
Kembalinya Sebastian.
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Dady Tom melirik ke istrinya untuk membujuk putri tercintanya itu. Bunda Rose mengerti akan tatapan suaminya. meski dirinya sudah menikah lama dengan Tom tapi Rose tak kunjung hamil. Rose menyayangi Sashi seperti putri kandungnya. namun rasa kecewa Sashi pada Dady nya yang terlalu mengatur hidupnya. membuat Sashi nggan ikut orang tuanya.
"Nak Sean, Tante bujuk Sashi dulu iya"
"Terimakasih Tante, jika Tante tidak keberatan, Sean tidak masalah, mungkin Sashi butuh waktu untuk mengenal Sean lagi" kata Sean.
Rose berdiri dan meninggalkan kedua laki-laki beda generasi itu.
Rose mengetuk pintu Sashi.
Tok..tok..tok..
"Sayang! ini bunda?"
"Sayang apa bunda boleh masuk"
"Masuk bunda tidak di kunci" sahut Sashi dari dalam kamar.
Bunda Rose merasa lega ternyata putri tidak marah kepadanya. ia membuka pintu kamar Sashi melihat Sashi yang duduk di pinggir jendela.
"Sayang" Ucapnya.
"Bun, kenapa Dady selalu tidak mengerti perasaan Sashi, kenapa Bun? kenapa?" kata Sashi dengan sedikit berteriak.
"Sayang, Dady seperti itu karena Dady sayang sama Sashi" Rose mendekat ke Sashi ia duduk di samping nya.
Tangan Rose mengusap rambut panjang putrinya. "Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk membuat anaknya bahagia sayang, termasuk Dady" kata Rose lagi.
"Tapi bun kenapa tidak membebaskan Sashi" Kesal Sashi.
"Ayu sayang temani Sean, hargai dia jangan membuat Dady mu marah karena memperlakukan putra rekan bisnisnya kecewa"
Sashi pasrah ia menurut akan bujukan bunda nya itu. Sashi berdiri dan mengambil jaket dan tas nya.
Rose mengerutkan keningnya "Apa putri Bunda akan pergi dengan penampilan seperti ini?"
Sashi memandang dirinya "Memang kenapa Bun, Dia juga tidak memberitahu akan kemana kan" jawab santai Sashi.
" Apa pun penampilan putri bunda, selalu cantik,Yah sudah kita keluar" kata Rose. menghampiri Sashi dan memeluk bahunya dan keluar kamar bersama.
"Tuh lihat Sean, hanya bisa diluluh kan dengan bundanya jika Sashi merajuk" Tom melihat ke arah istrinya yang menggandeng tangan putrinya.
Sean berdiri saat melihat Sashi datang dengan penampilan yang sangat sederhana namun masih terlihat feminim.
"Om, Tante,.Sean pergi dulu"
"Ya kalian hati-hati, Have fun sayang" kata Rose.
Suami istri ini melihat putrinya dan Sean pergi hingga tak terlihat lagi di balik pintu.
"Kau memang pandai membujuk putri kita" Tom menoel dagu istrinya.
"Honey, aku ingin bicara, ini soal Sashi" pinta Rose.
"Kau ingin bicara apa? katakanlah"
Tom duduk di sofa dan menepuk untuk istrinya agar ikut duduk.
"Kau harus dengar keinginan Sashi, apa kamu tidak takut jika dia semakin jauh dari kita?"
"Sudah Bun, ini sudah menjadi keputusan ku" Tn. Tom kekeuh pada pendiriannya.
"Terserah, bunda tidak akan ikut campur lagi jika Sashi semakin menjadi gadis yang membangkang" Rose kesal akan keras kepala nya suaminya yang tidak ingin kalah dengan putrinya. ia pergi meninggalkan suaminya sendirian.
"Honey kau ingin kemana, temani aku disini" teriak Tom.
"Sean..!!" ucap Sashi yang sedari tadi diam tidak berbicara selama perjalanan.
Sean menoleh ke samping ia tersenyum melihat Sashi mau berbicara.
"Jangan harap aku bisa menyukaimu iya, karena aku tidak tertarik padamu" ucap Sashi dengan jujur.
"Nothing" kata Sean santai.
Sashi tidak berbicara lagi. ia hanya memainkan handphone saja, sejak tiba di London ia belum memegang Handphone sama sekali. Gadis cantik ini tersenyum saat melihat chat masuk dan panggilan tidak terjawab dari Dante.
