
Bertemu Rena
Happy reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"prang.....prang.... "
Terdengar barang- barang di dalam kamar di lempar semua oleh Nadya.
ini tidak sesuai dengan rencana Nadya yang di harapkan. Pria incarannya dengan terang-terangan mengumumkan pernikahannya dengan Alexa dalam waktu dekat di hadapan awak media.
"Kenapa aku bisa kalah selangkah sama dia. brengsek,awas saja aku kasih perhitungan dengannya, yang jelas dia telah merebut milikku."gumam Nadya.
"Alexa ...." geram Nadya sambil merekatkan giginya.
ia mengepalkan telapak tangannya sampai buku - buku tangan nya memutih,
nampak jelas ia cemas dengan nasib nya. bisa saja pria suruhannya itu membocorkan rahasia nya.
"Brengsek... brengsek... argghhhh...."
"Prang ...... prang ...... "
Wanita ini kembali melempar barang-barang yang ada di depan nya, setelah melihat tayangan siaran langsung jumpa perss berlangsung.
Di dalam mension tampak seorang pria berumur itu mendengar benda-benda pecah yang di lempar putri nya di dalam kamar.
"tok... tok..tok..."
"buka pintunya sayang." sahut tuan Guang berteriak kepada putrinya untuk membuka pintu, namun tidak kunjung di buka.
"Cepat kau dobrak pintu kamar Nadya." katanya lagi seraya menyuruh anak buahnya untuk membuka paksa pintu kamar nya.
Brak... brak...brak..."
Tidak butuh waktu lama akhirnya pintu kamar Nadya terbuka. pria berumur ini masuk ke dalam kamar putrinya yang sudah tidak karuan bak kapal pecah,ia mendekat ke arah putrinya yang sedang duduk di lantai kamar.
"Kenapa kamu seperti ini, ada apa katakan pada Dady nak!!!!." sahut tuan Guang seraya mendekat ke arah putrinya.
Tuan Guang membantu memapah tubuh putrinya ke kursi sofa yang tidak jauh dari nya.
"Brian... Dady .... Brian tega sekali dia memilih wanita itu dari pada Nadya, Dady tolong Nadya." ucap Nadya dengan berlinang air mata.
"Dad.. tidak tahu bagaimana cara nya sayang."tutur tuan Guang pada putrinya.
"Nadya tidak mau tahu,Dady harus melakukan dengan cara apapun agar Brian menikah dengan ku" Nadya berkata dengan suara keras.
Tuan Guang menghela nafas panjang. "Dia pria yang tidak bisa di ancam dengan apapun, orang yang sangat berpengaruh.tapi dad janji akan membuat mu mendapatkan nya."
*
flash back:
"Papah.." sahut Bastian yang baru saja masuk kedalam kamar ICU tuan Broto Abraham.
tuan Broto yang baru saja melewati masa kritis nya karena penyakit jantungnya kambuh. melihat putra semata wayangnya datang.
"Kemarilah nak." ucap papah Bastian.
"Papah baru saja membaik kondisinya, jangan banyak bicara dulu tian mohon pah." jawab Sebastian.
Tuan Broto tersenyum mendengar putranya itu "tidak nak, papah merasa tidak apa-apa." seru tuan Broto dengan nada bicaranya yang sedikit terbatah-batah karena menahan sakit.
"Nak maafkan papah, yang tidak pernah menceritakan semua tentang Alexa dari awal,papah mohon maaf mau kan kamu maafkan papah." katanya lagi.
Tuan Broto Abraham akhir menceritakan semua tentang keluarga Alexa tidak ada yang terlewatkan begitu saja,kenapa putra nya sendiri tidak pernah tahu mantan keluarga istrinya itu. kakek nya tidak ingin kehilangan apa yang sudah ia dapat meski dengan membunuh sahabat nya yaitu kakeknya Alexa.
Tuan Gani Abraham memaksa Sebastian untuk menikah dengan alasan balas Budi, sungguh konyol hanya karena menutupi kejahatan nya.
"sudahlah pah semua juga sudah terjadi,tidak bisa di kembalikan lagi seperti semula. Tian juga egois tidak pernah mau tahu soal Alexa apa lagi untuk mencintai nya, Tian menyesal" jawab Bastian dengan menahan air matanya.
"papah bangga sama kamu nak," ucap tuan Broto tersenyum, "Tian bisakah kau menurut permintaan papah nak?"
"Papah mau apa,akan Tian turuti semua keinginan papa, asal papah bahagia." seru Sebastian.
"Tian ....... papah mohon kamu jaga mamah mu,papah tidak bisa menjaganya lagi." pinta tuan Broto.
"Papah jangan bicara seperti itu, papah pasti sembuh, Tian mohon pah."Sebastian mengintrupsi.
"Tidak nak, papah sudah tidak kuat lagi, maafkan papah, titip salam buat mamah mu,papah sangat mencin ......."
"Tut....Tut.... tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttt...."
terdengar suara monitor detak jantung tuan Broto berhenti yang mengejutkan Sebastian
"Tidak pah, jangan tinggalkan Tian pah," ucap Sebastian seraya memeluk tubuh papahnya.
"Dokter.... dokter... Tolong papah dok." teriakan Sebastian memanggil Dokter yang menangani papah.
Tidak butuh waktu lama akhirnya dokter datang dan mengecek detak jantung tuan Broto. dengan alat pacu jantung, beberapa kali dokter untuk mencoba menstabilkan detak jantung normal kembali. namun tidak bisa.
Dokter menatap perawat yang membantunya dengan menggelangkan kepalanya.
"Maaf tuan Abraham, saya tidak bisa menyelamatkan beliau." ucap dokter muda itu.
