
Diamnya Alexa
Maaf jika masih banyak kata yang typo
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Alexa masih menunggu Brian berkata jujur, ia tidak mau ada sesuatu yang di sembunyikan darinya. karena Brian tidak kunjung bercerita membuat Alexa mendiami Brian.
Kini Alexa membelakangi Brian saat akan tidur, membuat Brian merasa heran karena tidak biasanya istrinya itu tidur membelakangi dirinya.
Brian belum tahu apa kesalahannya yang membuat Alexa seperti itu.
"Sayang apa kau sudah tidur"
Alexa hanya diam. wanita hamil ini pura-pura tidur. karena ia kecewa sama Brian.
"Ya sudah selamat tidur sayang, aku mencintaimu dan juga anak-anak" Brian mengecup pucuk kepala Alexa.
Brian turun dari tempat tidur ia menghubungi Leo untuk mengetahui kabar selanjutnya.
Alexa mendengar pembicaraan suaminya di telpon. membuat Alexa merasa kecewa. kenapa suaminya tega tidak bercerita apa yang sudah terjadi. ia menitihkan air matanya.
Sayang Dady kalian jahat, ia menyembunyikan sesuatu dari mommy
Pagi harinya meski Alexa mendiami Brian namun ia masih mengurus dan mempersiapkan segala sesuatunya yang di butuhkan Brian seperti biasa.
Brian merasa ada yang aneh kepada istrinya itu tidak biasanya ia tidak cerewet saat mendandani nya. dan tidak menciumnya setelah selesai seperti biasa.
"Sayang kamu kenapa?" Brian memeluk pinggang Alexa. namun Alexa masih saja diam tidak menjawab pertanyaan Brian. Alexa mencoba melepaskan tangan Brian yang melingkar di pinggang nya.
Harusnya kamu tahu sayang, aku kenapa, kamu jahat tidak jujur kepadaku
Alexa ingin sekali bilang seperti itu tapi karena ia sedang mogok bicara.
"Ya sudah jika ku tidak ingin berbicara dengan ku" Brian pasrah perlakuan Alexa kepadanya.
"Aku pergi meeting dulu, jaga diri baik-baik, aku mencintaimu" Brian pergi tanpa sarapan pagi nya. ia mungkin akan sarapan pagi di kantor saja.
Sepanjang jalan menuju crop company Group Brian masih bertanya-tanya, kenapa istrinya itu tiba-tiba berubah. bahkan mendiami nya.
Sampai jalan nya meeting Brian tidak fokus membuat karyawan nya kena sasaran Brian.
"Bodoh, kalian bekerja disini sudah berapa lama??, mengerjakan seperti ini saja tidak becus" teriak Brian.
Membuat semua orang yang ada di ruangan merasa menciut, sudah lama Brian tidak mengamuk- ngamuk seperti ini.
Ada apa dengan bos nya?? apa ada sesuatu yang membuat naik pitan dan membuat nya emosi padahal masih pagi.
Dante hanya bersikap datar dan dingin melihat bosnya marah-marah di pagi hari.
Sepertinya ada yang salah pada tuan El. apa yang terjadi
Brian melempar map laporan keuangan perusahaan.
"Siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan ini" tegas Brian.
Manager keuangan berdiri dari tempat duduknya "Saya tuan El"
"Kau sudah berapa lama bekerja disini"
"Su-sudah Hampir 7 tahun tuan" jawab manager keuangan.
"Ck..Kenapa kau tidak bisa mendidik bawahan mu"
"Maaf Tuan El, akan saya perbaiki"
"Baik, aku tunggu 20 menit dari sekarang"
membuat manager keuangan melirik ke bawahan nya yang dia tugaskan untuk mengerjakan laporan keuangan yang sedang di bahas di meeting pagi ini.
"Kau Tunggu" membuat seseorang yang bersama manager keuangan berhenti mengikuti manager keuangan yang hendak pergi
"Ya saya tuan El"
"Apa kau yang sudah membuat laporan ini"
"Iya tuan El"
"Apa maksudmu melakukan seperti ini?"
Brian melihat ada sesuatu yang tidak beres, laporan keuangan yang Dante buat dan manager keuangan selisihnya berbeda jauh.
