I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
77. Ciuman Pertama



Ciuman Pertama


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Dante?"


"Hai....!! clar, apakabar" sahut Dante dingin.


"Ish, kamu ini, tidak pernah berubah masih saja dingin terhadap wanita" membuat Clara tertawa.


Sashi dan Inces Rini hanya bengong melihat interaksi pria dan wanita didepan nya.


"Darl kamu mengenal pangeran mommy?" tanya inces Rini yang masih ambigu dipikiran nya.


"Yeah, mom,. he's Dante"


"Dante she's my mom" kata nya lagi seraya memperkenalkan ibu nya kepada pria bule itu.


"What's!! dia momy kamu clar?


Clara hanya mengiyakan.


"How different" Gumam Dante


"Untung tidak mirip mommy nya" batin Sashi


"Putrinya cantik mommy nya gila" batin Dante.



"Wow bagus donk kalau sudah saling kenal" seru Inces Rini.


"Maksudnya?" Sahut Sashi.


"Dia ...."


Drrzzttttt drrrrrttzzzzz


Sherly is calling 📞


"Sorry clar, aku angkat telepon dulu" ujar Dante meminta ijin untuk mengangkat telepon dari sekertaris Brian.


Pria ini sedikit menjauh. dan menggeser icon dial.


"Hallo Pak Dante, 10 menit lagi kita ada meeting vertual dengan Mr El."


"Yah, Sher 5 menit lagi saya sampai"


"Baik pak, akan saya persiapkan segala sesuatunya"


Dante memutuskan sambungan telepon seluler dengan Sherly dan kembali kepada para wanita beda generasi itu.


"Sorry clar, aku harus pergi 10 menit lagi ada meeting" ucap Dante meminta ijin untuk pergi dari hadapannya.


"Ayo sayang kita harus pergi dari sini" kata Dante lagi seraya menarik lengan tangan Sashi yang hanya diam saja.


"Deg"


"Apa dia panggil aku sayang?"


Sashi yang masih bengong hanya mengikuti langkah Dante, wanita ini tersenyum kecil melihat perlakuan manis Dante dan mendengar panggilan sayang kepadanya.


"Pangeran, Kita baru ketemu,kamu mau kemana?" teriakkan Incess Rini.


"Sudah lah Mom, ayo kita masuk kedalam bentar lagi kita take off"


*


*


*


"Kak bukannya Enterprise studio ke arah Sana" ucap Sashi yang melihat sekeliling jalan.


"Kita ke Crop company Group dulu, baru antar kamu"


"Ish, tahu gitu aku tidak ikut" kesel Sashi dan membuang wajahnya ke arah luar mobil.


Dante menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah melarangmu untuk ikut, tapi kamu malah merenggek sama mamih." sahut Dante.


"Aku kira kak Dante hanya becanda"


"Aku tidak pernah becanda dalam hidupku"


"Apa jadi ucapan tadi juga tidak becanda."


"Ayo turun kita sudah sampai" ujar Dante membukakan pintu untuk Sashi."


"Hah ..."


"Ayo kenapa malah bengong"


"Eh iya kak, Sashi turun"


Dante merapikan Jas nya dan menyugarkan rambutnya yang sedikit ikal dan berjalan tegas memasuki lobby Crop company Grup.


"Selamat pagi Pak" Sapaan Petugas keamanan.


Dante tidak menjawabnya ia masih terus melangkah kedepan dengan tatapan sorot mata yang tajam dan dingin seperti biasa. Sashi hanya mengikuti Dante mengekor dibelakang nya.


Sampai lah didepan ruang meeting Crop company Grup.


"Pagi semuanya maaf saya terlambat" ucap Dante kepada semua staf kantor yang sudah siap untuk meeting vertual.


pria ini menoleh ke belakang dan menyuruh Sashi untuk ikut duduk di kursi yang biasa ia duduki.


Semua para staf kantor terkejut dengan kehadiran wanita cantik bersama Dante.


"Baik kita akan memulai meeting pagi kita hari ini"


Di beda Negara seorang pria yang baru saja bangun tidur hanya menggunakan celana boxer saja dan telanjang dada karena sisa percintaan dengan Alexa semalam.


Brian mengambil piyama tidurnya yang tergeletak di bed sofa. dan ia mengambil laptop yang di taruh di atas meja belajar dalam kamarnya.


Berbeda waktu antara Inggris dan Jakarta kurang lebih 7 jam dan di jakarta sekarang jam 9 pagi.


Sebenarnya Brian bisa saja melakukan meeting di dalam ruangan kerjanya di rooftop lantai tiga, Namun pria ini tidak mau meninggalkan istrinya yang sedang tidur sendirian.


"Pagi semuanya, maaf jika saya masih memakai piyama tidur karena disini masih pukul 3 pagi." ucap sambutan Brian seraya meminta maaf kepada para staf yang mulai meeting vertual nya.


