I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
65. Depresinya Mamah Elisa



Depresinya Mamah Elisa


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah terjadi perang dingin saat Sebastian menampar pipi istrinya itu Rena, istrinya tidak mau bertemu suaminya nya.


Wanita ini bahkan tidur di kamar anaknya. membuat Sebastian di buat sedih.karena ulahnya sendiri.


Hari ini sebastian mencoba membujuk istrinya untuk memaafkannya itu.dengan mendatangi salah satu kamar putranya, yang berada di samping kamar utama yang dulu menjadi kamar Alexa sekarang menjadi kamar Rena dan Bastian.


"Hai ... apa kau masih marah soal kemarin aku menampar mu."


Rena hanya diam, ia tidak menjawab pertanyaan suaminya itu.wanita ini memilih untuk pergi menghindari dari Sebastian. namun dengan cepat Sebastian menarik tangannya ke dalam pelukannya.


"Maaf kan aku karena aku hilaf,kau tahu aku tidak ingin kau meninggalkanku dan menjauhi ku dari anak-anak" kata nya lagi seraya memeluk Rena dalam pelukannya


"Cukup mamah saja yang menderita karena ini, jangan kau menambah beban ku lagi.kita bisa memulai lagi dari nol,"bisik Sebastian.


"Aku tidak tahu mas,lihat saja nanti." ucap Rena yang sedari tadi hanya diam. dan melepaskan pelukan suaminya itu.


"Bersabarlah aku akan membujuk Alexa untuk mengembalikan Abraham group kesemula."


"Apa kau yakin mas?Dia itu bukan wanita yang gampang dibodohi mas, apa lagi kau akan memaksa wanita itu?" ambigu Rena yang belum yakin.


"Kita lihat saja nanti, kau tahu Alexa terlalu obsesi sekali kepadaku." Sebastian dengan Pede nya.


"Percaya diri sekali kamu mas" ucap Rena setelah perdebatan dengan Bastian ia memutuskan untuk pergi darinya.


"Kau mau kemana?" teriak Sebastian melihat istrinya pergi darinya.


*


*


*


Rena membawa nampan berisi makan siang untuk ibu mertua nya itu, semenjak wanita paruh baya ini mengetahui Abraham group jatuh ia merasa jiwa nya hilang, Setelah suaminya meninggal kan nya untuk selama-lamanya sekarang perusahaan keluarga besar Abraham group sudah di akuisisi oleh mantan menantunya itu membuat nya depresi.


"Mamah makan lah dulu ya? Rena bawakan makan kesukaan mamah" bujuk Rena kepada ibu mertua nya.


Namun Elisa hanya diam, pandangan kosong ke depan, wanita paruh baya ini merasa dunianya sudah tenggelam,sudah tidak berguna dan tidak memiliki gairah untuk hidup.


"Ayo mah, Rena suapin ya kali ini" ucap Rena mencoba menyuapi ibu mertuanya itu.


"Mamah dari kemarin belum makan, ayo makan mah, nanti mamah sakit" seru Rena mendekati dengan membawa nasi di tangannya


Namun lagi-lagi Mamah Elisa hanya diam bahkan tidak menatap makanan yang di bawa Rena, bahkan Rena merasa iba melihat ibu mertuanya itu seperti mayat hidup, wajah pucat, Membuat Elisa begitu menyedihkan, Wanita ini memeluk ibu mertuanya dan membendung air matanya.


"Mamah jangan seperti ini, Rena mohon mah, Dimana mamah yang dulu, yang selalu ceria, jangan seperti ini mah setidaknya hidup untuk putra mamah mas Tian"


"Kau.... kau lah penyebab semua ini, jika tidak ada kau hadir dalam keluarga Abraham tidak akan seperti ini" teriak Elisa seraya mencekik leher Rena yang hampir kehabisan oksigen.


"Ma.....m..a...h... ja...Ng...a.,.n.... To...Lo..n...g" teriakan Rena berusaha untuk meminta bantuan.


Rena mencoba mencari bantuan untuk bisa terlepas dari cekikan ibu mertuanya itu dengan melempar nampan berisi makanan yang di bawanya tadi.


"Prang."


Suaranya menggema di kamar Elisa membuat Sebastian yang hendak mencari istrinya itu yang pergi begitu saja.


