
Keputusan Dady Damian.
Happy Reading lope 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Kenapa aku bodoh sekali, kenapa harus jujur, jika anak-anak ku anak Arga psikopat itu" lirih Rena. ia telah menyesal, kenapa dulu ia bisa menjalin dengan Arga Rivaldinho, bahkan sangat mencintai nya, ia telah di butakan oleh cinta hingga kedua orangtuanya tidak merestui hubungan mereka. hingga bisa hamil kedua kali dengan Arga
"Agrrrrrrhhhhh"
Rena mengacak rambutnya ia benar-benar menyesal.
"Aku tidak mau bercerai dari kamu mas, apa lagi mengambil hak asuh anak-anak" Rena masih saja berteriak memanggil Sebastian.
Jonathan yang menemani Sebastian menemui Rena namun ia tidak ikut masuk ke dalam. dia menepuk pundak Sebastian.
"Sabar Tn. Abraham, anda sudah benar mengambil keputusan ini, jangan salah seperti dulu lagi, lain kali hati-hati"
"Terimakasih atas bantuan anda asisten Jo, aku mohon agar anak-anak jatuh pada ku"
"Apa kau yakin akan mengambil alih anak itu? apa kau lupa ayah dia sangat kejam"
Sebastian diam menatap wajah Jonathan dengan serius. "Pikirkan kembali Tn. Abraham".
"Iya Asisten Jo, saya mengerti"
"Tn. Damian ingin bertemu dengan anda Tn. Abraham"
Ada apa? kenapa Dady ingin bertemu dengan ku, bukannya menyuruh untuk tidak memperlihatkan ku di depan nya!!??
"Tapi, saya malu untuk bertemu Dady kembali, atas apa yang sudah keluarga ku berbuat dulu" Sebastian menundukkan kepalanya.
"Sudahlah lupakan yang dulu, sekarang kita ke DMJ Group terlebih dulu"
🍃🍃🍃
Seperti biasa Alexa membantu suaminya Brian memakaikan baju. Brian tidak bosan-bosannya menatap wajah cantik Alexa yang semakin hari semakin cantik.
"Sayang jangan menatap ku seperti itu"
"Memang kenapa jika ku menatap wajah istriku?"
"Aku malu dilihat terus" Alexa menundukkan kepalanya.
Brian mengkup wajah Alexa dan menciumnya. "Jangan malu, aku suamimu, lalu siapa lagi jika istriku yang aku tatap? wanita lain di luar sana?"
"Jangan sayang, jangan sekali-kali kau menatap atau melirik wanita lain di luar sana" ancam Alexa kepada Brian.
Membuat Brian tertawa, " Kalau istriku saja enak di tatap kenapa harus menatap wanita lain di luar sana"
"Sayang maafkan aku tidak bisa menemanimu senam hamil siang ini"
"Ya... padahal aku ingin sekali di temani sama kamu, sudah beberapa kali kamu selalu sibuk" membuat Alexa cemberut dan mengerucut bibirnya.
"Maaf sayang, tapi aku janji jika masih sempat aku pulang dan menemani kamu"
Brian mencium kembali melihat Alexa mengerucutkan bibirnya. "Jangan cemberut seperti ini, jelek sayang"
"Bodo amat, jelek-jelek saja kamu ngosor terus, cium - cium aku" keluh Alexa. membuat Brian tertawa kembali. " Karena bibir kamu ini sudah menjadi candu ku sayang"
"Ayo kita turun" ajak Brian.
Brian mengendong Alexa keluar dari kamar. "Sayang turunin aku, apa kamu tidak merasa berat mengendong ku setiap hari seperti ini"
"Tidak sayang, aku seperti mengendong kapas saja" Brian terkekek.
"Dasar gombal" Alexa memukul dada bidang Brian. "Badan seperti karung beras di bilang kapas"
Membuat mereka berdua tertawa sepanjang menuruni anak tangga.
Dady Damian dan mommy lili yang sudah berada di ruang makan ikut tersenyum saat melihat kedatangan anak dan menantunya itu yang sedang bercanda gurau.
"Apa yang kalian tertawakan dari tadi Dady perhatikan kalian lagi bahagia"
Brian menurun Alexa dan mendudukkan dikursi lalu ia ikut duduk di samping Brian.
"Itu dad kak Brian, masa badan Alexa kaya gini di bilang kaya bawa kapas"
"Nah kalau suami kamu bilang bawa beras bagaimana? apa kamu gak marah" tanya Mommy lili. "Ya lexa marah lah, masa istrinya di bilang kaya karung beras"
membuat semua orang yang ada disitu tertawa.
