I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
26. Sidang putusan



Sidang putusan


...Akan tiba saatnya nanti titik lelah di ganti kebahagiaan, fase diamnya di ganti senyuman....


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


SidangΒ Lanjutan putusan


"Saksi atas nama Dr Kim dan Brian dipersilahkan memasuki ruang sidang Hadirkan saksi dari tergugat. Kedua saksi dihadirkan." kata panitera


"sebelum sidang dimulai saksi harus disumpah." Hakim ketua berucap.


Kedua saksi tersebut maju kedepan majelis hakim kemudian disumpah.


"Saya berjanji,


bahwa saya akan memberikan keterangan yang sebenarnya, dan tiada lain daripada yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya"


"untuk selanjutnya saksi akan memberi kesaksian satu persatu, jadi untuk saudara Brian dipersilahkan meninggalkan ruang sidang" kata hakim ketua lagi


"saudari saksi, apa anda tahu kenapa anda dipanggil kesisni?" tanya Hakim Anggota II


"ya, saya tahu pa hakim." jawab Dr.Kim sebagai saksi I.


"saudari saksi apakah anda kenal pada saudari penggugat??" Hakim Anggota I berujar kembali


"kenal Bu hakim." jawab dr Kim.


"siapa nama saudari penggugat??" Hakim Anggota II bertanya.


"Sebastian Abraham pa hakim." seru dr Kim


"apakah anda kenal pada saudara tergugat??" ucap Hakim Anggota I


"kenal bu hakim." jawab dr Kim


"apa hubungan anda dengan penggugat dan tergugat??" Hakim Anggota I


"Dokter yang menangani masalah kandungan tergugat dan saya yang menjadi saksi dipernikah an penggugat bu hakim." jawab penjelasan dr Kim.


"sejauh mana anda mengetahui tentang rumah tangga penggugat dan tergugat." tanyanya Hakim Anggota II.


"saya tau kerena, tergugat susah memiliki keturunan kembali setelah dia keguguran, Tergugat sering bercerita bahwa hubungan rumah tangganya tidak harmonis karena adanya pihak ke tiga dan bercerita akan ancaman perceraian oleh sodara penggugat. Namun, Tergugat menolak untuk diceraikan karena kompensasi yang di berikan ya tidak sebanding dengan kebutuhan istri keduanya penggugat" kata dr.kim.


"sejak kapan tergugat curhat kpada saudari saksi??" intimidasi Hakim Anggota I


"saya dan tergugat sudah berteman sejak saya bekerja di rumah sakit milik orang tua nya, tergugat mulai curhat ketika penggugat mulai jarang pulang." ucap dr Kim


"apakah masih ada yang lain, yg anda ketahui???" Hakim Anggota II.


"tidak pa hakim." kata dr Kim


"terima kasih saudari saksi. Silahkan keluar. Mendengarkan kesaksian saksi II" Hakim Anggota II berucap


Setelah beberapa saat akhirnya Brian yang menjadi saksi Alexa setelah mendengar panggilan untuk memberikan kesaksian berikutnya.


sebelum memasuki ruangan Brian menghela nafas.ini adalah kesempatan untuk bisa menolong wanitanya.


"Saksi atas nama Brian dipersilahkan memasuki ruang sidang." ucap Panitera.


Brian sebagai Saksi II dihadirkan dalam ruang sidang. dia memasuki ruangan yang telah di tentukan. sebelum Brian menjadi saksi ia melihat ke arah Alexa terlihat rahut wajah cemas.


Brian menatap sekilas ke arah Alexa, dengan anggukan Brian sebagai dukungan untuk wanitanya akan baik-baik saja.


"saudara saksi apakah anda kenal pada saudara penggugat dan tergugat??" Tanya Hakim Anggota II


" kenal pak hakim." jawab Brian santai


"ada hubungan apa anda dengan penggugat dan tergugat??" Hakim Anggota I


"saya Teman dan rekan kerja Terguggat Bu hakim." selah Brian.


"sejauh mana anda mengetahui tentang rumah tangga penggugat dan tergugat??" tanya nya


" saya tidak tahu tapi saya yang menjadi saksi ketika Penggugat melakukan kekerasan dalam rumah tangga, Ada bukti surat visum dan dia diusir dari rumah oleh istri penggugat" penjelasan Brian dengan sorot mata tajam ke arah Sebastian.


''selain itu ada yang anda ketahui??" ucap Hakim Anggota II


"tidak pak hakim." katanya


"Kalau begitu, terima kasih saudara saksi. Silahkan kluar. Hakim Anggota II.


"Setelah mendengarkan kesaksian dari saksi-saksi penggugat dan tergugat apakah dari penggugat menerima tentang kesaksian dari saksi tergugat??" ucap Hakim ketua


" Ya! Pa hakim" ucap Sebastian dan Alexa berbarengan.