"Baru bangun tidur hanya memakai piyama tidur saja masih ganteng" batin salah satu staf wanita yang mengagumi ketampanan Brian.


15 menit telah berlalu meeting masih tetap berjalan, Alexa merasa tidurnya terganggu dengan tangan Brian yang menyusap- usap rambut panjangnya selama ia meeting.


"Ehh sayang, masih ngantuk" Rengek Alexa yang masih memejamkan matanya dan tidur di atas perut Brian.


Brian membetulkan posisi selimut Alexa untuk menutupi tubuhnya. dan sesekali mencium pucuk kepala Alexa, membuat semua orang yang ikut meeting meleleh melihat adegan romantis bos nya itu secara live. meski hanya terlihat wajah cantik Alexa yang tertutup rambut panjangnya.


"Astaga kak Brian, bisa- bisa nya ia melakukan adegan romantis sambil meeting vertual lagi" gumam Sashi.


"Huft Dasar bos bucin, apa tidak malu sama karyawan nya sendiri"


"Aku kira hanya bisa bersikap dingin,kejam saja di kantor, ternyata romantis juga" batin salah satu staf wanita.


Alexa mengerjapkan matanya setelah mendengar seseorang yang sedang berbicara dengan suaminya. wanita ini tertegun setelah melihat di hadapannya laptop yang menyala dan terlihat sebuah ruang meeting dan beberapa staf karyawan berbagai divisi dan salah satu staf yang sedang presentasi. dan juga terlihat ada Dante dan juga Sashi.


Alexa menutup mulutnya, ternyata suaminya sedang meeting vertual dengan staf karyawan.


"Sayang kenapa kamu tidak bilang kalau sedang meeting" ucap Alexa Setelah membalikkan badannya.


"Kenapa sayang,apa tidurmu terganggu?"


"Tidak sayang, aku malu" jawab Alexa lirih seraya menutup wajahnya kedalam dada bidang Brian.


Membuat Pria ini tertawa dan membuat yang disebrang merasa heran,kenapa bos nya malah tertawa.


Salah satu Divisi yang sedang presentasi tiba-tiba berhenti karena mendengar Brian tertawa. merasa heran.


"Maaf pak Dante, apa saya salah dalam presentasi kali ini"


"Ee tidak lanjutkan saja presentasi nya sampai selesai" ujar Dante.


***


Satu jam sudah berlalu dan meeting vertual berakhir.


Dante mengantar Sashi ke Enterprise studio setelah selesai meeting tadi.


"Maaf jika kamu menunggu ku terlalu lama tadi"


"Tidak apa-apa kak, yang harusnya meminta maaf itu Sashi, karena sudah merepotkan kak Dante harus mengantar Sashi"


"Sashi turun dulu iya kak, terimakasih sudah mau mengantar Sashi."


"Hmm...... bekerja yang rajin iya" ujar Dante seraya mengacak-acak rambut panjang Sashi


"Ahhh kak Dante, jadi berantakan rambutnya"


Wanita ini mendengus kesal karena rambutnya di acak-acakan oleh Dante, padahal ia sudah menata rambutnya hampir satu jam hanya untuk menata rambut saja.


Membuat Dante tertawa "Sini-sini biar aku bantu"


"Gak mau" tolak Sashi.


"Serius kali ini tidak"


Sashi akhirnya mau nurut Dante untuk merapikan rambutnya itu.


Dante menatap lekat wajah Sashi "Cantik" gumam Dante yang masih bisa didengar oleh sashi.


Wanita ini merasa jantung berdetak kencang setelah di tatap Dante, membuat ia salah tingkah dan membuang wajahnya.


"Kenapa dengan jantung ku"


Dante menangkup wajah cantik Sashi dengan kedua tangannya dan menatap kembali wajah cantik wanita di depannya


"Jangan nakal"


"Cup"


Dante memcium bibir Sashi,namun Sashi hanya diam tidak merespon ciuman Dante, ia merasa terkejut dengan tiba-tiba Dante menciumnya.


"Ciuman pertama ku" batin Sashi


Merasa tidak ada respon dari wanita dihadapannya Dante menggigit bibir bawah Sashi untuk membalas ciuman nya.


Gadis ini membalas ciumannya membuat Dante tersenyum senang akhirnya ciuamannya di balas. semakin dalam ciuman mereka, dan Dante menyudahi ciuman nya karena merasa gadis ini kehabisan nafas.


"I love you"


"I love you too"


"Turun lah, ingat jangan nakal" Dante memperingati Sashi sebelum gadis ini benar-benar keluar dari mobil nya.


"Iya kak"


Bersambung...


Aduh kang kanebo Jangan salah buka baju dong apa tidak malu sama para Raider NT 🤣🤣🤣.



Sashi



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Cie cie ada yang sudah resmi ini 😀😀 selamat di tunggu pajak jadian nya 😂😂.