I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
38. Mr posesif.



Mr posesif


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Mamah.."


"Huuah..."


"Huuah..."


"Huuah..."


"Mamah.."


"Mamah jangan pelgi."Rengek anak kecil berusia 4tahun dengan suara cedalnya


"Sudah lah Daren mamah hanya pergi sebentar, jangan nangis okay." Rena mendekati anak pertamanya dan menjajarkan tinggi anaknya."


Sebastian baru saja terbangun dari tidur paginya,ternyata ia ketiduran diruang kerjanya semalam, setelah terdengar Isak tangis anak kecil yang selalu menyebut ibu nya dan dirinya.


Sebastian mengucek-ucek matanya dan merenggang kan otot-otot nya terasa kaku dan berat, karena ia tidur di kursi dan bertumpu di atas meja kerjanya.


"Papah..., papah...." tangisannya lagi seraya memanggil Sebastian.


Bastian bangun dan bangkit dari kursinya setelah terdengar ada yang memanggil namanya.


"cklek."


"Ada apa ini pagi-pagi sudah ribut."tanya Bastian yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Papah... lihat mamah mau pelgi."


"Sayang kau mau kemana pagi-pagi sudah bawa koper segala." tanya Bastian heran.


Bastian mendekati anak dan istrinya, ia masih menggunakan baju kerjanya dari semalam. karena larut dalam kesedihannya ia sampai ketiduran diruang kerjanya.


"Mas kau jaga anak-anak aku mau pergi liburan bareng sahabat-sahabat ku."


"sayang ingat kau punya suami punya dua anak yang harus kau urus." jawab Bastian.


"Kan ada Bi Ratih,bi marti yang biasanya mengurus segalanya.aku hanya butuh liburan,aku sudah mengorbankan karirku demi hamil anak-anak mu, aku pusing dirumah terus hanya mendengar anak bayi menangis saja." keluh Rena.


"Tapi kan itu sudah menjadi tugasmu sebagai seorang istri dan ibu kau harus ingat itu."


"Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berdebat denganmu mas,aku sudah terlambat ini," jawab Rena melirik ke arah jam tangan.


wanita itu pergi begitu saja sambil menyeret kopernya pergi dari rumah.


"Astaga dia benar-benar keras kepala,andai saja masih ada Alexa."


Sebastian memijit pangkal hidung, ia benar-benar bingung dengan kelakuan Rena,


"Huah..."


"Papah tidak bisa mencegah mamah pelgi" tanya anak kecil yang tiba-tiba memeluk kakinya.


"Maafkan papah sayang,kau sudah mandi?" Bastian berjongkok mensejajarkan tinggi anaknya ia mengusap air mata anaknya.


Daren hanya menggelengkan kepala


"Ya sudah cepat mandi,nanti papah antar sekolah hari ini."


"Selius papah,"


"Ya son"


"Hole... dalen diantal papah sekolah." seraya lari dan lompat kegirangan dan pergi ke kamarnya untuk mandi.


"Daren jangan lari nanti jatuh." Teriakan Bastian.


*


*


*


Kini Alexa sedang bersantai menikmati keindahan di pagi hari dengan tiduran di atas pelampung mat matras berbentuk flaminggo tidak lupa menggunakan kaca mata hitam agar terhindar dari silau sinar matahari.


Brian yang habis lari pagi dengan asisten nya itu melihat Alexa yang sedang bersantai di atas pelampung, Brian tersenyum dengan ide konyolnya..


Dengan segera Brian melepas kaos nya dan membuang ke sembarang tempat, lalu Brian melompat ke dalam kolam renang,


"Byur.."


Alexa yang sedang tiduran merasa kaget karena merasa pelampung nya goyah tiba-tiba.


"Ahhhgg......." teriakan Alexa yang sudah jatuh ke dalam air kolam.


Brian terkekeh di dalam air ia mendekat ke Alexa dan memeluknya dari dalam air.


"Hay.. ini aku sayang.? bisikan Brian seraya memeluk pinggang Alexa.


"Kalau aku jantungan gimana? ketus Alexa.


"Jantungan karena ada aku di hatimu" gombalan Brian.


"Sudah bisa ngombal ternyata." seraya melapas tangan Brian yang memeluknya dan menepi kepinggir kolam hendak naik ke atas.


"hai mau kemana? teriakan Brian.


"pesan sarapan pagi,kita makan disini saja."


setelah menyelesaikan sarapan pagi nya beberapa saat Brian memperkenalkan dua bodyguard kepada alexa untuk menjaga nya.


"Permisi tuan dan nyonya."


"Kalian kembar?" tanya Alexa dengan terkejut.


"ya nyonya." jawab nya kompak.


"Bagaimana aku bisa membedakan kalian."


"nyonya bisa membedakan kami dengan anting, jika yang menggenakan anting itu Roki." ucap Riki.


"Baiklah cukup perkenalan nya,kau boleh pergi."


