
Morning Sickness
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Perutnya rasanya mual seperti ingin muntah. ia bangun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.
"Hoek... Hoek..."
"Sayang apa kamu mual lagi"
Seperti ini kegiatan pagi hari akan berunjuk pada kehebohan dan kepanikan morning sickness di pagi hari yang di alaminya setiap hari bahkan jika sudah bertemu orang lain.
Morning sickness atau emesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester awal (3 bulan pertama kehamilan). Kondisi ini normal terjadi dan pada umumnya akan hilang setelah masuk trimester kedua. Jika mual dan muntah terjadi hebat, maka disebut hiperemesis gravidarum sehingga memerlukan penanganan segera.
Terkadang mual ini dapat berujung pada muntah yang tidak terlalu banyak. Gejala lain yang bisa menyertai adalah pusing, lemas, dan sensitif terhadap bau-bauan menyengat.
Namun berbeda pada kehamilan Alexa ia tidak mengalami morning sickness seperti pada ibu hamil umumnya, karena kondisi ibu hamil itu beda-beda. Tapi suaminya Brian Leonardo Elgan yang mengalaminya, setiap pagi ketika matahari mulai terbit Brian merasakan yang namanya morning sickness di pagi hari.
Kini Brian sedang berada di dalam kamar mandi, ia sedang memuntah kan isi perutnya yang terasa mual namun hanya cairan yang ia keluarkan. rasa lemas dan pusing kini sedang melanda Brian setiap hari nya. Alexa mencoba untuk memijit tengkuk leher Brian.
"Sayang apa kamu baik-baik saja" tanya Alexa yang melihat suaminya lemas tak berdaya.
"Sayang aku lemas sekali, rasanya tidak memiliki tenaga untuk Bangun, kepala ku juga rasanya pusing sekali" Brian menyenderkan kepalanya di pinggir closet.
Alexa membantu Brian ia memapah tubuh Brian keluar dari kamar mandi. ia membaringkan tubuh Brian di kasur.
"Sayang tunggu di sini dulu iya, aku buat kan teh jahe dulu" Alexa meninggalkan Brian keluar kamar namun ia urungkan dan kembali lagi ke dalam "Sayang kenapa balik lagi" ucap lirih Brian. melihat istrinya balik lagi. "Aku lupa sayang, masih pakai lingerie" Alexa terkekek sendiri, melihat penampilan nya. ia mengambil jubah mandi dan mengucur asal rambutnya dan ia kembali keluar kamar menuju dapur.
jika tidak mual dan pusing seperti ini mungkin Alexa sudah di gempur habis oleh Brian karena penampilan nya yang membuat gairah lelaki Brian terbangun.
Sayang sekali aku tidak bertenaga seperti ini, jika tidak sudah aku terjang kamu sayang
Mom lili yang melihat putrinya turun dari anak tangga dengan terburu-buru ia merasa khawatir "Sayang pelan-pelan jalan nya nanti jatuh" teriak mom lili dari bawah tangga.
"Sorry mom, lexa buru-buru" Alexa mendekati ke mom lili dan mencium pipi kanan dan kiri
"Sayang kamu mau kemana, penampilan acak-acakan terus masih pakai jubah mandi"
"E e eh itu mom kak Brian mual mual lagi, lexa mau buat teh jahe dulu saran dari mommy kemarin" Alexa menggarukan kepalanya yang terasa tidak gatal dan memperlihatkan gigi putihnya.
"Astaga sayang, tapi kamu tidak perlu lari begitu, ingat kamu sedang hamil twins" teriak mom lili mengingatkan kembali pada putrinya itu. yang melihat putrinya ngacir ke dapur.
"Ada apa sih sayang kenapa pagi pagi sudah teriak-teriak begitu" sahut Dad Damian yang baru saja keluar dari kamar nya
"Tuh putri kamu turun dari tangga sambil lari begitu, gimana mommy tidak teriak begitu" kesal mom lili.
"Sudah lah sayang, ayo temani aku sarapan, hari ini ada meeting pagi" Dad Damian merangkul pinggang istrinya menuntun ke meja makan.
"Dady kenapa bela lexa sih, jelas -jelas mom itu khwatir jika jatuh bagaimana?"
"Iya sayang iya, nanti keriputnya tambah satu lho padahal cucu nya saja belum launching"
"Dady" teriak mom lili.
"Ada apa sayang, ada apa Dady disini ko" goda dad Damian. membuat mom lili kesal.
"Darl jangan lari" dad Damian melihat putrinya naik tangga dengan lari kecil.
"Sorry dad, buru- buru" teriakan Alexa yang tidak menoleh ke belakang.
"Tuh kan putri kamu itu bandel, keras kepala kaya kamu sayang"
*
*
*
"Sayang minumlah teh jahe ini selagi masih hangat" Alexa menyodorkan secangkir teh jahe kepada suaminya.
Brian menerima secangkir teh hangat dari istrinya, pria ini menyesap sedikit demi sedikit.ia kembali memejamkan matanya dan tertidur lagi.
