I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
130. Kekonyolan Brian



Kekonyolan Brian


Terimakasih buat para reader yang terlope lope yang sudah setia mengikuti Im Drowning In Love ini , tanpa kalian author tidak bisa apa-apa. maaf jika masih ada Reader yang merasa novel ini mirip lapak sebelah atau apa, tapi Author tidak ada unsur maksud apa-apa. author nulis novel ini sesuai dengan kerangka author buat dan mengikuti alur cerita Dan untuk visual hanya sebagai gambaran saja. tidak bermaksud untuk mengikuti apa yang author post.


Terkadang di dunia nyata juga ada hal yang sama tanpa kita sadari. seperti kemiripan kita pada seseorang yang tidak kenal. 🙏🙏😘😘


****


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Sayang lepas, tolong turunin aku" rengek Alexa.


"Tidak"


"Sayang, tapi jangan seperti ini, apa kamu lupa aku sedang mengandung anak mu"


Deg


Seketika Brian menghentikan langkahnya, kenapa dia sampai melupakan itu? Bagaimana kalau menyakiti twins?satu minggu ia tidak menyapa buah hatinya tapi sekali datang menyakitinya.


Brian menurunkan Alexa, ia berjongkok dan mengusap perut Alexa. "Apa mereka kesakitan di sana sayang?"


Alexa tidak berbicara ia hanya menggeleng saja "Maafkan Dady sayang, Dady telah melupakan mu" ia mencium perut Alexa dengan lembut. ia merasa bersalah karena telah menyakiti calon anak-anak nya. "Kamu tunggu disini Sayang" Brian bangkit lalu berdiri dan meninggalkan Alexa sendirian.


"Sayang aku tidak apa-apa, kau mau kemana?" teriak Alexa.


Seorang pria yang sedang menikmati hidangan bersama wanitanya itu terkejut atas kedatangan Brian yang memaksa nya pergi.


Raya hanya bisa menatap pasrah calon suaminya itu di bawa paksa pergi oleh Brian suami sahabat itu.


"Hei tunggu, tuan bule, kau mau bawa aku kemana"


"Kau berisik sekali" Brian menoleh melihat Dokter Kim yang masih tidak mau mengikutinya. "Apa kamu mau aku menyeret mu biar kamu mau ikut dengan ku" suara tegas Brian yang membuat Dokter Kim diam.


"Kau tinggal ikut dengan ku" kata Brian kembali.


"Ya, tapi kau mau bawa aku kemana? sampai aku meninggalkan tunangan ku begitu saja"


"Dokter ternyata kau sangat cerewet juga" Brian mengambil kue milik para undangan yang akan ia nikmati "kau ambil lagi ini buat ku" Brian mengambil kue "Tuan bule kau lapar sampai mengambil kue milik para tamu undangan" Kim tertawa melihat Brian namun apa yang ia dapatkan saat mentertawakan Brian ia malah yang menyantap kue tersebut.


Ya Brian menyumpal mulut Dokter Kim dengan kue tersebut sampai tidak berbicara lagi.


Raya yang masih memperhatikan mereka berdua dari jauh sempat tertawa karena melihat Kim di sumpal dengan kue.


"Kau kenapa tertawa seperti itu"


"Eh kau Sashi lihatlah mereka berdua, Brian memaksa Dokter Kim untuk ikut namun dokter Kim malah protes" Raya yang masih tertawa saat menjelangkan kepada Sashi "Lalu apa yang membuat kau tertawa seperti itu?" Sashi menatap heran "Ish kau ini lihat itu baik-baik"Raya memukul lengan Sashi" Dokter Kim di sumpal pakai kue milik orang itu"


"Astaga Kakak ku melakukan hal seperti itu" Sashi menutup mulutnya tidak percaya kakak nya melakukan hal konyol. lalu ia ikut tertawa. "Ayo kita ikuti mereka, mau kemana dia" Sashi mengajak Raya untuk mengikuti Kim dan Brian.


***


"Dokter anda kenapa?" Alexa menatap suaminya dengan penuh tanda tanya. tapi suaminya itu malah diam.


Dokter Kim hanya bisa terbatuk-batuk ia sangat butuh air sekarang.


Melihat Dokter Kim susah berbicara ia mengambil air yang di bawa pelayan yang kebetulan lewat. minumlah dokter" Alexa menyodorkan gelas berisi air itu kepada Dokter Kim. Ia menerima gelas berisi air dari Alexa lalu meminumnya sampai tandas.


"Dokter anda kenapa?" Alexa bertanya kembali dengan kata yang sama.


"Huft kamu tahu nona, suami anda ingin membunuh saya" sindir Kim kepada Brian.


