
Mengakuisisi Abraham Group
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Bagaimana bisa Mr El?? anda mau berubah tatanan kerja di perusahaan ini" seru para pemilik saham.
"Kenapa tidak, aku sudah mengakuisisi perusahaan ini dari ke bangkrutan. kalau ada yang tidak mau di antara kalian masih menentang keputusan kami, bisa saja aku menghancurkan perusahaan ini sampai menjadi abu sekalian sampai tidak bisa beroperasi lagi.dan tidak akan bisa kembali lagi saham yang masih kalian miliki." ucap Brian
"BUUMMS.!!!!! hancur tak tersisa." katanya lagi.
semua para pemegang saham tidak bisa berkutik dengan gertakan Brian yang mengerikan. semua tidak bisa melawan dihadapan Dewa kematian bisa bisa menjadi gembel.
Alexa merasa terkejut baru pertama kali wanita ini melihat langsung, bagaimana menyeramkan kekasihnya ini jika berurusan dengan Dunia bisnis.
"Sungguh luar biasa kamu sayang, caramu meyakinkan orang sampai tidak bisa berkutik, sebenarnya kamu itu siapa Brian Leonardo Elgan?" gumam Alexa
"Jika mereka merubah semua tatanan perusahaan ini, gimana nasib ku, apa yang harus aku katakan kepada keluarga besar nanti, aku tidak mau turun jabatan, iya kali masih mending jika tidak dibutuhkan lagi bisa di tendang keluar dari perusahaan sendiri" batin Bastian.
"Ayo sayang kita pergi dari sini." bisik Brian seraya mengandeng tangan Alexa keluar dari aula meeting Abraham group.
Sebelum melangkah ke luar, sepasang kekasih itu berhenti di depan Sebastian yang masih mematung lagi-lagi dia di beri kejutan bertubi-tubi.
"Tunggu sayang." Alexa menghentikan langkahnya
"Ini belum seberapa tuan Abraham atas apa yang selama ini anda perbuat kepada ku." seru Alexa dengan seringai penuh kemenangan.
Sebastian melihat kedua orang beda jenis ini pergi dari pandangan nya.ia masih tidak percaya bahwa mantan istri nya adalah pemegang saham terbesar di Abraham group.
Sebelum kabar Abraham grup tumbang Dante sudah menyuruh awak media untuk datang ke Abraham group.
Sebastian keluar dari perusahaan dengan berjalan lunglai. namun gedung perusahaan Abraham group sudah di penuhi wartawan saat Bastian Hendak keluar. ia tidak bisa berkutik didepan wartawan yang sudah melihatnya terlebih dulu.
"Itu dia CEO Abraham group." teriakan salah satu wartawan yang terlebih dahulu melihat Sebastian.
Sebastian mencoba untuk menghindar dan pergi dari lobby perusahaan.
"Tuan Bastian.. bisa kasih waktu sebentar, apa benar Abraham group terancam bangkrut? apa ada hubungannya dengan Anda yang telah berselingkuh?"
Sebastian bungkam tidak memberikan statement apa pun di depan awak media yang terus menyorot nya sampai ia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan perusahaan Abraham group.
Sebastian memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. ia benar-benar sangat frustasi dengan setiap kejutan demi kejutan yang pria ini alami hari ini.
Apakah ini namanya karma karena keluarganya telah membunuh sahabat sekaligus kakek dari mantan istrinya demi Materi yang di kejar!!! sungguh ironis nasib Sebastian yang harus menanggung beban nya, dan terutama istri tercintanya. iya begitulah pikiran Sebastian saat ini.
"Sialan !!!!!! "
"Chiiiiitt ..... " Sebastian mengerem mobilnya mendadak karena ia hampir menabrak ibu hamil yang hendak menyeberang.
"Agrrrrrrhhhhh" teriakan Tian di balik kemudi seraya memukul- mukul setir kemudi mobil nya.
"tin.... tin.... tin... " sahutan klakson mobil di belakang.
Sebastian telah mengakibatkan kemacetan panjang karena mengerem mendadak. tak mau di amuk masa ia kembali melaju mobilnya kerumah.
