I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
16. Pekerjaan



Pekerjaan


...Bersandar pada Tongkat,lebih baik bagimu. Dari pada bersandar pada bahu seorang yang tidak menginginkan mu....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Malam semua, maaf saya terlambat"ujar seseorang yang baru saja datang tiba-tiba.dengan memakai gaun berwarna maron yang sedikit terbuka dengan belahan dada yang menonjol sedikit sentuhan makeup glawmore. .


"Hai Nadia kamu sudah datang, sini nak." ucap mamih Brian.


"Maaf Tante, saya sudah mengganggu acara makan malam dengan datang terlambat."jawab Nadia.


"Tidak apa-apa, Nadia perkenalkan ini suami Tante ,ini putra Tante namanya Brian,di sebelahnya Dante dan ini Sashi ponakan Tante dia model internasional." kata mamih Brian yang memperkenalkan seluruh anggota keluarga nya.


"Brian ini Nadia anak teman mamih dia juga model seperti Sashi, Nadia kamu duduk di samping Brian nak.biar lebih akrab."ujar mamih Brian lagi.


"Terimakasih Tante." jawab Nadia sambil berjalan ke arah kursi yang bersebelahan dengan Brian.


seperti biasa Brian akan tetap bersikap dingin dan cuek kepada orang yang tidak kenal. Dante hanya melirik sekilas ke arah Nadia.


"Ha... mamih apa-apaan ini mengundang Ondel- Ondel makan malam bersama" batin Dante.


"Brian,Nadia ini cocok banget sama kamu sayang." ucap mamih Brian


Ternyata mamihnya ini tidak pernah menyerah untuk menjodohkan dengan wanita manapun. ia sangat ingin putra semata wayangnya menikah. ia tidak pernah melihat atau mendengar anaknya membawa atau mengandeng seorang wanita. ia takut kalau anaknya tidak tertarik pada wanita.


Brian menghela napas panjang, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran mamihnya beberapa kali ia selalu menjodohkan anak temannya.


"Maksud mamih apa?" Brian setengh berteriak yang dari tadi diam.


"Mamih hanya mau memperkenalkan kepada kamu saja sayang." mamih Briana menyela


"Tapi mih, Brian sudah katakan sama mamih, kalau Brian tidak suka dengan cara mamih yang kampungan." tegas Brian


"Nadia anak yang baik sayang." jawab mamih myta yang tidak mau kalah.


"Mih bisa tidak jangan ikut campur urusan asmara Brian,kelak Brian akan membawa calon menantu kerumah ini,jadi mamih jangan pernah sekalipun menjodohkan atau mendekat kan Brian sama wanita mana pun tanpa sepengetahuan Brian." jawab Brian dengan nada dingin.


"Brian..." teriak mamih Brian.


"Sudah lah mih jangan ikut campur urusan percintaan anak kita,dia tahu mana yang pantas untuk bersanding dengan nya." papih Brian berusaha melerai antara anak dan ibu itu,yang selalu debat jika masalah jodoh.


Nadia mengepalkan tangannya ia tidak terima dengan perlakuan Brian pada nya ia terlalu mengintimidasinya.


"lihatlah kamu Brian, ku pastikan kau akan aku dapatkan." batin Nadia seraya tersenyum licik.


Dante dan Sashi hanya memandang perdebatan antara anak dan ibunya. ia diam sambil menikmati makan malam.


"Terserah mamih, aku rasa tidak ada lagi yang harus di bicarakan, aku sudah selesai, selamat malam." jawab Brian ia berdiri dari duduknya melangkah pergi dari acara makan malam bersama.


"Brian... tunggu sayang, mamih belum selesai." ucap mamih Brian.


"Dante tolong mamih sayang, kamu bujuk Brian ya nak." ucap mamih memohon.


"Dante gak bisa jamin mih, biarkan Brian menemukan wanitanya, kalau mamih menyetujui, Brian pasti Akan memperkenalkan langsung pada mamih?" seru Dante


#


Raya tampak tersenyum ketika melihat kedatangan Alexa.


Alexa melangkah ke tempat para sahabatnya ia melambaikan tangan.


Raya mendelik melihat penampilan Alexa


"Wow..... Kemana Alexa kita yang glamor." Ucap Raya, setelah sekian lama baru sekarang ia melihat Alexa berpakaian sederhana. Hanya kaos putih dan celana jeans pendek. Dan mengenakan sepatu sneakers, Raya benar- benar merasa kalau sahabat nya itu seperti anak SMA.


