
Penyesalan Sebastian
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sinar matahari pagi sangat terasa hangat ketika Alexa membuka pintu balkon, dan hembusan angin pagi yang sejuk membawa aroma khas bunga menenangkan masuk kedalam kamarnya.
Terdorong oleh godaan untuk menikmati pemandangan dari atas balkon. sebelumnya ia mengambil bathrobe untuk menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan baju tidur seksi nya yang kurang bahan yang sangat tipis dan transparan membuat lekuk tubuh nya terlihat.
Alexa berdiri di balkon kamar dan menghadap halaman mansion seraya menikmati di bawah sinar matahari pagi yang hangat.
Alexa tidak menyadari ada seseorang dari belakang mendekatinya, dan memeluk tubuh nya dari belakang.
"Morning sayang, Aku mencintaimu" bisik Brian kepada Alexa.
Alexa tersenyum melihat suaminya pagi pagi sudah manja dengan memeluknya dari belakang.
"Morning sayang, aku juga mencintaimu, kenapa kamu sudah bangun? apa karna sinar matahari pagi mengganggu tidurmu" Alexa merasa bersalah telah mengganggu suaminya tidur, ia masih menatap ke arah halaman mansion terlihat hamparan taman bunga tulip warna warni menghiasi halaman belakang. "maafkan aku telah mengganggu mu" Alexa sendu.
Brian yang masih asyik bermain di tengkuk lehernya "Tidak sayang, aku memang sudah terbangun dari tadi, hanya saja malas untuk membuka mata nya"
Alexa terkekeh "ish, kau ini sama saja" Alexa memukul bahu Brian. membuat Brian tertawa. "Sedang apa kamu disini sayang" bisik Brian.
"Aku baru tahu ternyata di halaman belakang ada taman bunga tulip, aku kira hanya ada di Belanda saja" Alexa tertawa kecil. "Aku jadi ingin turun kesana dan menikmati dari dekat"
"Ayo kita turun dan menikmati sarapan pagi kita disana" ujar Brian mengajak Alexa untuk pergi ke halaman belakang. ia menuntun Alexa keluar kamar.
"Sayang tunggu, apa kita akan keluar dengan penampilan seperti ini hanya menggunakan jubah mandi dan kau hanya telanjang dada saja dan celana boxer" Alexa mengamati suaminya dari atas sampai bawah.
"Memang kenapa, ini rumah ku" ucap Brian santai.
"Tapi ada Tante Larisa dan om firman dan juga para pelayan wanita yang masih muda" ucap Alexa lirih.
Membuat Brian tertawa merasa gemes melihat istrinya cemburu.
"Apa kamu cemburu sayang dengan para pelayan wanita yang masih muda"
"Ng i-ya, eh tidak- tidak" Alexa merasa malu karena ketahuan cemburu.
"Aku senang istriku tercinta ini ternyata bisa cemburu juga" Brian kembali tertawa.
"Iih apa an sih, sebel- sebel" Alexa menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan Brian yang masih mentertawakan diri nya dan pergi ke kamar mandi .
Sungguh menggemaskan kamu sayang, aku tambah sayang sama kamu.
Brian melangkah ke arah samping pintu yang terdapat sambungan interkom, ia menghubungi kepala pelayan untuk menyiapkan tempat untuk sarapan pagi di taman belakang. jadi Brian tidak perlu susah payah untuk keluar kamar mencari pelayan.
Kini mereka sudah berada di taman belakang Alexa terkejut ternyata sudah di siapkan oleh para pelayan mansion padahal ia belum bilang kalau ia akan sarapan di bawah.
Alexa melirik suaminya yang masih tenang menghadap hamparan bunga tulip yang berwarna warni.
"Sayang ..." Alexa memanggil suaminya yang membelakangi nya, Brian menoleh dan tersenyum manis kepada istrinya "Iya sayang, kenapa?" Brian memegang kedua bahu Alexa dan ditatap wajah cantik nya yang tidak akan pernah bosan untuk ditatap.
"Apa kau yang sudah menyiapkan ini semua?" Alexa menunjuk ke arah meja yang sudah tertata rapi menu sarapan mereka di atasnya. "Iya sayang tadi aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan tempat untuk sarapan kita" Brian merapikan rambut Alexa yang tertiup angin. "Apa kamu butuh sesuatu? atau makanan nya masih kurang?" Brian menuntun istrinya untuk duduk sebelum nya ia menarik kursi untuk Alexa duduki.
"Tidak sayang, ini sudah lebih dari cukup" Alexa menatap meja makan yang sudah tersedia menu makanan yang begitu banyak, Alexa mengambil kan untuk Brian dan menaruh menu sarapan pagi di hadapannya "Terimakasih sayang"
Alexa hanya membalas dengan senyuman.
