
Keberuntungan Atau Kesialan #2
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Alexa turun dari mobil Brian. menginjakkan kaki di lobby Crop company Grup perusahaan yang sangat besar dan megah. ini pertama kali nya Brian mengajak sang istri tercinta ke perusahaan. seorang keamanan yang berjaga di depan pintu lobby. membantu membukakan pintu memberikan ucapan selamat datang.
Alexa tersenyum sebagai tanda terima kasih. Brian keluar dari pintu sebelah nya dan memutari mobil dan mendekat ke Alexa. seorang keamanan tadi melihat Brian mendekati istrinya ia dengan segera melangkah mundur untuk jaga jarak dengan Brian. ini adalah peraturan baru di perusahaan Crop company Grup setelah kejadian kemarin. Brian melempar kontak kunci mobilnya kepada seorang keamanan tadi yang melangkah mundur, untuk memarkirkan mobilnya dengan benar.
Alexa yang ada di depan nya meras heran kenapa seorang keamanan menjauh ketika suaminya datang. Brian mengulurkan tangannya untuk mengandeng tangan Alexa dan mengajak nya masuk ke dalam. Alexa sudah tidak memikirkan kejadian tadi, ia memilih mengikuti langkah Brian.
Namun setelah masuk ke dalam lobby Alexa di kejutkan dengan bunga segar berjejer di sepanjang pintu masuk lobby sampai depan lift khusus keruangan Brian.
Alexa berpikir mungkin ini sebagai tanda sambutan Brian karena hari ini, pertama kalinya mengajaknya ke perusahaan sebagai istrinya bukan sebagai rekan bisnisnya seperti dulu. namun itu salah wanita hamil ini baru ingat jika di mansion orang tuanya juga banyak bunga segar.
Alexa menghentikan langkahnya membuat Brian ikut berhenti "Kenapa sayang" ia menoleh kebelakang melihat istrinya berhenti tiba-tiba. "Tidak sayang, ternyata di kantor mu juga sudah menjadi taman bunga" Alexa tertawa.
"Iya itu untuk mengurangi rasa mual ku" keluh Brian dan menarik tangan Alexa untuk masuk ke dalam lift khusus itu.
Sepanjang di dalam lift Alexa hanya diam, ia sedang memikirkan cara agar suaminya tidak mual dan pusing lagi. Brian yang melihat istrinya diam akhir nya buka suara "sayang kamu kenapa? apa kamu sakit?"
"Aku ..."
Alexa tidak jadi menjawab pertanyaan Brian karena pintu lift sudah terbuka menandakan mereka sudah sampai di lantai Dimana ruang Brian berada.
Brian menarik tangan Alexa untuk keluar dari dalam lift, Alexa pasrah mengikuti langkah Brian masuk ke dalam ruangan.
Melihat sekertaris nya bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mundur ketika melihat Brian datang.
"Selamat pagi Mr El dan nona Alexa." Brian tidak menyapa sekertaris namun sebaliknya Alexa yang menyapanya "Pagi mbak Sherly" namun ketika Brian hendak membuka pintu ia berhenti dan menoleh ke sekertaris itu "Sherly sediakan makanan kecil untuk istri saya secepatnya" Alexa tidak melihat suaminya berhenti tiba-tiba ia menabrak punggung kekar Brian.
"Aduh" Alexa mengusap hidungnya yang sakit membuat Brian merasa bersalah karena berhenti mendadak "Sayang kamu tidak apa-apa, mana yang sakit?" Brian langsung berbalik badan dan melihat istrinya itu mengadu kesakitan "Kamu berhenti tidak bilang" cemberut Alexa serta mengusap hidungnya yang sakit "maaf sayang, aku tidak tahu jika kau tepat di belakang ku, dan Sheril bawa kan sekalian air es" ujar Brian merasa khwatir dengan Alexa.
"Sayang aku tidak apa-apa" Alexa merasa suaminya sudah terlalu over kepada nya.
"No sayang, ayo aku obati di dalam" Brian mengajak Alexa masuk ke dalam.
Sherly tersenyum ternyata ada sisi lembut pada bos nya itu ketika bersama orang yang di sayang begitu hangat, tidak seperti biasa dingin seperti es batu.
***
Di dalam ruang kerja Brian. sepasang suami istri masih berdebad mengenai hidung Alexa yang sakit.
"Sayang, sudah aku katakan aku tidak apa-apa, sudah tidak sakit" Alexa menolak Brian untuk mengobati nya.
"Sayang jangan membantah, aku tidak suka jika ada kata penolakan, lihat hidungmu jadi merah" Brian mengompres hidung Alexa Setelah sekertaris nya itu mengantar air es untuk mengompres.
Alexa pasrah, karena berdebat dengan suaminya tidak akan menang. wanita ini melihat Brian dengan telaten mengobati dirinya ia melihat Brian bangkit dan melangkah menuju meja dan membuka salah satu laci, lalu kembali ke sisi Alexa. ia mengoleskan obat yang berbentuk gel terasa dingin ketika jari Brian mengoleskan di hidupnya nya.
"Selesai" ucap Brian menaruh obat tersebut di atas meja "Cup cepat sembuh sayang"
Dante masuk setelah mengetuk pintu dan berdiri di depan pintu. lagi lagi Alexa di buat terkejut melihat asisten suaminya menjauh dari Brian.
"Kak Dante kenapa jauh sekali berdirinya" ucap Alexa Setelah melihat asisten Dante hanya berdiri.