Alexa tertawa.


"Aku hanya memperbarui selera fashion ku, apa kelihatan tidak cocok untuk ku." Jawab Alexa.


"Tidak lexa kamu masih terlihat feminim tidak biasanya kamu berpenampilan yang selalu glamor." Sela Natasha yang ikut memperhatikan penampilan baru Alexa.


"Baiklah... Kulihat kecelakaan itu tidak hanya mengambil beberapa memorinya. Tapi juga selera fashion mu..dulu kau tidak mau mendengar ku, bahkan kau terlalu mendapat pengaruh buruk dari sepupu Sebastian." Jawab Raya


Alexa tertawa, wajahnya menunjukkan ekspresi minta maaf.


"Maaf aku, kurasa sekarang aku harus lebih mendengarkan mu, disini kau guru modelnya. Siapa yang lebih tahu tentang fashion selain dirimu?" Ujar Alexa


"Tapi kamu juga seorang desainer, memiliki butik cukup terkenal. Kenapa kamu malah mengikuti fashion Mak lampir itu." Ucap Natasha.


"Hu'um. Raya menganggukkan kepalanya.


"So. Mulai sekarang aku akan membantumu menjadi Miss fashionable." Seru Raya.


Alexa hanya tersenyum.


"Jadi rencana mu apa sekarang? Apa kau baik-baik saja tinggal dirumah itu? Tanya Raya.


"Sikapnya masih kurang baik, kami satu atap dengan jalang nya dia." Alexa mengadu


Alexa memesan croissant dan vanila late.


Raya menatap Alexa.


"Makanan itu tidak cocok untuk makan siang, kau cukup kurus pilihlah makanan yang mengandung sedikit Karbo dan protein." Raya meraih menu membatalkan pesanan Alexa dan menggantinya dengan pesanan steak dan jus semangka kesukaan Alexa.


Alexa tertawa, sejak dulu hingga sekarang sahabatnya ini tidak pernah berubah.


"Aku butuh pekerjaan, apa kau bisa membantuku.?" pinta Alexa akhirnya


"Serius kamu Alexa, kau punya butik cafe dan kamu bisa meminta nya ke Dady kamu." jawab Natasha penuh selidik.


Sedangkan Raya hanya menatap Alexa dengan sorot prihatin yang tidak kentara. Ia tahu klau ia meminta kepada orangtuanya akan di kasih dan si berengsek Sebastian mungkin tidak memberikannya uang.


Alexa tersenyum lembut, ia tahu apa yang kini tengah dipikirkan para sahabatnya


"Dady masih peduli menjamin hidup aku tiap bulan, ia ngasih aku black card dan nyuruh kembali ke perusahaan. Butik sudah di ambil alih sama ulet kadut, dan Sebastian masih membayar semua tagihan kartu kredit ku.." Alexa menjelaskan


"Aku hanya butuh kesibukan ko.". Alexa tersenyum menampilkan wajah cantiknya.


Seorang pelayan membawakan pesanan Alexa dan kedua sahabatnya. Meletakkan di atas meja, sebelum mempersilahkan mereka menikmati pesanannya.


"Jadi, pekerjaan seperti apa yang kau inginkan?" Tanya Raya.


"Apa pun asalkan aku bisa sibuk dan melupakan Masalah akhir- akhir ini"jawab Alexa santai.


Apa yang di katakan Alexa benar, ia butuh suasana baru untuk melupakan masalah nya. Apa lagi sebentar lagi ia akan berpisah dengan suami kaya raya nya itu.


"Kau bisa menjadi model." tawar Raya.


Alexa mengerutkan dahinya.


"Model? sepertimu?" Tanyanya tidak yakin


"Kenapa tidak? Dulu kau yang memperkenalkan ku ke dalam dunia ini. Kalau bukan karena dirimu yang sering di jadikan model di butik mu.aku tidak akan pernah sampai ke dunia ini. Aku tahu kau berbakat. Lihat dirimu Alexa? Kau masih muda, cantik, dengan tubuh seperti itu, kau bisa menjadi model populer kalau kau mau." Raya memotong steak di hadapannya menjadi potongan-potongan kecil.


Alexa terdiam.


"Apa aku bisa?" Ucapnya pelan.


