
surat cerai
Happy reading 😘
...***Apakabar hati...???...
...Sudah lelah menanti...??...
...Mari perbaiki diri...
...Dan berharap pada sang pemilik hati***....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sebastian baru keluar dari ruang kerjanya, ia duduk di meja makan Seorang diri.
"Panggil Alexa turun untuk makan malam." Ucap Sebastian pada Bi Ratih
Hampir dua minggu Alexa menjauhinya. Setelah kejadian malam itu, alexa sama sekali tidak mau berbicara kepadanya dan memilih untuk makan dikamar daripada di ruang makan bersama keluarga baru Sebastian akan membuat kegaduhan. Kalau mereka bertemu, Alexa akan bersikap seolah tidak melihatnya.
Meski begitu, ia tidak bisa tidak mengamati perubahan penampilan dan sikap istrinya dari hari ke hari.
Alexa tidak lagi mempersoalkan kalau dirinya pulang atau tidak. Wanita itu lebih senang mengurung diri di kamar, entah apa yang ia lakukan, dan ia juga tidak pernah lagi melihat Alexa berpenampilan glamor seperti dulu. Tidak ada make-up berat di wajahnya, tidak ada baju seksi yang norak.
Penampilan Alexa berubah dari glamor menjadi kasual. Lebih santai dan lebih segar di mata Sebastian
Sebastian menggeleng cepat mengusir bayangan Alexa dari dalam pikirannya. Sejak kapan ia begitu memperhatikan penampilan istrinya?
"Tapi, nona belum pulang tuan." Ucap Bi Ratih
Sebastian mengerutkan dahinya.
"Dia tidak ada dirumah? Kemana? Sejak jam berapa dia keluar?" Tanya Sebastian, wajahnya terlihat kesal.
Bi Ratih menggeleng.
"Tidak tahu tuan, nona tidak bilang apa-apa. Tapi Nona sudah keluar sejak jam sebelas siang." Ucap Bi Ratih
Sekali lagi tanpa alasan yang jelas ia merasa tidak suka dan kesal saat tahu istrinya tidak mengabarinya.
#
#
#
Suara langkah kaki terdengar dari ruang depan. Sebastian berdiri, melesat ke ruang tengah. Ia tahu itu suara langkah kaki Alexa.
Alexa baru saja masuk, ia melangkah melewati Sebastian dan berpapasan dengan Rena yang baru saja keluar dari kamar anaknya menuju tangga.
"Darimana saja kau?Jam segini baru pulang, apa kelakuan mu seperti ini kalau saya tidak ada" Tanya Sebastian dengan tatapan tajam. Ia menatap Alexa dari ujung kaki hingga ujung kepala. Jeans dan sweater,Make-up tipis? Istrinya terlihat seperti bukan istrinya.
Alexa berhenti.
"Bertemu teman." Jawab Alexa santai.
"Kita masih suami istri, kau seharusnya memberitahuku, Teman yang kau temui itu teman-temanmu yang di bar?!" sindir Sebastian.
Alexa tidak begitu ingat dengan teman-temannya yang lain selain Raya dan Natasha.
"Bar? Apa ia suka minum dulu?" batin Alexa.
Amnesianya bukan jenis yang parah hingga membuatnya lupa segala-gala nya. Hanya beberapa hal kecil yang tampaknya tidak begitu ia butuhkan dalam menjalani hidupnya sekarang. Tapi lama-lama ia mulai merasa terganggu.
"Apa aku dulu pernah ke bar?" Alexa balik bertanya.
Sebastian tergelak.
"Ck...Jangan bilang kalau amnesia mu membuatmu lupa dengan hal itu. Kau hampir setiap hari ke bar sebelum kau kecelakaan. Teman-teman dari lingkungan sosialitamu itu, mana mungkin kau lupa."kata Rena yang ikut nimbrung untuk memprovokasi Ia menatap Alexa sinis.
"Aku" jawab Alexa sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Hay meski aku pernah amnesia tapi aku masih ingat iya, bukan seperti kau,jangan membalikan fakta,kau yang suka kencan buta diluar sana"jawab Alexa lagi.
Rena sebenarnya selalu senang bergaul dengan para wanita kurang kerjaan yang hanya tahu bagaimana cara menghabiskan uang dan kencan dengan para lelaki di belakang Sebastian.
Rena mendesah.
"Kau tidak perlu bicara seperti itu,sayang dia menuduh aku." Ucap Rena sedih ia mengadu ke Sebastian seakan tuduh Alexa tidak benar.
"Cih dasar pelakor parasit, tidak penting." Gumam Alexa Ia berlalu, kakinya menapak satu anak tangga.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku." cecar Sebastian.
"Bukan urusanmu." Ucap Alexa datar, ia melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
"Alexa." Sebastian berteriak kesal.
Alexa kembali berhenti melangkah, ia menatap Sebastian tanpa ekspresi berarti apa pun.
"Turunlah untuk makan malam." Ucap Sebastian akhirnya menyerah dengan sedikit melunak.
"Aku akan makan di kamar seperti biasa." Ucap Alexa.
"Kubilang turun untuk makan malam!" Sebastian kembali bersikeras.