"Tidak dok, papah masih hidupkan." tanya Bastian seraya menggoyahkan tubuh dokter di depan nya."
flash back off:
Sebastian kini berada di ruang kerja ia masih mengingat jelas dengan perkataan papahnya seminggu yang lalu sebelum papah pergi selamanya.
"Sungguh bodoh sekali aku, tidak pernah tahu Alexa itu siapa. maaf kan aku Alexa, sungguh aku menyesal telah melepaskan mu." batin Bastian.
"Dan bodohnya lagi aku tidak pernah peduli kalau Dady Damian sering masuk berita, majalah bisnis sebagai pengusaha sukses. Bodoh.... bodoh.... argghhhh." teriakan Bastian di dalam ruang kerjanya. seraya membuang barang -barang yang ada di dalam nya
"Alexa maafkan aku." teriakan Sebastian dari dalam ruangan kerja.
"aku tidak boleh kehilangan apa yang sudah aku jaga semenjak aku di percaya untuk memegang Abraham group."Gumam Bastian.
"Aku harus cari investor yang mau bekerjasama dengan ku."
*
*
*
Hari ini Alexa mengajak sahabat Raya untuk pergi mall membeli kebutuhan cafe dan resto yang sempat tertunda akibat scandal yang Alexa alami tempo hari.
"Tumben kau mengajak ku, apa Mr Posesif mu tahu kita pergi?"
"iya dia tahu kita pergi, baru saja aku kasih tahu dia, tapi tidak aktif." jawab Alexa sendu
"Kemana dia tumben kamu kasih kabar tidak langsung dia balas, biasanya cepat sekali kaya patas." ucap Raya mengejeknya.
"Dia sedang di munchen sudah dua hari tapi belum kasih kabar"
"Pantas saja kau menculikku, ternyata sahabat ku ini lagi kesepian." Raya tertawa.
"Eh kita masuk ke toko itu saja Yuh, seperti nya bagus- bagus." seru Raya menunjuk ke arah toko pernak pernik dekor.
"Yuh kita coba masuk." jawab Alexa seraya menarik tangan Raya untuk masuk.
"Wow kau benar Ray,tempat ini memang yang aku cari, banyak sekali yang kita butuhkan di tempat ini ada semua." katanya lagi dengan antusias.
"Iya kau benar Al, aku cari sebelah sana iya" ucap Raya menunjuk ke arah kiri.
"Mbak.. aku mau yang di atas sana dan itu juga tolong di ambilkan iya." pinta Alexa menyuruh salah satu pelayan toko untuk membantu mengambilkan yang dia mau.
Setelah membeli berbagai pernak-pernik yang mereka berdua butuhkan akhirnya menyudahi acara belanjaan karena di rasa sudah banyak yang mereka beli.
"Banyak sekali kita beli pernak-pernik nya Al."
"Iya aku kalap mata semua bagus dan cocok kalau buat di cafe kita." jawab Alexa santai.
Raya terkekeh melihat kelakuan sahabatnya.
Mereka memutus untuk membayar semua belanjaan ke kasih.
"Mbak berapa totalnya.?" tanya Alexa
"Semua totalnya Tiga puluh Limas juta." kata kasir di depan nya.
"Ini mba kartunya dan nanti kirim ke alamat ini iya." seru Alexa seraya menyerahkan Balck cards dan kartu alamat cafe dan resto nya itu.
"Baik mbak." kata kasih setelah menyerahkan kartu black card Alexa kembali.
Setelah selesai membeli pernak pernik dekor mereka berdua memutuskan untuk berkeliling ke mall tersebut.
"Eh lihat bukannya dia istrinya mantan suami lho Al? tanya Raya yang melihat Rena di salah satu toko tas branded.
"Iya."
"Al, seperti nya dia membuat keributan dech." seru Raya. menunjuk ke arahnya
"Mbak.. mbak ada apa?" tanya Raya kepada salah satu pelayan toko.
"Itu mbak nya gak bisa bayar, tapi masih kekeh ingin membayar nya padahal kartu kredit tidak bisa di gunakan."
"Tunggu Ray, sebentar."
"Al kau mau kemana.? teriak Raya melihat Alexa pergi masuk ke dalam toko.
Alexa mendekat ke Rena yang masih berdebat di depan kasir.
"Mbak biar saya saja yang membayar tagihan belanja mbak ini." tanya Alexa kepada kasir toko.
"Kau... sedang apa disini." ucap Rena kaget melihat kedatangan Alexa.
"Aku membantu membayar belanjaan mu."
"Hai.. apa kau bilang!!! aku tidak butuh bantuan mu,aku masih bisa membayar belanjaan ku sendiri"Ucap Rena sombong seraya membuka dompetnya dan memberikan salah satu kartu kredit yang lainnya.
Dengan sedikit ragu Rena menyerah kartu kredit dadakan yang tidak pernah ia gunakan.
"Ini sisa kartu kredit ku yang tidak pernah aku pakai hanya ini yang aku punya saat ini"batin Rena.
"Sudahlah aku tahu, kamu tidak punya uang lagi,lebih baik terima saja tawaran ku ini." seru Alexa melihat keraguan Rena untuk menyerahkan kartu kredit satu-satunya yang tersisa.
"Sudah mba pakai kartu ini saja." pinta Alexa kepada kasir toko.
"Ini belanjaan kamu, terima saja dari pada kau di penjara karena tidak bisa membayar" seru Alexa mengejek Rena sebelum meninggal toko tas branded itu
"Awas kau Alexa, kau sudah berani mempermalukan ku didepan umum,lihat saja nanti." geram Rena seraya mengepal tangannya.
Bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
terimakasih sudah mampir jangan lupa like, dan komentar.
jangan lupa juga hadiah dan vote nya lope lope 😘