Pria yang di sindir malah menatap tajam ke arah Kim. membuat Kim diam.


"Cepat kamu periksa istri saya"


"Memang kenapa dengan istri anda tuan bule?" Kim menatap Alexa terlihat baik'- baik saja " Aku tidak apa-apa Dokter" seru Alexa karena dokter Kim menatap nya


"Tapi kamu harus di periksa, aku takut twin kenapa-kenapa saat aku memanggulmu tadi"


"Astaga tuan El, itu sangat berbahaya pada kandungan nona Alexa, tapi aku tidak membawa alat praktekku dengan komplit, tapi aku hanya bisa memeriksa denyut jantung saja, tidak bisa melihat kondisi janin"


"Kau dokter atau apa kenapa tidak membawa"


"Tuan El mana mungkin aku harus membawa alat USG kemana- mana yang benar saja" kesal Dokter Kim.


"Ayo cepat bawa istriku ke rumah sakit sekarang, sebelum terlambat" hardik Brian.


"Tunggu sayang, acaranya masih berjalan" tolak Alexa.


"Bukan nya sudah selesai? apa lagi yang harus di tunggu?" tanya Brian. "Sudah tinggal saja lagian ada orang tua kita yang akan menghandle para tamu undangan" kata Brian kembali. membuat Alexa pasrah mengikuti suaminya itu.


"Tunggu - Tunggu" ucap Dokter Kim.


"Apa lagi" jawab Brian datar


"Aku belum ijin sama tunangan ku masih tertinggal disana"


"Kau bisa menghubungi dia lewat telepon"


Kim yang hendak menghubungi Raya namun belum nada dering tersambung merek di kagetkan dengan suara cempreng Sashi.


"Kalian mau kemana? acaranya saja belum selesai" seru Sashi


"Kami akan pergi kerumah sakit" jawab Dokter Kim .


"Apa! Rumah sakit? siapa yang sakit kak?" Sashi sedikit berteriak karena ia terkejut saat Brian bilang rumah sakit.


"Kakak iparmu harus di periksa sekarang, kamu menghambat waktu kami, ayo dokter, aku tidak mau menunggu terlalu lama"


"Baik Tuan El" seru Dokter Kim,


Dokter Kim menatap tunangan nya itu "Sayang aku pergi dulu, kalau akan pulang kabari, ini kontak mobilnya"


Brian sudah merasa kesal kepada dokter Kim ia memutuskan untuk menarik lengan tangan Dokter Kim untuk segera meninggalkan bangunan megah itu.


"Kak tunggu, kak ipar sakit apa?" teriak Sashi.


Alexa hanya menoleh dan mengangkat bahunya tidak tahu. sungguh suaminya telah membuat kekonyolan hari ini.


*


*


*


Brian masih merasa kesal dengan Dokter Kim karena membawa mobil dengan sangat pelan padahal Brian ingin sekali cepat sampai, ingin mengetahui kondisi janin yang di kandung istrinya itu.


"Dokter apa kamu tidak bisa menyentir? kenapa rasanya lama sekali" keluh Brian.


Mereka bertiga sudah di dalam mobil dengan Dokter Kim yang menjadi sopir dadakan mereka.


"Sayang, sabar, kenapa kamu jadi cerewet sekarang, dari tadi kamu ngomel terus tidak henti-hentinya" bisik Alexa.


Dokter Kim tidak mau berdebat dengan Brian lagi karena jika sudah berdebad dengan nya tidak akan selesai.


Dokter Kim menambah kecepatan mobil nya dengan sangat tinggi. lagi-lagi Brian protes kepada Dokter Kim.


"Dokter kamu akan membunuh kami semua" teriak Brian.


"Tidak Tuan El, saya masih ingin hidup, lagian saya belum menikah yang kedua kali"


Tadi saja pelan di omeli, giliran menambah kecepatan di omeli juga, mau nya apa ini bule kampung


"Dokter apa kamu sedang mengumpatku"


Deg


"Ti-dak tuan El mana berani aku" Dokter Kim malah tertawa, ia tidak berani melirik ke belakang lewat spion mobil. rasanya Dokter Kim ingin mencekik Brian karena ia sudah meras dongkol dengan Brian yang sedari tadi membuat nya kesal.


Dokter Kim menertawai dirinya sendiri yang selalu serba salah di depan Brian.


"Bagus kalau tidak, aku cabut ijin praktek mu"


Glek


Mimpi apa aku semalam


Batin Dokter kim menangis.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan like dan komentar nya. lope lope sebanyak-banyaknya 😘


Selamat malam Minggu 💃💃💃