
Aku kekasihnya
...**Jangan Menikah karena terburu-buru....
...Menikah lah dengan Orang yang Tepat....
...Menikah lah dengan Pria yang menjadikan mu berharga**....
happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Hari sudah mulai petang mobil Brian sampai di depan rumah Sebastian, setelah seharian Alexa menghadiri sidang perceraian pertama nya dengan Sebastian. dan di lanjut dengan pertemuan Brian dan asisten untuk melanjutkan pembahasan tentang pembukaan Resort baru yang hampir selesai.
Brian mengantar Alexa pulang. Dia tidak tega jika melihat gadis kecilnya pulang sendirian dalam keadaan tidak baik, sebelum Alexa keluar dari mobil Brian, ia menarik tangan Alexa yang hendak membuka pintu mobil. Alexa mengurungkan niatnya ia menoleh ke arah samping dan menatap Brian.
"Alexa.." ucap Brian.
"Iya kak." jawab Alexa.
"Jika ada apa-apa hubungi aku." ucap Brian sambil memegang bahu Alexa dengan kedua tangannya.
Alexa tersenyum dan mengangguk kepalanya.
"Terimakasih kak sudah mengantar Alexa pulang", Jawab Alexa.
"Sama- sama, turun lah dan istirahat,Good night", kata Brian,
Sebelum Alexa benar- benar keluar dari mobil Brian mengecup kening Alexa lembut.kedua tangannya mengusap pipi tirus Alexa.
"Cup...... kakak masih sayang kamu", tutur Brian.
Alexa terdiam
"Deg"
Perasan apa ini, kenapa kak Brian bilang begitu, apa ia masih sayang Alexa. Batin Alexa
"Turun lah, Sebastian memperhatikan kita dari atas," kata Brian sambil menunjukkan arah tatapan ke arah balkon kamar Sebastian.
"Biarkan saja kak,dia sudah tidak peduli lagi Sama Alexa." ucap Alexa dengan sendu.
Sebastian menjinjit melihat mobil mewah terparkir di depan rumah nya.
Diam-diam dari arah balkon kamar seorang pria yang sedang memperhatikan dua orang didalam mobil yang sedang bermesraan.
"Mobil siapa itu.?" gumuan Sebastian.
Sebastian masih memperhatikan dari atas ia mengamati aktivitas dalam mobil yang sedang bermesraan. ia menatap kaget setelah melihat siapa yang baru keluar dari mobil mewah itu.
Dengan siapa Alexa pulang.! batin Sebastian.
Sebastian langsung turun ke bawah untuk menanyakan langsung ke pada istrinya. ia tidak menyangka istrinya berani pulang dengan di antara pria lain, padahal ia masih istrinya meski ia baru saja menggelar persidangan perdana perceraian nya di pengadilan agama Jakarta tadi pagi.
Setelah turun dari mobil Brian. ia melangkah masuk ke dalam. Brian nggan untuk pergi dari rumah Alexa. ia masih memperhatikan Alexa melangkah masuk untuk memastikan Alexa baik- baik saja.
Sebastian menatap tajam ke arah pintu masuk, dengan tangannya di tekuk di dadanya menunggu istrinya masuk ke dalam. Sebastian melayang kan tangannya.
"Plaaak ........ !!!!!
Sebastian menampar pipi Alexa dengan keras, "Dengan siapa kau pulang", Teriak Sebastian.
"Katakan padaku Alexa, jadi ini kelakuan kamu sebenarnya di belakang aku ha", bentak Sebastian yang masih bisa terdengar dari luar rumah, karena pintu nya belum sempat Alexa tutup rapat.
"Plaaak .... !!!
Sebastian kembali menampar pipi Alexa , dia sungguh tidak percaya jika Alexa nekat pulang dengan pria lain yang ia tidak kenal, ia bisa membuat hal memalukan, istrinya berani menghianati pernikahan nya.
