I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
121. Tidak Kesepian



Tidak Kesepian


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alexa terjaga dari tidurnya karena ia merasa lapar, ia mendongakkan kepalanya pada jam dinding ternyata masih pukul 01.00 dini hari. terlihat suaminya masih terlelap dalam tidurnya ia takut untuk membangunkan.


Ia Menyibakan selimutnya terlihat tubuh polos tanpa sehelai benang, ia turun dari tempat tidur dan memungut baju yang di lempar sembarangan oleh Brian. Alexa tersenyum melihat tubuh polosnya yang banyak tanda merah.


Suamiku buas juga setelah beberapa hari puasa


Alexa membuka pintu kamar dengan hati-hati takut membangunkan suaminya. ia turun ke bawah terlihat banyak para bodyguard yang masih terjaga untuk menjaga mansion ini. dari mereka yang tak sengaja berpapasan dengan Alexa menyapanya dan menundukkan kepalanya.


Alexa tidak mau membangun kan kepala pelayan atau koki untuk membuatkan makanan untuk nya. wanita hamil ini sekarang berada di dapur milik mertuanya. ia mulai membuka isi kulkas untuk mengambil bahan-bahan yang akan ia masak.


Alexa mulai mencuci dan memotong sayuran yang akan ia masak wanita hamil ini akan memasak yang simpel dan praktis yaitu orak arik sayuran dan sosis asam manis.


Brian meraba tangan nya kesamping namun tidak melihat keberadaan istrinya, ia baru ingat jika istrinya setiap malam akan terbangun karena lapar. dan ia baru ingat jika dirinya sedang berada di mansion milik papi nya dan ia belum meminta koki untuk ikut terjaga jika suatu saat istrinya kelaparan.


Brian tahu pasti istrinya sedang di dapur, ia mulai memakai celana boxer dan mengambil piyama tidurnya dan ikut turun untuk mencari keberadaan istrinya,


Brian tersenyum melihat istrinya itu yang sedang berkutat di dapur untuk membuat makanan, pria ini memeluk istrinya dari belakang membuat Alexa terperanjat "Ini aku sayang" bisik Brian


"Sayang kau membuat aku jantungan" Alexa mematikan kompor nya dan berbalik badan menghadap suami tampan nya.


"Maafkan aku mengagetkan mu, kenapa kau tidak membangun kan ku atau memanggil koki" Brian membompong tubuh Alexa ke atas meja pantry dan mengecup bibir Alexa dengan lembut.


"Aku tidak mau membangunkan kamu tadi terlihat kau sangat kelelahan sayang, jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri dan aku juga tidak mau mengganggu jam istirahat para koki disini" lirih Alexa menundukkan kepalanya.


"Hei ... jangan begitu" Brian menangkup wajah Alexa dan menatap lekat wajahnya "Ini sudah tanggung jawabku sebagai seorang suami sayang, apa kau lupa jika aku masih sanggup dan berada di sisimu jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan kepada ku"


"Maaf" hanya kata maaf yang bisa Alexa ucapkan jika ia harus berkata panjang lebar percuma suaminya akan protes dan ia akan kalah jika sudah berdebad. "Baiklah my Queen, kau duduk disini saja atau mau duduk di kursi? aku kan meneruskan masakan mu itu"


"Aku tidak mau duduk di atas, tidak sopan lebih baik aku duduk di kursi itu saja" Alexa yang hendak turun namun Brian mencegah karena meja pantry nya lumayan tinggi jika Alexa turun maka akan berdampak pada kehamilan nya karena gonjangan" Do not get down" pria ini mengendong tubuh istrinya seperti koala dan menundukkan istrinya di kursi yang ia maksud.


"Ok My Queen, saat nya koki yang paling tampan ini akan memasak khusus untuk mu dan anak-anak" ia mengecup kening dan bibir Alexa sebelum kembali ke dapur.


Alexa benar-benar sangat bahagia karena suaminya itu memanjakan nya dan juga baik, ia menatap Brian yang sedang melanjutkan memasaknya yang belum selesai.


