I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
212. Tinggal Bersama



Tinggal Bersama


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Pagi-pagi sekali Jhonatan sudah di Mansion milik Alexa dan Brian. Karena ia ingin mengantar adiknya Alexa. Sedangkan pemilik Mansion belum keluar dari kamar.


"Pagi Tuan Jo", sapa Sayonara.


"Hmm.." jawab Jhonatan cuek. Yang berpapasan dengan Nara. "Hey.. tunggu aku minta dibuatkan kopi iya tanpa gula" ujar Jhonatan.


"Baik tuan, saya permisi"


Jhonatan memilih untuk duduk di ruang keluarga seraya mengecek email masuk yang belum sempat ia baca semalam dan memeriksa beberapa dokumen yang belum ia selesai, karena ia tidak ingin bagun kesiangan.


Jhonatan. Yang masih sibuk dengan iPad nya seraya melihat sekeliling ruangan yang nampak masih sepi hanya beberapa pelayan mansion dan bodyguard Brian yang berseliweran.


"Permisi Tuan ini kopinya" ujar Nara.


"Apa penghuni rumah belum pada bangun" sahut Jhonatan.


"Belum Tuan" kata Nara yang menundukkan kepalanya. Ia pergi dari hadapan Jhonatan karena tidak ingin terlalu lama berinteraksi dengan Jhonatan.


Alexa membantu anak-anak untuk bersiap sebelum pergi turun untuk sarapan pagi bersama. Sedangkan Brian masih di dalam kamar mandi.


"Terimakasih mom" ucap mereka bersamaan. Setelah selesai memakaikan baju dan mendadani nya.


"Sama-sama sayang, sekarang giliran Dady kalian, mommy pergi dulu iya" tutur Alexa seraya mencium pipi mereka.


"No mom, pin sudah besal" tolak Garfind seraya mengelap bekas ciuman dari sang Mommy. Membuat Alexa tertawa ketika putra nya menolak.


"Tapi di mata mommy kalian masih kecil sayang" ujar Alexa.


Membuat Garfind dan Galand melotot tajam ke arah mommy nya.


Terlalu lama Alexa di dalam kamar baby 3G, Brian menyusul Alexa kedalam kamar anaknya.


"Dady sama mommy saja masih suka di cium ko" sahut Brian yang datang tiba-tiba.


Brian langsung memeluk Alexa dan mencium pipinya. Membuat Alexa tersenyum.


"Maaf sayang, aku tidak membantu mu memakaikan baju" tutur Alexa.


"No problem, Mrs El" Brian menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya. "Aku tahu jika kau sibuk mengurus mereka"


"Kalian turun kebawa duluan, mommy mau siap-siap dulu" kata Alexa.


"Yes mom" sahut mereka berempat.


Brian mengendong Glorya dan satu tangan nya mengandeng tangan Galand, sedangkan Garfind berjalan duluan di depan nya. Seraya berceloteh kepada Dady dan saudaranya.


Jonathan menghentikan pekerjaannya ketika mendengar suara canda gurau dari atas tangga.


Galand yang melihat Jhonatan melepaskan tangan dari genggaman Dady nya dan berlari menuruni anak tangga hingga membuat Garfind adiknya hampir jatuh.


"Uncel Jo" terik Galand.


"Galand, hati-hati jangan lari", teriak Brian memperingati Galand.


Galand yang sudah di lantai bawah berhenti dan mendongakkan kepalanya ke atas. Melihat Dady berteriak dan membuat saudara kembarnya hampir jatuh.


"Sayang, hati-hati tidak perlu lari, tuh lihat adikmu hampir saja jatuh" ujar Jhonatan. Ia bangkit dari tempat duduknya dan mendekati keponakan nya.


"Kau sudah datang Jo, sepagi ini" Brian mengerutkan keningnya. "Galand minta maaf kepada saudara mu"


"Pind, maaf" lirih Galand.


"Iya aku ingin mengantar kepergian kalian, jadi aku datang sepagi ini, agar tidak kesiangan, Hay baby girls" cerocos Jhonatan.


Namun yang di sapa Jhonathan hanya diam di gendongannya Dady nya karena merasa nyaman dalam gendongan Dady nya. Membuat Brian terkekek karena putrinya tidak meresponnya.


"Glo tidak kangen uncel? Padahal kita akan berpisah lho Glo"


Glorya hanya menggelengkan kepalanya. "Kan semalam uncel sudah bertemu Glo"


Membuat Brian tertawa puas akan jawaban putrinya. Sedangkan Jhonatan mendengus kesal karena di tertawa kan oleh adik ipar nya itu.


"Senang sekali tertawa di atas penderitaan orang lain" cibir Jhonatan. Ia ikut melangkah ke meja makan.


