I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
182. Kepergian Sashi.



Kepergian Sashi.


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sashi tidak bisa berkata apa-apa, ia nurut saja ikut dengan Dante. Rasanya seperti tidak percaya. Sashi merasa di dunia dongeng, dia seperti putri yang terperangkap dan di tolong oleh sang pangeran.


Sashi mengikuti langkah kaki Dante. Namun di saat itu juga Dady Tom melihat Sashi keluar bergantengan tangan dengan seorang pria yang belum ia kenal.


"Tunggu...!!. mau dibawa kemana putriku?", teriak Dady Tom.


Membuat semua orang menoleh ke arah Dady Tom.


Deg


Sashi merasa terkejut dengan Teriakan sang Dady. Gadis ini nampak ketakutan,jika nanti Dady nya akan marah.


"Dante" Bisik Sashi.


"Kau tenang saja sayang" tegas Dante.


Sashi menggenggam tangan Dante begitu erat. Dante membalikkan badannya dan melihat Dady Tom yang tampak murka.


"Maaf Tuan, saya harus pergi", Jawab Dante santai.


"Hai... brengsek kau berani membawa putriku satu langkah lagi, kau akan berurusan dengan ku" teriak Tn. Tom.


"Dady..!! Jangan halangi kami, Sashi sangat mencintai dia", kata Sashi.


"Dady tidak akan menghalangi kamu sayang" ucap Tn. Tom. membuat Sashi merasa lega. " Tapi, kau harus bertunangan dengan Sean. Dady akan membebaskan mu", ancam Tn. Membuat Sashi merasa murung kembali.


"Honey biarkan Sashi pergi dan menemukan cinta sejatinya" ucap Bunda Rose memegang lengan tangan suaminya.


Sashi menatap Sean yang berada di samping Dady nya. Ia memohon agar pertunangan nya di batalkan. Sean tahu akan tatapan mata Sashi dan saat melihat wajah Dante, Sean merasa tidak asing.


Apa dia Dante Fernandes asisten Mr El??


Batin Sean.


Siapa yang tidak tahu Dante Fernandes. Asisten yang sangat berpotensi dalam dunia bisnis. Tidak ada yang bisa mengalahkan seorang Dante.


Oh jadi kekasih Sashi dia. sepertinya sangat sulit untuk merebut Sashi darinya. Tapi jika Sashi yang pergi darinya, dengan senang hati akan aku terima.


Batin Sean kembali.


"Pergilah Sashi, aku putuskan untuk membatalkan pertunangan kita", ucap Sean.


Sashi tertegun mendengar Sean mengikhlaskan kepergian Sashi, padahal tadi malam Sashi memohon pada Sean, untuk membatalkan pertunangan. tapi sekarang dengan mudahnya dia berucap membatalkan pertunangan malam ini.


Membuat kedua orang tuanya murah.


"Sean! apa maksudmu? membatalkan rencana pertunangan ini", Bentak Tn. Kris.


"Aku tidak akan pernah memaksa dia untuk mencintai ku dad, biarkan lah Tuhan mempertemukan jodoh buat Sean", Sean tersenyum meski hatinya sakit.


Dia lebih memilih orang yang dia sayangi bahagia dari pada menderita. Sean akan mengikhlaskan Sashi untuk orang lain.


"Sean! Terimakasih kau telah menolongku", Ucap Sashi merasa senang.


Sean hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya saja. Dia melihat senyuman Sashi yang tidak pernah tunjukkan kepadanya.


"Ayo sayang kita pergi dari sini", Kata Sashi menarik lengan tangan Dante. membuat Dante merasa terkejut dengan keputusan pria yang akan bertunangan dengan kekasihnya.


ck.. lelucon apa ini, dia menyerahkan Sashi begitu saja.


Batin Dante. Yang belum percaya. tidak sia-sia dia terbang ke London untuk memperjuangkan cintanya yang akan di ambil sama orang lain.


Setelah mereka pergi dari Mansion keluarga Sashi. Dante yang masih diliputi kemarahan. menghempaskan tubuhnya di mobil.


"Kak Dante kau marah padaku?", tanya Sashi.


"Siapa yang tidak marah, melihat kekasihnya yang akan bertunangan dengan orang lain" Teriak Dante.


Sashi sudah menduga jika Dante akan merah besar.


"Kau sudah menyakiti ku Sashi! Aku kira kau masih akan memperjuangkan cinta ku, apa kau sudah menyerah Sashi" ucap Dante.


