
**Rencana Rena
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**
"Aku tidak mau bercerai dan aku tidak mau masuk penjara. aku tidak mau" gumam Rena. seraya bolak balik di kamarnya, ia belum keluar kamar sejak perdebatan dengan Sebastian tadi.
Rena kini telah memikirkan nasibnya yang sudah di ketahui oleh suaminya itu, bahwa ia ada di balik kecelakaan Alexa bahkan otak di balik dalang nya perencanaan pembunuhan terhadap mantan madu nya.
Aku harus cari cara agar Sebastian tidak menceraikan aku apa lagi masih ada Rahasia yang aku simpan rapat tapi aku tidak mau hidup seperti ini
"Sialan" Umpat Rena Kesal.
Rena mengacak-acak rambutnya ia benar-benar tidak memiliki rencana apa pun.
"Alexa ya iya Alexa! wanita sialan itu, awas saja kau, kenapa tidak mati saja waktu itu, kenapa masih hidup bahkan hidup bahagia di atas penderitaanku" Teriak Rena.
"Arrrrggggggggh....."
Rena masih saja bolak balik di dalam ruangan itu seraya menggigit bibir dan mengepalkan tangannya.
"Wanita itu tidak boleh bahagia di saat aku terpuruk seperti ini, aku harus cari cara agar dia menderita" teriakan Rena lagi.
Namun ia mendengar sesuatu yang jatuh di luar ia mencoba untuk mengintip dari balik tirai jendela namun ia tidak melihat apa- apa hanya terlihat pot bunga yang jatuh.
"Huft aku pikir ada orang yang ngintip, bisa bahaya jika rencana ku gagal lagi"
***
"Tuan ini rekaman yang di lakukan anak buah kita untuk mengawasi keluarga Abraham"
Salah satu bodyguard Jonathan yang di tugaskan untuk mengawasi keluarga Sebastian.
Jonathan tidak percaya setelah mendengar perdebatan Sebastian dengan Rena istrinya dan juga saat Rena sendiri an di kamar ia telah melakukan sesuatu untuk menghancurkan Alexa yang sudah di anggap adiknya itu.
Jonathan tersenyum seringai licik "Good tetap awasi dia jangan sampai ketahuan, kalau perlu masuk kedalam keluarga mereka"
"Apa tidak akan ketahuan bos"
"Tidak, saya yakin tidak, karena dia baru di kota itu, ini kesempatan bagus buat kita mengetahui apa rencana mereka selanjutnya" Jo menyunggingkan senyumnya, karena akan laporan anak buah nya yang di tugaskan untuk mengawasinya namun tak terduga menemukan fakta baru.
"Rafael! Rafael! dimana anak itu" kata Jonathan kepada salah satu bodyguard nya.
"Rafael ada di dekat nona Alexa bos" jawab salah satu bodyguard nya.
"15 menit lagi suruh dia kesini"
"Baik bos"
*
*
*
Jonathan melempar flashdisk hasil laporan anak buahnya kepada Rafael, dengan segera Rafael melihat hasil rekaman itu di laptop Jonathan.
Rafael mengerutkan keningnya ia baru tahu jika nona mudahnya pernah kecelakaan dan sempat tidak sadarkan diri hampir seminggu
"Kau sudah lihat?"
"Sudah, Saya harus memperketat keamanan nona Alexa"
"Good kau tahu kan harus bagaimana agar Alexa tidak curiga"
"Ya! Bos"
Rafael dengan segera menghubungi anak buahnya Rafael untuk menjaga Alexa dari jauh, sebagai bodyguard bayangan Alexa. meski Brian sudah memberikan bodyguard bayangan untuk istrinya itu namun Dady Damian tetap melakukan nya, ia tidak mau kecolongan lagi semenjak Alexa kecelakaan dulu.
Jonathan baru saja keluar dari ruang kerja Dady nya.
"Kak Jo" panggil Alexa.
"Ya, " Jo menoleh ke Alexa "Ada sesuatu yang ingin kau makan?"
"Tapi" Jo masih menggantung ucapnya. ia berpikir sejenak untuk pergi bersama
"Sudah lexa ijin sama Dady"
Jonathan dan Alexa memutuskan untuk pergi bersama ke cafe membelikan sesuatu ke sukaan nya.tidak butuh lama pesenan mereka datang.
