I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
15. Makan Malam Bersama.



Makan Malam Bersama.


...Yang hilang boleh di cari. Yang berlalu biarkan ia pergi. Yang lampau tak dapat di ulangi .Yang penting pada hari ini kita Menghargai....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Menendangmu keluar dari rumah ini tanpa sepeserpun?" jawab Sebastian


Rena yang mendengar perdebatan antara Sebastian dan Alexa hanya tersenyum sinis.


"Kalau begitu,lakukan saja. Kau adalah kepala rumah ini, kau cukup berpengaruh. Kalau kau memang ingin melakukannya, aku bisa apa?" Kata Alexa dengan menekan setiap kalimat yang di ucap.


Sebastian menatap Alexa dengan tatapan menyelidik.


"Apa yang akan kau lakukan kalau aku Menceraikanmu dengan cara itu?" Sebastian menyela.


Alexa tersenyum sinis" tidak ada"


"Kalau kau tahu tidak bisa melakukan apapun kenapa kau masih bersikap untuk tidak menandatanganinya?" Sebastian mulai tidak sabar.


"Kalau kau memberiku lima milyar sebulan dan rumah ini juga Resort di Jepang, kau akan langsung mendapatkan tanda tangan asliku di atas surat cerai kita." jawab Alexa dengan tenang


"Brak!" Sebastian menggebrak meja.


"Kau ingin merampokku?!" Teriakan Sebastian.


Alexa tampak tidak terpengaruh, ia tidak terlihat kaget atau takut. Dirinya yang dulu akan langsung menangis setiap kali Sebastian meneriakinya.


Sebastian baru kali ini mengintimidasinya dengan cara ini,


"Tidak sama sekali,aku sudah mempertimbangkannya dengan serius, lima milyar bukan jumlah besar untukmu." Ucap Alexa sambil melirik ke arah Rena.


"Maka kau tidak akan pernah mendapatkan tanda tanganku di atas kertas itu." Alexa menghabis kan jus semangkanya, ia kemudian beranjak dari duduknya ia benar-benar terlihat tidak peduli.


Sebastian menarik nafas panjang. Tampaknya ia memang tidak bisa memakai cara yang sama lagi untuk memaksakan Alexa.


"Kau tahu kan,aku bisa saja memaksamu." Ujar Sebastian.


Alexa mengangkat bahunya acuh ia melangkah pergi dari meja makan.


Sebastian merasa benar-benar terganggu dengan sikap istrinya, sampai kapan wanita ini akan mempermainkannya.


Ia berdiri,melangkah ke arah Alexa yang sudah berbalik badan menuju kamarnya. Ia menarik Alexa hingga berdiri menghadapnya.


"Jangan Mengabaikanku!" Ucap Sebastian marah.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu!" jawab Alexa sambil menepis pengangan Sebastian.


Sebastian mencengkeram erat kedua bahu Alexa


"Jangan bersikap seolah kau benci kepadaku! Jangan seperti anak kecil, dan sekarang kau berlagak membenciku? Kau pikir aku akan tertipu?" Rahang Sebastian mengeras,


Alexa mendorong tubuh Sebastian menjauh.


"Sudah ku bilang jangan sentuh aku!" jawab nada keras Alexa yang sudah mulai emosi, sorot matanya terlihat marah.


Sebastian terdiam, ia menatap Alexa binggung sejak kapan wanita seperti Alexa yang dulu lembut jadi seperti ini?


Alexa berbalik meninggalkan Sebastian begitu saja.


Sebastian mengejarnya dan mencengkeram pergelangan tangan Alexa, kali ini seberapa kuat pun Alexa memberontak, ia tetap tidak bisa melepaskan diri.


"Kenapa kau bersikap seperti ini? Sebastian kembali membentak


"Lepaskan aku!" Alexa memberontak


"Kau berani kembali kerumah ini, tidak mau tandatangani surat cerai dengan tuntutan yang tidak masuk akal. Kalau tujuanmu kembali kerumah ini untuk membuat aku tertarik lagi kepadamu, itu percuma,aku sudah membencimu!" Kata Sebastian


" Kalau begitu lepaskan aku! Kau tidak tertarik kepadaku ,aku juga so lepaskan aku!" Hardik Alexa ia mulai kesakitan di pergelangan tangannya akibat cengkraman Sebastian yang semakin kuat.


"Tidak akan sebelum kau menyetujui untuk menandatangani surat cerai kita."


"Kau.." tiba-tiba Alexa menendang perut Sebastian dengan kuat.


