
Kekalahan Keluarga Abraham
Happy reading love 😘.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Al kau sudah gila apa tadi,membantu ulat kadut itu dengan membayar tagihan belanjaan dia itu." tanya Raya dengan sedikit kesal.
Alexa hanya tersenyum. melihat sahabatnya itu di sebelahnya yang sedang menyetir mobil nya. mereka kini sudah di dalam mobil Alexa.
"Memangnya kenapa, kalau aku membantu dia, sudahlah Ray, jangan kau pikirkan, itung-itung aku tuh sedekah sama orang yang tidak mampu." Alexa tergelak
"Idih.. sedekah sama orang model begitu. eh tunggu dech tapi tadi dia terlihat sangat malu di perlakukan kamu seperti itu dech, seperti harga dirinya di injak sama kamu Al." Raya berucap seraya mengingat kembali kejadian di toko tas tadi
"Hu'um " jawab Alexa
Dan mereka berdua tertawa didalam mobil.
"Al tapi ko bisa iya dia tidak bisa bayar belanjaan sendiri bukan nya mantan suami kamu itu cukup tajir iya."
"Iya diakan sekarang sudah pailit alias bangkrut."
"Apa?" teriakan Raya seraya mengerem mobilnya dengan tiba-tiba
"Chitttttt.."
"Duk.... aduh kau mau membunuhku Ray." Alexa mengadu kesakitan akibat raya mengerem mendadak mengakibatkan kening Alexa memerah.
"Sory... sory Al, aku sedikit terkejut tadi." raya terkekeh.
"Panjang umur dia, baru di bicarakan tadi pagi, ayo kita ke restoran A.G."pinta Alexa beberapa menit yang lalu menerima pesan singkat dari Brian.
"Siapa Al?Mr posesif lho." tanya Raya.
"Iya siapa lagi,baru saja kasih kabar, kita disuruh bertemu disana."
Raya akhirnya kembali melanjutkan perjalanan ke restoran yang di kasih tahu tadi. setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di sebuah restoran mewah.
Banyak para pengunjung, yang rata-rata dari kalangan atas, melirik ke arah dua wanita cantik ini yang berjalan dengan anggun.
sebelum nya Alexa sudah memberikan kartu khusus pelanggan Restoran tersebut yang sudah reservasi sebelumnya.
namun tiba-tiba mereka berpapasan dengan seorang yang dia kenal. raya berbisik kepada Alexa.
"Al, hari ini kita sial sekali harus bertemu dengan keluarga dia." bisik Raya
Pria muda yang pernah ada di hidupnya dan wanita paruh baya yang berjalan anggun, namun nampak aura terpancar dengan raut suram penuh dengan kekesalan.
Pria itu nampak terkejut melihat keberadaan Alexa, ia merasa heran kenapa mantan istrinya ada disini.
"Alexa ..... kau ada disini?
Sebastian berucap gemetar sambil berjalan ke arahnya. Alexa berdiri dengan sangat anggun dan sangat berkelas,
"Selamat siang tuan Abraham dan Nyonya besar Abraham kebetulan sekali kita bisa bertemu kembali." Alexa menyapa dengan tersenyum.
mamah Elisa yang baru pertama melihat mantan menantunya itu lagi menatap dari tadi tak berkedip dengan penampilan Alexa,.kini ia mengerjap tersadar, dia harus akui itu. sangat terpesona, berkelas.
"Bisa bicara sebentar Alexa, ada yang harus di bicarakan sekarang." jawab Sebastian yang akhirnya ia buka suara.
Raya menarik tangan Alexa sedikit menjauh dari hadapannya.
"Aku tidak mau kalau ada keributan lagi dengan manusia ular ini, sudah cukup Al dia menginjak dan di hina oleh mereka."
Wajah Raya sudah memucat melihat interaksi antara sahabat dan mantan keluarga nya,
"Baiklah,lebih baik kita berbicara didalam saja, yang sudah Alexa pesan. kebetulan juga lexa ada sesuatu yang akan dibicarakan." tegas Alexa kembali berjalan anggun dan menarik tangan Raya
Raya yang di tarik Alexa pasrah dan hanya bisa ngedumel.
