I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
146. Mood Ibu hamil



Kehamilan Alexa kini sudah memasuki bulan ke 6. perut nya sudah mulai nampak buncit dan susah untuk bergerak.Brian melihat istrinya itu merasa kasian karena telah mengandung anak-anak jadi susah untuk melakukan aktifitas.


"Sayang bantuin aku berdiri" kata Alexa. ia melihat suaminya yang hendak memakai baju nya.


"Duduk saja sayang, aku bisa sendiri" sahut Brian.


"Aku tidak mau jika harus berdiam diri, sebagai seorang istri ingin membantu suaminya" tolak Alexa. ia mencoba bangun dari tempat duduknya yang sudah mulai susah untuk bangun.


Brian tidak tega melihat istrinya ia melangkah ke Alexa untuk membantunya berdiri. Alexa tersenyum karena senang suaminya akhirnya mendekat.


"Terimakasih sayang" Alexa membantu Brian memakai baju lalu memakaikan jas suaminya. ia tersenyum melihat suaminya sudah rapi dan terlihat tampan berkarisma. Alexa mengecup pipi Brian dengan berjinjit. membuat Brian memegang pinggang Alexa agar tidak jatuh.


"Sayang, lebih baik kamu tidak usah ke perusahaan, aku takut aktivitas kamu jadi terhambat"


"Tidak sayang, aku masih bisa bekerja dan tidak menganggu aktivitas ku selama ini"


"No sayang, aku lihat perutmu sudah mulai membesar, aku takut terjadi kenapa- kenapa pada anak-anak kita"


membuat Alexa bersengut karena Brian berkata perutnya nampak membesar padahal ia hamil juga karena dia. hamil anak-anaknya Brian.


Ternyata mood ibu hamil sedang tidak bagus.


Batin Brian.


Alexa tidak berkata apa-apa ia meninggalkan Brian yang masih diam menatap nya. Brian menghela nafas panjang. lalu ia mengikuti istrinya yang masuk ke dalam wardobe untuk berganti bajunya.


"Sayang apa kamu marah?"


Alexa hanya diam tidak menjawab pertanyaan Brian. ia malah sibuk memilih baju yang akan di pakai.


"Kalau kau seperti ini, aku tidak akan pergi kekantor" Brian yang akan menghubungi Dante.


"Hallo Dante kau batalkan semua pertemuan ku dengan semua klien dan meeting hari ini juga"


"Ada apa? kenapa di batalkan, ini pertemuan penting!!!??" kata di sebrang telepon.


"Aku tidak masalah jika pertemuan dan meeting penting apapun, kau tinggal jalan kan saja perintah ku" hardik Brian.


"Jangan di batalkan" teriak Alexa. membuat Brian tertegun. "Jika penting menyangkut perusahaan, pergilah" kata Alexa kembali


"Tapi aku tidak akan tenang jika kamu mendiami aku seperti ini" Brian menatap wajah cantik Alexa. ia masih memegang handphone yang masih terhubung.


"Lebih baik kita di bicarakan dulu sayang" Brian memeluk tubuh Alexa dari belakang.


"Hallo bos, bagaimana? apa jadi di batalkan!!" suara di seberang telepon.


"Baiklah" kata Alexa.


"Hallo Dante tidak jadi dibatalkan kita undur saja jam nya" ucap Brian.


Alexa urungkan untuk berganti baju, padahal hari semakin siang ia harus ke perusahaan untuk meeting pagi.


"Apa" Kata Alexa yang masih tidak mau berbicara panjang lebar.


"Sayang, apa kamu marah soal tadi" tanya Brian kepada istrinya yang sudah duduk di atas kasur.


"Tidak" ketus Alexa.


Mendengar kata tidak Brian merasa senang ia tersenyum namun Alexa tidak menatap dirinya dengan serius ia malah memainkan tablet nya. membuat nya harus extra sabar menghadapi ibu hamil yang satu ini.


"Jika Masalah aku melarang sayang untuk ke perusahaan, ok!! tidak akan melarang. tapi, ingat jika kau sedang mengandung anak-anak ku, aku tidak mau kamu kecapean sayang" Brian mengecup pipi Alexa.


Alexa senang menerima Ciuaman dari Brian.membuat ia lupa jika ia sedang marah sama suaminya itu.


Alexa tersadar ia juga tidak mau kenapa-kenapa dengan kandungan nya itu.