"Dad, Brian denger dari Rafael jika Sebastian kembali ke perusahaan"
Deg
Membuat Alexa diam.
Apa!! Sebastian kembali ke Alexander Grup
sedangkan Dady Damian yang kebetulan sudah selesai. "Iya, Dady yang nyuruh, bukannya dia juga punya andil di perusahaan"
"Tapi dad, dia" ucap mommy lili terpotong. "Dady lihat dia sudah banyak perubahan dan menyesali perbuatannya"
"Ada apa ini Dad, lexa tidak tahu, kenapa Sebastian tiba-tiba Dady suruh ngurus Alexander Grup, dan apa lagi ini kalau Arga Rivaldinho akan bekerja sama dengan perusahaan ku, bukannya dulu kita menolak" Alexa menatap Dady Damian dan suaminya ingin tahu penjelasan dari mereja dan hendak pergi dari tempat makan karena belum ada yang mau jelasin kepada dirinya.
Namun Brian mencegahnya. ia mengisyaratkan untuk duduk kembali, sebelum tahu permasalahan yang sebenarnya.
Namun Dady Damian tahu, jika Alexa merasa kecewa akan berita ini.
"Apa suamimu tidak bercerita Darl"
"Maaf dad,Brian belum Sempat bercerita dengan Alexa" ucap Brian.
"Sayang, ada apa ini, kenapa kamu menutupi dari ku" Alexa menatap suaminya untuk mendengarkan penjelasannya.
"Maaf sayang, Leo memberitahuku jika Arga sedang mencari Rena, dengan dia bekerja sama dengan Alexander Grup ia akan mencari informasi lewat kamu sayang, karena terakhir dia berulah sama kamu"
Alexa membeku tidak percaya, kenapa masalah dengan Rena bisa serumit ini.
"Maka dari itu dia ingin menghancurkan Alexander Grup. Sebastian juga punya urusan dengan dia, maka Dady pertemukan saja mereka"
Alexa masih merasa kesal. ia menjadi tidak berselera makan.
"Sayang kenapa tidak di habiskan sarapan mu"
"Sudah kenyang" ketus Alexa.
"Ya sudah jika kamu sudah kenyang, setidaknya habiskan susu kamu sayang"
Alexa nurut ia mau menghabiskan susu hamil yang sudah Sayonara buatkan untuk nya.
"Aku berangkat dulu, kalau tidak sibuk aku pulang untuk menemanimu senam hamil"
Brian tidak lupa untuk mencium bibir Alexa. dan juga perut buncitnya. "Sayang, Dady berangkat dulu, jaga mommy iya sayang"
"Iya Dady" sahut Alexa.
"Ya sudah aku pergi iya sayang"
"Hati-Hati sayang"
Alexa menatap kepergian Brian saat ia masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari halaman mansion hingga tak terlihat mobil Brian lagi.
"Sayang, ayo kita masuk" ajak mommy lili.
"Iya mom"
Mom lili mendorong kursi roda Alexa untuk masuk kedalam.
"Mom"
"Kenapa sayang, kau ingin sesuatu?"
"Lexa ingin duduk di taman"
***
"Aku tidak mau jika harus bercerai dengan Sebastian, dan aku tidak mau jika harus kembali ke pada dia" teriak Rena.
"Aku lebih baik mati"
"Daren, Derin, Deri maafkan Mama sayang" lirih Rena.
"Mama tidak pantas menjadi ibu yang baik untuk kalian"
"Hei, apa yang kau lakukan" teriak salah satu anak buah Brian yang di tugas kan untuk menjaga Rena.
"Kau ingin mati" bentaknya. ia menarik Rena karena ia ingin mengakhiri hidupnya dengan membenturkan kepalanya ke tembok.
"Jangan halangi aku" teriak Rena menepis tangan anak buah Brian.
"Kau sudah gila?"
"Iya aku sudah gila, aku lebih baik mati dari pada di ceraikan oleh suamiku"
Rena tertawa terbahak-bahak, dia tidak peduli lagi dengan anak buah Brian yang masih memegang tangan nya.
"Aku gila"
"Aku gila"
Rena masih saja berteriak dan terus tertawa menyebut dirinya gila bahkan ia menangis.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa mampir ke karya terbaru author yang berjudul Janda Tapi Perawan. mohon dukungan kalian 😘🤗
👇👇👇