Sebastian dan mamah Elisa ragu untuk ikut Alexa ke dalam room private. akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengikuti Alexa masuk kedalam ruangan khusus yang memiliki view yang indah dari pada tempat yang lain.
mereka kini sudah duduk saling berhadapan dan tidak berapa lama beberapa pelayan datang membawakan hidangan istimewa yang sudah di pesan sebelumnya.
Mamah Elisa membelalak terkejut melihat hidangan super mahal ini. mungkin dulu ia bisa mencicipi hidangan seperti ini.
setelah hidangan sudah tertata rapi di atas meja mereka, para pelayan berdiri dan menunduk di hadapan Alexa.
"Silahkan Nyonya... kami akan menunggu di luar, jika masih ada yang dibutuhkan."
"sedang apa kamu berada disini,dan Jangan sombong kamu alexa bisa makan di restoran mahal seperti ini" ketus mamah Elisa yang masih mempertahankan keangkuhannya dan kesombongan nya,
"Cih dasar nenek lampir, sudah jatuh dan kalah saja masih sombong dan angkuh." gumam Raya.
Alexa menatap tenang wajah mantan mertuanya itu dengan senyuman.
"Aku sedang menunggu orang yang sangat spesial di hidupku dan bagi saya makan di tempat mahal seperti ini tidak menilai dan memandang harganya di mata saya tidak apa-apa."
"Cih!!! terlalu sombong kau Alexa mentang- mentang kau putri dari keluarga Marley yang berkuasa."
"Saya tidak sombong Nyonya besar Abraham, memang kenyataan kalau saya putri dari keluarga Marley hanya saja saya tidak mau orang tahu siapa saya dan memandang saya seperti apa, bahkan saya bisa membeli harga diri kalian sekarang juga kalau saya mau,!!!! apa yang sudah kalian perbuat kepada saya dulu tapi saya tidak seperti itu orang nya."
"Dasar kurang ajar sekali kau ini, sudah lancang terhadap kami, sekarang sudah berani kau menghina kami, apa ini balasan kamu setelah tahu kamu putri dari keluarga Marley. dan kamu berani sekali menghancurkan Abraham group." geram mamah Elisa.
"Apa yang terjadi dengan Abraham group itu karena ulah menantu kesayangan anda itu nyonya dan apa anda lupa kalau ayah mertua Anda telah merebut saham kakek Alexander, aku hanya mengambil hak saya saja."
"Alexa maafkan kami, selama ini aku tidak tahu tentang mu, tentang keluarga mu,aku selalu meragukan ketulusan cintamu, kumohon maafkan ku, dan bisakah kita untuk rujuk kembali?" seru Sebastian
"ha apa-apa ini tadi ibu nya menghina Alexa sekarang anaknya mau minta rujuk kembali, drama macam apa ini yang sedang di mainkan oleh emak dan anak ini, sungguh tidak tahu diri sekali" batin raya yang dari tadi hanya menyimak saja.
"Sayang sekali, keinginan anda tidak akan pernah terwujud!!,Yang sudah menjadi milik saya tidak akan pernah lepas." terdengar suara bariton dari arah belakang mengejutkan mereka, semua orang menoleh ke sumber suara.
Alexa menelan ludah melihat kedatangan Brian.
nampak berdiri tegak, raut wajah yang datar,aura dingin nya terasa mencengangkan
Alexa langsung berdiri,mendekat ke arah Brian yang melangkah dengan tenang. matanya saling memandang bak mata elang yang menatap tajam ke arah Alexa yang tidak bisa di artikan.
"Sayang....."
"Sudah berani tidak meminta ijin kepadaku,tentukan hukuman apa yang pantas untuk mu sayang"bisik Brian kepada Alexa seraya meraih pinggang ramping alexa dengan kuat.
"Cup."
"Hukuman ini lah yang pantas untukmu nona Marley." ucap Brian seraya menyentuh bibir basah bekas ciuman tadi.
alexa dan Raya lagi- lagi di buat terkejut dengan Posesif nya Brian.
"Bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like komen dan hadiah nya.
vote gaes vote jangan lupa 🙏🙏🙏
lope lope lope sebanyak-banyak 😘