I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
11. Gugatan surat cerai



Gugatan surat cerai


......***Ingin kutertawain hatiku, sendiri yang terkadang terlalu cepat senang dengan sebuah perasaan meski ternyata..............


......Kini bagaimana bisa kupungkiri bahwa semua itu hanya ilusi semata saja, dan semua tentang rasa itu kini hilang selenyap-lenyapnya***............


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Selama itu,tidak ada seorangpun dari keluarga suaminya yang datang mengunjunginya, apalagi suaminya?


Raya satu- satunya yang perduli kepadanya ia tahu, gadis itu membatalkan banyak acara hanya untuk tetap berada di sampingnya dan memberikan dukungan moral.


"Kau melamun lagi." Raya menyodorkan sepotong apel yang baru ia kupas kepada Alexa.


Alexa menerima apel itu namun tidak memakannya.


"Aku baru tahu sakit ternyata tidak menyenangkan,Rumah sakit ini rasanya sangat membosankan, aku ingin segera keluar dari sini, meski ini milik sendri." Ucap Alexa dengan tersenyum.


Raya nyaris tidak mengenali wanita di hadapannya ini, semenjak sadar, Alexa sama sekali tidak pernah membahas atau menanyakan tentang Sebastian yang tidak pernah terlihat di rumah sakit,ia bahkan terlihat tenang dan biasa - biasa saja, mungkin dia terlanjur sakit hati atas apa penghianatan suaminya terhadap sahabatnya.


Raya bisa merasakan perasaan sahabat nya ini yang sudah di khianati keluarga suaminya.


"Ka...kau ingin apa?" Raya melihat Alexa yang hendak bangun dari tempat tidur nya. namun Alexa terdiam sejenak "Aku ingin ke kamar mandi" Alexa sambil bangkit dan berjalan perlahan menuju kamar mandi namun untuk melangkah dirinya saja tidak bisa sampai harus berjalan terseok-seok.


Setelah seminggu, ia sudah bisa kembali berjalan, hanya saja ia masih merasa sedikit lemah.


Baru saja Alexa akan melangkah, rasa sakit di kepala kembali terasa berputar-putar dan berkunang-kunang, membuat tubuhnya nyaris tersungkur dan beberapa benda di atas Nakas terjatuh.


" Prang......"


"ALEXA" teriak Raya


Ia buru- menopang tubuh Alexa untuk kembali ke tempat tidur.


"Kenapa kau tidak meminta bantuan ku" Raya membantu memapah tubuh Alexa ke dalam kamar mandi dan kemudian memanggil OB rumah sakit untuk membersihkan pecahan benda yang terjatuh dan pecah di dekat ranjang.


Raya adalah sahabatnya semenjak sekolah menengah, satu-satunya orang yang ia percaya dan yang selalu bersama sejak dulu,meski ada lagi sahabat nya Natasha tapi lebih sering menghabiskan waktunya dengan Raya.


"Al... kalau sudah selesai bilang iya." sahut Raya dari depan pintu kamar mandi.


Saat raya berdiri didepan saat Alexa membuka pintu pandangan mereka bertemu,Alexa tersenyum tulus kepadanya.


"Terimakasih." Ucap Alexa.


Raya mengangguk. " Kita sahabat, kau juga akan melakukan hal yang sama kepadaku jika hal ini menimpaku." Raya tertawa.


Alexa tersenyum manis.


Raya memapah Alexa kembali ke ranjangnya.


"Setelah kau keluar dari sini, kau akan pulang kemana? apa kau akan kembali ke rumah suamimu?"


"Tentu saja." Alexa menjawab tanpa keraguan sedikitpun.


Raya mendesah.tidak menyangka bukan berarti Alexa melupakan pria itu. Bukannya ia masih saja bersikeras untuk kembali ke rumah pria berengsek yang telah membuat nya menderita selama ini.


Di tempat berbeda di negara lain ada seseorang yang sedang mengamati interaksi dua wanita lewat cctv di ruangan Alexa, ia sebelum terbang ke negara Jerman, menyuruh anak buahnya yang ahli IT untuk merestar CCTV dirumah sakit itu.


