
Mengalah
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Alexa berdiri di balkon kamarnya. seraya menikmati sinar matahari sore.brian memeluk Alexa dari belakang membuat Alexa tersentak menoleh ke belakang. membuat jantung Alexa semakin bertalu-talu, suaminya selalu membuat nya jantung.
"Astaga sayang bikin aku jantungan saja" keluh Alexa memegang dadanya yang kaget.
Brian tersenyum dan menyender di bahu Alexa, wajah Brian mendekati telinga Alexa,Brian semakin mendekatkan bibirnya ke telinga Alexa. membuat Alexa semakin merinding, meski sudah terbiasa namun jantung Alexa selalu berdetak kencang jika bibir Brian menempel di telinganya "Maaf sayang aku telah mengagetkan kamu"bisik Brian.
Pria tampan ini mencium leher jenjang Alexa dan meninggalkan bekas merah. "Aku suka bau aroma tubuh mu sayang" Brian mengendus ke tengkuk lehernya membuat Alexa merasa geli karena Brian telah mencium salah satu daerah sensitif Alexa.
"Ahhh sayangggg" desah Alexa menikmati permainan Brian, tangan Brian sudah menjalar ke balik baju Alexa ia terus mencari tempat favorit nya. "Aku menginginkan mu sayang" Brian membelai nya dengan lembut.
Tidak ada penolakan Brian mengendong tubuh Alexa di atas kasur. ia memulai kegiatan panasnya yang tertunda tadi pagi. semenjak hamil Alexa benar-benar ingin selalu di sentuh suaminya, mungkin ini karena hormon kehamilan nya.
Hampir satu jam kegiatan ranjang mereka selesai, Brian mengingat perkataan dokter Kim kembali,kalau kehamilan Alexa masih di trimester pertama akan rawan dengan keguguran mengingat Alexa hanya bisa hamil lagi 10%.brian tidak mau kenapa-kenapa pada istrinya itu.
*
*
*
Kini waktu untuk makan malam, mom lili dan dad Damian hanya pergi ke Bandung jadi ia tidak sampai harus menginap di Bandung. mengingat putrinya sedang mengandung dan suaminya yang sedang kurang sehat.
Mereka kini sedang menikmati makan malam bersama. mbok Inah membawakan pesanan Brian Seblak yang langsung dari Bandung.
"Ini tuan pesanan anda" mbok Inah menaruh semangkok seblak di atas meja di hadapan Brian.
"Apa ini" Brian menatap semangkuk Seblak yang masih panas, karena mbok Inah menghangatkan kembali. "Itu pesanan Kamu, mom sama Dady sengaja membeli dan membawakan untuk mu, Agara cucu mommy tidak ileran" penjelasan Mom lili kepada menantunya itu.
"Owg ini yang di maksud dengan makanan yang sedang hit ternyata seperti ini" Brian menganduk- aduk semangkok Seblak yang masih mengepul dengan asap nya yang ada di depan nya.
"Iya sayang, makan lah" Alexa mengiukkan sendoknya ke dalam mulut Brian. "Bagaimana rasanya" Alexa sudah menunggu jawaban dari suamiku itu "Ini terlalu pedas jika untuk mu sayang, kasian calon bayi kita kalau ikut konsumsi" keluh Brian.
"Tapi ini enak tahu kelihatan nya, aku juga ingin mencobanya"
"No sayangggg"
"Why? Our child's wish" seru Alexa.
Jika sudah mengancam soal anak Brian tidak berkutik. akhirnya seblak itu yang memakan Alexa. melihat nya Brian sudah sangat khwatir, karena terlihat banyak cabenya. sangat jelas dari kuah sablaknya yang kemerahan dan pedas ketika sudah di lidah.
Alexa sangat menikmati makan seblak. padahal tadinya yang meminta di bawakan Brian namun Setelah melihat kuahnya yang banyak mengandung cabe ia urungkan, namun malah istrinya yang makan dan menghabiskan.
Ahh kenapa aku harus bilang begitu, Alexa kan jadinya yang memakannya
Mom lili dan dad Damian hanya melihat saja, ia juga tahu jika orang ngidam tidak boleh di tolak, ini termasuk putri nya yang sedang ngidam padahal keinginan hanya untuk menantunya Brian bukan Alexa, ko malah sekarang terbalik.pikir mom lili.