Brian tidak mau kalau Alexa terlalu lama berinteraksi dengan pria lain,meski itu bodyguard yang akan menjaganya,


"Sayang..... kau ini apa-apa sih,aku bukan anak kecil lg yang harus di jaga sama mereka semua." Alexa mendengus kesal dengan sikap posesif Brian terhadapnya.


"Ini demi kebaikanmu sayang,mau iya?" jawab Brian dengan pupy eye.


"Baiklah Mr posesif" jawab Alexa dengan senyuman manis dibuatnya.


#


"Hay... akhirnya kau datang juga beibi, Selamat iya sayangku atas pertunangan mu," ucap Raya dengan sedikit sendu.


Alexa langsung mendaratkan tubuhnya di kursi didepan dua sahabatnya dan dua bodyguard nya masih mengekor di belakang.


"kita liburan bareng tapi susah sekali buat bertemu kamu,"ucap Natasha. setelah Alexa sudah duduk di hadapannya


"Btw dia itu siapa?." ucap Raya. karena ia baru melihatnya hari ini,


Alexa dengan raut wajah yang masih kesal akhirnya menceritakan semua,ke pada dua sahabatnya itu,


"Ah... so sweet banget dia, kalau aku di perlakukan manis seperti itu mau aja," jawab Natasha.


"Iya Kau beruntung Alexa, Brian perhatian sama kamu tidak seperti aku,"


Bagi raya tidak ada yang harus ditutupi dengan sahabatnya, senang atau sedih semua nya harus dirasakan bersama-sama.


"Memang ada apa denganmu Ray.? tanya Alexa melirik ke arah Natasha. dan Natasha hanya mengangkat bahunya menandakan tidak tahu.


Dengan berat hati Raya menceritakan semua tentang perselingkuhan Ardan dengan rekan kerja sesama modelnya yang sedang berbuat tidak senonoh layak nya suami istri di apartemen Ardan. Raya menangis setelah menceritakan semua nya.


"Astaga, jadi yang aku dengar di toilet wanita itu tempo hari" Alexa membekap mulutnya dengan tangan nya.


"Dengar apa memangnya Al? tanya Raya penasaran yang masih sesunggukan habis menangis


"Aku tidak sengaja mendengar orang bercumbu di toilet wanita waktu itu, wanita yang jadi partner itu menyebutl nama Ardan."


"Sungguh bajingan sekali dia, terus gimana hubungan mu dengan dia Ray? apa kamu masih sama dia? tanya Natasha.


"Tidak...tidak aku sudah memutuskan nya."


"Baiklah kita mau kemana para ladies hari ini?Tanya Alexa kepada dua sahabatnya.


"Kita bermain paralayang saja sepertinya seru tuh." kata Natasha


"Okay kita ke sana."


akhirnya ketiga wanita itu dan dua bodyguard memutuskan pergi ke pantai yang menyediakan wahana paralayang.


Beberapa jam akhirnya sampai di tempat tujuan, ketiga wanita ini yang suka dengan adrenalin sangat antusias dan dua bodyguard masih setia mengekor di belakang tiga wanita tersebut.


"Nyonya anda disuruh telpon tuan terlebih dahulu untuk memberitahukan kepada nya." sahut Riki yang menghentikan kegiatan tiga wanita itu yang akan mencoba paralayang.


"Riki kenapa tidak kau saja yang bilang Langsung kepada bos mu itu, kan sama saja." gerutu Alexa kepada bodyguard nya.


"Sudah Al turuti saja," bujukan Raya.


"Okay, baik lah, tunggu iya aku telpon dulu."


Alexa mengambil benda pipih berbentuk persegi panjang di dalam tas nya, mencari nomor kontak yang di tuju. setelah nada dering kedua tersambung.


"Hallo sayang kau dimana? kenapa baru menelpon.? tanya di sebrang telepon.


"Aku lagi mau mencoba paralayang," jawab Alexa


"Apa paralayang?Tidak sayang itu berbahaya"


"Tidak sayang ini aman,lagian ada pemandu nya ko,jd kamu gak perlu kuatir okay,"


"Tapi dia laki-laki kan sayang? aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan nya sayang."


"Ya sudah aku di temani Riki atau Riko saja iya kalua tidak boleh sama pemanduannya, udah ya sayang bye."


Sebelum mendengar kemarahan Brian Alexa memutuskan telpon secara sepihak.


"Dante cepat siapkan mobil kita ke tempat paralayang,"


"Tapi bos, ini meeting penting sebentar lagi di mulai."


"ini lebih penting,Kau bisa batalkan."


"Astaga, mentang-mentang bos seenak jidat membatalkan,"Batin Dante mengumpat Brian


"Dante aku dengar kau mengumpatku,


"Apa dia tahu,seprti cenayang saja dia hah." batinnya lagi.


Bersambung....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih sudah mampir ke cerita Alexa.


Jangan lupa vote nya lope 🙏🙏🙏