Alexa tersenyum.
"Sekarang? Tidak bisakah aku mandi dulu? Aku perlu menyegarkan diri."
"Mandilah dan turun untuk makan malam. Tidak ada lagi sarapan, makan siang, atau makan malam di kamar" Titah Sebastian sebelum akhirnya berbalik menuju ke ruang makan.
"Biarkan saja. Aku akan membahas perceraian dengan Alexa." Ucap Sebastian lembut.
Keduanya menikmati makanan di atas meja yang sudah di sajikan oleh para pelayan rumah.
Alexa melangkah santai menuju kamar mandi. Mengisi bath tub dengan air hangat dan sabun, melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya, kemudian masuk ke dalamnya. Merasakan kelembutan membelai kulitnya, menikmati surga kecil yang sangat digemarinya entah sejak kapan.
setelah beberapa saat Alexa kini ikut bergabung makan malam. sebenarnya ia sudah makan diluar sebelum pulang, tapi ia terpaksa mengikuti perintah Sebastian.
"Apa yang ingin kau bicarakan kali ini.", seru Alexa yang sudah ikut duduk di meja makan.
"Kau cepat tanda tangan surat cerai ini, kalau kau tidak mau,aku sudah mengajukan di pengadilan.kau besok datang ke pengadilan untuk sidang perdana kita, tolong kau datang."ucap Sebastian dengan mengintimidasi setiap kalimat yang ia lontarkan.
"Aku pastikan kau akan kalah Alexa atas permintaan mu yang tidak wajar itu." lontaran Rena yang masih menikmati makan malam nya.
Alexa tersenyum kecut.
"Aku Alexa tidak akan kalah di pengadilan sekalipun."
"Kau jangan percaya diri Alexa, siapa yang akan mendampingi mu di pengadilan,kau kan tidak bisa membayar pengacara, mas Bastian kan sudah tidak memberikan mu uang lagi.jawab Rena yang ikut campur.
"ck uang? Aku tidak butuh uang dari suami mu itu lagi."ujar Alexa dengan sorot mata tajam.
"Cepat bercerai lah Alexa, biar aku cepat menjadi nyonya Rena Sebastian di rumah ini." kata Rena dengan sombong.
"Kau tenang saja nyonya Rena Abraham." geram Alexa. ia rasa tidak ada gunanya duduk makan malam bersama ia kembali ke dalam kamar nya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"hallo ka Jo, aku butuh pengacara besok untuk mengurus perceraian ku dengan Sebastian."
"......................................................................"
"Baiklah,aku akan datang setelah persidangan selesai mungkin akan datang terlambat, apa Dady masih di Jepang kak?"
"................................................................."
"okay selamat malam kak Jo, sampai ketemu besok"
sambungan telepon terputus,Alexa memutuskan untuk tidur. namun malam ini Alexa membuka handphone nya dan menulis sesuatu.
Semangat iya untuk diriku, gak ada ujian yang abadi kok, sebentar lagi akan selesai. meski sebenarnya lelah.
Alexa memperbarui statusnya di aplikasi WhatsApp mungkin saat ini Kalimat itu sangat cocok dengan nya untuk menguat agar tidak rapuh.
"Tring..... notifikasi dari aplikasi WhatsApp masuk."
"huffftttt aku lelah" gumam Alexa seraya rebahan di tempat tidur.
"Al... kamu kenapa.?" WhatsApp masuk dari Raya.
"Aku tidak apa-apa, besok aku ke apartemen mu iya."balas WhatsApp Alexa.
"Okay aku tunggu baby." balas dari Raya.
"Okay sampai ketemu besok." balasan lagi dari Alexa
"Tring... notifikasi dari aplikasi WhatsApp masuk."
"Woy tumben lho buat status galau ada apa ne?" WhatsApp masuk dari Natasha.
"😀😀." balasan Alexa.
"iya cuma di kasih emote 🥴🥴." balas Natasha lagi.
"Besok kita kumpul di apartemen Raya iya."balas Alexa.
"Okay." Balas Natasha.
"Tring... tring... beberapa notifikasi dari aplikasi WhatsApp masuk."
"Kenapa belum tidur."WhatsApp masuk dari Brian.
Alexa hanya membaca tidak di bales.
"Alexa...." WhatsApp masuk lagi dari Brian.
"Al...... " WhatsApp masuk lagi dari Brian.
"Kenapa kamu diam,apa ada masalah." WhatsApp masuk dari Brian lagi.
Alexa akhirnya membalas WhatsApp yang masuk dari Brian.
"Alexa lelah, besok harus menghadiri persidangan perdana yang mendadak baru di kasih tau."balas Alexa.
"Apa perlu aku bantu,atau aku datang untuk menemani mu besok.?" balas Brian.
"Tidak usah kak, kan besok kita bertemu membahas resort yang akan launching." balas Alexa lagi.
"Ya sudah,tidur lah sudah malam,jaga kesehatan mu." balas Brian lagi.
"👍." balasan emoticon dari Alexa.
Bersambung......
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa meninggalkan jejak,like komen. sebanyak mungkin, terimakasih lope lope 😘😘😘😘