"Itu karena peraturan baru nona Alexa, tuan Brian tidak mau mencium aroma busuk"
"Masa. aneh" Alexa mendekat ke arah Dante ia mengendus ke tubuh Dante "Kak Dante wangi tidak bau busuk, kenapa jaga jarak seperti ini"
"Saya tidak tahu nona" Brian menatap tajam ke arah Dante berani sekali ia berdekatan dengan istrinya "Maaf nona lebih baik anda jaga jarak dengan saya" ucap Dante lirih ia tidak mau membuat ulah pagi bisa -bisa ia mendapatkan hukuman. seperti kemarin harus mandi lagi.
Alexa tahu ia merilik ke arah Brian yang sedang bermuka masam.
Lucu juga jika aku mengerjai suami sendiri, sayang bantu mommy iya
Alexa tersenyum kecil seraya mengelus perutnya itu.
"Sayang sepertinya anak kita ingin sesuatu" Rengek Alexa yang masih berdiri di sisi Dante.
"Kau ingin apa sayang" Brian mendekat.
Dante sudah merasakan hawa yang tidak enak.ia sudah pucat Pasih, apa yang akan di inginkan oleh Alexa mengingat ia pernah di kerjain oleh nya.
flashback:
"Hallo Dante kau belikan bebek goreng rica -rica sekarang juga"
"Sialan, bos tidak punya aturan, ini sudah jam berapa aku harus mencari bebek rica rica di tengah malam seperti ini" gerutu Dante.
Dante pergi membeli keinginan Alexa namun ia binggung harus membeli dimana, semua kedai dan restoran yang menyediakan bebek goreng rica-rica sudah tutup. hampir penjuru tempat ia kunjungi namun nihil semua sudah tutup. ntah harus bagai mana lagi Dante berkata kepada bos nya itu jika ia pulang dengan tangan kosong.
mobil Dante melaju ke arah DMJ Hospital untuk melapor jika semua tutup namun ia melihat ada kedai lesehan yang jual bebek goreng. mungkin ini yang di namakan keberuntungan Dante akhir nya bisa bernafas lega. Pria yang memiliki rambut sedikit ikal ini menepihakan mobilnya di pinggir jalan. ia keluar dari mobil dan memasuki kedai lesehan tersebut.
"Bu bebek goreng nya masih."
"Kebetulan masih tuan."
"Boleh satu. Tapi apa bisa di masak jadi bebek goreng rica-rica Bu"
"Tapi maaf saya hanya jual bebek goreng saja"
"Apa tidak bisa ibu memasakan untuk ku, akan aku bayar 3 kali lipat jika masih kurang berapa pun akan aku bayar, asalkan ibu mau membantuku."
"Baiklah tunggu sebentar, ibu akan pulang dulu mengambil bahan bumbunya dulu tuan"
Dante akhirnya mau menunggu ibu penjual itu untuk mengambil bahan bumbu untuk memasak bebek goreng rica-rica setelah menunggu cukup lama pesanan Dante selesai juga.
Dante mengambil uang beberapa lembaran berwarna merah itu dari dompetnya "Ini Bu uangnya" Dante menyodorkan uang itu ke ibu penjual "Maaf tuan ini terlalu banyak uang nya" ibu penjual menghitung uang tersebut berjumlah 10 lembar uang berwarna merah.
"Tidak apa-apa Bu, itu sudah kesepakatan kita tadi, anggap saja ibu dapat rejeki nomplok"
"Amin makasih tuan, semoga tuan selalu di limpahkan rejeki dan jodoh nya"
Dante mengamini dan berlalu pergi menuju DMJ Hospital.
15 menit telah berlalu Dante sampai di ruangan Alexa. ia menyodorkan pesan bebek goreng rica-rica kepada Brian.
"Sayang bangun, pesanan kamu sudah datang" Brian membangunkan Alexa yang tertidur karena terlalu lama menunggu. Alexa mengerjapkan matanya setelah mendengar Brian membangunkan. "Makanlah dulu" Brian membantu Alexa untuk bangun dan menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang pasien. Brian membukakan bungkusan tadi dan menyodorkan kepada Alexa.
Wanita hamil ini hanya menatap bebek goreng rica-rica itu kemudian menyuruh Dante untuk makan dengan syarat Brian yang menyuapi.
Dante dan Brian ingin protes namun ibu hamil ini mengancam karena keinginan jabang bayinya. mereka berdua pasrah. dan memakannya.
flashback off :
"Aku ingin beli es yang waktu kecil kita pernah beli bersama di dekat danau itu"
"Apa itu kan jauh sekali sayang, kita beli yang lain nya saja iya" bujuk Brian.
"Tidak aku mau es yang di dekat danau itu" rengek Alexa.
"Dante belikan Alexa es yang di maksud dan secepatnya kembali karena kita akan meeting"
Apa yang benar saja beli es di dekat danau yang memakan waktu 2 jam sedangkan meeting 3 jam lagi.
"Tapi.."
"Tidak boleh protes"
"Sayang aku ingin kamu yang membelinya langsung"
"Deg"
Brian merasa tidak enak jika ia yang disuruh beli. pasti istrinya ada maksud lain
"Dante cepat antar aku ke sana"
"Gubrak"
"Ujung-ujungnya aku yang disuruh jadi supir ini namanya keberuntungan Atau Kesialan" gumam Dante.
bersambung
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah sebanyak-banyaknya lope lope 😘
Salam sayang dari author
Salam santun 🤗🤗