
Permohonan Alexa.
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah tahu dia ada dimana Alexa sangat excited sekali. dengan buru-buru ia turun dari mobil.
"Sayang hati-hati jangan buru-buru gitu, ingat perut kamu sayang"
Alexa tertawa, "Maaf sayang, habis lihat pantai sangat excited"
Brian menyusul Alexa di belakang nya, "Bagaimana apa kau senang?"
Alexa Mengangguk kepadanya." Syukurlah jika kamu suka"
Alexa menghadap Brian ia memeluk suaminya. "Terimakasih My possessive husband"
"Cup"
"Sayang, kata Dante kau merubah desain nya lagi" Brian mengurai pelukan nya.
"Iya sayang, kenapa memang? apa asistenmu itu mengadu?"
"Tidak sayang" bohong Brian. ia tahu jika jujur Alexa akan menelpon Dante.
Alexa mendekat ke bibir pantai. ia merentangkan kedua tangannya dan menikmati hembusan angin laut. dengan kepalanya di angkat ke atas. Brian memeluknya dari belakang. dia bisa merasakan gerakan janin di dalam perut istrinya.
"Dia sangat senang sayang, jika mommy nya senang juga"
"Ya sayang" sahut Alexa. ia memegang tangan Brian yang masih menyentuh perut buncitnya.
"Sayang, apa kau tidak ingin foto maternity gitu?" tanya Brian.
"Mau, tapi kamu selalu sibuk terus, kapan ada waktu untuk kita foto maternity gituan"
"Baiklah, nanti aku bilang sama Sashi untuk mempersiapkan semuanya"
"Aku janji sebelum kamu melahirkan nanti, aku akan mengurangi kerjaan ku, dan mulai menemani istriku yang cantik ini"
"Kenapa tidak cuti saja, kau kan bos nya" usul Alexa.
"Tapi kan aku harus kasih contoh yang baik sayang kepada karyawan"
"Mereka pasti mengerti sayang, jika istri bosnya itu sedang hamil tua yang sebentar lagi akan melahirkan" Alexa berbalik badan menghadap Brian.
"Ya.. iya.. kau benar sayang" Brin kembali mencium bibir Alexa.
"Sayang aku lapar, ingin makan"
"Baiklah kau ingin makan dimana?"
"Aku ingin makan seafood"
🍃🍃🍃
Anak buah Rio datang membawa dokter spesialis kejiwaan. di periksa nya Rena oleh dokter itu.
"Kita tidak bisa mengklaim bahwa nona ini benar-benar gila, kita harus melakukan beberapa tes kejiwaan untuk nya"
"Hai Dokter cantik, aku Gila Dokter, Aku Gila" teriak Rena kepada dokter kejiwaan di depan nya. lalu ia tiba - tiba menangis.
"Nona, bisa menatap saya?"
Rena menatap wajah Dokter yang di hadapannya, ia tiba-tiba meludah wajah Dokter Clara.
Membuat Rena tertawa saat berhasil mengerjainya..
"Akan aku suntikan obat penenang saja, agar dia tidak berulah"
"Baik Dokter" ucap Rio.
Setelah Rena di suntik obat penenang dia tidak sadarkan diri. dokter melanjutkan pemeriksaan.
"Seperti nya dia memang Gila, untuk menghindari dia mengamuk lebih baik dia di tempat kan yang tepat agar tidak kabur atau lolos"
"Baik Dokter"
Setelah memeriksa Rena, dokter tersebut pulang.
Kini Alexa berada di restoran seafood yang sudah menjadi langganan nya.
"Wah sepertinya enak sekali" Alexa menatap seafood yang sudah matang di depan nya.
"Makan lah sayang,. katanya kaya ingin makan seafood"
Brian memesan seafood satu meja penuh untuk nya dan Alexa.
"Sayang, harusnya tidak terlalu banyak memesannya, siapa yang akan menghabiskan nya?"
membuat Brian tertawa, Brian tidak mau jika kejadian saat bersama Dante, dia yang menghabiskan nya dan saat pesenan makanan yang kedua membuat .Alexa ingin pulang dan tidak.jadi untuk makan.