"Apa kau sudah lama kenal dengan nya dan apa yang kau lakukan dengan nya, kenapa kau baru pulang?? Katakan padaku." Teriak Sebastian.
Sebastian ingin menampar Alexa lagi tapi Alexa menahan tangan nya,sudah cukup Sebastian menampar pipinya dua kali.
"Sebelum kau menamparku lagi,lihatlah dirimu apa yang kau sudah lakukan dibelakang ku selama ini." Tegas Alexa.
"Dengan kau berselingkuh didepan aku, Apa dengan cara ini kau menyakiti hati dan perasaan aku. hah! " bentak Sebastian.
"Bagaimana terluka??.... sakit hatimu kan? begitu juga aku Sebastian! kamu berselingkuh, menikahinya punya anak dan kau bawa pulang ****** mu itu kerumah ini. dan berbuat tidak adil,kau lebih memilih Dia." tutur Alexa sambil menunjuk ke Rena yang menghampiri suaminya karena ia terganggu dengan suara keributan.
Rena akan menampar pipi Alexa tapi di cegah oleh Brian ia tidak tega melihat Alexa di perlakuan kasar.
"Kau... kau siapa."? kata Rena. saat melihat orang lain ikut campur.
Brian hanya tersenyum sinis ke arah Sebastian dan Rena.
"Iya kau siapa,apa yang kau lakukan dengan istriku tadi.? hardik Sebastian.
"Ck Istriku katamu?" kata Brian."Aku kekasihnya.... Alexa kekasihku apa kau sudah tahu aku siapa?", ucap Brian santai.
Sebastian mengepalkan geram. "Dasar brengsek !", hendak mendaratkan bogem mentah di wajah Brian tapi Brian menangkis tangan Sebastian.
"Kau tidak akan bisa melawanku." ujar Brian.
"Lepaskan dia kak," ucap Alexa.
Brian melepaskan tangan nya seolah sentuhan Sebastian itu adalah debu.
"Jangan pernah kau dan istri mu itu menyentuh atau melukai Alexa sedikitpun,jika itu terjadi kau berurusan dengan Ku." Hardik Brian.
"Memang kau siapa,jika aku menyakiti istriku." jawab Sebastian.
"Hey tuan! jangan ikut campur urusan kami ya", hardik Rena.
"Dan kau Alexa pergilah dari rumah ini, bukannya orang yang akan bercerai tidak boleh satu atap." ucap Rena lagi dengan senyum liciknya.
"Bi.... bii Marti... tolong kau ambilkan koper dan barang Alexa yang sudah aku siapkan dari siang", teriakan Rena memanggil kepala pelayan dirumah nya.
"Tapi nyonya...."
"Sudah kau ikuti saja perintahku,apa kau mau aku pecat seperti pak Mun?",
"Kau mengusirku",Kata Alexa dengan tidak percaya. "aku masih istri sah dari suami mu itu." desis Alexa tidak terima ia di usir oleh istri muda suaminya.
"Iya kau bukan nyonya dirumah ini lagi, buat apa kau masih disini,lebih baik kau pergi dari sini."
"Kau... " Alexa belum melanjutkan kalimatnya bi Marti mendekati membawa koper Alexa.
Bi Marti dengan cepat membawakan koper dan tas Alexa. ia tidak tega melihat nona muda di usir oleh istri kedua Tuan nya.
"Nona ini koper nya." kata Bi Marti.
"Terimakasih bi," ucap Alexa ia tersenyum kepada Bi Marti.
"Aku akan membawa Alexa pergi dari sini. Tapi ingat kata-kata ku, kau akan ku hancurkan." hardik Brian.
"Ayo Alexa kita pergi dari sini", pinta Brian sambil mengandeng tangan Alexa. ia berjalan keluar rumah dan memasuki mobil yang dari tadi ia parkir kan didepan rumah Sebastian.
Sepanjang perjalanan alexa hanya diam, ia hanya bisa menahan sakit di pipi nya yang semakin bengkak akibat tamparan tadi.