"pelan pelan makan nya"
"Habis enak kak"
Alexa dan Jonathan yang masih di cafe namun handphone nya bergetar lagi. Alexa tersenyum melihat siapa yang menelpon Alexa.
"Kak bentar kak Brian Vidio call"
Jo mempersilahkan Alexa tidak butuh lama ia menggeser posisi icon pada layar handphone nya.
"Hallo sayang, kau baru bangun?"
"Ya sayang, aku baru bangun" jawab Brian di seberang handphone nya.
Jo hanya tersenyum melihat Alexa bahagia bersama laki-laki pilihannya. ia hanya menyimak interaksi mereka berdua dengan berbagai alasan agar Alexa menyuruh Brian cepat pulang.
"Sayang baru kemarin kita jauhan"keluh Brian "Tapi rasanya sudah seperti setahun" gombal Brian.
Membuat nya tertawa tapi membuat Alexa bersedih. membuat Brian tidak tega. rasanya ingin sekali menghibur istrinya itu dan menemani di saat dirinya ingin sesuatu. ia tahu jika istrinya sedang berada di luar rumah.
"Sayang sepertinya kau sedang berada di luar? lagi dimana sekarang"
"Aku sedang di kedai es krim sayang, maaf kan aku tidak meminta ijin dulu Sama kamu" lirih Alexa. "Tapi aku tidak sendiri kak Jo menemani ku" Alexa memindahkan camera ke arah belakang. dan Jonathan tahu ia hanya melambaikan tangannya ke kamera.
"Aku tidak apa-apa jika kamu sendirian yang terpenting pergi di temani Rafael"
"Ok sayang"
Brian memutuskan untuk mengakhiri sambungan telepon nya.karena hari ini ia akan pergi Bertemu rekan bisnis nya. ia ingin urusan di London Inggris cepat selesai dan bisa pulang ke Jakarta. dengan segera.
Alexa merasa senang karena meski sedang jauh perhatian tidak pernah berubah sama sekali.
Alexa sudah mulai bisa menerima jika ia sedang berjauhan dengan suaminya, cintanya, belahan jiwanya. percuma jika ia bersedih tidak akan bisa membuat Brian cepat datang saat ia butuhkan.mengingat jarak yang begitu jauh.
Setelah selesai menyantap es krim nya Alexa mengajak Jonathan ke perusahaan nya karena ia sedang menyelesaikan perusahaan yang sebentar lagi akan di resmikan sebagai perusahaan baru milik nya bukan milik mantan suaminya itu.
Dengan senang hati Jonathan menemani adik angkatnya itu kemana dia mau pergi.
"Kak makasih sudah mau bantu lexa, tidak menyangka perusahaan ini dengan cepat terelasikan dengan baik dan cepat"
"Tidak perlu bilang makasih ini juga berkat suami kamu"
Alexa merasa terkejut ternyata suaminya juga membantu nya "Sudah tidak perlu terkejut begitu"
Jonathan tertawa melihat adiknya itu, ia terkekek melihat nya, Jo membuka laci mobilnya dan mengambil paper bag kepada Alexa.
Alexa menerima paper bag tersebut, "Apa ini kak? lexa tidak sedang ulang tahun atau menang tender proyek apapun kenapa di kasih seperti ini"
"Itu dari suami kamu" jawab santai Jo.
Alexa mengerutkan keningnya Kenapa tidak di kasih dia langsung, kenapa harus lewat Jonathan asisten Dady Damian, yang sudah menjadi kakak angkat nya itu "Buka lah" Jo yang masih fokus menatap ke depan.
"Jam Tangan?" Alexa melirik ke Jo
"Ya, itu jam tangan bukan jam tangan sembarangan, itu bisa melindungi kamu dari bahaya jika sedang mendesak, jika kau tekan tombol itu sekali akan muncul jarum yang sudah di lapisi racun, untuk melumpuhkan lawan"
"Wow Canggih juga."
"jika tombol itu untuk mengaktifkan jika kita sedang berada bahaya, pakai lah"
Jonathan menjelaskan fungsi dan ke gunaan jam tangan itu. dengan senang hati Alexa memakainya.
Bersambung
Salam sayang dari author 😘😘
Maaf author tidak bisa update banyak Akhir- akhir ini karena anak author lagi sakit. author usahain doubel update jika ada kesempatan