
**Kemarahan Dante
Happy Reading love 😘**
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Di sela-sela kesibukan nya harus mengantikan Brian, Dante tidak lupa untuk selalu menanyakan kabar terhadap sang kekasih yang sedang berada di London, dan juga memberikan kabar jika Alexa sudah melahirkan.
Namun saat terakhir kali memberikan kabar tentang Alexa, Sashi belum membalas nya membuat Dante uring-uringan, tidak biasanya Sashi tidak membalasnya chat darinya.
"Oh my God... sayang kau dimana?"
Dante benar-benar di buat frustasi. Ingin rasanya dia terbang ke London dan memarahi kekasihnya hanya untuk menanyakan kenapa tidak di balas chat darinya. mungkin ini terlalu berlebihan tapi Dante benar-benar sudah di buat bucin oleh Sashi. Gadis kecil yang dulu selalu menyatakan cinta kepadanya kini sudah terbalaskan..
Sashi merasa lega. Meski ia harus menyakiti perasaan Dante tapi Sashi tidak mau lama-lama di London. Ia ingin sekali cepat pulang ke Jakarta dan menjelaskan semua nya kepada sang kekasih.
Sashi ingin bercerita dengan mami Myta, Tapi mami Myta belum tahu soal hubungan dirinya dengan Dante. Hanya Brian lah yang tahu, Tapi bagaimana dengan Brian?.... itu yang di pikirkan Sashi.
"Oh My ... Sashi kenapa kau tidak memikirkan kak Bri... Bagaimana kalau kak Bri marah"
Sashi akhirnya menghubungi Mami Myta. Ia ingin sekali keluar dari masalah ini tanpa ada yang tersakiti. Di ambilnya handphone di atas Nakas. Gadis cantik ini terkejut melihat chat masuk dari Kekasihnya.
"Astaga Sashi kau sampai melupakan dia"
Dante yang melihat chat nya terbaca dia langsung menghubungi Sashi dengan video Call.
Sashi langsung salah tingkah.
"Hai.. sayang" sapa Sashi kepada Dante untuk menutupi rasa gugupnya.
Namun Dante orang yang sangat peka, ada sesuatu yang telah di sembunyikan Sashi.
"Ada apa?" tanya Dante.
Sashi terdiam, ia binggung harus bilang apa. Sungguh sangat menyakitkan bagi Sashi.
"Sashi" Ucap Dante dengan suara yang sedikit meninggi. Membuat gadis di depan layar handphone menangis.
"Apa kau telah menyembunyikan sesuatu dariku?cepat jawab Sashi" bentak Dante.
Sashi semakin berderai air matanya. membuat Dante tidak tega melihatnya. Dante memutuskan sambungan video Call nya. Dante sudah menebak jika Sashi telah menyembunyikan sesuatu darinya. Tanpa berpikir panjang Dante memutuskan untuk terbang ke London.
Sashi terkejut melihat sambungan video Call terputus. Ia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Dante marah besar.
"Dante!! maafkan aku! maafkan aku!" lirih Sashi ia memeluk handphone nya. Seraya berbaring di kasur lalu, ia tertidur.
🍃🍃🍃
Sebastian dan mam Elisa memutuskan untuk menjenguk Alexa. Ini kesempatan mama Elisa untuk meminta maaf kepada mantan menantunya.
Keegoisan dan ke sombongnya telah membuat putra nya menjadi imbasnya.
Jika waktu bisa di putar...
Jika dulu bisa menerima Alexa sebagai menantunya..
Jika dulu tidak memandang Alexa anak siapa..
Jika dulu tidak percaya dengan Rena.
Jika dulu dulu bisa di ulangi kembali.mungkin tidak akan pernah menyesal sekarang.
Batin Mama Elisa menolong.
Sebastian masuk kedalam kamar mama nya untuk melihat apakah sudah siap apa belum. Ternyata Mama sedang menangis.
"Mama ada apa lagi? kenapa mama menangis?", Tanya Sebastian.
"Mama! takut Bastian. Jika Alexa nanti tidak akan memaafkan mama", Kata Mama Elisa sendu.
Di tatapnya mata mama Elisa. "Look my eyes", Tegas Sebastian. Mama Elisa menatap lekat wajah putranya. "Dengarkan Bastian mah! Alexa tidak seperti itu, Bastian jamin jika Alexa sudah memaafkan mama", Kata Sebastian.