"Bersabarlah gadis kecilku." Brian yang sedang menatap cctv lewat laptop nya.


***


"Alexa, aku sebenarnya tidak setuju atas keputusan yang kau ambil,tapi jika itu


adalah yang terbaik untuk mu, aku sebagai sahabat mu,aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu." Ucap Raya meski tidak yakin dengan keputusan sahabat nya.


Alexa kembali tersenyum ringan.


Raya hanya bisa mendesah berat berkali- kali. Ia seharusnya sudah bisa menebak, sekalipun ia mengalami koma dan sebagian memory nya hilang. Alexa tidak akan semudah itu melupakan pria yang selama ini ia cintai dan sekaligus menjadi obsesinya semenjak ia mulai melupakan pria masa lalunya.


Saat itu,pintu kamar rawat Alexa terbuka menampilkan wajah seorang pria tampan.


Diam-diam Raya melirik ke arah sahabatnya yang malah bersikap biasa-biasa saja. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah.


Sebastian berdiri terpaku di tempatnya beberapa saat ntah sejak kapan pria ini sudah berada didepan pintu kamar Alexa. dahinya membentuk sedikit kerutan ketika melihat bagaimana istrinya malah mengabaikan nya. ia sudah berangan kalau ia berkunjung istrinya akan senang dan berlari menyambut kedatangan tapi malah tidak sesuai dengan keinginan.


Alexa masih tampak pucat. Namun tanpa makeup tebal seperti yang biasanya ia kenakan sebelumnya, wajahnya terlihat cantik.


Suasana di ruangan itu menjadi hening beberapa saat lamanya sampai akhirnya suara Alexa yang memecahkan suasana.


"Jusnya enak dimana kau membelinya?kurasa aku ingin membelinya lagi," Ucap Alexa tersenyum ke arah Raya.


"I...itu buatan ku. Ka... Kalau kau suka, aku akan membawakannya lagi." Raya melirik Sebastian sekilas. Jelas sekali Alexa mengabaikan kehadiran Sebastian.


Ini adalah pemandangan langka dalam hidupnya!


Sebastian tersenyum sinis, ia melangkah mendekati tempat tidur Alexa.


"Ternyata aku salah untuk datang kesini,dan menghawatirkan kesehatan mu yang baru saja koma, tapi ternyata salah, kau nampak baik-baik saja bahkan terlihat sehat dari dugaan ku" Sebastian menghempaskan bokongnya di kursi yang berada di samping Raya.


Alexa mengalihkan pandangannya ke arah Sebastian. Sudut bibirnya yang mungil melengkung membentuk senyuman sinis namun tatapan dingin.


"Sejak kapan kau mengkhawatirkan ku?dimana kau saat aku terbaring lemah tak sadarkan diri?dimana kau saat aku butuh dekapan hangat mu?" Alexa menahan air matanya yang sudah berkaca-kaca. "Dimana... dimana coba, kau lebih memilih ****** mu itu." Teriakan Alexa.


Deg


Sebastian membeku. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Alexa akan mengembalikan ucapan nya dengan pertanyaan seperti itu, tapi yang paling membuatnya terkejut adalah tatapan itu, Alexa yang ia tahu akan selalu menatapnya dengan tatapan memuja dan hangat. Tidak pernah sekalipun ia menerima tatapan sedingin dan sedatar ini dari istrinya itu.


Sebastian memaksa dirinya tertawa. "Selalu, aku selalu khawatir kalau kau akan membuat masalah lagi seperti yang kau lakukan beberapa waktu lalu. Ingat baik-baik, kau kecelakaan dan mengalami koma itu karena kecerobohan mu sendri. Andaikan kau tak datang menemui ku dirumah Rena kau tidak akan pernah seperti ini." Bastian yang tidak mau kalah.


"Cih.. Sebastian! Kau keterlaluan! Alexa seperti ini karena kamu,jika kau tidak menghianati nya." Raya tidak mampu menahan dirinya. Pria ini benar-benar tidak berperasaan, ia tahu dengan benar cara untuk mengungkit sisi yang menyakitkan bagi Alexa.


