I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
97. Semuanya Merasa Bersalah.



Semuanya Merasa Bersalah


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini mereka sudah berada di depan pintu IGD DMJ Hospital.


Sesekali Raya menyeka air matanya melihat sahabatnya tak sadarkan diri di depan matanya dan ia belum tahu jika sahabat itu sedang mengandung. wanita ini masih setia menunggu kabar dari dokter yang menangani nya.


Mami Myta yang merasa bersalah karena membiarkan Nadya melukai menantunya ia menangis di dekapan papi Louis, Setelah di hubungi istrinya itu papi Louis dan opah Hamid dengan segera pergi ke rumah sakit.


"Pih.. ini salah mami,jika mami tidak mendorong wanita itu dan memaafkan nya pasti menantu kita baik-baik saja sekarang"


Papi Louis menempelkan jari tangan menunjuk bibir mami Myta "Kita doakan saja semoga menantu dan calon cucu kita baik- baik saja, papi yakin Alexa wanita yang kuat"


"Myta kamu jangan merasa bersalah seperti itu, yang terpenting wanita itu sudah berada di tangan anak buah putra mu" nasehat ayah mertuanya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah terjadi dengan Alexa.


"Dimana anak nakal itu, kenapa belum datang" kata nya lagi.


"Itu dia pah" papi Louis melihat putranya dengan raut wajah yang datar, dingin dan tidak bisa di artikan. dengan di dampingi Dante.


"Dimana istri Brian pih"


"Istrimu ada di dalam son"


Dante mencari pujaan hatinya yang tidak nampak, ia tahu Sashi berada bersama Alexa saat kejadian tapi ia malah tidak melihat batang hidung nya.


"Bukan nya Sashi di suruh Brian untuk menemani Alexa pih" Dante ikut menimbrung


mami Myta baru ingat dengan keponakan nya itu yang tak sadarkan diri akibat pukul preman itu. dengan segera ia menghapus air matanya.


"Sashi tak sadarkan diri ketika preman itu akan memukul Alexa namun dengan cepat Alexa menghindar namun Sashi yang terkena pukulan" ucap lirih Raya yang sedari tadi hanya bisa menangis


"Iya Sashi tak sadarkan diri lebih dulu sebelum Alexa jatuh pingsan." kata mami Myta.


"Dimana dia" Dante meras khawatir dengan kekasihnya itu.


"Dia sudah di pindah kan ke ruangan VVIP amarilis" ucap Raya.


Setelah beberapa saat Dokter Kim keluar dan menjelaskan kepada keluarganya.


"Tuan El." ucap Dokter Kim


"Iya dokter Kim"


"Bisa ikut saya" ajak dokter Kim dan Brian mengangguk.


Raya melihat tunangan keluar dari ruangan IGD merasa cemas dengan kondisi Alexa. ia ingin menanyakan langsung kepada Kim. hanya dengan melotot ke arah dokter Kim, dokter muda itu paham akan isyarat yang di berikan kepadanya, ia memutuskan untuk mengajak Raya.


"Papa bear, bagai mana dengan Alexa" lirih Raya ia takut Brian akan marah karena telah bertemu dengan Alexa istrinya itu.


Dokter Kim tersenyum melihat tunangan nya itu cemas dengan segera ia menarik tangan Raya dan menjauh dari mereka semua "Sayang kamu menangis? kamu tenang saja Alexa tidak apa-apa dia wanita yang kuat" ia menghapus air mata Raya. dan mengecup keningnya "aku pergi dulu, jangan kemana-mana tetap disini" wanita ini mengangguk.


Raya merasa lega jika sudah tahu keadaan sahabatnya itu.


"Ada apa dokter Kim! kenapa kamu menyuruh ku ikut dengan mu" tanya Brian yang sudah berada di ruang praktek nya.


"Cih kamu masih saja sombong Mr bule" dokter Kim tertawa


"Kau jangan macem-macem,cepat katakan apa yang terjadi"


"Nona Alexa kehilangan darah dan ia harus segera mendapatkan pendonor darah untuk Alexa, jika ingin calon anak-anak mu ingin selamat.


"Anak-anak" jawab Brian menyeringai


"Iya anak-anak, sekarang Alexa sedang mengandung bayi kembar" antusias dokter Kim kepada sahabatnya itu menjelaskan kepada Brian.


"Apa!!" teriak Brian.


"Hush jangan begitu, telinganku sakit ini gegara kamu berteriak tidak pada tempatnya."


"Apa golongan darah istri ku"


"AB- itu termasuk golongan langkah"


"Baik dengan segera aku kan mencari pendonor darah yang tepat"


***


papi Louis melihat putranya berjalan gontai.


"Apa yang kalian bicarakan son" seru papi Louis memecahkan suasana


"Alexa butuh donor darah AB - pih" ucap liirih Brian .


