I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
170. Pengakuan Dante



Pengakuan Dante


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Rio mengirimkan sebuah Vidio hasil cctv dimana Rena di tahan. Rena tidak tahu jika ruangan Rena terdapat cctv.


Terlihat jelas jika Rena pura-pura gila, agar bisa di pindahkan ke klinik kejiwaan. Rena akan mudah kabur nantinya. namun sialnya Leo sangat cerdik dan cepat menangkap kelicikan Rena.


Meski hasil Dokter kejiwaan mengatakan Rena gila, namun wanita licik ini pintar berakting. dia pura-pura gila.


Hingga Sebastian mendengar bahwa istrinya itu gila. namun saat melihat rekaman cctv Sebastian benar-benar memantapkan untuk bercerai. dia tidak mau tertipu oleh istrinya itu.


"Bastian kamu kenapa nak, seperti ada sesuatu yang membuat kamu marah" ucap mama Elisa.


"Bastian baru saja dikirimi email oleh asisten Dady Damian, mama lihat sendiri menantu kesayangan mama" Sebastian memberikan rekaman cctv tersebut ke mamanya.


"Astaga Rena, mama tidak menyangka dia akan melakukan itu, benar- benar wanita licik"


"Ya mah, Bastian sudah mantap dengan keputusan Bastian, tapi mah Bastian ingin anak-anak jatuh ke Bastian mah"


"Mama tidak keberatan sayang, tapi apa kamu tidak apa-apa nantinya, bagaimana dengan pria itu?"


"Mama tahu, jika Dady Damian menyuruh Bastian untuk kembali ke perusahaan, dan ikut andil dalam pekerjaan yang akan bekerjasama dengan pria itu?"


"Apa?? mama takut kamu kenapa- kenapa sayang, mama hanya punya kamu sekarang" mama Elisa menatap putranya.


"Mama tidak perlu khawatir, apa mama lupa jika Dady Damian orang yang sangat berpengaruh, dia tidak akan membuat Bastian terluka oleh pria itu"


"Tapi sayang, Damian mungkin saja ingin menjebakmu?"


"Mama jangan berpikiran seperti itu" Sebastian menyakinkan mama nya "Dady Damian orang baik, jika dia orang jahat mungkin Bastian sudah masuk penjara mah"


"Baiklah mama percaya sama kamu tapi jika kamu Bertemu Alexa sampai kan maaf mama untuknya"


"Iya mah nanti Bastian sampaikan, mama tahu jika Alexa sedang mengandung sekarang"


"Apa? mama ikut bahagia sayang dengar nya, andai saja masih menjadi menantu mama" mama Elisa menundukkan kepalanya sedih.


"Sudahlah mah, mungkin ini karma buat keluarga kita"


🍃🍃🍃


Rafael kini sedang berada di kantor Brian. ia memberikan tugas untuk menemani Alexa di saat nanti Bertemu Arga.


Brian tahu jika ini sangat beresiko tapi orang yang sangat ambisius seperti Arga tidak akan pernah melukai rekan bisnis secepat itu. Brian sudah memberitahu kan Rafael strategis untuk menerima kerja sama dengan perusahaan Arga.


"Kau sementara menjadi asisten Sebastian untuk menemaninya saat pertemuan dengan Arga"


"Bagaimana dengan nona Alexa Tn. El?"


"Kau tenang saja, Alexa biar urusan saya, di saat kamu Bertemu Arga, aku akan mengajak Alexa untuk foto maternity nya nanti" tegas Brian.


"Kau ikuti saja perintah ku, dan kau sudah membuat surat yang aku minta?"


"Sudah Tn. El" Rafeal memberikan selembar kertas kepada Brian.


Brian membaca dengan sangat teliti, dia tersenyum senang akan hasil kerja anak buah istrinya.


"Dady memang tidak salah memilih mu untuk menjadi orang kepercayaan istriku dan sekaligus bodyguard nya"


"Saya memang tulus bekerja untuk keluarga Tn. Damian Tn. El, karena keluarga Marley sudah banyak membantu keluarga saya"


"Kau memang beruntung Rafael" Sahut Dante yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan bos nya dengan Rafael.


"Dante!!"


"Kau hubungi Sashi untuk mempersiapkan foto maternity ku dengan istriku"


"Bukan nya Sashi akan pergi ke London hari ini?"


"Apa!! kenapa anak itu tidak bilang kepadaku" mendengus kesal, karena di saat di butuhkan malah pergi ke London.


"Jam berapa pesawat terbang" seru Brian.


