
Kejutan Raya
Maaf jika masih ada beberapa yang typo🙏🙏
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Raya menatap bunga mawar yang ditaruh di vas bunga di atas meja riasnya, meski bunga mawarawar itu mulai gugur kelopaknya satu persatu. namun, wanita ini enggan untuk membuang atau mengganti yang baru.
Bunga mawar merah itu adalah pemberian seseorang yang sudah mengganggu pikirannya. semenjak pria itu mengajak untuk menjadi ibu yang sesungguhnya untuk putri semata wayangnya itu.
Bahkan semalam, pria itu membuatnya terkejut dengan acara melamarnya di sela-sela acara dinnernya.
Uuh so sweet banget bukan. di lamar oleh orang yang mencintai kita. 🥰
Raya menatap benda yang melingkar di jari manisnya itu, Ia mengelus dan menatap seraya tersenyum kecil ketika dia dilamar oleh seseorang. bahkan dulu saat Ardan mantan tunangannya saja tidak pernah memperlakukan dia dengan romantis selayaknya seorang kekasih.
"So sweet juga Dokter dingin itu." batin Raya terkekeh
Wanita cantik ini mempunyai ide untuk datang ke tempat praktek nya. sengaja tidak mengabarinya terlebih dulu karena dia akan memberikan kejutan kepada seseorang yang sekarang sudah menyandang sebagai tunangannya siapa lagi kalau bukan Dokter Kim. .
Wanita ini mengenakan dres flower berwarna putih dan dipadukan dengan sweater rajut berwarna grey. dengan rambut di biarkan tergerai dan sedikit Curly membuat nya sangat berbeda.
Dirasa sudah cukup dengan penampilan yang sederhana namun masih terlihat cantik dan feminim. wanita ini keluar dari apartemennya dan menunggu mobil online yang sudah dipesan terlebih dulu.
Meski ada mobil tapi Raya lebih suka mengunakan aplikasi online.setelah menunggu beberapa saat di tepi jalan. mobil yang ia pesan mendekat dan berhenti tepat di depan nya.
"Mbak Soraya?" tanya sopir online.
"Iya. dengan bapak Herman iya?"
"Betul mbak."
Raya masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang penumpang.
"Pak! sesuai yang di aplikasi iya DMJ Hospital" kata Raya kepada pengemudi yang siap untuk mengantarnya.
"Baik mbak."
Selama diperjalanan Raya tidak hentinya tersenyum. ia berpikir gimana reaksinya ketika dia tiba-tiba datang tanpa kabar terlebih dulu.
"Siapa yang sakit mbak?" tanya bapak sopir kepada raya karena sopir online itu orang yang humbel kepada setiap penumpangnya.
"Tidak ada yang sakit pak, hanya mau bertemu seseorang".
"Bertemu seseorang kenapa dirumah sakit mbak, kenapa tidak bertemu di cafe atau taman begitu" tanya sopir online yang masih kepo.
Raya tertawa melihat sopir online itu kepo.
"Justru itu pak, orang yang mau saya temui bekerja disana."
"Oh .... pacarnya iya mbak"
Blus membuat Raya tersimpul malu.atas pertanyaan sopir online itu.
"Duh mbak tidak usah malu gitu, saya juga pernah muda mbak dan memiliki anak perempuan seusia mbak." ucap sopir online terkekeh.
"Mbak jangan lama-lama pacaran. nanti bisa di tikungan Sama orang, seperti putri saya" ucap pak sopir yang semakin lirih dan sendu.
"Maaf pak, memang kenapa dengan putri bapak?"
"Putri saya pacaran sudah hampir 5 tahun, bahkan 3 bulan lagi dia akan dilamar saat putriku ulang tahun, namun saat putri bapak baru pulang dari luar negri rencana ingin kasih kejutan sama pacar nya. namun, dia malah selingkuh dan selingkuhannya itu sedang hamil 5 bulan mba" ucap sedih supir online itu.
Raya yang duduk di kursi belakang masih setia dengan cerita bapak sopir online itu, hatinya terenyuh mendengar kisah putrinya seperti kisah dirinya yang hampir menikah dengan Ardan. namun, ia malah menghianatinya tepat didepan mata Raya. dia sedang bercumbu selayaknya suami istri. dan wanita itu sedang hamil juga sekarang.
"Sekarang putri bapak mengalami depresi, bapak menjadi ojek online seperti ini untuk mendapatkan uang tambahan untuk biaya pengobatan putri bapak yang mahal" ujar supir online itu.
"Aduh pak, saya jadi ikut sedih, perasaan putri bapak pasti sangat hancur"
"*T*idak hancur lagi, tapi rasanya sakit sekali melihat seseorang yang kita cintai selingkuh apa lagi sampai wanita itu hamil." batin Raya berbicara.