"Ini bukan urusanmu! Bisakah kau urus urusanmu sendiri!" Hardik Sebastian. Wajahnya menatap Raya dengan garang.


"Kau" Raya yang menunjuk kan jari tangannya ke arah Sebastian.


Alexa menyentuh pergelangan tangan Raya dan mengedipkan matanya penuh makna.


"Aku bisa mengatasinya, jangan khawatir," ucap Alexa pada Raya.


Raya kembali menarik nafas panjang "Tapi Al,jika dia berani menyakiti mu, aku tidak akan tinggal diam kali ini," Raya sambil melirik Sebastian dengan sorot benci yang sangat kentara sebelum ia melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


Sebastian menatap Alexa yang membuang wajahnya ke arah lain. "Temanmu yang satu itu, benar - benar menjengkelkan dan tidak punya etika," ucapnya ketus.


Alexa tertawa. "Bukannya kau selalu menganggap segala sesuatu yang berhubungan dengan ku itu menjengkelkan? Mungkin kaulah yang bermasalah." Ujarnya tenang. "Apa tujuan mu kesini jika hanya ingin berantem" Ucap Alexa lagi. Kali ini nada suaranya terdengar serius, sorot matanya semakin dingin ke arah Sebastian.


Sebastian baru sadar tujuan awalnya ia datang ke tempat ini. bagaimana mungkin ia bisa melupakan tentang hal itu? Kalau saja Alexa tidak mengungkitnya, ia benar-benar melupakan apa tujuan nya.


Sebastian melempar map di tangan nya ke arah Alexa, map itu tersenggol dengan tangan Alexa yang di infus.


"Baca dan tanda tangani itu, setelah itu kita resmi bercerai!" Ujar Sebastian dingin.


Alexa meringis kesakitan sesaat lamanya.


Sebastian mengamati gerak gerik Alexa dalam diam. Tubuh wanita itu benar-benar tampak lebih kurus saat ini di tambah lagi dengan piyama khas rumah sakit yang kebesaran di tubuhnya.


"Kau sudah menyakiti tangan ku. dengan melempar map itu."


Sebastian mengerutkan dahinya kembali, tanpa alasan yang jelas ia merasa sedikit tersinggung dengan kalimat yang barusan diucapkan Alexa.


Alexa memperbaiki selang infus yang sempat goyah dan duduk kembali bersandar di ranjang tanpa membaca sama sekali. Ia meletakkan map itu di Nakas samping tempat tidurnya, di dekat gelas jus yang baru saja minum..


"Pulang lah, aku akan menandatangani nanti kau tenang saja," ucap Alexa tenang.


Sebastian tersenyum mengejek."bagus aku tunggu itu,ku kira kau tidak mau." Ia tersenyum sinis.


Alexa menghela nafas pelan ia menatap Sebastian dengan ekspresi datar.


"Tidak perlu khwatir karena aku tidak akan pernah kembali kepadamu, apalagi keinginan untuk mempertahankan pernikahan ini tidak ada di benakku saat ini, Kau juga bisa langsung mengajukan gugatan cerai jika kau ingin, tidak harus menungguku menandatangani surat cerai ini,ingat itu kata-kata ku." Ucap Alexa tenang ia menekankan setiap kata yang di ucapkan.


"Apa?"


Sebastian benar-benar tidak menyangka akan mendengar kalimat seperti itu keluar dari mulut Alexa sendiri.


"Jangan main-main denganku Alexa," ucapnya memperingatkan. Ia menekan kuat bahu mungil Alexa yang terasa rapuh di dalam genggaman.


"Lepas jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu." bentak Alexa seraya mengibaskan tangan nya


"Kau" kata Sebastian


"PERGI KAMU DARI SINI, PERGI.... " teriakkan Alexa yang mengema keseluruh ruangan.


Namun Sebastian masih diam mematung di samping Alexa. membuat wanita ini berteriak kembali.


"AKU BILANG PERGI"


Bersambung.......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa cerita Alexa kedalam favorit mu, biar tidak ketinggalan update dan berikan like, komen dan vote jangan sampai lupa. terimakasih 🙏🙏