"Sayang apa boleh aku ikut andil dalam kerja sama dengan Arga?" Alexa memohon. dengan berat hati Brian memberikan ijin kepada istrinya itu. sesungguhnya ia takut tapi karena Alexa memohon Brian tidak bisa berbuat apa-apa.
"Terimakasih sayang"
***
Sashi terlihat nampak murung setelah dapat telepon dari orang tuanya.
Dante mencoba menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa kencan dengan kekasihnya Sashi.
"Hai sayang,maaf aku datang terlambat lagi"
"Kau tahu sendiri kakak kamu ngasih aku pekerjaan banyak banget" namun Sashi masih saja diam saat Dante sedikit curhat tentang pekerjaan nya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Dante. "Kamu sakit sayang?" Dante menempelkan tangannya ke kening Sashi "Tidak demam, tapi malah kamu diam saja dari tadi" kata Dante lagi.
"Ayo kita pulang bersama"
Sashi akhirnya mau ikut Dante pulang.
Di dalam mobil Sashi menitihkan air matanya.
"Sayang kau menangis? Kenapa?" tanya Dante penasaran.
"Kak" lirih Sashi.
"Besok aku harus balik ke Inggris" ucap Sashi.
"Kenapa? Ada apa? Kenapa tiba-tiba sekali?"
"Mama menyuruhku untuk pulang, aku juga tidak tahu" Sashi menatap Dante yang belum kunjung menjalankan mobilnya.
"Ya pulang lah, kapan kau akan pergi?" tanya Dante, ia sejujurnya tidak mau jika belahan jiwa nya yang sudah mengobrak- abrikan hati.dan pikiran nya juga.
Dante merasakan ada sesuatu, namun Dante tidak bisa menebaknya.
"Jangan terlalu di pikirkan nanti kamu sakit" kata Dante lagi.
"Tidak kak" lirih Sashi. dia hanya masih mengingat ucapan orang tuanya yang masih saja mengiang- iang di ingatan nya.
Sayang aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku
Selama di perjalanan pulang, tidak ada pembicaraan apapun lagi. hingga Sashi sampai di depan mansion milik papi Louis.
"Terimakasih kak, aku masuk dulu"
"Ya sayang, istirahat jangan lupa" Sashi menganggukan kepalanya saja.
Dante tidak ikut masuk kedalam. setelah mengantar kekasihnya pulang, Dante melanjutkan perjalanan menuju apartemen nya yang cukup terkenal. Hanya orang tertentu yang mendapatkan Apartemen mewah ini.
Dante menyuruh anak buahnya Brian yang berada di London Inggris. untuk mencari tahu tentang Sashi dengan orang tua nya.
"Maafkan aku sayang, jika aku mencari informasi tersendiri tanpa sepengetahuan kamu"
***
Rio menghubungi Brian setelah dokter kejiwaan pergi dari markas. Brian sudah menduga tentang Rena karena wanita itu memiliki seribu satu cara agar dia bisa mengalahkan nya.
Brian memberikan extra penjaga terhadap Rena jika suatu saat dia kabur.
Jika dia bisa keluar dari markas Brian, Rena tidak akan selamat dan keluar dari markas karena markas Brian berada di tengah-tengah hutan.
"Sudah ku duga, Dasar wanita licik" Brian mengepalkan tangannya.
Ingin sekali Brian menyuntikan Rena agar cepat mati, tapi dia harus minta persetujuan ayah mertuanya dan Jonathan.
"Sayang ada apa?" Tanya Alexa melihat suaminya terlihat marah.
"Rena sayang"
"Ada apa dengan dia?"
"Dia tidak gila namun pura-pura gila, agar kita bisa melepaskan nya"
"Kenapa Rena tidak pernah kapok sih"
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Ayumi!" Teriak Bulan memanggil sahabat nya yang baru saja keluar dari perpustakaan.
"Aku dari tadi mencarimu,ternyata kau di perpustakaan" kata Bulan.
Ayumi tersenyum "Bukannya kau sudah tahu jika mencariku harus mencari dimana?"Ayumi menatap Bulan "ada apa kamu mencariku?" tanya Ayumi kembali.