Sashi tidak bisa berkata apa-apa, dia salah tidak bercerita terlebih dulu.


"Maafkan aku" itu yang Sashi bisa ucapkan.


Sashi menganggukan kepalanya.


Melihat jawaban Sashi, Dante menggelangkan kepalanya. "Astaga Sashi, ini bukan seperti Sashi yang ku kenal", ujarnya Dante.


"Jika kau menginginkan pertunangan ini" Dante menjedah ia menghela nafas berat. "Pergilah Sashi"


🍃🍃🍃


Rena semakin menjadi-jadi. Ia begitu marah ketika Sebastian benar-benar menceraikan dirinya.


"Ini semua gara-gara kalian!! Jika kalian membebaskan ku. Sebastian tidak akan pernah meninggalkan ku", Teriak Rena kepada Rio.


"Bunuh saja aku!! Bunuh saja aku"


Anak buah Brian hanya bisa melihat amukan Rena. Mereka semua sudah terbiasa melihat Rena mengamuk. Rio menyuruh anak buahnya untuk diam. Namun Rena tidak mau diam. terpaksa dia beri suntikan obat Tidur.


"Kasian sekali kau nona, cantik tapi tidak secantik hatimu", kata anak buah Brian, setelah menatap wajah cantik Rena.


Alexa setiap hari datang melihat keadaan putrinya. berharap putrinya cepat stabil dan Alexa bisa memeluknya.


"Sayang!! ini mommy datang untuk mu", ucap Alexa menatap jendela kaca.


"Cepat tumbuh besar sayang agar kau bisa berkumpul dengan kedua saudaramu" Alexa tersenyum meski perasaan sakit.


"Sabar sayang! putri kita pasti kuat" Ucap Brian menguatkan istrinya. Brian mengecup pucuk kepala istrinya.


"Aku sudah sangat merindukannya sayang! ingin sekali mengendong dan memberikan ASI langsung kepada putri kita" Ucap Alexa.


Dokter anak menjelaskan perkembangan sang putri yang kini mulai berangsur membaik dan berat badannya sudah nampak naik. Meski hanya sedikit. Tapi itu sangat berarti bagi Alexa dan Brian.


Tidak pernah lupa Brian dan Alexa selalu berdoa agar putrinya cepat berkumpul dengannya.


"Sayang!! Apa kau sudah menyiapkan nama anak kita?", tanya Alexa.


"Sudah sayang"


Mereka hampir satu jam berada di depan NICU. setelah dirasa cukup menemani putri. Alexa dan Brian kembali ke kamarnya.


Alexa nampak terkejut saat sudah berada di dalam ruangan VVIP, melihat Raya sahabatnya sudah berada di dalam kamar VVIP bersama mommy lili.


"Ray!" Ucap Alexa.


"Beib!" Kata Raya.


Mereka berpelukan, "Selamat atas kelahiran anak-anak mu, cita-cita mu yang sesungguhnya akhirnya terwujudkan" bisik Raya. mengurai pelukan mereka.


"Iya Ray", Alexa menitihkan air mata kebahagiaan.


Impian terbesar Alexa adalah memiliki keluarga yang bahagia dengan kehadiran seorang anak.


Brian merasakan akan kebahagiaan istrinya.


*A*ku akan selalu mewujudkan semua impian mu sayang. terimakasih kau telah hadir dalam hidupku.


Batin Brian.


"Eonni lexa, selamat udah punya dede bayi yang sangat lucu" Sahut Kimora membuyarkan Raya dengan Alexa.


"Oh Kimora sayang terimakasih" ucap Alexa. ia merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Kimora.


"Kimola juga akan punya adik bayi" Kata Kimora polos. "Iya kan mah" kata Kimora lagi.


"Iya sayang, Kimora akan punya adik bayi" seru Dokter Kim ikut menimpali pembicaraan mereka.


"Oh iya? apa kau sedang hamil sekarang Raya?" sahut mom lili.


"Iya aunty, Raya sedang hamil sekarang" Raya tersenyum.


"Selamat Sayang, aunty akan punya cucu banyak ternyata"


"Nyonya besar selama atas kehadiran cucu-cucu kalian yang sangat lucu" ucap Dokter Kim.


Brian bisa merasakan jika Istrinya merasa bahagia sekarang, apa lagi dengan kehadiran sahabat Raya dan Kimora yang sudah seperti adik buat Alexa.


Bersambung.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote Kalian