
Naura yang baru saja pulang dari pemakaman kedua orang tuanya. Dan gadis cantik ini masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya karena belum terima akan kepergian kedua orang tuanya yang begitu cepat meninggalkan dirinya seorang diri.
Naura Ardila Robert adalah putri tunggal dari pasangan Roy Robert dan Angelina Margaret.
Naura yang masih merasa belum terima akan kepergian orang tua nya memilih untuk berdiam diri di kamar dan menatap foto kedua orang tuanya.
Namun Naura di kejutkan dengan sayup-sayup suara seseorang yang tidak asing lagi di telinga Naura.
"Naura..."
"Naura..."
"Dimana kamu Naura!"
Seseorang yang memanggil namanya adalah adik dari mending ibu nya yaitu terri Margaret.
Meski dikamar kedap suara namun masih terdengar jika kita ada di dalam kamar.
"Seperti suara bibi terri," gumam Naura.
Naura merasa senang masih ada saudaranya yang datang berkunjung untuk menemaninya.
Sebelum pergi menemui bibi nya Naura menghapus air matanya terlebih dahulu.
Naura yang masih menggenakan baju berwarna serba hitam keluar menemui bibinya yang berteriak memanggil namanya beberapa kali.
"Bibi apa kabar, Naura senang Bibi berkunjung."
Naura yang merasa senang dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut bibinya. Dengan sedikit berlari.
Namun Bibi Terri tidak menjawab sapaan Naura. "Stop berhenti Naura!" pinta Terri yang melarang Naura untuk lebih mendekat dan memeluknya.
Naura terdiam dan merasa binggung dengan sikap Bibi nya, tidak biasanya Bibi terri bersikap dingin.
Naura yang terlanjur mengangkat kedua tangannya kembali menurunkan tangannya kembali
"Mulai sekarang Bibi akan tinggal disini, dan kamu Naura siapkan kamar untuk Katty kalau bisa ket tidur di kamar kamu." ujar Bibi Terri to the poin.
"Tapi, kenapa tidak tidur di kamar tamu saja?" kata Naura karena menurut Naura dirumah milik orang tua nya masih ada kamar tamu dan kamar yang lainnya kenapa tidak tidur disana dan kenapa meminta kamar miliknya.
"Kau berani membantah Bibi mu Naura?" kata Terri mendekati Naura dan mencengkram wajah Naura.
"Ti-tidak Bi, Naura tidak berani," sahut Naura yang sedikit terbata.
Naura meminta Bi Terri agar melepaskan cengkraman nya.
"Bibi akan melepaskan mu asal kau mau menuruti apa perintah Bibi sekarang, apa kau paham Naura sayang!" ucap Bi Terri dengan senyum an miringnya.
Dengan mengangguk kepalanya sebagai jawaban Naura. Namun yang ada cengkraman tangan Bibi terri lebih kenceng.
"Jawab Naura apa kamu paham!" bentak Terri.
Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ...
Naura terbatuk-batuk.
"Pa-ha-m."
"Aduh sayang, lepaskan tangan kamu darinya. kamu menyakiti Naura, dia bisa mati nanti," sahut Paman Tom yang datang begitu saja untuk membantu Naura agar istrinya tidak menyakiti Keponakan nya lagi.
Terri menuruti perintah suaminya untuk melepaskan cengkraman tangan nya.
"Naura maafkan Bibi kamu, jangan di ambil ke hati ya." kata Paman Tom menuntun Naura untuk duduk di kursi tamu.
"Iya paman, terimakasih." ucap Naura.
Ada seseorang yang melihat nya dari balik pilar. Ingin rasanya membantu Naura dari kejam nya Terri.
"Aduh Non Naura, maafkan Bibi tidak bisa bantu," ucap Asisten rumah tangga yang bernama Joe.
Joe hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia sudah tahu jika adik mendiang majikan nya tidak baik. Karena Joe pernah melihatnya sendiri.
Selama orang tua Naura hidup ia hanya pura-pura baik di depan nya.
"Mom ..."
"Mom ..."
"Kenapa Ket di tinggal begitu saja si Mom," teriak Katti yang menarik kopernya masuk kedalam ruangan.
Katti menatap Naura dengan penuh kebencian.