I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
125. Tidak Bisa Jauh



Tidak Bisa Jauh


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Baru beberapa jam akan kepergian Brian, namun wanita hamil ini sudah sangat merindukan nya. bahkan ia selalu ngecek handphone nya, namun tidak ada chat atau panggilan apapun dari suaminya itu membuat Alexa mendesah kesal.


Mom lili yang sedang menemani putrinya itu makan siang, melihat putrinya hanya fokus kepada benda pipih berbentuk persegi panjang itu.


"Sayang, jangan pandangi handphone terus mana bisa kenyang, lagian Brian baru pergi 3jam yang lalu dia masih di dalam pesawat sayang, lebih baik kamu fokus ke makanan yang ada di hadapanmu"


"Lexa gak lapar mom" jawab Alexa.


Ia hanya memandang makanan dan sesekali melirik handphone nya. wanita hamil ini sama sekali tidak menyentuh makanan di hadapannya.


"Kamu boleh tidak makan, mommy tidak memaksa, tapi ingat kata- kata mommy" mom lili memegang tangan Alexa "Apa kamu tidak kasian anak-anak kamu yang ada di dalam kandungan?"


Alexa merasa tersentak dengan kata-kata mommy nya itu, hanya karena keegoisan nya menunggu kabar dari suaminya ia sampai lupa bahwa ia sedang mengandung. jika Brian sampai tahu ia mungkin akan marah.


"Maafkan Alexa mom" lirih Alexa ia menundukkan kepalanya "Alexa berjanji tidak akan seperti ini"


Mom lili tersenyum akan jawaban putrinya itu "Sekarang kamu makan makananmu, tadi pagi kamu tidak sarapan, habis ini kamu mau kemana mommy janji akan menemani kamu"


"Lexa akan makan sekarang dan lexa tidak mau kemana-mana hanya ingin berkebun saja, temani lexa ya mom"


***


Tidak jauh berbeda dengan Brian, pria ini selalu saja memikirkan istrinya dan juga kedua calon anak-anaknya yang di dalam kandungan.


Selama di dalam pesawat pria ini memikirkan terus menerus, ia bahkan tidak bisa tidur, Brian memijit tengkuk yang terasa berat. baru kali ini ia meninggalkan istrinya yang sedang mengandung.


Sejujurnya ia berat jika harus meninggalkan dan berjauhan seperti ini, bagaimana bisa ia melewati paginya tanpa Alexa yang bisa membuatnya sedikit nyaman ketika morning sickness datang. ia memikirkan sepanjang perjalanan Membuat nya terasa pusing dan mual.


Pramugari yang di tugaskan untuk melayani Brian selama perjalanan ke Inggris, ia melihat bos nya tidak sedang baik-baik saja, ia mencoba mendekati Brian yang sedang sedikit uring-uringan.


"Mr El!Are you okay?" tanya pramugari pada nya.


Brian merentangkan satu tangan kedepan untuk tidak mendekat "Jangan mendekat, saya baik-baik saja" satu tangan nya sudah menutup hidungnya. namun kenyataannya ia tidak baik-baik saja.


"Tapi Mr El, anda terlihat sangat pucat, apa anda sakit?"


"Tidak!" sahut Brian, perutnya mulai merasakan tidak karuan, ia bangkit untuk menjauh dari pramugari nya itu ia sedikit menjauh dari nya dengan berjalan sedikit sempoyongan, pramugari itu mencoba untuk membantu nya namun di tolak keras oleh Brian.


Brian masih saja keras kepala ia terus saja berjalan dengan sempoyongan dan mencoba menutupinya dengan segera pergi dari tempat duduknya dan memasuki kamar pribadinya itu di dalam jet private nya.


"Ini sudah menjadi keputusan ku untuk pergi ke Inggris meski sebenarnya berat, tapi aku harus bisa, aku harus sedikit egois" gumam Brian.


Mungkin untuk pergi tidur ia akan bisa mengurangi rasa pusing dan mual yang sedang melanda. "Sayang maafkan dady kali ini egois" Brian menatap handphone nya dimana saat dirinya merekam Alexa sedang di USG dan ia merekam nya di handphone miliknya, Brian mengusap layar handphone nya sampai pria ini lama-lama bisa tertidur dengan pulas.