"Sayang nanti siang aku ke kantor anak cabang, ada masalah yang harus aku selesaikan, apa kamu tidak keberatan jika aku tinggal sendirian?"
"Tidak sayang, pergi lah aku tidak apa-apa, lagian ada Tante Larisa yang katanya akan mengajak ku keluar, apa aku boleh keluar sayang menemani Tante Larisa?
Brian menyudahi acara sarapan pagi nya dan membersihkan sisa makanan yang di mulut dan menyesap sisa jus jeruk hingga tandas.
"Tentu saja boleh sayang, tapi ingat tidak boleh capek- capek iya"
Sebastian masih saja uring- uringan karena tidak bisa bertemu Alexa hampir sebulan, meski sudah ada yang bilang kalau Alexa bulan madu tapi pria yang menjadi mantan suaminya itu tidak percaya.
"Mas ..!" teriakan Rena "kamu kenapa tiap hari marah-marah tidak jelas, harus nya kamu itu berpikir gimana caranya kita dapat uang, terus gimana dengan biaya perawatan mamah?"
"Iya aku juga sedang berpikir gimana caranya untuk mendapatkan uang, Bastian terduduk diam menatap keluar jendela kamarnya "aku sedang berusaha untuk mendapatkan"
"Apa kamu sudah bertemu dengan dia" tanya Rena melihat suaminya yang tidak menatap nya "Terus bagaimana apa sudah dapat" cercar Rena kepada Bastian. membuat Bastian jengah dengan ocehan Rena.
"Kau bisa diam tidak sih!" Bentak Sebastian kepada istrinya. membuat Rena tidak terima dengan bentakan suaminya. "Mas kau membentak ku gegara kita bahas wanita sialan itu?"
"Dia itu punya nama, Rena" geram Bastian.
"Iya iya" Rena ngalah "Terus bagaimana apa sudah bertemu dengan nya?" Rena sangat antusias ingin tahu apa suaminya berhasil membujuk mantan istrinya itu untuk mengembalikan Abraham group kembali.
"Belum" singkat Bastian
"Apa! jadi kau tiap hari ke Abraham group tidak menghasilkan apa-apa"
"Bukan tidak menghasilkan tapi Alexa tidak ada sudah hampir sebulan" Sebastian tidak mau kalah.
"Kemana dia? tanya Rena yang masih penasaran.
"Dia sedang bulan madu"
"Apa!! bulan madu? dia saja bisa bulan madu, terus kita kapan?"
"Kapan apanya?" Bastian merasa heran kepada istrinya itu.
"Iya liburan lah" ketus Rena
"Andai saja waktu itu kau tidak menyuruh ku untuk menceraikan Alexa dan mengusirnya dari sini" suara Bastian terdengar sendu.
"Kau menyalahkan ku?" Rena memicingkan matanya yang bulat.
"Iya, kita tidak akan seperti ini dan hidup kita tidak akan menderita" Bastian menghela napas panjang "Jika dia tidak mau mengembalikan Abraham group,.rumah ini akan aku jual"
"Mas,jangan kau mau membuat kita benar-benar jatuh miskin?" Rena tidak terima jika rumah utama yang dulu di tempati Alexa dan suaminya dulu akan di jual "harta kita tinggal ini, kalau kita jual kita akan tinggal dimana, pokoknya aku tidak mau, tidak mau mas" ujar Rena
"Mas..! wanita mana yang tidak ingin suaminya di bagi oleh wanita lain?" teriakkan Rena lagi.
"Begitu juga dengan dia" Bastian mulai merasakan menyesal atas Pergi nya dia dari rumah ini. "Dia juga tidak mau kalau harus dimadu"
"Tega kamu iya mas, malah membela wanita mandul itu dari pada aku istri sah mu hick" teriakan Rena dengan sedikit isak tangis
"Aku menyesal telah melepaskan dia dari ku, dan kehilangan semua nya itu gara-gara kamu Rena"
"Iya salahkan saja aku mas, kau jahat mas, tega kamu" tangisan Rena kembali pecah, dia duduk tersungkur di lantai.
"Tega kamu mas, argggghhhhhhhhh" Rena membanting semua bend yang ada di kamarnya.
Sebastian bukanya membantu menenangkan istrinya ia malah pergi dari hadapannya.
sepasang suami istri ini malah bertengkar hebat, gara- gara Sebastian mengharapkan Alexa kembali.
Bersambung
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyaknya 😘
Salam. sayang dari author
Salam. santun 🤗🤗🤗