeh melihat Alexa kebingungan.
"Aku sepupu nya kak Brian, selama beberapa Minggu aku di tugaskan memilih model untuk produk terbaru di perusahaan kak Brian."Sashi memperkenalkan diri. "kak.. apa ini kekasih kakak,baru pertama kali Sashi melihat kakak jalan sama perempuan." bisik Sashi ke Brian yang masih terdengar Alexa.
"Apa.. jadi aku wanita yang pertama."batin Alexa tersenyum malu.
"Aku....... " Alexa belum sempat melanjutkan kalimatnya sudah di potong Brian.
"Iya Dia wanitaku,kekasih ku." jawab Brian santai.
"Ah nona Alexa anda beruntung sekali,baru kali ini kak Brian punya pacar." tawa Sashi. "kak kenapa tidak di perkenalkan sama mamih?"
"Belum saatnya, dan kau jangan sampai mamih tahu." ancaman Brian.
"Okay siap.. tapi.... paket liburan keliling Eropa iya." pinta Sashi dengan pupi eyes.
Brian mendelik memutar bola matanya, menghela nafasnya.
"Baiklah,Ayo kita pulang."
bersambung.....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejaknya komentar sebanyak-banyaknya kak,
lope....... lope .........lope 😘😘