I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
10. Masa Lalu



.Masa lalu


jangan lupa untuk like,vote dan komentar sebanyak-banyaknya,tolong jadikan cerita Alexa kedalam novel favorit mu terimakasih 🙏🙏


......Komitmen Bukanlah Sebuah Ucapan Yang Hanya Mudah Di katakan, Tapi sebuah Kata Yang Dijadikan Pembuktian.......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di suatu Danau di tengah pusat kota ada anak perempuan menangis karena kehilangan anak anjing kesayangan nya. tiba-tiba datang seorang anak remaja menawarkan diri untuk membantu mencari, karena kasihan melihat ia menangis sendirian.


setelah menemukan anak anjing yang hilang, setiap hari sehabis pulang sekolah mereka selalu bermain bersama. dan suatu ketika kedua orang tua Brian pindah ke Inggris mau tidak mau mereka harus berpisah.


"lexa... maafkan kakak,kita tidak bisa bertemu dan bermain lagi." ucap Brian dengan berat hati ia menceritakan semua nya.


"apa lexa punya salah,kenapa Kakak Rian jahat kenapa mau ninggalin lexa sendirian? nanti lexa tidak ada teman nya." sambil berkacak-kaca.


"Lexa tidak salah,maaf kan kakak harus pergi, papih sama mamih mau pindah ke Inggris, kakak harus ikut mereka,kakak janji bakalan kembali untuk lexa,kakak akan datang untuk menikah sama lexa janji." sambil mengancungkan jari kelingking nya.


"Janji iya kak, jangan bohong nanti hidung nya panjang kaya Pinokio." Alexa terkekeh.


"Serius Alexa, tatap mata kakak kalau ada tampang bohong." sambil menangkup kedua pipi Alexa.


"lexa."


"Iya kak."


"Maukan kamu menunggu kakak.."


Alexa mengangguk


"ini sebagai gantinya kakak biar kamu gak sendirian. dia namanya Biao ." Brian menyerahkan anak anjing untuk dijadikan teman selama tidak ada dia.


"Dan Alexa juga punya sesuatu buat kakak biar selalu ingat lexa."menyerahkan anak anjing Kesangannya yang berjenis pudel.



flash back off.


"Maaf kan kakak lexa, tidak bisa menjagamu di saat kamu butuh.janji kali ini akan selalu ada buat kamu,"batin Brian setelah mengingat masa lalunya.


"Dante apakah yang kita butuhkan sudah di siapkan semua?"


"Sudah bahkan rumah sakit sudah saya steril kan dari para pengunjung dan penjagaan di beberapa titik sudah di lakukan."


"Kerja bagus." dengan tegas Brian pergi menuju rumah sakit dimana Alexa di rawat,


*


*


*


DMJ Hospital


"Raya, Natasha dan Bi marti, biar Alexa yang jaga Tante sama om,besok bisa bergantian untuk menjaga Alexa kembali,lebih baik kalian pulang istirahat."ucap Dady Alexa.


"Baik lah Tante kami pulang dulu, kalau ada apa-apa kabari kami." Raya mendekati momy Alexa untuk berpamitan pulang ia memeluk momy Alexa mengelus punggung dada nya untuk memberikan ketegaran atas apa yang menimpa sahabat nya.


"Terimakasih sayang,Kalian sudah mengkhawatirkan Alexa." momy Alexa melepaskan pelukannya.


Setelah beberapa saat kepergian sahabat dan ART Alexa,Jonathan menyuruh majikannya untuk beristirahat di tempat yang sudah di siapkan di ruang an khusus pemilik rumah sakit.


"Tuan Besar, Nyonya besar lebih baik anda juga istirahat,anda pasti capek perjalanan jauh dari Jepang ke Jakarta cukup memakan waktu." pinta Jo asistennya


"Dokter Kim bentar lagi datang membawa pakar obat untuk memulihkan nona lebih cepat," ucap nya lagi.


setelah mendengar penjelasan Jo asistennya Dady Alexa Nggan untuk beranjak dari ruang tunggu, ia masih mau menunggu putrinya,bagi nya Alexa adalah segala - gala nya.


Bukan hanya Jonathan saja yang menjadi kepercayaan Dady Alexa, Dokter Kim adalah salah satu orang kepercayaan Dady Alexa,ia sebagai Dokter Obygu ia di percaya sebagai Direktur Rumah sakit tersebut. meski ia seorang Duda beranak. satu itu ia masih sangat mudah dan berkompeten.