"Sudah lah nak, mungkin ini keinginan anak-anak kalian" mom lili mengintrupsi melihat mereka berdua yang masih debat.l soal larangan memakan seblak.
Brian akhirnya mengalah melihat istrinya itu makan sebalak hingga tak tersisa di mangkuk nya, terlihat istrinya sangat menikmati dan terlihat keringat yang muncul di dahi istrinya itu. pria bule ingin mengambil beberapa lembar tisu dan mengusap kan keringat di dahi Alexa.
"Bagai mana cucu grandpa?" ucap dad Damian ia ingin tahu perkembangan cucu nya, meski sibuk dad Damian tidak lupa menanyakan tentang perkembangan kehamilan Alexa. "Apa dia membuat mommy nya khawatir Darl"
"Alhamdulillah dia tidak apa-apa dad, dia tumbuh sehat, dia masih sekecil kecebong" Alexa mengingat kembali hasil USG tadi pagi.
"Ahh syukurlah dad senang mendengar nya dan kamu nak Brian apa masih merasa mual dan pusing ketika berhadapan dengan orang lain?"
"Seharian ini tidak dad, mungkin karena Alexa membuat ku tidak merasakan mual dan bau tidak enak" ujar Brian
"Syukurlah kalau begitu, tapi apa nanti Alexa akan selalu menempel kamu terus nak"
"Deg"
Perkataan ayah mertuanya ada benarnya juga, ia tidak mungkin Alexa harus di sisinya terus. ia harus melakukan sesuatu agar ia bis terbebas dari Alexa.
"Selama Alexa nyaman akan terus bersama Brian dad"
"Iya tapi apa kamu lupa Darl? jika kamu sedang hamil tidak mungkin harus di sisi Brian terus, akan menghambat pekerjaan suami kamu yang banyak dan padat" dad Damian mengingat kan kembali pada putrinya itu.
"Dady mu benar sayang, coba kau buatkan suami mu teh jahe untuk mengurangi rasa mual"
Alexa baru menyadari, biasanya ia akan membuat kan suaminya itu teh jahe jika sedang banyak pekerjaan, minuman ini akan membuat suaminya merasa tenang. semenjak ia dilarang menggunakan dapur ia tidak ingat kebiasaan Brian jika sedang di penthouse ia akan membuat kan teh jahe.
"Iya dad mom, Alexa akan buat kan nanti untuk suami Alexa."
"Nyuruh Koki saja sayang, jangan kamu yang membuat teh jahe nya, ingat kau tidak boleh terlalu capek"
"Tapi ini hanya membuat teh saja apa harus di larang juga? menyebalkan" Alexa merajuk.
Jika Alexa sudah merajuk seperti ini susah untuk di bujuk atau di larang sekalipun, ia tidak boleh membuat istrinya itu kecewa atau sampai menangis. terlihat Alexa sudah dengan mode cemberut dan matanya sudah berkaca-kaca.
Brian sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membuat Alexa menangis.
"Baiklah, aku ijinin kamu tapi ingat lho sayang hanya membuat teh saja tidak lebih dari itu" seru Brian menakan kata pengecualian untuk Alexa tidak melanggar aturan yang di beri Brian kepadanya. membuat Alexa tidak jadi menangis dan ia memeluk lengan Brian "Makasih sayang aku janji hanya membuatkan mu teh saja tidak lebih"
"Kau itu seperti mommy dulu Darl, waktu hamil kamu seperti ini, dan Dady tidak bisa memaksa atau melarang membuat putri Dady ini menjadi keras kepala" dad Damian tertawa
"Dady " rengek Alexa
Membuat semua orang yang disitu tertawa melihat Alexa merengek manja kepada Dady nya.
"Tuh kan nak Brian putri mommy jika sedang manja, padahal ia akan menjadi seorang ibu"
Brian tersenyum mendengar penjelasan ibu mertua nya, ia lebih senang Alexa yang manja dari pada melihat Alexa yang sedikit bar bar.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyak nya 😘
Salam sayang dari author di tunggu vote nya😂😂
Salam santun 🤗 🤗
Author akan doubel update jika kalian tidak kasih dukungan like sebanyak-banyaknya 😘