*
*
*
Bi marti bergegas menuju ruang tamu setelah mendengar klakson mobil majikannya. Mobil terparkir sempurna di halaman rumah. ia tampak lesu, rambut acak-acakan dan sedikit berantakan dengan kemeja sedikit keluar dan dasi tak beraturan masuk ke dalam sembari
duduk di sofa ruang tamu,
Pria itu mengedarkan pandangannya ke penjuru sudut rumah yang luas nan besar,tapi nampak sepi tidak ada suara celoteh anak bungsunya yang baru bisa merangkak, ia hanya melihat kepala pelayan yang mendekatinya.
"Bi ... kemana anak-anak." tanya nya.
"Apa!!!" seru Bastian
"Kenapa tidak ada yang menghubungiku" bentak Sebastian.
"Nyonya sudah memberi kabar kepada tuan,namun tidak tersambung." jawab bi marti
"Damn it !!!!
pria ini baru menyadari bahwa handphone nya ia mode shilent selama pertemuan dengan para pemegang saham.
Sebastian bangkit dari sofa dan bergegas kerumah sakit setelah mendengar kabar papah nya masuk rumah sakit.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Bastian sampai di rumah sakit. ia melihat ibunya dan istrinya tengah menunggu di depan pintu ICU.
Enam bulan lalu papah nya tuan Broto telah menjalankan operasi jantung di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.
"Mamah.." ucapnya lirih.
"Sayang..." seru Rena melihat suaminya telah datang di hadapannya.
"Gimana keadaan papah." tanya nya.
"Masih di tangani sama dokter di dalam." jawab Rena yang melihat ibu mertua hanya diam.
"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa papah bisa masuk ICU."
"Papah mu melihat berita tentang perusahaan nak, apa itu benar kalau Abraham group sudah bangkrut." sahut mamah Elisa yang dari tadi bungkam dengan menahan air matanya.
"iy... iya mah, berita itu benar perusahaan kita telah di akuisisi." jawab Bastian dengan menunduk lesu.
"Apa.... apa yang telah terjadi,kenapa bisa Tian.?"
Sebastian menceritakan semua permasalahan perusahaan yang di alaminya. tanpa kecuali ia juga menceritakan kedatangan Alexa sebagai pemegang saham terbesar di Abraham grup.
"Ini pasti ulah wanita murahan itu kan mas, yang membuat perusahaan bangkrut,dan papah masuk ICU." seru Rena
"Cukup Rena ... cukup ini karena ulah kamu sediri. seandainya kamu tidak mencaci dan menghina Alexa pada saat malam itu kita tidak akan seperti ini."
"apa maksudmu mas??,kenapa ini ulah ku!!!! nyatanya memang benar dia,apa kamu tidak tahu mas soal berita scandal itu??." ucap Rena tergelak.
"Plak."
"Aku bilang cukup Renanata, apa kamu belum tahu, dia itu siapa?dia adalah putri tunggal keluarga Marley." bentak Sebastian kepada istrinya.
"Apa." Rena terkejut seraya memegang pipinya yang sakit akibat tamparan suaminya.
"Apa kamu masih belum percaya..... lihat ini." sentak Sebastian seraya menunjukan cuplikan video jumpa perss klarifikasi keluarga Marley kepada Rena.
"Tidak... tidak... ini tidak mungkin,kamu bohong kan mas." bentak Rena.
Pertengkaran suami istri berhenti. ketika tiba -tiba perawat yang menangani papah nya Bastian keluar dan memanggilnya pihak keluarga pasien.
"Keluarga Abraham." sahut perawat yang baru saja keluar dari ruangan ICU.
"Iya sus, kami keluarga nya"jawab Sebastian.
"Tuan Abraham memanggil tuan Sebastian."sahut perawat.
bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
terimakasih sudah mampir. jangan lupa tinggalkan jejak komen,like dan hadiah nya." lope lope sebanyak-banyak nya 😘
vote gaes...vote ... jangan lupa terimakasih 🙏🙏