
Rujak Buah
Maaf jika masih ada kata yang typo 🙏🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Selesai" seru Brian setelah membantu memakaikan baju untuk Alexa.
Brian mengecup pucuk kepala Alexa ia menatap wajah cantik istrinya di depan cermin seraya memeluknya dari belakang.
"Istriku cantik sekali"
Alexa tersenyum dan ia mendongakkan kepalanya ke atas " Terimakasih sayang, kau sudah membantuku terlihat cantik" Alexa mengecup tangan Brian. "sekarang gantian kamu yang aku dandanin sekarang" Alexa bangkit dari duduknya lalu mengambil baju untuk suaminya.
Alexa memilih kaos berwarna grey yang pas body di badan Brian membuat lengan kekarnya terlihat dan celana jeans berwarna navi. Dan sepatu kets berwarna putih. Terlihat sangat berbeda lebih casual dan santai.
"Istriku memang terbaik jika masalah fashion" Brian mengecup bibir Alexa "Terimakasih sayang"
"Tunggu sepertinya masih ada yang kurang" Alexa melipat satu tangan nya dan satu nya mengetuk- ngetik dagu nya.
Brian hanya pasrah ia hanya diam saat istrinya memperhatikan penampilan.
Melihat istrinya masuk ke Walk in closet kembali dan tidak butuh lama keluar dari walk in closet ia memakaikan kaca mata kepada Brian dan memakaikan jam tangan ke lengan tangan Brian.
"Sempurna" Alexa tersenyum melihat penampilan suaminya itu.
"Ayo kita pergi sekarang" Alexa memeluk lengan tangan Brian dan tidak lupa menenteng tas nya. Lalu ia keluar dari penthouse mewah milik nya.
Selama di perjalanan Alexa selalu bercerita dari yang terpenting sampai tidak penting membuat Brian merasa senang karena sepanjang jalan istrinya tidak hentinya berceloteh. Sesekali Brian tertawa jika merasa Alexa lucu.
Meski sedari tadi Alexa tidak hentinya bercerita tapi ia melihat salah satu jajanan yang membuat nya ingin beli.
"Sayang berhenti" Brian mengikuti perintah Alexa "Ada apa sayang?" Tanya Brian yang tiba-tiba Alexa menyuruh berhenti. Brian menepikan mobilnya terlebih dulu.
"Aku ingin beli itu?" Alexa menunjuk telunjuk jarinya ke arah luar jendela mobil "Apa itu sayang" tanya Brian karena banyak sekali penjual jajanan di pinggir jalan.
"Aku ingin beli rujak itu, sayang tunggu disini iya, aku ingin turun beli itu" Alexa yang sudah melepas Sling belt mobilnya "Jangan sayang" tolak Brian.
"Kenapa?" Alexa mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.
"Sayang tunggu di mobil saja, biar aku yang turun dan membelikan untuk mu" sebelum turun Brian mengecup bibir Alexa, membuat pipi Alexa bersemu merah..
"Di perbanyak buah mangga nya ya sayang, jangan di kasih buah nanas, rujak nya yang pedas sekali" ucap Alexa
"Ok, my Queen, duh anak-anak Dady yang lagi ingin makan rujak" Brian mengelus perut Alexa "Sebentar iya sayang, Dady beli dulu untuk kalian"
Brian lebih mengalah jika Alexa ingin beli jajan sembarangan di pinggir jalanan dari pada istrinya merajuk dan mendiami nya.
Brian mendekati penjual rujak ternyata cukup rame banyak ibu-ibu yang pada beli menjadikan Brian pusat perhatian.
"Pak minta rujak nya satu iya, yang pedas, jangan kasih buah nanas, buah mangga nya di perbanyak"
"Baik Den"
"Duh mas nya ganteng banget, bule dari mana cakep bener" sahut salah ibu-ibu yang juga sedang menunggu beli rujak.
"Mas, mau tidak sama putri saya, itu yang sedang duduk di sebelah sana" timpal ibu- ibu yang sedang memakan rujak di tempat. dan masih banyak lagi para ibu-ibu yang menggoda Brian.