"Mamah cukup, mamah bisa membunuh Rena" teriakan Sebastian untuk menghentikan cekikan mamahnya itu kepada istrinya dengan menarik lengan tangan mamahnya.


Namun mamah Elisa tiba-tiba menangis histeris, dan terus berteriak histeris sampai mamah Elisa jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


"Mas... mamah kenapa?" tanya Rena melihat ibu mertuanya pingsan di depannya.


Sebastian mengambil Handphone di kamarnya ia menghubungi dokter keluarga Abraham, Setelah menunggu beberapa jam dokter keluarga Abraham akhirnya sampai dirumah Sebastian untuk memeriksakan kesehatan mamah nya.


"Gimana dokter, keadaan mamah saya." tanya Sebastian kepada dokter keluarga nya yang bernama dokter Tyo.


"Maaf tuan Bastian, lebih baik nyonya besar di bawa ke psikiater, nanti saya akan bantu anda merekomendasikan dokter psikiater terbaik di kota ini"


"Baiklah terimakasih dokter atas saran nya."


Setelah Dokter keluarga Abraham menyarankan nyonya Elisa pergi ke dokter psikiater, Sebastian dan Rena dengan segera membawa mamah elisa ke tempat psikater yang sudah di kasih tahu dokter Tyo.


"Bagaimana Dokter?"


"Tuan,lebih baik ibu anda dirawat disini, saya takut jika dia di bawa pulang akan menyakiti dirinya sendiri dan juga keluarga anda yang lain, ini demi kesembuhan ibu anda."


"Tapi, Dokter!! apa mamah saya separah itu sampai harus di rawat di RSJ ini."


"Kita lihat pemeriksaan lebih lanjut dan keseluruhan untuk mengetahui penyebabnya."


"Baiklah Dokter jika itu yang terbaik untuk mamah saya."


"Dokter apa saya boleh mendekati mamah saya sebelum saya pulang kerumah"


"Boleh tuan, tapi jangan sampai memancing emosi beliau."


"Terimakasih dokter."


Dokter psikiater itu menemani Sebastian dan istrinya untuk mendekati mamah Elisa sebelum suami istri itu pamit pulang.


"Mamah Rena pulang Dulu iya, nanti Rena sama mas Tian kesini lagi." ucap Rena


wanita ini meminta ijin untuk pulang kerumahnya dengan segera mengingat ia mempunyai anak balita yang di tinggal dengan saudara kembarnya itu.


mamah Elisa mendengar suara Rena ia kembali histeris dan hendak mencekik Leher Rena kembali dengan segera dokter yang menangani mamah Elisa dengan cepat menyuntikkan obat penenang kepada pasien nya mamah Elisa.


setelah di beri obat penenang oleh dokter Jordan mamah Elisa tertidur.


"Ayo sayang lebih baik kita pergi dari sini, kasian anak-anak dirumah."


"Tapi, mamah mas" ucap Rena sendu.


"Kamu tidak usah khwatir mamah aman disini, dari pada kita membawa pulang mamah akan mengamuk dan mencelakai kamu lagi" bujuk Bastian kepada istrinya itu"


"Ingat kau meninggalkan anak-anak mu sendiri dirumah, kasian mereka pasti menunggu kita dirumah, nanti kita bisa berkunjung lagi kesini." katanya lagi.


Rena akhirnya mau pulang kerumah setelah di bujuk oleh Sebastian suaminya itu.


"Dokter, jika ada apa-apa tentang mamah saya, tolong dokter hubungi m kami dengan segera."


"Iya tuan, pasti saya akan menghubungi anda jika ada sesuatu yang terjadi kepada ibu anda."


"Baiklah dok, kami permisi dulu."


"Mamah ... Bastian pulang dulu ya, mamah semoga cepat sembuh dan biar kita bisa berkumpul kembali dan mamah bisa bermain dan bercanda dengan cucu-cucu mamah." seru Bastian sebelum meninggal kan mamah nya di rumah sakit jiwa.


bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak like komen nya sebanyak- banyak nya lope lope 😘


vote dan hadiah nya sangat berarti buat author untuk tetap semangat update.


salam sayang dari author......


salam santun 🤗🤗🤗