Dante melihat jam yang melingkar di tangan nya. "15menit lagi" sahut Dante


"Coba kau hubungi masih ada 15 menit lagi, mungkin dia baru sampai bandara"


Dante menghubungi kekasihnya itu, jujur dia tidak ingin kekasihnya pergi namun karena perintah orang tua Sashi, Dante tidak bisa mencegahnya.


Beruntung Sashi belum on aktif Handphone nya.


"Hallo sayang, ada apa kau menghubungiku"


"Kakak mu ingin bicara" sahut Dante.


Dante menyerahkan handphone nya ke Brian, membuat Brian mengerutkan keningnya melihat nama Sashi di layar ponselnya.


"Hallo kak Bri" Ucap Sashi di sebrang telepon. karena Brian tak kunjung bicara.


"Hallo kak Bri" kata yang sama Sashi ucapkan membuat Brian tersadar.


"Hallo, Kenapa kamu pergi tidak memberitahu kakak?"


"Maaf kak, Sashi disuruh bunda untuk terbang ke London hari ini, ada apa kak Bri menghubungi ku"


"Kakak ingin meminta bantuan sama kamu, untuk mempersiapkan foto maternity Alexa besok"


"Nanti Sashi akan hubungi team pelaksana agar mempersiapkan semuanya, kak Bri tenang saja"


" Baik lah, berapa lama kamu ke London?"


"Belum tahu, kak! Sashi telepon nya udahan ya bentar lagi pesawat akan berangkat"


"Kenapa kamu pakai pesawat komersil sih"


membuat Sashi tertawa. "Kak Bri gak bilang"


"Siapa suruh kamu tidak memberitahu ku, dasar gadis nakal"


Sashi memutuskan sepihak ia tidak mau mendengar ocehan kakak nya itu.


"Dante!!"


"Iya Tn. El"


"Jelaskan ini semua" pinta Brian.


Brian menatap layar handphone Dante yang terdapat profil Berdua Sashi dengan Dante dengan mesra.


Membuat Dante merasa heran, apa yang harus dia jelaskan kepada bosnya itu. Dante melirik Rafael yang masih berada di satu ruangan yang sama.


membuat Rafael menganggat bahunya tidak mengerti.


Dante melihat Brian dengan tatapan membunuh. Dante belum tahu apa salahnya nya.


"Apa yang harus aku jelaskan Tn. El"


"Ck kau ini pura-pura tidak tahu atau memang tahu tapi pura- pura"


Brian melempar handphone Dante kehadapan nya. membuat Dante merasa tidak berkutik melihat layar handphone menyala menampilkan profil wallpaper dirinya dengan Sashi yang begitu mesra.


hadehh mati aku


Dante masih saja diam membisu menatap layar handphone nya. yang sudah ketahuan. dia berasa seperti maling yang tertangkap basah.


"Cepat katakan, punya mulut tidak?" bentak Brian.


"Kami memiliki hubungan Tn. El" ucap lirih Dante dengan menundukan kepalanya.


"Angkat kepala mu, bukan menunduk dan tatap saya"


Seketika Dante menatap Brian, Dante merasa bersalah karena telah menyembunyikan hubungan nya dengan sang keponakan.


"Sejak kapan kau punya hubungan dengan Sashi?"


" Sejak 6 Bulan yang lalu" jawab Dante.


Brak


Brian mengebrak meja kerjanya dengan sangat keras. membuat orang di depan nya merasa terkejut.


"6 Bulan yang lalu iya, dan kau menyembunyikan selama itu kepada ku?"


"Maaf" Hanya kata maaf yang ia ucapkan.


"Hubungan ku dengan Sashi terjalin begitu saja, saat aku bertemu Clara"


"Clara?"


"Iya Clara apa kau lupa?"


"Iya" ucap singkat Brian.


Dante tahu jika Brian tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, termasuk Clara. wajar jika Brian tidak mengenalinya.


"Dia itu ternyata putri dari nenek-nenek yang mengejar ku saat ikut biro jodoh"


Rafael yang berada di samping Dante tertawa saat Dante menjelaskan mengikuti Acara Biro jodoh.


"Ha...ha..ha..." Tertawa Rafael mendengar pengakuan Dante. dan seketika berhenti saat Brian dengan tatapan wajah yang sulit di artikan.


Bersambung..


Terimakasih atas dukungan para raider semua, yang telah memberikan like dan komennya 🤗🤗😘 dan juga yang sudah memberikan Hadiah bunga nya juga. lope lope sebanyak-banyaknya 😘😘