Brian melirik sekilas ke arah Alexa yang hanya diam membisu dan menangis dalam diam. Ia menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Are you ok Alexa", ia menyentuh wajah cantik Alexa yang bengkak.
"Oh My God!! kau harus segera di obati." ujar Brian .
Tanpa pikir panjang ia melajukan mobil nya lagi ke penthouse nya, ia harus segera mengobati luka Alexa secepatnya.jika tidak akan menjadi radang pada pipinya.dengan kecepatan tinggi ia menjalankan mobilnya sampai di penthouse mewahnya nya.
🍃🍃🍃
Alexa dan Brian sudah sampai didepan pintu penthouse, Brian menekan beberapa tombol sebagai kunci pintu setelah Terdengar klik ia membuka pintu nya dan mempersilahkan Alexa masuk.
"Kode pin nya tanggal lahir kamu. ayo kita masuk, luka mu harus segera di obati," ucap Brian ia menyeret koper Alexa ke dalam ruangan.
Alexa hanya diam memperhatikan Brian yang begitu baik padanya.
"Duduk lah aku akan mengambil air es untuk mengompres luka mu itu."
Brian pergi menuju dapur ia membuka lemari pendingin untuk mengambil es batu dan membuka laci untuk mengambil handuk kecil.
Alexa duduk di sofa depan tv, ia memperhatikan Brian yang cekatan di dapur. Brian tersenyum melihat Alexa yang sedang memperhatikan nya dari pantulan kaca dapur. Brian kembali ke Alexa dengan membawa beberapa yang di perlukan tadi.
Brian ikut duduk di samping Alexa, ia mengambil handuk kecil yang sudah di rendam di dalam baskom kecil berisi air es.
"Tahan iya, ini akan sakit sebentar," kata Brian sambil mengompres ke bagian pipi Alexa yang memerah.
"Aw... sakit." Alexa meringis kesakitan ketika Brian mengompres di pipi bekas tamparan tadi.
"Pelan-pelan kak, sakit tau." jawab Alexa lagi.
"Sudah selesai, tinggal kasih obat ini saja besok sembuh." ucap Brian memberikan salep ajaib hasil buatan nya.
"Istirahat lah, aku akan memesan makan malam buat kita. aku tinggal iya mau mandi." tawar Brian.
Alexa hanya menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih kak,sudah baik sama Alexa."
Brian mengerutkan dahinya
"Terimakasih untuk apa?" Brian menyela hendak bangun dari tempat duduknya.
"Karena kak Brian sudah baik dan membantu Alexa."
"Aku tulus membantu mu sayang, karena aku mencintaimu," ujar Brian sambil menatap wajah cantik Alexa. ia memegang tangan Alexa.
"A.... apa yang kakak katakan tadi." Alexa gugup mendengar kejujuran Brian dengan rona merah wajahnya ia senyum-senyum sendiri, ia tidak percaya seorang Brian yang dingin mengungkapkan perasaan nya.
Brian terkekeh. ia menghela nafas panjang.
"Alexa Olivia Marley Jansen apa kau mau menjadi kekasih ku."
"Ish apa an cih." Alexa tersenyum.
"Kamu g mau? ya udah aku ulangi lagi. Alexa Olivia Marley Jansen You Merry me?", Kata Brian.
"Kakak gak romantis." Alexa tertawa.
"Apa kamu mau di tempat yang romantis, kamu mau kemana biar kita pergi Ke sana", kata Brian.
Alexa terdiam lalu ia tersenyum "Aku mau ke hati kamu. aku mau kakak ga mau yang lain"
Brian tertekun mendengar jawaban Alexa ia meraih pinggang Alexa kemudian ia memeluk gadis kecilnya,"Terimakasih sayang, aku tidak janji apa-apa tapi aku akan berusaha membuat dirimu bahagia dengan aku." ujar Brian sambil mengecup kening kepala Alexa.
Bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih sudah mampir ke cerita Alexa jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan hadiah nya 😘