Sebastian terdiam, ia menatap Alexa tidak percaya ia bisa berbuat kasar padanya. Ia memegangi perut nya yang terasa sakit


Alexa meninggalkan Sebastian yang terpaku menatap kepergiannya. Bunyi pintu kamar Alexa yang di banting terdengar dari lantai atas, membuat seluruh rumah kaget.


" Sayang.. kau tidak apa-apa, mana yang sakit,ayo kita pergi ke dokter"


Rena mengajak suaminya untuk duduk,ia khuatir dengan keadaan suaminya.


Sebastian menyapu wajahnya dengan kasar. Apa ini? Kenapa ia meras bersalah kepada Alexa.


"Tidak usah, aku baik- baik saja. Lanjutkan saja makannya,aku mau ke ruang an kerjaku dulu." Sebastian berdiri ia melangkah ke arah ruang kerjanya.


#


Clover green hill


Brian tiba di kawasan rumah elit yang hanya orang tertentu yang bisa memilikinya. karena jarak yang mereka tempuh memakan waktu sekitar dua jam dari rumah sakit. akhirnya mobil yang Brian tumpangi masuk ke dalam gerbang besi yang menjulang tinggi.


Ia sampai di mension utama orang tua nya. tidak biasanya di undang untuk datang Makan Malam bersama. ia tiba pukul tujuh malam. ia merasa curiga dengan bujukan mamih nya lewat telepon.


Dua orang pelayan menyambut Brian dan Dante, saat baru saja turun dari mobil Mension orang tua Brian tidak kalah mewah dari milik Brian di negara Inggris. meski orang tua nya memiliki mension mewah ia lebih memilih tinggal di penthouse dan juga Dante lebih memilih di Apartemen meski orang tua Dante sudah menganggap ia anaknya juga.


"selamat malam tuan! silahkan masuk!." jawab pelayan rumah


"Dimana papih dan mamih." seru Dante


"Ada di dalam, mari saya antar tuan." ucap pelayan rumah


Mereka berdua mengikuti pelayan menuju meja makan, di meja makan terlihat seorang pria yang sudah berumur tapi wajah nya masih terlihat tampan. di sampingnya ada seorang wanita yang masih cantik meski sudah berumur dengan rambut pirang dan hidung mancung. tapi disanah juga ada seorang wanita cantik yang masih muda, ia adalah sepupu Brian anak dari adik papih nya.


"Mih.... pih....!" seru Brian setelah memeluk mamih dan Papihnya.


"Boy akhirnya kamu datang nak." ucap mamih Brian.


"Mih aku sudah besar jangan panggil boy lagi."


"Bagi Kami kamu itu masih anak kecil sayang.


papih Louis tampak terkekeh.


"Dante apakabar mu sayang." ucap papih Brian sambil memeluk Dante yang sudah anggap putra nya sendiri.


"Lihat sendiri papih aku baik-baik saja."jawab Dante.


"Apa anak nakal ini merepotkan mu."ucap mamih Brian.


Dante melirik ke arah Brian yang hanya diam.ia menelan salvina takut salah berucap.


"Ng... Tidak ko mih, aku merasa tidak di repotkan aku senang." kata Dante dengan tenang.


"Hei.. para lelaki kenapa aku tidak di sapa." ucap Sashi yang merasa di abaikan.


orang yang di maksud dengan sepupunya itu hanya tertawa.


"Hei gadis manja. aku kira penampakan" ujar Dante yang mengusap- usap kepala sashi.


"Kaka.... rambut aku jadi berantakan kan." ucap Sashi cemberut yang tidak terima dengan kelakuan saudara nya


Papih dan mamih Brian hanya menggelengkan kepalanya. melihat kelakuan anak- anaknya.


"Sejak kapan kamu di Jakarta de." ucap Brian yang dari tadi diam.


"Sudah tiga hari aku disini kak, ada pemotretan di enterprise studio, katanya mau ada louncing produk baru iya."jawab Sashi


"Hu'um." Brian menganggukkan kepalanya.iya yang sudah duduk dari tadi.


"Ayo sayang kita makan, mamih sudah memasak menu kesukaan kamu." tawar mamih Brian.


Terlihat berbagai menu jenis makanan sudah terhidang di atas meja makan. tom yam, , soto Kudus,udon, sashimi dan pelengkap lainnya. dan tidak lupa buah berbagai buah pisang,ceri dan kiwi.


"Malam semua....


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa klik favorit,rate bintang 5, komen,like,vote dan hadiah nya. Semoga kalian sehat selalu dan bahagia 🥰