I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
138. Merindukan Anak- Anak



Merindukan Anak-Anak.


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Iya memang kamu saja yang cemburu saat aku bersama rekan Bisnisku" sindir Alexa kepada Brian.


membuat Brian tertawa. "Aku tidak mau milik ku dekat dengan pria lain atau di tatap, aku takut nanti mereka bisa jatuh cinta sama kamu, dan mengambil mu dariku, itu aku tidak mau"


"Karena memilikimu itu sangat susah sayang harus berjuang terlebih dulu baru mendapatkan mu" keluh Brian mengingat saat Alexa ternyata menikah dengan Sebastian.


Alexa menghamburkan pelukannya ke Brian "Sayang, maafkan aku, tapi sekarang aku sudah menjadi milikmu bahkan aku sedang mengandung anak-anak mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, karena aku tidak mau ke hilanganmu kembali,kau tahu saat kamu pergi dulu" Alexa menitihkan air matanya ia mengingatkan kembali saat Brian pergi ke Inggris.


Brian mengurai pelukan mereka "Aku minta maaf karena dulu"


"Sudah yang terpenting kita sudah bersama- sama sayang"


Handphone Alexa berdering di dalam tas, mereka saling menatap karena mendengar handphone berbunyi. "Angkat lah sayang" pinta Brian karena tahu itu bukan milik nya. Alexa mengiyakan lalu mengambil benda pipih berbentuk persegi panjang itu di dalam tas nya.


"Sayang, Sashi menghubungiku" seru Alexa seraya menunjukan handphone kepada berikan.


"Mau apa dia telpon kamu sayang" Alexa hanya mengangkat bahunya tidak tahu " angkat sayang siapa tahu penting"


"Hallo Sashi"


"Kakak ipar ih, lama bener angkat telepon nya" suara sashi di balik telepon.


Alexa melospeker teleponnya agar suaminya mendengarkan. "Hai, adik kecil mau ngapain kamu menghubungi istriku" Brian mengambil alih handphone Alexa. Brian menyuruh Alexa untuk berganti baju.


"Ih ko ada kak Bri, memang kak Bri tidak ke kantor"


"Kakak sedang menemani kakak iparmu, ada apa kamu menghubungi istriku" kata Brian dengan yang sama.


"Mana Kakak ipar kak,aku mau bilang sama kakak ipar, Sashi mengajak kakak ipar besok pemotretan , ini sangat cocok sekali buat kakak ipar" jelas Sashi kepada Brian.


"Alexa sudah memimpin Alexander Grup, kamu cari orang lain saja adik kecil"


"Duh kak Bri, ini juga demi kemajuan enterprise Entertainment ko" keluh Sashi.


"Memang kenapa dengan perusahaan, apa ada masalah"


"Ya kak"


"Kita bertemu di mansion papi hari ini" Brian memutuskan sambungan telepon dengan Sashi sepihak.


"Ada apa sayang, Sashi menghubungiku" tanya Alexa.


"Sashi meminta kamu ikut pemotretan lagi"


"Lalu bagaimana dengan kamu sayang? apa kamu mengijinkan ku untuk terjun pemotretan kembali?" Alexa memeluk Brian.


"Kita lihat nanti sayang, nanti kita ke mansion papi"


"Sekarang aku sedang kangen sama kamu"


Alexa merasakan tubuhnya nya melayang membuat nya ia berteriak kepada Brian yang tiba-tiba mengendong nya.


"Sayang turunin"


"Tenang kamu tidak akan jatuh sayang" seru Brian mengendong Alexa masuk ke dalam kamarnya.


Brian membaringkan tubuh Alexa di atas kasur miliknya. Brian mengecup dan mengusap perut Alexa "Hai kesayangan Dady, apa kalian merindukan Dady" Brian Kembali mencium perut Alexa.


"Sayang, anak-anak kita merindukan Dady nya" bohong Brian.


Alexa hanya mengerutkan keningnya.


"Apa aku boleh sayang Bertemu mereka? apa kamu tidak kasian sama anak-anak kalau sedang merindukan Dady nya?"


"Aku tahu kamu modus sayang"


"Tidak sayang, mereka kangen dengan Dady nya, boleh iya, boleh iya sayang" Brian memohon.


"Satu ronde saja sayang" kata Brian.