"Ternyata Handphone kamu lebih asyik dari pada pergi dengan ku" sahut Sean. melihat Sashi yang tengah sibuk dengan gawai nya.
Sashi tidak menggubris perkataan Sean. membuat Sean menggelangkan kepalanya.
🍃🍃🍃
Rafael menunggu kedatangan Sebastian di perusahaan Alexander Grup. untuk menggantikan Alexa bertemu Arga Rivaldinho sesuai perintah Brian dan Dady Damian.
"Selamat pagi Tn. Abraham" Sapa Rafael ketika melihat kedatangan Sebastian.
"Iya selamat pagi" jawab Sebastian.
"Perkenalkan saya Rafeal orang kepercayaan nona Alexa. untuk menjadi asisten anda selama menjalin kerja sama dengan perusahaan ARH Grup nanti" kata Rafeal memperkenalkan dirinya dan memberitahu tugasnya.
"Senang bertemu dengan mu, semoga kita bisa bekerjasama dalam misi ini" sahut Sebastian.
"Tentu saja Tn. Abraham, mari saya antar anda keruangan"
Sebastian mengikuti Rafael. ia tidak menyangka jika dirinya akan kembali ke perusahan ini lagi. Sebastian benar-benar akan membantu perusahaan ini, dengan serius sebagai gantinya karena ia terlalu banyak bersalah pada pemilik perusahaan yang sekarang.
Banyak orang- orang menyapa Sebastian karena dulu Alexa tidak memecat karyawan Sebastian. melainkan hanya mengubah cara kerjanya dan struktur nya saja.
"Ternyata tidak berubah perusahaan ini tetap sama hanya nama perusahaan saja yang di ganti" kata Sebastian. di saat ia sedang berada di dalam lift.
"Iya Tuan"
Ting
Pintu lift terbuka, Sebastian masih mengekor di belakang Rafael.
"Silahkan masuk Tn. Abraham ini ruangan anda sekarang" Ucap Rafael menunjukkan ruangan baru untuk Sebastian.
"Terimakasih"
Sebastian tertegun melihat ruang kerjanya sekarang. karena ini adalah ruang kerja lamanya. ternyata Alexa tidak merubahnya. Hanya beberapa saja yang sudah di rubah.
Rafael mulai menjelaskan kepada Sebastian apa saja yang Brian katakan kepadanya. ia sampaikan kepada Sebastian tidak ada yang terlewat sekecil apa pun ia sampaikan.
"Baik saya mengerti, kapan kita akan bertemu dengan nya" tanya Sebastian.
"Satu jam dari sekarang Tn. Abraham, lebih baik anda pelajari dulu berkas-berkas ini" Rafeal menyodorkan map berisi berkas-berkas penting.
Sebastian membaca setiap lembaran kertas yang di berikan Rafael kepadanya.
"Apa ini akan berhasil Raf?" Tanya Sebastian. ia menatap wajah Rafeal.
"Saya yakin Tn. Abraham dengan penawaran yang sangat tinggi akan membuat Tn. Arga tergiur.ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena ini adalah tujuan nya"
"Wow luar biasa cara kerja Tn. El pantas jika dia di sebut pengusaha muda yang sukses"
"Dan ini juga akan mempermudah anda Bertemu siapa ayah biologis anak anda" kata Rafael hati-hati.
"Ya kau benar Raf, saya sudah tidak sabar ingin bertemu si brengsek itu" Sebastian murka. ia mengepalkan tangannya. ingin sekali memberi bogem pada nya.
"Mari kita kerja sama untuk menghancurkan nya" kata Sebastian yang sudah di liputi emosi.
"Sabar Tn. Abraham anda jangan gegabah dulu, anda harus mengikuti apa yang saya jelaskan tadi"
"Maaf Raf, aku terbawa suasana" kata Sebastian.
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk membantu Alexa untuk menebus kesalahanku Dengan cara seperti ini. akan aku hancurkan siapa saja yang akan mengambil perusahaan ini.termasuk si brengsek itu. batin Sebastian.
Tn. Damian tidak salah memilih orang, meski dia mantan menantunya tapi dalam hal bisnis Tn Abraham bisa di andalkan. Batin Rafael.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like, komentar, vote,hadiah dan juga masuk dalam favorit. 😘😘😘💓💓💓