Mereka berdua mengobrol sambil berjalan menyusuri lorong sekolahan menuju ruang kelas mereka."Bisa tidak sepulang sekolah nanti. mengajariku matematika?" Bulan memohon.
Ayumi menghentikan langkahnya dan menatap bulan "Maaf hari ini aku harus pulang cepat"Lirih Ayumi.
Bulan merasa kecewa karena sahabat tidak bisa mengajari nya padahal besok ada ulangan matematika. tapi ia merasa penasaran dengan jawaban Ayumi tersebut.
Kepintaran dan kecerdasan Ayumi membuat teman-temannya ingin diajarkan,agar pintar seperti dirinya. Ayumi harusnya masih SMP kelas 2. gadis Keturunan jepang ini adalah gadis yang sangat cantik, pintar,genius dan berprestasi di sekolahnya. ia selalu dapat juara umum di sekolahnya. bahkan mendapatkan beasiswa di sekolahnya. sejak sekolah dasar Ayumi masuk kelas akselerasi atau biasa disebut loncat kelas. seharusnya Ayumi baru masuk Sekolah Tingkat Pertama. namun, karena mengikuti kelas akselerasi ia sekarang duduk di kelas 2 SMA.
"Ada apa?" tanya Bulan penasaran "Apa ayahmu sakit lagi?"
"Tidak Bulan" Ayumi mengelak "Aku disuruh ibu ku untuk pulang cepat"
"Tumben nenek sirih itu menyuruhmu pulang cepat"
Ayumi mengangkat bahunya tidak tahu.
Bulan sahabat nya tahu jika Ayumi memiliki ibu tiri yang kejam, dan memiliki saudara tiri yang sekarang kelas 2 SMA sama seperti Ayumi, meski saudara tiri tapi dia baik pada Ayumi sebagai adik nya itu.
***
Jam sekolah sudah habis Saka yang sedang menunggu adiknya di parkiran motor seperti biasa.
"Kakak maaf, sudah menunggu terlalu lama."
"Tidak, baru 10 menit" Saka terkekeh ia menyerahkan helm kepada adiknya.
Mereka pulang bersama sepanjang jalan mereka banyak bercerita hingga tak terasa sampai di pelataran rumah nya.
"Kak tumben dirumah rame ada apa iya?"
"Kak Saka juga tidak tahu de, kan kita baru sampai, kamu itu gimana si" Saka mengacak-acak rambut panjang Ayumi, membuat Ayumi tertawa. "Mungkin ini yang di maksud mama nyuruh kita pulang cepat" sahut Ayumi."ayo kita masuk kedalam dan lihat ada apa di dalam agar adik kakak yang satu ini tidak penasaran lagi" Saka mengajak Ayumi masuk.
"Nah ini dia orang nya datang" seru mama Ria. "Ayumi sini dan Saka kamu masuk ke dalam ganti baju mu"
Setelah melihat putra nya masuk ke dalam kamarnya mama ria memperkenalkan putri sambungnya ke apa tamu yang datang.
"Ny. Arum ini Ayumi, yang saya ceritakan tadi" mama Ria memperkenalkan Ayumi kepada tamunya itu.
Ny. Arum wanita paru baya namun masih nampak cantik dan awet muda,yang menjadi tamu mama Ria. ia memandang Ayumi dari atas sampai bawah ia benar-benar sangat cantik di mata Ny. Arum "Kamu sangat cantik" sahut Ny. Arum
"Terimakasih Tante" jawab Ayumi.
Kini Ayumi yang sudah duduk di sebelah nya mama Ria.
"Ayumi kedatangan Ny. Arum kesini akan menikahi mu dengan putranya" ucap mama Ria langsung tanpa basa-basi lagi.
Deg
"Tapi mah, Ayumi masih Ingin sekolah"lirih Ayumi
"Itu biar Urusan Ny. Arum,yang terpenting kamu mau menikah dengan putra nya" Sarkas mama Ria
Aku harus menikah dengan pria yang aku tidak kenal bahkan umurku saja belum cukup umur untuk menikah