"Sayang apa sudah selesai" teriak Alexa karena ia merasa lapar "Wait a minute" sahut Brian yang masih di dapur.


Tidak butuh lama masakan yang di masak Brian sudah tertata di atas meja pantry.


"Terimakasih sayang" Alexa mulai memakan masakan suaminya itu. "Hmmm ini sangat enak" ucap Alexa


"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang akan meminta makanan mu" Brian mengelap sisa saos asam manis di bibir alexa dengan bibirnya "Manis"


"Ini saos lho sayang bukan manis" protes Alexa "maksudnya bibir kamu sayang" Membuat Alexa tersenyum malu.


Brian menaruh piring kotor di atas wastafel dan sekalian ia mencucinya sampai bersih, setelah itu kembali tidur nyenyak di dalam kamarnya yang sudah lama tidak ia tempati.


*


*


*


"Pagi mih, pih, maaf kami terlambat turun"


"Tidak apa-apa sayang mami tahu ko" mami Myta tersenyum melihat mansion ini rame dan ia juga memakluminya akan kedatangan Alexa dan Brian turun terlambat.


"Bagaimana tidurmu sayang" katanya lagi.


"Alhamdulillah cukup nyenyak mih meski terkadang tengah malam terjaga karena lapar" keluh Alexa.


"Itu normal sayang,mami juga waktu hamil Brian seperti itu, kau mau kemana sini duduk sarapan bersama"


"Lexa mau buat teh jahe buat kak Brian mih, untuk mengurangi rasa mual" ucap Alexa


"Biar pelayan saja cucuku" sahut opah Hamid.


Alexa duduk kembali di samping brian.tak butuh lama teh jahe permintaannya sudah jadi. setelah meminum teh jahe Brian merasa tidak enek lagi perutnya dan ikut makan bareng setelah Alexa mengambil makanan di piring untuk Brian. dan pria ini mengucapkan terima kasih.


"Papi senang jika kita bisa berkumpul seperti ini"


"Mami lebih senang lagi karena tidak kesepian, mansion sebesar ini tidak ada penghuninya" keluh mami Myta.


"Banyak pelayan dan bodyguard masih saja kesepian" celetuk papi Louis.


"Ish papi" mami Myta menepuk bahu suaminya "Sayang temani mami shoping Yuh"


"Tapi mih" Alexa melirik ke arah Brian minta persetujuan. "Sayang boleh ya istri kamu temani mami shoping"


"Ya mih, tapi tidak boleh bikin Alexa capek"


"Kamu tenang saja sayang, mami bisa menjaga Alexa dan tidak akan membuat menantu kesayangan mami kecapean, mami juga tahu kalau dia lagi mengandung cucu mami"


Brian pasrah jika urusan mami nya tidak ada yang berani membantah apa lagi menolak permintaan nya bisa-bisa mansion akan terasa seperti kuburan.


Rafael sudah siap siaga berada di Mansion orang tua Brian meski Alexa tidak pulang ke mansion Dady nya tapi Rafael sudah di tugaskan untuk menjaga Alexa kemana pun.


Dady Damian mempercayai Rafael sebagai bodyguard sekaligus sopir pribadi nya meski dulu di percaya memegang perusahaan di Jepang sekarang di tarik lagi untuk menjaga keselamatan putrinya, kemampuan Rafael tidak di ragukan lagi maka dari itu Dady Damian menyuruh Jonathan untuk memanggil.


Alexa mengantar suaminya kedepan ia tidak lupa mencium tangan Brian.


"Dady berangkat dulu ya sayang" bisik Brian pada perut Alexa.


"Iya Dady, kerja yang rajin ya biar dapat uang yang banyak" Alexa menirukan suara anak kecil.


Membuat keduanya tertawa "Sayang, aku berangkat dulu ya, ingat pesan aku tadi, dan jangan lupa handphone nya harus aktif terus"


Alexa Mengangguk dan menatap kepergian Brian hingga tak terlihat baru ia masuk ke dalam kembali.


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar lope lope sebanyak-banyaknya 😘