
Tinggal Bersama.
...Mencintaimu adalah anugerah....
...memiliki mu adalah berkah...
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Alexa membuka mata nya setelah terdengar suara alarm handphone, ia merasakan berat ketika tangan kekar Brian memeluk pinggang posesif, Alexa bangun dan memindahkan tangan Brian ke samping dengan hati-hati agar ia tidak terbangun, Alexa Menyibakan sebagian selimut ia melihat kesamping menatap wajah Brian yang tidur begitu damai, wajah yang polos bak bayi,
Alexa memberanikan diri menyentuh wajah Brian yang di tumbuhi bulu rambut jambang, ia berpikir sejenak andai ia adalah Sebastian suaminya, tapi pikiran itu segera di tepis jauh-jauh, bahkan ia tidak peduli lebih memilih menggugat cerai dan membiarkan ia di usir oleh istri kedua.
Brian pura-pura tidur setelah merasakan pergerakan yang mengganggu tidurnya, ia merasakan tangan mungil Alexa yang menyentuh wajah nya, Brian senang ketika Alexa mengecup di keningnya sebelum turun dari tempat tidur King size-nya.
Alexa melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang tak jauh dari tempat tidur. ia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian sudut kamar mandi yang mewah, Alexa bergegas ke arah kamar mandi.
Brian masih memperhatikan Alexa dari balik selimut ketika Alexa membuka koper nya dan mengambil bajunya dan kembali ke kamar mandi.
setelah selesai berganti baju Alexa merasa terkejut Brian sudah ada di depan pintu.
"Kau terbangun karena aku, maaf." suara pelan Alexa dengan sendu.
Brian tersenyum.
"Tidak sayang, aku memang sudah terbiasa bangun pagi untuk olahraga,kau sudah selesai?"tanya Brian.
"Hu'um.. " Alexa Menganggukan kepalanya.
"Aku mau ke dapur memasak buat sarapan pagi kita."
Alexa membereskan kembali dan pergi keluar dari kamar Brian, Alexa sempat demam semalam dan Brian menemani tidur, kini Alexa sudah di dapur, ia membuka lemari es untuk melihat isinya, ia hanya menemukan kornet sapi dan telor, dengan cekatan mengambil yang di lihatnya tersebut langsung mengeksekusi nya,
"Hanya ada kornet sapi sama telor,lebih baik buat nasi goreng kornet saja. buat sarapan nanti."gumam Alexa.
Alexa hanya bisa membuat nasi goreng karena hanya tersisa itu di lemari pendingin dapur Brian.
Brian yang sudah selesai hendak olahraga pagi di ruangan lain melihat Alexa di dapur,Brian mencium aroma harum yang di masak Alexa, ia penasaran Alexa memasak apa di dapur.
"Kau masak apa sayang, aroma nya harum sekali." Brian berucap seraya memeluk pinggang Alexa dari belakang ia mencium tengkuk leher Alexa.
"Aku buat nasi goreng kornet hanya ini yang aku temukan, buat sarapan," jawab Alexa ia menghentikan aktifitas masak nya. ia tidak lupa mematikan kompor nya lalu membalikan badannya menghadap Brian.
"Aku tidak suka kalau kau seperti ini di luar memperlihatkan leher jenjang mu...... cup ..... ini milikku." ucap Brian sambil memberikan stempel kepemilikan di leher.
"Brian .... " teriakan Alexa.
"itu sebagai tanda sayang,kalau kau itu punya aku." kata Brian dengan pede nya.
"iz kau itu,aku hari ini ada pemotretan jam 10.
pagi-pagi sudah mesum, belum jadi istrinya sudah mesum." gerutu Alexa.
Brian tertawa.
"Duduk di sana bentar lagi selesai,kau mau buatkan apa,?kopi, teh, atau susu.? tawaran Alexa untuk menghindari ke Mesuman Brian.
"Buatkan aku kopi hitam aja." teriakan Brian yang sudah duduk di kuris makan.
Alexa menyajikan sarapan pagi nya yang sudah dia buat, dua porsi nasi goreng kornet, satu cangkir kopi hitam buat Brian dan jus wortel untuknya.
Brian menikmati sarapan pertama buatan Alexa, ia memasukan satu suapan ke dalam mulutnya kemudian diam sejenak. Alexa takut jika sarapan pagi nya tidak enak.
"Gimana rasanya .... ko malah diam." Alexa dengan muka pasif takut tidak sesuai selera Brian.
"Tidak... tidak.. ini enak banget ini nasi goreng terenak yang aku makan," Kata nya
Brian kembali memakan nasi goreng buatan Alexa sampai habis.
Alexa tersenyum ternyata Brian menyukainya,
"Kau tadi bilang apa? ada pemotretan memang kamu sekarang ikut jadi model?"
"Hu'um .... Alexa mengangguk.
"Kenapa kau memilih jadi model?sejak kapan?." kata Brian yang penuh selidik dengan menyipitkan matanya.