Pramugari yang tadi mencoba mengintip bos nya untuk melihat keadaan nya itu, ia sedikit lega karena Brian ternyata tertidur dengan handphone ditangan nya. ia tidak berani untuk mendekat karena ruangan pribadi Brian jadi ia tidak berani untuk masuk ke dalam. bisa- bisa nanti di pecat karena lancang memasuki ruangan pribadi bos nya.


"Syukurlah jika Mr El tertidur" gumam pramugari cantik itu.


*


*


*


Kedua pria ini berjalan beriringan karena mereka berdua pulang bersama dalam satu mobil karena tujuan nya sama Bertemu orang yang ia sayangi Alexa.


Setelah di beritahu mbok inah mereka langsung menuju yang di maksud, Dad Damian dan Jo melihat Alexa yang sedang berkebun di halaman belakang di temani mom lili.


"Darl!" Sapa Dad Damian pada putrinya itu.


Kedua wanita itu menoleh ke sumber suara, Alexa merasa senang Dady nya sudah pulang "Dady" sahut Alexa yang masih memegang sekop.


"Kalian sudah pulang?"


"Iya sayang, Dady kangen princess Dady" dad Damian memeluk tubuh istrinya dan mencium nya karena mom lili berada tidak jauh dari suaminya. Damian menyerah Tas kerja ke pada Jo, lalu merentangkan tangannya untuk memeluk Alexa.


Alexa menaruh alat kebun lalu mendekati Dady nya untuk menerima pelukan Dady nya.


Dady Damian memeluk putri semata wayangnya dan Alexa menerima pelukan Dady itu "Dady" lirih Alexa dalam pelukan Dady nya.


"Darl!Are you Ok?" mengurai pelukan mereka. dad Damian menatap wajah putrinya Alexa menggeleng kepalanya "lexa di tinggal kak Brian ke London dad" Alexa sendu.


"Darl, berdoa saja semoga pekerjaan di sana agar cepat selesai dan cepat kembali, kamu kan tahu jika suami kamu itu pengusaha muda yang sukses dengan menjalankan dua perusahaan terbesar, maka dari itu kamu akan sering di tinggal"


"Ya dad,lexa tahu, jika lexa tidak sedang hamil muda mungkin sudah di ajak" keluh Alexa.


"Darl, tidak perlu di sesali, karena ini rejeki yang sudah di kasih sama yang di atas"


"Lexa tidak menyesal, karena ini adalah keinginan terbesar lexa dalam hidup lexa adalah bisa kembali mengandung" Alexa mengelus perutnya,


Dady Damian merasa senang atas jawaban bijak putrinya, ia lebih sedikit dewasa dalam menyikapi nya.


"Mom akan buatkan kalian minum dan cemilan"


Setelah di bantu mbok Inah membawakan minum dan cemilan mereka berempat duduk di halaman belakang yang menghadap taman.


Meski mereka bersama namun pikiran Alexa tertuju pada Brian suaminya, bohong jika dia tidak memikirkan apa lagi merindukan nya, biasanya jika ia di tinggal Brian ke kantor ia akan menghubungi nya meski hanya ingin mendengar suara nya saja. namun kali ini Brian belum menghubungi nya, karena ia tahu jika perjalanan ke Inggris memerlukan waktu yang tidak sedikit, kurang lebih 16 jam, dan ia baru berpisah kurang lebih 7 jam, masih 9 jam lagi untuk sampai di London Inggris.


Jika saja Brian langsung menghubungi Alexa saat ia mendarat. tapi kalau mengingat berbeda waktu sudah dini hari di Jakarta Alexa mungkin sudah tidur.


Bersambung..


Bumil saat menunggu kabar dari Mr posesif



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar lope sebanyak-banyaknya 😘.


Hari Senin gaes waktu vote gaes voteπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


**Terimakasih yang sudah memberikan dukungan like, vote dan hadiah nya, sangat berarti bagi author untuk terus tetap update, other tidak meminta banyak sedikit saja sudah sangat membantu untuk tetap terus melanjutkan karya ini, di harapkan untuk Raider semua πŸ™πŸ™πŸ™


lope lope sebanyak-banyaknya πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—**