"Iya mbak,putri saya kalau bertemu atau melihat laki-laki dan ibu hamil pasti akan mengamuk."
"Iya mbak sama-sama, maaf sudah sampai mbak."
"Eh iya, tak terasa iya pak" ucap raya tertawa memecahkan suasana yang tadi sempat sedih.
Raya membuka tasnya dan mengambil uang di dompet dan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah ke bapak supir itu.
"Ini pak ongkosnya" ucap Raya memberikn uang tadi ke pada supir ojek online.
Bapak sopir itu menerima uang dari Raya dan terkejut dengan jumlah uangnya lebih dari tarif yang harus di bayar raya. "maaf mbak ini terlalu banyak!" seru pak sopir seraya menyerahkan uang sisa tadi kepada Raya.
"Tidak pak! itu buat bapak semoga bisa membantu meringankan biaya pengobatan putri bapak."
"Tapi mbak...!!."
"Terima saja pak, ya sudah saya turun iya pak, terimakasih sudah mau mengantar saya sampai tujuan"
"Sama-sama mbak,ini sudah menjadi tugas saya. dan terimakasih atas bantuan uang ini"
*
*
*
Sebelum benar-benar masuk kedalam rumah sakit, wanita ini menarik nafas dalam-dalam. ia mulai melangkah masuk ke area rumah sakit dan melewati lorong-lorong dan sampai di depan pintu terdapat papan bertulis Dokter Kim Seok -Jin , namun sebelumnya ia sampai didepan pintu ruangan praktek tunangan nya itu, ia sudah bertanya terlebih dulu ke pada suster jaga yang bertugas mengabsen para pasien.
"Ceklek"
Raya membuka pintu dengan hati-hati dan terlihat dari cela pintu melihat seseorang yang dimaksud sedang sibuk dengan beberapa berkas data pasien. karena ia juga sudah selesai dengan jam praktek nya. dan didampingi perawat yang sedang membereskan alat-alat prakteknya.
Kim merasakan keberadaan seseorang yang masuk kedalam ruangannya itu. tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Sus, apa ada pasien lagi setelah ibu tadi." tanya Dokter Kim kepada perawat bernama Anna yang masih menatap beberapa berkas di hadapannya itu.
Raya memberikan isyarat kepada perawat itu dengan meletakan jari telunjuknya ke bibirnya. dan perawat Anna menganggukan kepalanya.
"Ti- tidak ada dok." sahut perawat Anna gugup melihat wanita cantik yang menemui dokter Kim. karena baru pertama kali ada wanita yang datang bertemu dengan Dokter satu anak itu di luar jam praktek nya.
"Terus kenapa masih ada yang dat ....." Kim berhenti sejenak dan mendongakkan kepalanya ke depan dan terkejut dengan siapa yang datang. "Sayang .... kau datang, kenapa tidak mengabariku terlebih dulu" cecar dokter Kim seraya melepaskan kaca mata bacanya. dan bangkit dari tempat duduknya.
"Apa Dokter memanggil dengan sebutan sayang?apa dia wanita yang di cerita kan tempo hari." batin perawat Anna yang masih berargumen di benaknya.
"Kejutan" sahut Raya seraya merentangkan kedua tangannya dan tersenyum manis kepada Dokter Kim yang mendekatinya.
Dokter Kim menerima rentangan tangan Raya dan memeluknya kedalam pelukannya. "Aku suka kejutan mu sayang" bisik Kim kepada Raya. dan mengurai pelukannya. ia menoleh ke samping kalau masih ada maklum lain di ruangan itu.
"Sus.. bisa tinggalkan kami berdua." kata Dokter Kim.
"Baik Dok, saya permisi"
Setelah perawat Anna keluar dari ruangannya, dokter Kim kembali memeluk tubuh raya kembali dan menghujani kecupan dipucuk kening wanitanya.
"Kau nampak sangat cantik sekali hari ini" Gombal Kim. setelah mengurai pelukannya lagi.
Bluss ... membuat Raya tersimpul malu dan pipinya merona merah. seperti tomat matang.
"Ahh gombal" rengek Raya seraya memukul dada bidang Kim. dan Dokter Kim hanya tertawa kecil.
"Maaf aku kesini tidak memberitahu kamu terlebih dulu." kata nya raya lagi seraya menundukkan kepalanya.
"Kamu.. tidak perlu minta maaf,aku senang kau datang kesini, ayo keruangan pribadiku saja." pinta Dokter Kim.
Mereka keluar dari ruangan praktek kerja nya dan menuju lift ke lantai 12 dimana ruangan pribadi Dokter Kim sebagai Direktur DMJ Hospital.
Bersambung...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyak nya 😘
salam sayang dari author
salam santun 🤗 🤗