"Tuan anda sudah tiba di Jakarta," sapaan Dokter Kim


"Iya Dok, satu jam yang lalu, Nak Brian anda di sini."


"Perkenalkan dia King El Zeus Tuan pakar obat dan asisten nya tuan Dante" kata Dokter Kim sambil memperkenalkan Brian dan Dante kepada tuan besar.


"Iya Dokter Kim kita sudah saling mengenal,dia putra sahabat saya, sekaligus rekan bisnis.," ucap Dady Alexa. "Gimana kabar papih Louis nak" ucap nya lagi.


"Baik Paman.. gimana kabar paman,?"


"Kabar paman lihat sendiri kamu nak," Dady Alexa sambil terkekeh sambil merentangkan kedua tangannya.


Mereka yang pada disitu tertawa.


"Paman ijinkan saya membantu Alexa."


"Masuk lah nak lihat keadaan Alexa,paman percaya sama kamu," kata Dady Alexa sambil menepuk bahu Brian.


Brian menganggukkan kepalanya setelah mendapat ijin untuk membantu Alexa sadar dari koma. ia menghela napas panjang sebelum masuk keruangan khusus Alexa di rawat. ia tidak mengira akan bertemu dengan gadis kecilnya lagi dengan keadaan tidak sadar atau koma. ia sebenarnya merasa bersalah tidak bisa menjaga gadis kecilnya yang sudah berjanji akan selalu menjaganya namun ke adaan yang memisahkan mereka.


"Tuan Brian anda disini," ucap Jo


Ia tidak menjawab sapaan nya, ia hanya menganggukkan kepala.


Diam sejenak sebelum ia mendekat ke ranjang Alexa,ia melihat Alexa yang sedang tidur tenang yang di pasang beberapa alat dan kabel yang menempel. wajah yang pucat Pasih tapi masih terlihat ayu.. ia merasa sesak melihat gadis kecil kesayangan nya terbaring lemah.


"Hai Gadis kecil, ini kakak sudah datang, apa kamu tidak merindukan ku.maafkan kakak kemarin tidak benar-benar mengenalmu." ucap Brian sambil memegang tangan Alexa


"Kakak akan membantu mu, ini obat yang aku buat khusus untukmu agar kamu cepat pulih dari koma,cepat bangun gadis kecil, apa kamu tidak merindukan orang tua mu dan sahabat kamu juga."


Brian merogoh saku jasnya kemudian mengambil botol berukuran kecil dan juga alat suntik, kemudian ia menyuntikkan cairan ke dalam selang infusnya. Brian tidak hanya ahli dalam bahan pembuatan nuklir dan senjata api, tapi ia ahli. dalam membuat obat dan racun.


Sesekali ia mencium tangan Alexa yang masih setia ia genggam baginya ia tidak mau kehilangan alexa lagi, meski sekarang ia masih milik orang lain.


"Sebastian Abraham tunggu giliran mu,kau telah menyakiti gadis kecilku ini."


Brian mengepal kan tangannya sampai buku-buku tangannya terlihat.


Setiap hari Brian datang ke ruangan Alexa. dengan setia. ia bahkan setiap malam tidur di ruangan Alexa bahkan ia tidur di sampingnya, meski ada kemajuan hanya tangan atau jari tangan yang bergerak itu sudah membuatnya senang, ia selalu memberikan formula baru agar Alexa cepat pulih dan sadar kembali.


***


Alexa hanya diam menatap sekeliling ruangan, dan menatap keluar jendela.


Bulan lalu ia sadar dari koma,dan ia mendapati kenyataan kalau ia mengalami depresi.


Dari sahabat nya Raya, ia mendengar kalau rekan bisnis nya Brian Leonardo Elgan juga setiap hari selalu rutin mengunjunginya sebelum ia pergi ke Jerman guna menjalani perjalanan bisnis nya, dan ia lah yang telah membantu alexa bangun dari koma bahkan menemaninya setiap malam.


Selama itu,tidak ada seorangpun dari keluarga suaminya yang datang mengunjunginya, apalagi suaminya!!


Raya satu- satunya yang perduli kepadanya ia tahu, gadis itu membatalkan banyak acara hanya untuk tetap berada di sampingnya dan memberikan dukungan moral.


"Kau melamun lagi." Raya menyodorkan sepotong apel kepada Alexa.


Alexa menerima apel itu namun tidak memakannya


"Aku baru menyadari sakit ternyata tidak menyenangkan,Rumah sakit ini rasanya sangat membosankan, aku ingin segera keluar dari sini." Ucap Alexa dengan tersenyum.


bersambung......


Alexa bareng Biao