"saudara tergugat. Apakah ada keberatan ???"Hakim ketua


"tidak pak hakim." kata Alexa


Setelah tahapan pembuktian, masuk pada tahap kesimpulan dari penggugat dan tergugat.


"setelah mendengar dan mlihat serta dengan bukti2 apakah dari penggugat dan tergugat tetap ingin bercerai???" Hakim Ketua.


"Ya! pak hakim." ucap Alexa


"baiklah kami akan musyawarah, silahkan penggugat dan tergugat keluar."Hakim ketua.


Alexa dan sebastian bangun dari tempat duduknya, ia melangkah keluar dari ruangan.


"Al...... tunggu."


alexa berhenti setelah tangan nya di cekal. Alexa melirik ke arah Sebastian yang tidak mau melepaskan tangan nya. Alexa mencoba menarik tangannya tapi cengkraman tangan Sebastian begitu kuat,sampai Alexa meringis kesakitan.


"Apa lagi? ...... bukankah ini yang kau mau?.... sebentar lagi kita berpisah.?" Alexa mencibir.


*


*


*


Tahap musyawarah.


"pembacaan putusan


Mengabulkan permohonan Penggugat


Memberi izin kepada tergugat untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap penggugat di depan sidang Pengadilan Agama Jakarta,


Sebagai hukuman penggugat tidak memiliki keturunan,tergugat


Membebani biaya persidangan ini kepada penggugat.


Apabila dalam keputusan majelis hakim masih ada yang keberatan, silahkan mengajukan banding. Untuk disidang kembali.jika penggugat menerima keputusan ini penggugat harus melakukan ikrar talak di tunggu sampai enam bulan lamanya


Sidang pada hari ini telah selasai maka sidang di tutup


" tok... tok... tok... " ketukan palu.


"Alhamdulillah.


setelah melewati beberapa kali tahapan persidangan akhirnya hari ini sidang keputusan dengan hasil putus.


Alexa menitihkan air mata,ia merasa lega telah resmi bercerai dengan suaminya Sebastian dengan menyandang status baru sebagai Janda.


Kedua orang tua Alexa hadir di persidangan sebagai dukungan untuk putri semata wayangnya itu.


Alexa tertegun setelah melihat kedua orang tua nya datang dan sedang berbincang-bincang dengan Brian.


"Dad.... Mom..." lirih Alexa.


ketiga orang yang sedang berbincang masalah bisnis mendengar suara orang yang ia kenal, mereka menoleh ke sumber suara.


"Darling...." seru dad Damian merentangkan kedua tangannya ke arah Alexa. ia memeluk putrinya dan mengecup puncak kepalanya.


"Dad... maaf." suara Alexa dengan sedu.


"Maaf!.......untuk?" tanya Dad Damian.


"Tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga Alexa." jawab Alexa yang masih dalam dekapan dad Damian.


"it's ok, darling." serta melepas pelukan Alexa dan merangkul pinggang Alexa.


"Mom bangga atas keputusan yang kau ambil sayang,itu sudah membuatmu lebih baik,dari pada harus menderita," mom lili berucap sambil menepuk bahu putrinya.


Brian hanya menatap diam melihat interaksi antara orang tua dan anaknya.


"Nak Brian... terimakasih kau telah membantu dan menjaga putriku." ucap dad Damian.


"Paman ..... itu sudah menjadi tanggungan ku,tidak perlu berterima kasih." jawab Brian.


Dad Damian menatap takjub dengan Brian, anak mudah yang punya tanggung jawab besar kepada putrinya. ia percaya kepada Brian pria muda yang sukses menjalankan dua perusahaan sekaligus, perusahaan nya sendiri dan milik orang tua nya.


" Dady Alexander tidak salah memilih Brian untuk cucu tersayang nya kepada Brian dulu." batin dad Damian.


Dad Damian tersenyum kala mengingat perkataan mendiang ayahnya itu.


"Okay Darling.... mom sama Dady pergi dulu. datanglah nanti malam ke mansion Dady sayang."pinta dad Damian seraya mengacak-acak rambut putrinya.


"Dady... lexa bukan anak kecil lagi" Alexa cemberut kala Dady nya mengacak-acak rambutnya.


ketiganya tertawa melihat tingkah manja Alexa.


"Bagi Dady kau princess kecil nya Dady darling, Brian jaga putri Dady."


bersambung......


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa tinggalkan jejak komen dan like sebanyak-banyak biar Author semangat up nya sayang lope..... lope..... lope... 😘😘😘


Alhamdulillah sudah resmi berpisah dengan Sebastian .... tapi bukan berarti Masalah sudah selesai ya... tunggu aja konflik selanjutnya..


kebucian dan posesif nya Brian bakalan di hadirkan