
Mendapatkan Ijin
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘😘😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Hari ini Brian merasa senang karena telah menemani istrinya bermain wahana yang tidak bahaya untuk ibu hamil di pasar malam.
Bukan Brian tidak mampu pergi ketempat yang lebih bagus dan berkelas namun Brian ingin membuat istrinya merasa bahagia, dan ternyata benar Alexa menikmati nya
Setelah selesai mencoba berbagai wahana mereka berdua melanjutkan kuliner yang berada ditempat hiburan malam,tanpa rasa gengsi atau malu mereka berdua sangat menikmati sebagai masyarakat biasa bukan sebagai seorang milyarder muda.
Meski mereka pergi hanya berdua namun Brian tetap menempatkan bodyguard dari jauh.
"Sayang apa kamu senang malam ini" kata Brian pada Alexa.
"Yes, I feel very happy" Alexa memeluk Brian lalu ia berbisik "Terimakasih sayang"
"Syukurlah jika kamu senang" Brian melepas pelukannya lalu ia mengecup kening Alexa di depan umum, membuat mereka jadi perhatian publik untuk mereka menggunakan topi dan masker jadi tidak ada yang tahu, jika mereka adalah orang yang sangat berpengaruh di kota ini bahkan di berbagai belahan negara.
Wanita seperti Alexa lah Brian cari, maka dari itu Brian sangat mencintai dan menyayangi Alexa dari dulu. untung dia sudah di jodohkan dari kecil mungkin ini yang di namakan suratan takdir tuhan yang sudah mengaris bawah nasib seseorang.
Brian tidak mau membuat Alexa kelelahan ia memutuskan membawa istrinya untuk pulang setelah merasa puas malam ini.
"Sayang kita mampir ke penthouse terlebih dahulu iya, aku mau mengambil beberapa berkas penting"
Alexa mengangguk ia juga sudah lama tidak ke penthouse milik Brian semenjak ia menikah dan mengetahui dirinya hamil belum pernah mereka kembali lagi ke penthouse mewah milik suaminya.
Karena rasa lelah yang amat mendalam beberapa menit kemudian Alexa tertidur.
"Sayang apa kau ingin sesua.... tu.??!!" Brian menoleh ke samping ternyata istrinya sudah tertidur pulas, Brian menepikana mobilnya lalu memperbaiki posisi tidur Alexa agar merasa nyaman di dalam mobil. di lihat sudah merasa nyaman Brian kembali lagi melajukan mobilnya menuju penthouse nya.
sebelum sampai Brian mampir dulu ke mini market yang tidak jauh dari tempat tinggal nya dulu. ia tidak mematikan mesin mobilnya Agar Alexa tidak merasa kepanasan sebelum pergi turun untuk membeli sesuatu karena Brian tidak tega melihat istrinya sudah tertidur Brian memutuskan untuk tidur di penthouse nya.
Brian kembali ke dalam mobilnya membawa beberapa kantong kresek yang ia beli tadi.
Tidak butuh lama mobil Brian sudah sampai di penthouse nya ia memasukan mobil nya di garasi khusus yang berada di bawah penthouse, karena Brian tinggal di tempat paling ujung di gedung megah tersebut.
Hanya ada satu lift khusus yang hanya bisa di akses oleh Brian langsung menuju penthouse nya itu.
Brian mengendong Alexa kedalam dekapannya. ia memencet tombol untuk membuka pintu masuk kedalam. setelah berhasil Brian masuk kedalam dan membaringkan istrinya di kamar miliknya, ini tempat pertama Alexa mengetahui siapa Brian.
Setelah Brian membantu mengantikan baju yang melekat pada istrinya itu agar merasa nyaman. setelah selesai Brian kembali ke bawa mengambil kantor belanjaan tadi yang ia tinggal.
Brian memutuskan untuk membersihkan badannya terlebih dulu sebelum ikut tidur di samping dan memeluk tubuh Alexa.
Meski penthouse mewah milik Brian tidak di tempati ia menyuruh pelayan mansion utama untuk datang ke penthouse miliknya Hanya untuk membersihkan saja setiap satu Minggu sekali.
