I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
39. Kekhawatiran Brian



Kekhawatiran Brian


...Tak Usah Menjadi sempurna dihidupku, cukup yang jadi setia dan satu-satunya bukan untuk sementara tapi selamanya...


Happy reading love 😘.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Dimana Alexa? terdengar suara berat Brian mengejutkan anak buahnya.


"Tuan..." sahut dua pria berbaju hitam menundukkan kepala sebagai hormat.


"Nyonya Alexa.... ada di atas sana Tuan" salah satu anak buah nya menunjuk ke arah Alexa.


"Kenapa kau tidak mencegahnya." bentak Brian


Brian mendongak ke atas,ia bisa melihat Alexa yang begitu bahagia menikmati paralayang sendirian tanpa di temani oleh siapapun.


Alexa sungguh menikmat terbang dan manuver di ketinggian di atas lautan, bersyukur cuaca hari ini begitu bagus,


Kombinasi bentang alam di tempat yang tinggi, serta membuat paralayang bisa menikmati keindahan panorama alam yang begitu luar biasa indahnya dan eksotisme budaya, yang dinikmati dari ketinggian.


Terbang di atas permukaan laut selatan Bali bisa menjadi suatu pengalaman seru dan menarik.


Dari atas Alexa dapat melihat pemandangan laut nan luas, Pantai Pandawa, Pantai Nusa Dua, dan lainnya.


Setelah 30 menit akhirnya Alexa mendarat dengan mulus dengan pendaratan sempurna.


Brian yang melihat Alexa sudah selesai ia melangkah mendekati alexa.dengan berdecak pinggang.


Brian berfikir Alexa akan berjalan-jalan bareng sahabat nya itu untuk shoping tapi ternyata memilih pergi ke tempat olahraga yang cukup extrim, sungguh wanita yang unik. mungkin jika wanita lain akan memilih menghabiskan waktunya liburan dengan berbelanja.


"Sayang kau disini." tanya Alexa yang sedang di bantu oleh para pemandu melepas atribut yang masih melekat pada dirinya.


Brian masih dengan tatapan dingin dan datar ke arah Alexa,


"Okay terimakasih iya" ucap Alexa kepada para pemandu. dan bergegas mendekat ke arah Brian.


"Sayang itu berbahaya lho terlalu extrim untuk mu." jawab Brian.


"Tapi aku menyukainya,kau harus coba nanti,"


"Iya tapi kamu tidak boleh sendirian,aku siap menemani kamu." jawab Brian seraya mencubit hidung mancung Alexa. kini Alexa sudah berada di hadapan Brian.


"Au.. sakit" keluh Alexa sambil memegang hidungnya.


Brian tertawa.


"Bukannya kau akan meeting dengan Dady sayang"


"Iya, ini gara-gara kamu aku ada disini," Brian tergelak.


"Aku baik-baik saja,lagian ada duo R."


"Duo R." tanya balik Brian.


"Dasar pelupa kau yang menyuruh dua bodyguard itu menjaga aku,tapi kamu malah datang kesini," cibir Alexa.


"Aku takut sayang,kau akan pergi."dengan suara lirih


"Aku ada disini" seraya menyentuh dada bidang Brian "akan selalu mencintaimu apapun yang akan terjadi nanti." katanya lagi, Alexa menjinjit ke arah Brian dan mengecup bibir Brian sekilas.


Brian menarik tengkuk leher Alexa dan membalas ciuman Alexa dengan lembut,wanita itu menikmatinya dan melingkarkan tangannya ke pinggang Brian untuk lebih merapat ke tubuhnya, aroma maskulin Brian yang sudah menjadi candu Alexa merasa tenang di dekapan nya.


"Ekhem....ekhem... maaf masih ada makhluk lain disini." deheman Dante mengejutkan dua orang yang lagi bermesraan.


"Bos kita sudah di tunggu tuan Damian." katanya lagi seraya melihat ke arah jam tangannya.


Dante sudah menjadwal ulang dengan menunda satu jam dari waktu yang di tentukan.


Brian mendengus kesal lagi-lagi kesenangannya di ganggu dengan kehadiran asisten nya.


"Okay sayang,aku pergi dulu,ingat jangan lakukan yang membahayakan dirimu." Brian memberikan peringatan pada tunangan


"Siap Mr Elgan yang terhormat."