"Sayang kenapa kamu harus menyiksa Dady mu" Gumam Alexa mengusap perutnya yang mulai terlihat.
Alexa memutuskan untuk pergi mandi ia sebenarnya ingin berendam namun kepikiran Brian yang masih pusing dan mual. ia memutuskan untuk mandi kilat ala Alexa. ia memakai dress berwarna merah muda dengan rambut di kucir kuda sebenarnya Brian tidak suka jika Alexa harus mengucir rambutnya, karena memperlihatkan leher jenjang itu.
Alexa juga beruntung karena tidak duduk di kursi roda kembali akan menghambat aktifitas nya karena jika masih ntah bagaiman melihat suaminya yang tak berdaya sekarang.
"Sayang apa perlu aku panggilkan dokter Kim kesini?"
"Tidak sayang, temani aku tidur saja, sepertinya akan jauh lebih baik"
"Baiklah, dan kemarilah" pasrah Alexa.
Alexa menemani Brian, ia tidur di pangkuan Alexa seraya mengusap-usap rambutnya Brian.
Dan benar saja setelah kurang lebih satu jam Brian merasakan jauh lebih baik. ia bangun dari pangkuan Alexa "Sayang kamu mau kemana?"
"Aku mau mau membersihkan diri sayang, sepertinya jauh lebih baik sekarang terimakasih, kau memang obat buat ku" sebelum turun dari tempat tidur Brian mengecup bibir Alexa.
"Akan aku siapkan baju untuk mu"
Alexa turun dari tempat tidur lalu ia masuk ke dalam ruangan Walk in closet ia memilihkan Brian pakaian dan membantu Brian memakai pakaian yang sudah di pilihnya tadi, Alexa juga mengambil dan memilihkan aksesori pendukung penampilan, seperti, sepatu, dasi, ikat pinggang, tidak lupa jam tangan yang menjadi favorit nya.
Alexa tersenyum setelah mendandani suaminya ia selalu tampil memukai dengan pakaian yang di kenakan, Brian suka dengan stylish istrinya.
"Aku tidak rela jika suamiku seperti ini, pasti banyak para wanita yang mendekatimu" ucap Alexa sendu. ia menundukkan kepalanya
"Terimakasih sayang, tapi aku tidak tertarik dengan wanita manapun aku hanya tertarik dengan wanita yang ada di hadapanku ini" Brian menangkup wajah untuk menatapnya. "aku pasti akan jelek jika perutku sudah membesar nanti dan melahirkan dan kamu akan berpaling dariku"
"Sayang kamu tidak usah khawatir begitu" Alexa mulai berkaca-kaca ia tak kuasa menahan air matanya, mungkin bawa an bayi jadi istrinya itu mudah sensitif. "Aku tidak akan pernah berpaling dari kamu sayang, aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang hingga maut memisahkan kita nanti, karena kamu ibu dari anak-anakku" Alexa benar-benar tidak bisa menahan air matanya begitu saja. Brian mengusap air mata Alexa yang mulai menganak sungai.
"Apapun keadaan kamu ntah gendut habis melahirkan nanyi itu aku tidak peduli di matamu kamu itu selalu sempurna"
"Kamu mengatakan aku gendut pasti aku jelek sekarang" Alexa cemberut atas perkataan Brian.
"Astaga sayang aku tidak bilang kamu gendut, apapun keadaan kamu aku terima kamu sayang, karena kamu mau mengandung anak ku disini ada anakku" Brian mengusap perutnya dan mulai mencium bibir Alexa.
"Ayo kita turun lalu kita sarapan, anak Dady di sini pasti sudah lapar iya"
Mereka memutuskan untuk sarapan pagi yang tertunda kini mereka keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan hati-hati menuju meja makan yang sudah di siapkan oleh mbok nah.
Brian menyimpan kursi untuk Alexa dan menuntun nya untuk duduk ia tidak lupa mengecup pucuk kepala istrinya. dan ikut duduk di samping Alexa.
Kini mereka sedang menikmati sarapan pagi hanya berdua ia juga tahu jika ia terlambat turun.
"Nona ini susu nya" Nara menyodorkan satu gelas susu rasa moca.
"Rasa moca lagi" tanya Alexa
"Maaf nona, itu e..e.. stock susu nona habis" seru Nara.
"Ya sudah tidak apa-apa, terimakasih Nara"
Alexa meminum susu hangat rasa moca dan tidak lupa vitamin nya juga.
"Sayang apa boleh hari ini aku pergi ke kantor? hanya mengecek saja Minggu lusa akan launching"
Brian menyudahi sarapan nya, mengambil air gelas putih lalu menyesap ia mengambil tisu lalu mengelap bibirnya. Brian menghela nafas panjang ia sebenarnya tidak mau Alexa datang ke kantor sendirian, Bastian pasti akan datang mencari nya.
"Tapi kamu harus di temani sama bodyguard kamu iya, ingat jangan terlalu capek"
Alexa mengangguk.
bersambung
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Salam sayang dari author 😘😘
Salam santun 🤗 🤗