"Dante" teriak Brian. membuat Dante memdekat ke arah Brian yang masih marah - marah.
"Iya tuan" Dante tahu apa yang harus ia lakukan.
"Urus dia, jika tidak mau mengakui, bunuh saja dia" Brian keluar dari ruangan meeting.
"Cepat jawab jujur apa yang sudah kau lakukan atau aku laporkan kau ke kantor polisi"Tegas Dante
Pria yang sudah membuat kesalahan itu bersudut di bawah kaki Dante "Maaf tuan, saya minta maaf"
"Maaf mu tidak berlaku disini" tegas Dante.
"Aku terpaksa melakukan ini, karena gaya hidup istriku yang terlalu mewah" kata pria ini.
"Jangan bohong kamu, kau tahu perbuatan mu ini sudah merugikan perusahaan, siapa yang sudah menyuruh mu"
"Saya disuruh sama istri saya Mona, karena ia tidak terima jika nona Alexa mengambil job nya dan paling unggul, juga karena dia tidak terima dengan hilangnya Nadya"
Diam- diam Dante merekam semua pengakuan pak Marcel. Dante tersenyum puas akan kejujuran nya.
Semua Divisi tidak percaya jika pak Marcel melakukan nya demi istrinya. terutama manager keuangan.
Dante menyuruh anak buahnya untuk membawa pak Marcel ke polisi atas tindakan korupsi yang dia lakukan.
🍃🍃🍃
Alexa masih saja bersikap dingin kepada Brian. saat Brian menelpon nya Alexa hanya merijek panggilan masuk atau Vidio call.
Membuat Brian kembali uring-uringan. ia memutuskan untuk pulang lebih cepat.
"Kau sudah pulang nak" tanya mom lili.
Mom lili Melihat menantunya itu pulang cepat dengan penampilan yang sangat kacau, rambut sedikit acak-acakan bahkan berantakan, baju sedikit kusut dan mukanya murung.
"Iya mom, dimana Alexa mom"
"Ada di kamarnya nak"
Dengan segera Brian masuk kedalam dan melihat istrinya itu sedang menonton film favorit nya.
Brian mendekat dan mencium Alexa tapi Alexa menolak. "Sayang, sampai kapan kau akan mendiami ku seperti ini" tanya Brian.
Alexa masih saja diam membuat Brian menghapus rahut wajah dengan kasar.
"Lebih baik, kau marah- marah, atau menyuruhku membeli sesuatu dari pada kau mendiami ku seperti ini"
"Sayang maafkan aku,jika aku punya salah"
Brian berlutut di hadapan Alexa membuat Alexa tidak tega melihat suaminya itu menderita, "sayang boleh menghukum ku tapi tidak seperti ini"
Alexa menitihkan air matanya, ia juga merasa bersalah atas apa yang ia lakukan kepada suaminya.
"Kenapa sayang bohong sama lexa, apa yang sedang di sembunyikan sayang dari ku" teriak Alexa.
Brian baru menyadari jika diam nya Alexa karena ia tidak jujur kepada nya.
Brian menarik tubuh Alexa kedalam pelukannya. "Maaf- maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membohongi mu"
"Bohong, aku benci kamu" Alexa mencoba melepaskan pelukan Brian namun Brian menahannya.
.ia memukul- mukul dada Brian, Alexa menangis membuat Brian merasa bersalah, ia sudah berjanji tidak akan membuat Alexa bersedih. namun dirinya lah yang membuat Alexa menangis.
"Sayang jangan seperti ini, kasian baby Triplet"
"Aku senang akhirnya sayang mau berbicara meski harus marah-marah seperti ini"
"Kau tau sayang, aku sangat menderita jika sayang seperti ini" kata Brian lagi.
Alexa masih saja menangis, hormon ibu hamil Benar- benar membuat moodnya berubah ubah membuat Brian binggung.
Brian teringat dengan perkataan dokter Kim jika Alexa tidak boleh terlalu capek dan membuat nya shock uang akan mempengaruhi janin yang ia kandung.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa like dan komentar.
Jangan lupa mampir ke karya terbaru author yang berjudul Janda Tapi Perawan.