***
Keesokan harinya Alexa mengerjapkan matanya ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan ia merasakan jika ini bukan kamarnya seperti di mansion. Alexa membuka matanya lalu bangun dari tidurnya lalu bersandar di dinding ranjang.
"Dimana Brian, kenapa aku ada di penthouse miliknya, apa semalam Brian mengajaknya tidur di penthouse" gumam Alexa.
Alexa turun dari tempat tidur ia mencari suaminya tidak terdengar dari baik pintu kamar mandi.
"Mungkin dia ada di tempat lain"
Alexa keluar dari kamarnya lalu ia melihat ruangan yang tidak jauh dari kamarnya terbuka sedikit, Alexa mencoba untuk melihat nya. namun Brian menyadari di balik pintu ruangan kerjanya ada seseorang.
"Masuklah sayang aku tahu kamu di balik pintu" sahut Brian.
Alexa terperanjat mendengar suara berat suaminya dari balik pintu.
"Dia memang seperti cenayang saja"
Brian tersenyum melihat Alexa komat Kamit dari balik layar laptop nya.ya!! Brian melihat Alexa dari CCTV.
"Sayang kenapa malah berdiri di depan pintu"
Brian masih fokus di depan monitor laptop nya.
"Sayang kenapa kamu tidak membangunkan ku" Alexa mengerucut bibirnya.
Brian menghentikan pekerjaannya ia menyuruh Alexa untuk lebih mendekat.
"Kemarilah sayang"
Alexa menurut duduk di pangkuan Brian. Alexa mengalungkan lengannya ke leher Brian agar ia tidak terjatuh padahal Brian sudah menahan punggung Alexa.
Brian mengecup bibir Alexa, tidak hanya sekali tapi beberapa kali.
"Maaf aku tidak membangunkan mu, aku tidak tega melihat istriku tidur begitu nyenyak seperti anak kucing yang sangat mengemaskan."
Alexa hendak bangun namun pelukan Brian tidak bisa Alexa pergi dari pangkuan nya.
"Kamu mau Kemana sayang, aku masih merindukanmu"
"Ck, semalam sudah mengajak ku pergi ke tempat pasar malam, namun kenapa kamu masih saja merindukanku"
"Kau yang selalu aku Rindukan Alexa Olivia Elgan dari apapun dan siapapun itu"
Alexa tersenyum lembut Brian ternyata sangat - sangat mencintai nya "Terimakasih suamiku sayang, karena kau memilihku untuk menjadi istrimu"
"Aku yang harusnya berterima kasih kepada mu sayang, karena kamu mau mengandung anak- anak ku dan menjadi ibu buat anak-anak ku"
"Hey kamu mau kemana ?jangan pergi"
"Aku lapar sayang"
Brian mengusap raut wajahnya "Astaga maafkan aku sayang, maaf!" lirih Brian " apa anak -anak Dady sudah lapar?"
Alexa mengangguk" baiklah sayangku akan aku pesankan makan untuk kita sarapan pagi ini"
Tidak butuh lama pesanan mereka datang.
Terdengar bel pintu berbunyi. Brian dengan segera membuka pintu penthouse nya.
Ternyata benar ia adalah pengantar sarapan pagi mereka
"Sayang ayo kita makan dulu" teriak Brian yang memanggil Alexa untuk ikut turun ke meja makan.
Mereka sarapan pagi bersama.
"Sayang apa aku boleh kembali bekerja di Alexander Grup"
"Tentu saja boleh tapi ingat jangan terlalu capek dan di usahakan ke perusahaan hanya setengah hari"
Alexa merasa senang ia di ijinkan untuk kembali bekerja, jika Brian menolak pasti urusannya akan panjang, Alexa akan mendiami nya itu tidak enak untuk Brian.
"Tapi ingat aku sendiri yang akan mengantarkan mu"
"Aku bukan anak TK sayang"
"Iya kamu memang bukan anak TK tapi kamu belahan jiwaku"
Membuat Alexa merasa senang " Baiklah Terimakasih sayang, I Love you" bisik Alexa.
"I Love you more" Brian merasa senang Alexa jarang istrinya berkata seperti itu.
Bersambung.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