I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
114. Penjagaan Di Perketat



Penjagaan di perketat


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah Sebastian di urus oleh Riki dan Riko kembali keruangan nya dimana Alexa berada.


Rafael yang sudah kembali di samping Alexa


dan Alexa merasa sudah lebih baik. ia ingin menghubungi suaminya namun baru ingat jika handphone nya ia jatuhkan saat di lift tadi.


Tidak berselang lama Jonathan datang setelah diberi laporan tentang Alexa.


Mendengar Alexa di hadang Sebastian Jonathan merasa geram, berani sekali pria itu Bertemu adiknya dengan menyamar sampai lolos dari penjagaan.


"Alexa " Jonathan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Riko mendekati Alexa.


"Kak Jo" gumam Alexa, memeluk Jonathan. mereka mengurai pelukannya dan menenangkan adik nya.


"Kamu tidak apa-apa?" Jo menatap wajah Alexa. "Lexa tidak apa-apa untung lexa bisa melawan dia"


" Syukurlah jika terjadi sesuatu, suami kamu pasti akan mengamuk"


Jo terkekek mengingat Brian begitu mencintai adiknya..


"Kenapa kamu tidak bilang kalau mau kesini, aku kan bisa perketat penjagaan untuk mu"


"Itu berlebihan, ada Rafael sudah cukup menjaga ku" Alexa melirik ke bodyguard "aku kesini hanya mengecek yang tidak bisa duo R lakukan mengingat aku sudah lama tidak datang kesini"


"Pasti suami kamu sudah bersama pria itu,si brengsek itu pasti akan mati jika sudah berada di tangan Brian, suamimu"


Jonathan sudah tahu siapa Brian karena dia itu ketua mafia yang sangat di takuti.


"Iya kau benar Tuan Jo" sahut Riko yang sudah masuk ke dalam ruangannya. "Tuan El jika sudah menyangkut orang yang dia sayangi tidak akan pernah di ampuni" ucap Riko datar.


"Mana berkas yang harus aku tanda tangani Riko" Alexa mengalihkan perhatian dari kedua pria ini.


Alexa berjalan dan duduk di kursi Riko. menerima beberapa berkas penting untuk di tanda tangani oleh Alexa.


"Semua sudah beres nona, tinggal tanda tangan nona dan launching saja"


"Kau sudah bekerja dengan baik Riko" Alexa yang sedang membubuhi tanda tangan yang Riko berikan.


"Hei itu aku yang bekerja bukan dia" Jo tidak terima dan opah Hamid yang sudah mati matian untuk membangunkan perusahaan Ex Abraham yang sempat di ambang kebangkrutan.


Alexa tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. "Lexa lupa kak"


"Riko aku mau semua ruangan di lantai ini di renovasi ulang dan jangan sampai pria gila itu tahu, karena dia sudah hafal betul dengan tempat ini"


"Baik nona"


***


Brian menghajar Sebastian habis - habisan ia tidak terima jika pria ini berani menampakkan diri bertemu istrinya. sebelum nya Brian sudah was was akan pertemuan ini dengan istri dan mantan suaminya.


"Sudah aku peringatkan kepadamu tuan Abraham, untuk tidak bertemu Alexa kembali, jika kamu tidak ingin seperti ini"


Sebastian sudah tidak punya tenaga lagi, ia sudah babak belur di hajar Rafael sekarang di lanjut kan Brian. pria ini benar-benar sudah habis kesabaran nya ia ingin melenyapkan Sebastian hari ini juga dengan tangan nya, ia sudah lama tidak mengasah kemampuan berkelahi. dengan kejadian ini ia bisa salurkan dengan membabi buta Sebastian.


"Aku tidak akan pernah menyerah, ambisi ku hanya satu mengambil perusahaan ini kembali" teriakan Sebastian.


"Semua hancur, kalau bukan karena Alexa, mama tidak akan masuk ke RSJ dan papa ku tidak akan pernah meninggal" teriak Sebastian.


"Kau salah Sebastian" bentak Brian "ini semua karena ulah kakek mu, apa kamu belum tahu yang sesungguhnya" geram Brian.


Riki perlihatkan kepada pria gila ini, yang sudah keras kepala dan sudah berani menyakiti istriku" Brian menekan kan kata istri agar pria ini tahu jika Brian sangat sayang kepada istri itu.