"Baiklah, aku meminta ke kantor seminggu dua kali" pinta Alexa.


"Baiklah sayang" kata Brian. meski Alexa tidak sepenuhnya berhenti datang ke kantor Alexander Grup tapi istrinya bisa mengurangi jam kerja nya yang bisa setiap hari namun sekarang menjadi seminggu dua kali.


"Hari ini kamu akan ke kantor kan?" Alexa. menggangguk "Nanti sore kita shoping bagaimana?" kata Brian kembali


*


*


*


"Sayang kau ingin makan dulu atau shoping dulu" tanya Brian yang merangkul pinggang Alexa.


Brian memenuhi janjinya, sore nya ia mengajak istrinya untuk shoping.


Setelah Brian pergi ke salah satu restoran yang Alexa inginkan. Brian memesan menu makan yang di inginkan oleh Alexa.


Brian hanya menatap istrinya makan, ia senang karena Alexa makan dengan lahap.


"Kenapa sayang menatap ku seperti itu" Alexa menatap heran. "Apa aku mulai gendut iya?"


"Jika kamu gendut sekalipun aku masih sayang sama kamu" ucap Brian yang masih menatap wajahnya tanpa menyentuh makanan nya.


"Bohong, sayang pasti akan mencari wanita lain" Alexa bersengut kembali.


membuat Brian tertawa "mana mungkin aku berpaling darimu sayang, jika istriku saja sedang mengandung anak-anakku" kata Brian.


Alexa nampak berkaca- Kaca akan jawab Brian.


"Hey jangan menangis nanti jelek" ucap Brian. ia menghapus air mata nya.


Setelah selesai acara makan bersama Brian mengajak Alexa untuk shoping membeli baju yang mulai tidak muat di pakai.


"Sayang apa kita sekalian membeli baju untuk baby triplet juga"


"No sayang, kehamilan ku baru 6 bulan, kata mommy sama mami pamali, nanti kita nunggu kehamilan ku 7 bulan"


Brian hanya mengangguk kan saja "Tapi lucu Sayang, jadi ingin aku beli"


"No sayang, jangan beli dulu, awas nanti jika aku menemukan baju bayi di rumah" ancam Alexa


"Baiklah apa kamu sudah membeli yang ingin beli" Brian pasarah ia takut ibu hamil marah kembali.


"Sudah" Alexa menunjukkan beberapa baju yang ia pilih tadi"


***


Raya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedih. Dokter Kim yang baru saja pulang melihat istrinya bersedih merasa bertanya-tanya.


"Sayang kamu kenapa?"


"Papa bear" lirih Raya ia mulai menangis membuat Dokter Kim merasa khawatir.


"Ada apa sayang" Dokter Kim memeluk istrinya kedalam pelukannya.


"Maafkan aku yang belum hamil juga"


"Tidak masalah sayang,lagian pernikahan kita baru 3 bulan" bisik Dokter Kim yang mengelus rambut panjang Raya.


"Tapi aku ingin cepat hamil, agar Kimora cepat mendapatkan adik untuk nya" keluh Raya.


Dokter Kim tahu jika putrinya selalu meminta adik bayi kepada dokter Kim dan Raya yang kini sudah menjadi mama Kimora yang sesungguhnya.


"Besok kamu ikut ke rumah sakit iya,biar aku periksa dan cek kandungan kamu"


Raya merasa senang jika Dokter Kim mengajak ke rumah sakit.


"Tapi" lirih Raya.


"Ada apa lagi sayang" tanya Dokter Kim, ia menatap istrinya.


"Bagaimana jika kau tidak bisa hamil" keluh Raya.


"Tidak masalah jika sayang tidak bisa hamil, aku menerima sayang apa adanya, tidak menuntut untuk hamil"


"Kita kan sudah memiliki putri yang sangat cantik seperti mama nya ini" Goda Doker Kim membuat Raya bersemu malu.


"Aku serius papa bear" tanya Raya "Jika ku tidak bisa hamil apa papa bear akan menikah lagi?"


Dokter Kim tersenyum "Aku hanya ingin menikah dengan mu yang terakhir kali nya,tidak ada menikah yang ke tiga dan seterusnya"


"Jika Tuhan sudah berkehendak untuk mempercayakan kita untuk memiliki dengan segera " kata Dokter Kim kembali.


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘


Salam santun 🤗🤗