Alexa mengijinkan. Brian merengek dengan alasan anak-anak merindukan Dady nya, Alexa juga selalu merindukan akan sentuhan Brian.


Brian mulai membelai wajah cantik Alexa ia mulai mencium bibir Alexa dengan lembut, Brian senang karena Alexa membalas ciuman Brian. semakin dalam ciuman mereka membuat hasrat mereka berdua tidak bisa di tahan lagi.


Ntah kapan mereka melakukan nya kedua nya sudah tidak memakai sehelai benang yang menutupi tubuh mereka hanya ada selimut tebal yang menghalangi nya. hanya suara ******* dan lenguhan panjang Alexa memanggil nama Brian di setiap sentuhan tangan Brian bermain di area favorit nya itu.


"Faster, sayang"


"Yes, sayang"


Brian memacu semakin cepat namun dengan hati-hati karena tidak ingin menyakiti calon anak-anaknya. hingga akhir keduanya sudah tak bisa lagi menahan. semakin dengan hujaman keras dan dalam sampai tubuh mereka berdua bergetar hebat bersamaan.


"I love you sayang"


Brian mengecup bibir, kening dan perut Alexa.


Alexa merasa sangat lelah karena mereka melakukan berkali-kali tapi Brian tidak merasa kan lelah seperti Alexa.


Brian memeluk tubuh Alexa kedalam dekapannya, dengan tubuh yang tertutup selimut hanya terlihat bahu mulus dan polos.


Brian mengusap kepala Alexa pelan, sesekali ia mengecup kening Alexa.


"Sayang, kira-kira Sashi kenapa menyuruh ku untuk kembali pemotretan iya"


"Nanti kita cari tahu terlebih dulu sayang Sashi bilang ada masalah"


"Apa aku boleh membantunya sayang" tubuh Alexa bergerak sedikit untuk mendongak menatap wajah Brian.


"Tentu saja sayang, enterprise studio sudah menjadi milikmu, kau bebas datang kesana terutama untuk pemotretan tapi ingat kalau capek jangan"


"Makasih sayang, aku mencintaimu" Alexa memeluk tubuh Brian dengan erat.


"Aku lebih mencintaimu"


*


*


*


"Sayang" bisik Brian kepada Alexa yang tertidur di pelukannya "Ayo bangun, katanya kita akan bertemu sama Sashi"


Brian mencium bibir Alexa dan tangan nya bermain di salah satu yang sudah menjadi favorit nya.


"Ah" teriak Alexa karena Brian mengigit di area gundukan kenyal milik istrinya. membuat Alexa terbangun.


Brian tersenyum melihat Alexa berteriak.


"Sayang jahat, kenapa kamu mengigit nya"


"Habis kamu tidak bangun-bangun"


"Aku terlalu capek sayang, kamu sih tidak ada capek-capek nya minta lagi dan lagi katanya hanya satu ronde" keluh Alexa.


"Maaf sayang, apa kita akan melakukan satu ronde lagi"


"Ti-dak sayang" Alexa langsung bergegas bangun untuk menghindari serangan Brian kembali.


"Sayang kamu mau kemana?" Brian menarik tangan Alexa yang hendak pergi


"Aku ingin mandi" Alexa menoleh kesamping dan menatap wajah Brian.


"Ayo kita mandi bareng" tawaran Brian


"No sayang, nanti kamu minta lagi" tolak Alexa.


"Tidak sayang, kita hanya akan mandi bareng agar mempersingkat waktu"


"Berjanji dulu sayang" Rengek Alexa.


"Baiklah istriku yang cantik dan manja, suamimu ini hanya mengajak mandi bersama tidak akan ada tambahan ronde 1 atau ke dua, itu jika khilaf sayang"


"Sayang" Teriak Alexa.


"Apa ada sayang, kenapa kamu berteriak begitu, ini bukan di hutan sayang"


"Nyeselin- ngeselin" teriak Alexa kembali.


"Sayang apa kamu sedang menggodaku, katanya tidak mau ronde 1"


"Tidak sayang"


"Lalu"


Brian memainkan matanya melihat Alexa masih telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Alexa melihat ke arah dirinya "Sialan" Alexa langsung berlari ke arah kamar mandi dan Brian hanya tertawa melihat kepolosan istrinya itu.


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar lope sebanyak-banyaknya 😘😘