I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
183. Rena Histeris.



**Rena Histeris


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**


Melihat jawaban Sashi, Dante menggelangkan kepalanya. "Astaga Sashi, ini bukan seperti Sashi yang ku kenal", ujarnya Dante.


"Jika kau menginginkan pertunangan ini" Dante menjedah ia menghela nafas berat.


"Pergilah Sashi"


Dante membuang wajahnya ia tidak tega melihat kekasihnya itu.


Sashi hanya bisa diam ia menggelengkan kepalanya. air matanya nampak mengalir ke pipinya.


"Pergi!!" teriak Dante.


"Pergi!!" Dante mengulangi kata yang sama. Dengan menunjuk tangan untuk keluar dari mobilnya.


Dante sangat kecewa dengan Sashi, kekasihnya telah menyembunyikan sesuatu yang membuat nya marah besar.


Sashi merasakan sakit karena kekasihnya mengusir dirinya dari mobil. jika dia mengusir dirinya. Kenapa dia membawa pergi saat tadi di Mansion.


"Tidak!!... tidak...!!" lirih Sashi.


"Pergi kataku" bentak Dante.


"Aku tidak akan pernah pergi darimu kak" Sashi menyeka air matanya. "Dari dulu aku sangat mencintaimu kak"


"Asal Kakak tahu, kenapa aku menerima pertunangan ini, aku telah membuat kesepakatan dengan Sean" ujar Sashi.


"Ck... kesepakatan untuk menutupi jika kau sudah bertunangan dengan pria itu"


"Tidak!! jika kami bertunangan, Sean akan membebaskan ku dari Dady dan kembali kepadamu" Teriak Sashi.


"Aku tidak bodoh yang kau pikirkan Sashi"


Sashi memeluk tubuh Dante. Namun Dante menyingkirkan tangan Sashi yang memeluknya dari samping. Namun tangan Sashi begitu erat memeluk tubuh Dante.


"Percayalah sama Sashi kak! Jika Sashi sangat mencintaimu" bisik Sashi.


"Iya Sayang, aku percaya jika kau bukan gadis yang gampang menyerah"


Dante menatap wajah cantik Sashi, ia menangkup wajah nya dan mengecup bibir Sashi.


"Maaf aku tidak jujur kepada mu" lirih Sashi.


"Iya itu harus, kau kekasihku jadi jangan ada yang di tutupi" Ucap Dante.


Sashi hanya bisa mengangguk kepalanya.


"Ya sudah kita mau kemana, kau sudah membuat ku meninggalkan pekerjaan yang kakakmu berikan hanya untuk datang kesini"


"Maaf!! Makasih kau sudah mau datang kesini"


Mereka berdua kembali berpelukan.


🍃🍃🍃


Sepulang dari DMJ Hospital, Sebastian meminta ijin untuk bertemu Rena. dan Brian mengijinkan ia menghubungi Rio untuk mempertemukan mereka.


Rena merasa senang melihat kedatangan Sebastian dan mama mertuanya.


"Mas!! kau datang untuk membatalkan perceraian kita kan?" Ucap Rena.


Sebastian hanya diam. ia memandang mama nya.


"Tidak Rena, pengadilan sudah memutuskan jika kita sudah bukan suami istri lagi." Tegas Sebastian.


Plak


Rena menampar pipi Sebastian. Namun Sebastian hanya bisa diam saja menerima tamparan mantan istrinya.


Membuat Rena histeris. Sebastian merasa kasian Kepada Rena. Seandainya saja Rena tidak membohongi dirinya, dan berselingkuh. mungkin Sebastian tidak akan pernah meminta bercerai.


"Rena!!"


"Rena!!" kata Sebastian lagi.


"Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku mas" teriak Rena. ia masih saja histeris.


"Rena!!" Sebastian mencoba untuk menenangkan Rena.


"Kau tega mas, kau jahat", teriak Rena.


Mama Elisa hanya bisa diam melihat nya, ia tidak mau ikut campur masalah rumah tangga anaknya meski sudah bercerai.


"Berpikirlah yang Rasional Rena" ucap Sebastian. Agar Rena mengingat kembali apa kesalahannya yang membuat Sebastian menceraikannya.


"Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku mas, di saat aku menderita"


Rena melihat di samping nya ada vas bunga, ia mengambil dan memecahkan vas bunga tersebut.


Dia mengarahkan vas bunga itu ke arah dirinya. membuat semua orang yang ada disini merasa terkejut.


"Tenang Rena, kau jangan melakukan itu", teriak mama Elisa yang dari tadi hanya menjadi penonton.


"Tidak lebih baik aku mati", Teriak Rena. semua orang mencoba menangkap Rena dan membuang vas yang Rena pegang. "Jangan ada yang mendekat", teriak Rena.


"Nona anda jangan gila", ucap Rio.


"Aku sudah gila maka dari itu aku ingin bunuh diri"


Rena mundur hingga membentur badannya sampai tembok.


"Silahkan jika kau ingin bunuh diri silahkan", hardik Sebastian.


"Rena ingat anak-anak mu"


"Buat apa aku hidup tanpa anak-anak jika hak asuh saja jatuh ke tangan putra anda Nyonya", Rena menyeringai.


"Andai kau jujur dan tidak membohongi kami, mungkin kami tidak meminta hak asuh". seru mama Elisa.


"Ck.. Mereka bukan cucu anda Nyonya, ingat itu" tegas Rena.


"Rena tolong, kau jangan seperti ini", Ucap Sebastian. "Kita bisa bicara baik-baik", kata Sebastian.


"Tolong Rena, dengarkan aku"


"Tidak!!...tidak!!.." Rena membuang vas bunga. ia mengelengkan kepalanya dan kembali histeris lagi.


Semua orang merasa lega jika vas bunga yang pecah tadi sudah di buang.


"Aku menceraikan mu bukan berarti aku tidak sayang sama kamu Rena"


"Tidak!!... Tidak!!.. Jangan pernah katakan itu, kau menceraikan ku karena kau sudah tidak mencintai ku lagi mas"


Plak


Sebastian sudah kehilangan kesabaran menghadapi Rena yang terus-menerus tidak mau diam dan selalu berteriak histeris.


Rena menangis ia memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan