
Dapat Restu.
...**Wajar kalau kita tidak sempurna....
...karena yang sempurna itu kalau kita saling melengkapi**....
maaf jika ada banyak yang typo 🙏🙏🙏
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Mih, Brian menempati janjinya kan, so Never set up with anyone." Brian memohon seraya memegang tangan mamihnya.
"Selama ini Brian menolak mamih,karena Brian mengejar alexa yang sempat menjadi milik orang lain itu lah kenapa Brian tidak memiliki kekasih atau teman wanita." kata nya dengan sendu.
"Apa maksudmu son." tanya papih Louis. yang dari tadi ikut nyimak.
Brian akhirnya menceritakan semua perjalanan kisah cinta dengan Alexa,hingga ia harus ikut mamih papih nya untuk tinggal di kota Milan, London Inggris,hanya wanita itu lah yang sudah ada di hati Brian sejak dulu.
"Maafkan kami nak,terlalu egois tidak pernah memikirkan perasaanmu, Kebahagiaan mu,apapun keputusan mu kami terima,apa lagi Alexa adalah wanita yang baik,mandiri,pinter." cibir mamih myta.
"Kau memang berhak untuk bahagia son," ucap papih Brian bangga pada putranya.
*
*
*
Kepala koki dan beberapa pelayan nampak terkejut setelah melihat kedua wanita sedang berkutat di balik dapur, ia mendekati mereka.
"Maaf nona,nanti kami dimarahin sama tuan dan nyonya jika nona menyentuh dapur."kata nya
Alexa hanya tersenyum, sedangkan Sashi terkekeh
"Pak... sudahlah itu nanti biar urusan sama saya." jawab Sashi.
"Tapi nona...."
"Pak.. bisa tolong dimana letak bahan-bahan dan yang lainnya." jawab Alexa
"Bisa nona."
kepala koki akhirnya mengalah setelah sedikit berdebad dengan dua wanita cantik itu.
Alexa yang kini di bantu sahsi dan kepala koki hanya mengawasi tidak jauh dari nya.
Sashi nampak senang membantu Alexa membuat sarapan pagi.
kepala koki dan pelayan yang dari tadi mengamati mereka berdua merasa kagum pada nona Alexa,
Setelah berbincang dengan orang tua nya Brian meminta ijin untuk menyusul Alexa di dapur. ia melihat Alexa dengan Sashi nampak sibuk membantu calon kakak iparnya itu.
Brian mengisyaratkan semua orang yang ada di dapur termasuk Sashi untuk pergi.
Gadis itu memicingkan matanya karena di usir oleh kakak nya itu dari dapur. ia menghentak-hentak kaki nya seraya pergi dari dapur.
"Kak Brian ihhh ngeselin padahal kan kesempatan aku buat ikut belajar masak sama kak Alexa," gerutu Sashi yang berbicara sendiri yang sudah menjauh dari dapur.
"Kau kenapa sayang ko kesel gitu." tanya mamih Brian
"Tuh kak Brian ngusir aku, padahal kan kesempatan Sashi bertemu kembali sama kak Alexa buat ikut belajar memasak juga mih." aduan Sashi ke mamih myta.
Mamih myta terkekeh melihat kelakuan anaknya. apa lagi melihat putra semata wayangnya itu.
Alexa belum menyadari kedatangan Brian yang sudah mengusir Sashi sama yang lainnya.
"Sashi bisa kakak ambilkan sayuran yang tadi kamu potong."
Brian yang masih berdiri di belakang Alexa dengan senang hati mengambilkan apa yang diperintahkan Alexa. ia menyodorkan kepada Alexa
Brian masih diam di belakang Alexa. sampai Alexa menyadari tidak ada suara cempreng Sashi dan merasakan aroma khas maskulin Brian yang ia tangkap di hidungnya, Alexa menoleh ke belakang melihat Brian tersenyum.
"Sayang....." suara manja Alexa.
"kenapa sayang apa kamu butuh sesuatu lagi."
"Ng...gak... kenapa kau disini,yang lain kemana?" jawab Alexa seraya menoleh ke kanan dan kirinya.
"Sudah aku suruh pergi,"ucapnya enteng sambil membopong tubuh Alexa ke atas meja kitchen.
"Apa!!!"
"Aku ga mau ada pria lain Dekat-dekat dengan mu dan memperhatikanmu," jawab Brian seraya memeluk Alexa dari depan lalu menuntun Alexa mengalungkan tangannya di leher Brian.
"Kau ini lebay banget,turunin aku, malu nanti di lihat orang,"bisikan Alexa kepada Brian.
"tidak ada orang disini hanya ada kamu dan aku," jawab Brian seraya menempel kepalanya di kening Alexa.
"Sayangggg...... ihhh."Alexa menepuk dada Brian dengan kepalan tangan nya.
Lalu Alexa menepuk dada Brian dengan sedikit keras bikin Brian mengadu.
"Aduh... sayanggg sakit." keluhan Brian
Namun papih Louis tiba -tiba datang mengejutkan semua orang.
"Sedang apa kalian berdua?" Tanya papih Brian heran.
Dua orang wanita beda usia itu menoleh ke belakang dan mengisyaratkan untuk diam, karena penasaran papih Louis ikut mengintip di balik pintu dapur.
Karena tidak bisa terlihat,tanpa sengaja papih Louis mendorong tubuh mamy myta hingga Sashi ikut terjatuh masuk ke dalam.
"Kalian mengintip??" tanya Brian mengerutkan keningnya.
"Papihhhhhhhhhhhhh........" seru kedua wanita beda usia itu kesal.
"sorry....." chikikikannya.
Alexa menahan tawanya di balik dada bidang Brian.
"Sayang... bau gosong,cepat turunin,"
"Apa?...apa sayang.." ucap Brian dengan setengah panik.
Alexa segera turun dari atas meja dan mematikan kompor nya. tak sengaja menabrak punggung Brian Alexa terkena penggorengan yang panas.
"Au.... Au... panas... panas." seraya mengipas-ngipaskan tangannya.
"Sayang... kamu Kenapa?mana yang terluka? tanya Brian sambil menuntun Alexa duduk di kursi dapur tak jauh dari situ.
Brian meniup-niup luka Alexa yang terbakar.
Sashi,papih dan mamy myta yang masih di tempat melihat Alexa terluka ikut mendekat.
"lexa kenapa sayang? tanya mamy myta.
"Sashi cepat ambilkan obat p3K di laci kecil itu cepat." pinta Brian.
Sashi yang di perintah dengan cepat ia mengambil kotak obat di laci.ia menyerah kan kotak obat itu ke Brian,
"Kenapa lexa bisa terbakar kak Brian?" kata nya.
"anu...itu tadi Brian tak sengaja menabrak Alexa mih,pih." seraya mengharukan kepalanya yang tak gatal.
"Makanya kalau ada orang masak jangan di ganggu apa lagi di usir." sindir Sashi.
Brian memicingkan matanya..
"Sudah-sudah lebih baik kita semua menunggu di meja makan"
"Nanti biar pak Toni yang nerusin masakan Alexa." ucapnya lagi.
"Sayang maafin aku,gara-gara aku kamu terluka." ucap Brian sendu
"Maaf buat apa,aku tidak apa-apa sayang,ini hanya luka kecil saja ko." Alexa menyela.
"Luka kecil gimana, itu saja sampai melukai tangan kamu sampai merah gitu." ucap Brian yang tak mau kalah.
"Sudah-sudah kalian ini masih ribut saja." ucap papih Brian.
Beberapa menu makanan kini sudah di tata rapi di atas meja makan oleh beberapa pelayan.
"Wow enak sekali rasanya." ucap mamy myta yang memuji masakan Alexa.
"Benarkan mih,apa kata Sashi kalau kak Alexa jago masak."
"Iya sayang ini enak banget." kata papih Brian.
"iya pih, tiap hari di masakin Alexa kaya gini Brian bisa gendut pih."
semua orang yang di situ tertawa.
"Sini sayang biar aku suapin, tangan kamu kan lagi sakit." tawaran Brian.
"Aku bisa sendiri." tolak Alexa
"Tidak sayang tidak ada penolakan, cepat buka mulut kamu a....a.."pinta Brian.
Mau tidak mau akhirnya Alexa menurut kini ia makan di suapin Brian sampai habis.
"pagi semua.... wah... lagi sarapan pagi iya,ahh kebetulan aku belum sarapan tadi." ucap Dante yang baru datang seraya mengelus perutnya
"Ayo duduk kak,ini semua masakan kak Alexa lho." jawab Sashi
Bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih sudah mampir di cerita Alexa dan jangan lupa tinggalkan jejak,like,komen dan hadiah,vote nya juga. untuk menyemangati author update terus.. lope.. lope...lope..😘. sebanyak-banyak nya