Untuk usiamu sekarang, bisa dikatakan kalau kau sedikit terlambat masuk ke dunia ini, tapi aku yakin kalau kau bisa. Jangan khawatir. Menjadi model produk tidak akan membuatmu terekspos secara pribadi seperti artis. Orang-orang cenderung melihat produk yang kita bawakan saat menjadi model brand. Lagipula sebagai pendatang baru, sangat tidak mungkin wajahmu akan langsung mengisi Billboard atau semacamnya. Wajahmu hanya akan lalu lalang di majalah-majalah mode dan situs-situs official brand tertentu." Raya berusaha meyakinkan sahabatnya.


Alexa menarik nafas panjang.


"Baiklah, aku akan melakukannya. Dari mana aku harus mulai?." Tanya Alexa Ia memang tidak memiliki banyak pilihan.


Raya tersenyum lega.


"Kau ingat? Tunanganku seorang fotographer pro di enterprise studio Aku akan memintanya mengambil beberapa posemu dan aku juga akan meminta managerku membantu. Dia paling tahu tempat yang tepat untuk memulai bagi seorang model pemula."Raya mengedipkan sebelah matanya.


"Aku berhutang budi terlalu banyak kepadamu." Alexa menatap Raya dengan tatapan haru.


"Itulah gunanya sahabat. Dulu kaulah yang selalu membantuku dimasa-masa tersulit dalam hidupku, kali ini aku juga akan melakukan apapun untuk membantumu." Ada kesungguhan dalam nada suara Raya


Alexa memasukkan potongan kecil daging yang tadi disodorkan Raya ke dalam mulutnya.


"Bagaiman dengan musik? Dulu kau suka menyanyi sebelum kau belajar desain? Kenapa tidak mencoba mengasah bakatmu di bidang itu?" Tanya Natasha dengan hati-hati.


Alexa mengangguk.


"Aku ingin, harusnya di coba dulu.Dengan kondisiku sekarang, sewaktu-waktu aku bisa saja menjadi gembel. Kalau Sebastian dan aku bercerai, selain Dady menjamin hidupku." Ucap Kinan.


Dahi Raya mengerut bingung.


"Untuk apa kau bersikeras meminta sebanyak itu kepada Sebastian kalau kau tahu ia hampir mustahil mengabulkannya?" Ucap Raya


Alexa menggigit bibirnya pelan.


"Jika aku menjadi janda,mungkin Sebastian berpikir Hidupku akan sulit kedepannya. Aku harus punya modal hidup yang cukup untuk memulai hidupku di tempat lain. Aku ingin meninggalkan negara ini. membangun karir, dan entahlah....mungkin memulai memegang bisnis Dady di luar sana." Ujar Alexa


"Kalau kau memang ingin membangun hidup yang baru jauh dari Sebastian, kenapa kau harus menuntut resort dan rumah yang kalian tempati sekarang di Jakarta?" Natasha benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran sahabatnya.


Alexa tersenyum.


"Keduanya itu dibangun di tempat yang bagus. Dalam beberapa tahun kedepan, harga aset seperti itu akan melonjak. Jika ternyata aku tidak berhasil dalam bisnis dan karir. Aku masih memiliki jaminan hidup." Jawabnya ringan.


Natasha melongo menatap Alexa.


"Wow, sejak kapan sahabatku menjadi pintar dalam hal seperti ini? Kau tahu? Kau terdengar sedikit serakah, tapi aku suka."


alexa tertawa lepas


"Sejak aku tahu kalau uang dan masa depan lebih penting dibanding cinta. Aku hanya ingin hidup dengan lebih baik."


Raya mengangguk paham. Ia setuju.


"Kau mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan segalanya." Ucap Raya akhirnya.


"Kalau Sebastian memberikan yang aku minta, aku tidak akan perlu khawatir lagi tentang hidupku di masa depan. Kalau tidak, kau akan memiliki seorang sahabat yang miskin." Ucap Alexa.


Setelah sekian lama, akhirnya Raya bisa melihat Alexa bersikap dan berpikir logis.


"Tidak masalah, aku akan menghidupimu seperti anakku sendiri dan aku bisa meminta jatah bulanan ke Dady Damian dengan lebih."


Ketiganya tertawa.


"Apa kali ini aku harus mulai memanggilmu mama?" Ejek Alexa


Tanpa ketiganya sadari, tidak jauh dari tempat mereka berada, seseorang tengah diam-diam memperhatikan mereka.


Bersambung...


Alexa



Raya



Natasha



Brian



Dante



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa klik favorit,rate bintang 5, komen,like,vote dan hadiah nya. Semoga kalian sehat selalu dan bahagia 🥰