Alexa menatap dua pria yang pergi ke tempat dimana mobilnya di parkiran hingga mobil itu pergi menghilang.Dua sahabat nya yang dari tadi melihat imterakhi Alexa dengan Brian dari kejauhan. ia sungguh iri melihat keromantisan hubungan mereka.


"Semoga Mr El bisa membahagiakan Alexa ya." ucap Natasha.


"Amin." jawab Raya dengan Doa.


"Ayo kita ke Alexa" ajakan Natasha di ikuti Dua R dari belakang.


"Cieh yang habis di perhatikan sama pacar..... eh salah calon suami" ledekan Natasha di ikuti tawa Raya.


"Apaan sih kalian,terlalu berlebihan tahu,hanya karena aku mencoba paralayang sendirian dia di bela-belain datang kesini,hanya cuma memastikan.percuma juga ada mereka." jawab kesel Alexa yang merilik ke arah Dua R.


"Iya juga sih,, ahh sudahlah Yuh kita pergi dari sini."


"Eh tunggu handphone gue bunyi" Raya merogoh handphone di dalam tas.


wanita ini tersenyum setelah melihat kontak yang tertera di layar handphone nya. Raya segera menggeser ikon Vidio call dari seseorang.


"Kimora is Vidio calling."


"Hai sayang,gimana kabarnya?"


"kabar Kimora jauh lebih baik sekarang,mamah kemana saja sudah 3 hari gak datang."


"Maaf sayang, mamah lagi di luar kota, bareng sahabat mamah,dan juga ada aunty Alexa.


Alexa memicingkan matanya dengan heran,sejak kapan sahabatnya ini punya anak, karena yang dia dengar di sebrang telepon dengan menyebut Raya sebutan mamah.


Alexa melirik ke Natasha yang berada di sebelahnya, Natasha hanya mengangkat bahunya tidak tahu.


"Sudah dulu iya sayang,jangan lupa jaga kesehatan,minum obat,nanti mamah bawakan oleh-oleh buat kamu."


"baik mamah,dada mamah sampai ketemu di Jakarta."


sambungan Vidio call terputus.


"Hayo sudah,kita mau kemana." dengan menarik tangan Alexa. Tapi, Alexa terdiam.


"Tunggu Ray, kau punya satu hutang penjelasan kepadaku." jawab Alexa.


Raya menepuk kening kepalanya.


"aduh mampus, batin Raya.


"Okay, Tapi jangan disini,kita cari tempat buat enak buat berbicara."


*


*


*


"Maaf paman kami datang terlambat."


"Tidak apa-apa nak, paman tahu ini pasti gara-gara putri paman kan?"


Brian tersenyum


Dante sebagai asisten nya memulai jalan nya meeting siang ini terlebih dahulu sebelum akhirnya Brian memberikan beberapa presentasi dan beberapa masukan ide-ide kepada rekan bisnis yang ikut meeting dengan Dady Damian, yang akan menguntungkan bagi semuanya.


Brian cukup pintar untuk menarik perhatian dari para rekan relasi nya itu. dan semua menyetujui ide cemerlang Brian termasuk dad Damian.


Pria paru baya ini beberapa kali memuji kinerja Brian. dad Damian menatap kearah Brian yang sedang berdiri di depan.


"Sungguh tidak salah Alexa memilih Brian sebagai pengganti pendamping hidupnya yang pernah gagal." batin dad Damian.


Hampir tiga jam lamanya jalannya meeting siang ini akhirnya berakhir dengan raut wajah yang senang karena semua rekan bisnis nya menyukainya.


Brian melihat ke arah handphone nya,ia tidak melihat ada kabar dari kekasihnya itu, sungguh membuat nya kesal hari ini, lagi-lagi di buat khuatir olehnya.


Brian memutuskan untuk menghubungi Alexa terlebih dulu.


pria ini lagi-lagi di buat kesal, nomor yang dihubungi ternyata tidak aktif.


"Kemana dia sampai tidak aktif segala." gumuan Brian.


"Dante kau hubungi dua bodyguard itu,?"


"baik bos."


Dante segera menghubungi dua bodyguard nya setelah menemukan kontak yang ditujuh,


"Tut... Tut... Tut..."


bersambung.....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


terimakasih sudah membaca cerita Alexa.


jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya.


vote.. vote... jangan lupa. lope lope 😘


sabar ya gaes otor pasti update, maaf punya anak balita, maunya langsung kasih 2 bab sehari update tapi ini lagi di usahakan iya lope thanks 😘.


🙏🙏