Brian hanya tersenyum "Maaf ibu-ibu, saya sudah punya istri, kebetulan istri saya sedang hamil, itu di dalam mobil orang nya" Brian memberitahu kan kepada ibu-ibu yang menggoda Brian dengan menunjuk ke arah mobil yang terparkir.
"Duh cantik bener istrinya, mas nya baik bener sama istrinya, semoga sehat selalu ya mas ibu dan bayi nya"
"Amin, Terimakasih atas doa nya ibu-ibu semua"
"Ini den rujaknya" menyerahkan bungkusan rujak pesenam Alexa.
"Berapa pak?" tanya Brian
" 20 ribu den"
"Duh mas baik banget sama kita, semoga rejekinya tambah lancar iya"
"Amin, Terimakasih ibu-ibu, saya permisi dulu, sudah di tunggu istri saya"
Brian meninggalkan penjual rujak, ia tersenyum saat melihat Alexa menatap nya dengan sudah di tebak.
"Sayang ini pesanan kamu" ucap Brian saat sudah di dalam mobil.
"Duh yang habis di goda sama ibu-ibu genit"
Membuat Brian tertawa akan sindiran istrinya itu, "Ada yang lagi cemburu ini, lihat suaminya di goda ibu-ibu"
Alexa cemberut karena Brian malah tertawa di saat ia di sindir di goda para ibu - ibu. "Sayang apa ada yang ingin kamu beli lagi"
"Gak ada, kita langsung kerumah mami saja" ketus Alexa. "Ok bos, siap" Brian kembali menjalankan mobilnya menuju mansion orang tua nya.
*
*
*
Brian memarkirkan mobilnya di halaman depan mansion. ia turun kemudian membukakan pintu mobil untuk Alexa. "Selamat datang sayang" namun Alexa masih mendiami nya. membuat Brian menghela nafas.
"Selamat Datang Den Brian dan nona"
"Papi sama mami ada"
"Ada den diruang tengah"
"Terimakasih" Brian menarik tangan Alexa untuk masuk kedalam.
"Pih, mih" seru Brian.
"Kamu datang son" sahut papi Louis ia bangun dari duduknya lalu memeluk tubuh Brian.
"Duh menantu kesayangan mami" mami Myta memeluk Alexa. "Kenapa istri kamu sayang" tanya mami Myta. yang melihat Alexa diam dan langsung duduk.
"Gak apa-apa mih, tadi di jalan Alexa minta beli rujak buah, terus Brian di goda sama para ibu-ibu, menantu mami marah sama Brian"
mami Myta tersenyum, ia tahu jika seorang ibu hamil mood nya selalu berubah- buah " sabar sayang itu karna mood ibu hamil susah di tebak"
"Iya mih, apa Sashi sudah datang mih" Brian mengambil bungkusan rujak buah lalu berjalan menuju dapur mengambil piring sama garpu.
"Belum, tumben kamu cari anak itu" teriak mami Myta.
"Tadi siang telepon Alexa, katanya ada masalah di perusahaan Enterprise entertainment, jadi meminta Brian bertemu disini" Brian membawa rujak yang tadi di atas piring.
"Sayang ini rujaknya" Brian menyerahkan rujak tersebut kepada Alexa membuat Alexa yang tadi mendiami merasa berbinar-binar melihat rujak buah di atas piring. "Terimakasih sayang" Alexa langsung memakan rujak buah yang di beli tadi dengan lahab.
"Apa itu gak pedas sayang, tadi aku minta pedas banget lho"
Alexa menggelengkan kepalanya "Ini enak banget sayang, coba ini" Alexa menyuapi rujak buah ke dalam mulut Brian.
"Sayang ini terlalu pedas lho" Brian bangkit lalu mengambil gelas berisi air putih lalu menaruh di atas meja "Apa tidak apa-apa itu perut"
"Tidak sayang, ini tidak pedas"
"Itu namanya bawa an bayi sayang"
Alexa Mengangguk saja, jika melarang Alexa pasti akan merajuk dan marah sama dirinya.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa tinggalkan like dan komentar lope lope sebanyak-banyaknya 😘😘