"Jika kau ingin tetap hidup, pergilah dari kota ini bahkan ke negara lain" sahut datar Brian " Tapi jika kau tidak mau hari ini juga jam ini juga aku akan menyuntik mu dengan suntik mati"


Hari ini sungguh beruntung bagi Brian ia bisa tidak merasa mual dan pusing jika berhadapan dengan orang lain. sungguh ajaib bukan.


*


*


*


Hari ini brian memutuskan untuk menemani Alexa, ia tidak jadi pergi kekantor padahal ia hari ini ada meeting penting, untung ada papi Louis dengan siap.


"Sayang hari ini ke supermarket ya"


"Iya sayang, kau ingin membeli sesuatu?"


"Ya!! aku ingin beli susu hamil kata Nara sudah pada habis"


Brian melanjutkan perjalanan ke sebuah mall. karena istrinya ingin membeli susu hamil. namun itu malah tidak ke supermarket terlebih dulu.


"Sayang apa anak-anak kita tidak apa-apa tadi?"


"Tadi sempat kram tapi Alhamdulillah sudah merasa baikkan"


Brian sudah tahu jika istrinya sempat kram tadi, karena Riki sudah menceritakan semua nya.


"Lain kali hati-hati iya, aku tidak mau kamu Kenapa"


"Eh tunggu sayang, bukannya kita akan ke supermarket iya" Alexa mengedarkan sekeliling ternyata dia membawa Alexa ke rumah sakit nya dan bertemu langsung dokter Kim.


Brian mengangguk "Kau hanya tidak mau twins kenapa- kenapa sayang"


Membuat Alexa nundukkan kepalanya merasa malu.


Tok tok


"Masuk"


"Nona ... tuan silahkan duduk" sahut dokter Kim.


"Bukannya pemeriksaan nona masih lama?" katanya lagi


"Iya, tadi dia sempat kram" ucap datar Brian.


"Apa!! kram?" dokter Kim terkejut "Berbaringlah nona kita cek dulu, dan kau tuan El jangan ikut campur dalam pemeriksaan ini"


"Dia itu istriku tidak ada yang boleh menyentuhnya, termasuk kau dokter duda"


"Ck bentar lagi aku akan menikah" ketus Kim


"Sudah selesai" dokter kembali duduk di kursi kebesaran nya " Anak kalian tidak apa-apa, dia sangat kuat seperti ibu dan bapak nya"


"Jelas dong siapa dulu bibit nya" ucap Brian dengan sombongnya,


"Hahahaha aku tahu kau bibit unggulan tuan bule"


"Sudah kalian kalau Bertemu seperti tom and Jerry" sahut Alexa.


"Terimakasih dok, saya permisi" kata Alexa lagi.


lebih baik Alexa membawa Brian pergi dari dokter Kim, jika sudah bertemu tidak akan.pernah akur.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke supermarket yang sudah di sepakati bersama tadi.


Kini mereka sudah di dalam, Brian mengambil troli belanja dan mengikuti Alexa.


"Sayang, ambil semua rasa , agar kamu tidak bosan dan belilah semuanya karena aku tidak mau anak-anak ku kekurangan gizi karena kehabisan susu"


"Pemborosan" celetuk Alexa.


"Aku bahkan bisa beli isi supermarket ini" ucap Brian dengan sombongnya..


"Iya aku tahu, jika suamiku ini orang milyuner apa pun bisa dibeli"


Brian membeli semua susu hamil yang berada di supermarket itu. Alexa meras jengah dengan kelakuan suaminya. padahal kan jika. habis ia bisa kembali dan membelinya tidak perlu memindahkan semua susu hamil ia pindahkan ke mansion Dady nya.


Rafael membantu nona muda nya itu membawakan susu hamil yang dimasukkan ke dalam troli belanja. ia melanjutkan lagi ke area buah buahan.


"Sayang kau ingin buah apa?'


"Beli saja semuanya sayang jika kamu binggung"


"Astaga sayang, kau ini kenapa sih? kalau masih emosi seperti ini mending kamu ke kantor saja, biar aku pulang sama Rafael." keluh Brian.


"No sayang, aku masih bisa menemani mu belanja"


"Terserah" ucap Alexa pergi ninggalkan suaminya yang super duper menyebalkan.


"Sayang buah mangga nya di borong semua." ucap Alexa tersenyum


"Nanti sakit perut jika di beli semua?"


Alexa benar- benar marah, suaminya selalu seenaknya jidat. melarang dan memaksa ke hendak sendiri,


Bersambung...


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like komen.