Tidak lama Alexa turun dan bergabung bersama mereka. "Kak Jo sudah datang"


"Iya Al, agar bisa mengantar kepergian kalian"


"Ish, ada-ada saja, kita berangkat pukul 09.00, sedang ini masih pukul 07.00" ujar Alexa melihat jam tangannya yang melingkar di tangan.


"Sayang kau ingin sarapan apa" Tanya Alexa kepada Brian.


"Ambilkan aku sandwich tuna saja sayang"


Alexa mengambilkan untuk suaminya. Lalu ia mengambilkan menu favorit untuk si kembar Roti lapis.


Jhonathan mengantar keluarga Alexa ke bandara menggunakan mobil Brian yang khusus untuk membawa keluarga nya.


"Kalian melupakan sesuatu" tutur Dady Damian.


"Dady, mom" gumam Alexa saat melihat kedua orang tuanya.


" Katanya Mommy ingin ikut kamu Darl" seru Dady Damian. "Iya sayang, mommy tidak ingin jauh dari cucu mommy" sahut mom Lili yang menyerat kopernya.


"Grandma mau ikut kita" seru Galand.


"Iya sayang, grandma ingin tinggal bersama kalian di London"


"Yeah" sorak Galand dan Garfind bersama.


"Sayang, mami sama papi gak ikut" tanya Alexa kepada Brian.


"Mereka sudah menunggu di Bandara sayang"


Setelah menempuh beberapa jam mobil Jhonatan Sampai di bandara. Nampak pasangan suami-istri yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Galand, Garfind yang melihat papi Louis dan Mami Myta langsung turun dari mobil dan berlari menuju mereka.


"Opah... Omah" teriak Galand dan Garfind.


"Hey kalian sudah sampai, dimana Glo sayang" tanya papi Louis


"Glo sama dady opah" ujar Garfind menunjuk ke arah Brian yang sedang mengendong putrinya.


Jhonathan merasa kesal karena Brian menjauhkan baby Glorya. Hingga mereka naik privat jet nya.


"Tunggu uncel Glo" gumam Jhonatan.


🍃🍃🍃


Sebastian menempati janjinya untuk membawa Alexander Grup lebih maju. Di bantu Rafeal si otak encer. Tidak hanya itu saja Sebastian memulai membangun perusahaan sendiri dari nol meski ia masih dipercaya memegang Alexander Grup.


Sebastian berpikir jika ia tidak akan mungkin selamanya memegang Alexander Grup selamanya sebelum anak-anak Alexa siap memegang perusahaan Alexa. maka dari itu ia mulai merintis kembali.


Sebastian sudah memberi pengertian kepada anak-anak Renata jika dirinya bukan ayahnya, melainkan memperkenalkan seseorang yang ia cukup dekat selama ini ternyata ayahnya siapa lagi jika bukan Arga Rivaldinho.


Ketiga anak Rena sempat tidak percaya namun setelah Bastian menjelaskan kepada anak-anaknya mereka mengerti.


Arga mulai fokus kepada perusahaan demi anak-anak nya, untuk melupakan Rena kekasihnya ia di sibukkan dengan bekerja dan bekerja tanpa memikirkan masalah wanita untuk hidupnya setelah ditinggal mati Rena.


Seperti rasa cintanya telah mati terkubur bersama Rena. Dan sedangkan Sebastian soal masalah percintaan, Bastian Tidak ingin memikirkan untuk menikah kembali yang ketiga kalinya.


Trauma pengkhianatan yang di perlakukan mantan istrinya itu. Bastian berpikir mungkin ini waktu yang tepat untuk membahagiakan ibunya terlebih dulu sebelum ia kembali menjalin hubungan dengan seorang wanita untuk di jadikan Istrinya.


Sedangkan Raya dan Dokter Kim merasa bahagia saat kelahiran putri mereka yang bernama Kimmy .


Raya menerima pesan singkat dari Alexa jika ia akan tinggal di London membuat wanita ini merasa murung karena akan berpisah dengan sahabatnya.


"Sayang kau kenapa"tanya dokter Kim.


"Papa bear" Raya memeluk tubuh Dokter Kim.


"Kenapa? Ada apa" tutur Dokter Kim.


"Alexa dan keluarga nya akan tinggal di London, baru saja ia memberikan kabar"


"Apa kau ingin mengantar kepergian nona Alexa"


Raya menggelang kepalanya. "Kenapa?"


"Dia sudah berada di pesawatnya" Raya menangis dalam pelukan suaminya.


"Sudah lah sayang, mungkin ini keputusan yang sudah di ambil oleh nona Alexa, jika aku cuti nanti kita bisa pergi liburan kesan"


"Really papa bear"


"Iya sayang"


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