"Dad ..." gumam Brian.


Dokter Kim yang masih mengekor di belakang Brian "Baik, silahkan ikut suster Anna presdier dan asisten jo"


Dad Damian dan Jo mengikuti perawat yang bernama Anna.


Brian yang masih saja dengan raut wajah dingin, yang masih setia menunggu istrinya itu.dokter Kim menepuk pundak "Ayo kita kedalam melihat istrimu"


Brian melangkah masuk kedalam ruangan Alexa. ia menatap wajah cantik Alexa yang sedikit pucat. ia dengan segera duduk di samping Alexa dan menggenggam tangan Alexa.


"Sayang, bangun lah, aku disini" bisik Brian kepada Alexa. sesekali ia mengecup tangan nya dan keningnya.


Brian merogo kantong jas nya, ia mengeluarkan cairan waran hijau kepada dokter Kim.


"Suntikan ini kepada Alexa" ucap dingin Brian.


Tanpa banyak bertanya dokter muda itu dengan segera menyuntikkan cairan itu dalam selang infus Alexa.. ia tahu Brian adalah pakar nya obat.


*


*


*


Dante mencari kamar yang di sebut Raya tadi, tak butuh lama ia lihat ruangan bertulis VVIP amarilis, dengan senyuman yang menggoda ia masuk ke dalam ruang inap Sashi.


Lihat Dante masuk ke dalam membuat Natasha bangun dari duduknya dan mempersilahkan untuk duduk dan ia berpamitan kepada Dante. Natasha kembali ke ruang IGD dimana Alexa masih di sana.


"Hai Gadis kecil bangun, apa kamu masih betah tidur"


Setelah 30 menit berlalu Sashi Akhir terbangun dari pingsan nya.


Dante melihat gerakan tangan Sashi ia pun tersenyum.


"Kamu sudah sadar?"


Sashi tidak menjawab pertanyaan Dante. ia melihat ke sekeliling ruangan, ia merasa asing di tempat ini.


"Aku dimana?"


"Kamu dirumah sakit sayang, Apa kamu tidak ingat dengan apa pun?"


Sashi mencoba mengingat kembali, ia baru ingat kalau sedang akan menuntun Alexa dan terdengar teriakan teman Alexa.


"Bagaimana keadaan Alexa" ucap Sashi ia hendak bangun namun ia merasakan di kepalanya yang sedikit sakit.


"Dia mengalami pendarahan" ucap Dante mencoba membantu Sashi untuk duduk.


"Tidak tidak ini semua salah ku" keluh Sashi dengan Isak tangis yang oecah "kak aku tidak bisa menjaga kakak ipar dengan baik" menyesali "apakah kak Bri akan marah?"


"Hei.. jangan pernah menyalahkan diri sendiri, ini sudah menjadi takdirnya.jangan pernah merasa bersalah seperti itu" ujar Dante. ia menarik tubuh Sashi dan menenangkan Sashi dalam pelukannya.


Sashi kembali menangis, meski Dante sudah menjelaskannya namun Sashi tidak percaya jika tidak melihat langsung.


Dante membantu Sashi untuk bertemu Alexa.


ia menggunakan kursi roda untuk mempermudah Sashi bertemu Alexa kakak iparnya itu.


Dante mendorong kursi roda Sashi menuju dimana para keluarga besar yang ingin menemani Alexa.


Alexa yang masih saja tertidur pulas tanpa ada tanda-tanda apa pun. dengan setia Brian selalu menemani istri tercintanya. setelah mendapat donor darah itu, Brian merasa lega karena calon anaknya bisa di selamatkan.


Kini bergantian orang tua Alexa yang menjaga Alexa di dalam kamar yang sudah di pindah kan Setelah mendapatkan donor darah yang cocok.


"Darl bangun, apa kamu tidak lelah sedari tadi kamu hanya tidur, apa kamu tidak capek, bangunlah darl" dad Damian menitih air matanya ia meras sedih melihat putri tunggal nya terkapar tak sadarkan diri yang kedua kalinya.


"Kamu ingin apa Darl, Dady akan mengabulkan nya asal kau bangun"


"Dad mohon, bangun lah sayang, apa kamu tidak merindukan Dady, mommy dan juga suami kamu"


Sudah hampir seminggu Alexa belum sadar juga, membuat Brian bertambah kacau, setiap hari ia menemani Alexa, soal pekerjaan ia di lemparkan kepada asisten Dante.


Setelah Brian mengetahui siapa yang menjadi dalangnya ia ia membuat Nadya hancur dan merahasiakan keberadaan Nadya dari Dady nya tuan Guang.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘


Author lagi khilaf sudah 2Hari doubel update 😂😂😂 so jangan lupa vote nya juga