"iz cerewet sekali." gerutu Alexa.
"Aku hanya tanya." Brian menyelah.
"uhuk.... uhuk....
Brian terbatuk setelah mendengar penjelasan Alexa.
Alexa langsung mengambil air putih di dispenser dapur ia menyodorkan gelas air putih ke arah Brian." Minum lah kau ini kenapa?"tanyanya kuatir.
"Aku tidak apa-apa,aku yang akan menanggung hidupmu." Brian menerima gelas berisi air putih dari tangan Alexa. ia meminum sedikit lalu menaruh di atas meja makan.
"Apa yang akan di cerita kan Dante kemarin soal ini."Brian tertegun.
Brian bangkit dari duduknya ia melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya,mengambil tab dan membuka file yang dikirim asisten Brian kemarin.
"Tidak ku sangka dia punya bakat terpendam lain nya selain bernyanyi, ia sungguh luar biasa," batin Brian.
#
#
#
Beberapa saat kemudian Alexa tiba di enterprise Entertainment, Brian mengantar sampai di depan lobby, dia tidak bisa mengantar Alexa sampai ke dalam,Brian harus segera terbang ke negara Singapore untuk membereskan masalah di perusahaan cabang.
"Jangan lupa kabari kalau sudah selesai, nanti akan ada orang yang menjemputmu," ucap Brian seraya memeluk Alexa ke dalam pelukannya.
"Hu'um.." Alexa mendongak "tapi hari ini aku mau jalan sama Raya, kemarin sudah janji nanti dia marah lagi, berapa lama kau di sana?" tanya Alexa,ia merasa nyaman di perlakuan seperti ini,
"Secepatnya aku pulang," Brian mengecup sekilas bibir Alexa yang sudah menjadi candunya.
"Ya sudah, Sana berangkat nanti ketinggalan lagi." Alexa mengingatkan kembali.
Brian melepas pelukan.
Alexa keluar dari dalam mobil, dengan mengenakan dress selutut bermotif bunga tanpa lengan, tidak lupa kaca mata hitam untuk menyempurnakan penampilan nya. yang sudah sangat memukai itu, mata Raya dan beberapa model terlihat terpaku melihat penampilan model yang satu ini, sangat istimewa dan berbeda, meski para model memiliki kecantikan di atas rata-rata,namun aura kemilau terpancar dari Alexa mampu menghipnotis sekelilingnya.
"Hay... " sapaan Alexa sambil mendekatkan ke arah sahabatnya dan tersenyum ke arah para model lainnya.
"Ray.. " Alexa mengejar Raya yang meninggalkan nya. "kau masih marah sama aku iya, maaf." suara sendu Alexa memeluk lengan Raya, sepertinya sahabatnya benar-benar marah soal kemarin.
Raya mendengus kesal.
Melihat Alexa yang membuat nya bertengkar hebat dengan tunangannya, raya lebih memilih menunggu Alexa yang sudah janji ketimbang pergi bersama tunangannya.
Raya masih belum mau berbicara ia masih mau menyimak penjelasan Alexa.
Mereka melangkah memasuki gedung studio, Alexa masih mengekor Raya di sampingnya.
"Ray .... kamu tahu, kemarin aku menghadiri persidangan perceraian pertama ku dengan Sebastian, setelah itu aku di usir oleh ulet kadut itu." penjelasan Alexa dengan sendu.
Raya yang masih melangkah menuju ruangan studio tiba-tiba berhenti, dia menoleh ke Alexa di sampingnya,
"Jahat sekali nenek lampir itu, kamu di usir dari rumahmu sendiri? tanya Raya penuh penyidik.
"Hu'um Alexa menganggukan kepalanya.
"Terus sekarang kamu tinggal dimana? pulang ke mansion Dady atau ke apartemen mu.?
"Aku sementara tinggal bersama Brian di jln xxx."
"Ko bisa kamu tinggal dirumah gunung es itu?" ucap Raya penuh tanya
"Kemarin aku ada pertemuan dengan nya terus dia antar aku pulang,ia khawtir melihat pipih aku yang bengkak akibat ditampar terus dia bawa aku pulang ke penthouse nya.
"Tidak punya hati sekali dia.terus gimana keadaan kamu," Raya merasa panik meneliti bagian pipi Alexa.
"Aku sudah tidak apa-apa, ayo kita masuk."
Alexa menghela nafas panjang, dia tidak mau Raya melihat tanda kepemilikan Brian meski sudah di tutup dengan foundation dan salep yang di kasih Brian tapi Alexa takut masih membekas.
"Hampir saja." batin Alexa.
Bersambung.....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih sudah mampir ke cerita Alexa,jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan hadiah sebanyak-banyaknya, jangan lupa masukan ke dalam fovorite biar tidak ketinggalan update.
lope....lope.... sebanyak-banyaknya 😘