"Tapi Mama takut",
"Mah! jika mama tidak mencoba kapan mama akan mendapatkan maaf dari Alexa, come on mah", Bujuk Sebastian kepada mamanya.
"Baiklah sayang, maafkan Mama yang tidak percaya diri"
"Oh My .. sudah berapa kali Bastian katakan. Ayo kita pergi sekarang" seru Sebastian.
Butuh waktu dua jam perjalanan mereka menuju DMJ Hospital.
Keringat dingin mulai mama Elisa rasakan. ia merasa gugup. Sebastian merasakan nya karena ia sedang menggenggam tangan mama nya.
Kini mereka sudah berada di depan kamar VVIP dimana Alexa di rawat. tanpa Sebastian tanya kepada Resepsionis karena, ia melihat banyak penjagaan dari anak buah Brian dan Dady Damian. Terlihat dari logo jas yang mereka kenakan.
Tok... tok..
Brian membukakan pintu kamar. Ia terkejut melihat kedatangan Sebastian dan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik seperti mami Myta. Brian pernah melihat nya ia mengingat kembali saat di restoran dulu.
"Mr El! apa kami boleh menjenguk Alexa" ucap Sebastian dengan hati-hati. ia sebenarnya juga merasa takut jika Brian tidak mengijinkan nya.
"Masuklah Tn. Abraham", kata Brian dingin.
"Terimakasih", jawab Sebastian.
Alexa yang sedang duduk memangku putranya terkejut dengan kedatangan mantan suaminya dan mama mertuanya.
"Mama", gumam Alexa.
Tanpa basa basi mama Elisa. "Alexa! selamat atas kelahiran anakmu. Dan mama mau meminta maaf atas kesalahan mama pada mu sayang" seru mama Elisa ia menundukkan kepalanya.
"Alexa sudah memaafkan mama", Alexa tersenyum.
Mendengar jawaban Alexa mama Elisa merasa senang. Benar apa yang dikatakan putranya. Jika Alexa wanita yang baik.
"Ny. Abraham" Sapa mom lili saat melihat mantan besannya datang.
"Ny. Marley! maaf saya datang menjenguk Alexa"
"Senang bisa bertemu dengan mu kembali" seru mom lili.
"Iya Ny. Marley. Apa bayi Alexa kembar?" tanya mama Elisa.
Sebastian masih mematung berdiri di sebelah Brian. Ia tidak berani berkata-kata.
"Iya mereka kembar bahkan triple"
"Oh my God..." Mama Elisa tidak percaya jika Alexa melahirkan kembar.
Dulu dia mengatai Alexa wanita mandul tapi di depan matanya sendiri Alexa melahirkan bayi kembar yang sangat lucu.
"Dimana yang satunya Alexa?"
"Dia ada di NICU Nyonya" sahut Brian.
"Apa?"
"Dia mengalami gangguan pada pernafasannya dan juga berat badan di bawah rata-rata" jelas mom lili.
"Apa saya boleh menggendong putramu Alexa"
"Kemarilah mah", Seru Alexa meminta mama Elisa memdekat. Alexa menyerahkan kepada mama Elisa.
"Dia cakep sekali" ucap mama Elisa. "Siapa namanya?"
"Kami belum memberikan nama,tunggu putriku keluar dari NICU" ucap Brian.
Mama Elisa menganggukan kepalanya.
***
Dengan bantuan Leo, Dante tidak merasa kesusahan mencari keberadaan Sashi.
Terlihat Mansion keluarga Sashi yang sudah ramai dengan para kerabat keluarga Sashi. kecuali Keluarga Brian yang tidak tahu.
Dante datang tanpa di undang, membuat para tamu merasa asing dengan kedatangan Dante.
Dugaan Dante benar jika Sashi menyembunyikan sesuatu dari nya. Mata Dante menyapu ke penjuru arah ruangan mencari Sashi.
Sashi yang baru saja akan turun dari tangga melihat kedatangan Dante merasa terkejut.
"Sayang!!" gumam Sashi.
Seperti ada yang memperhatikannya Dante menoleh dan melihat Sashi yang masih berdiri di anak tangga.
Pandangan mereka bertemu, nampak terlihat raut wajah kemarahan Dante.
"Kau harus ikut dengan ku Sashi" tegas Dante. Menarik tangan Sashi.
To be continued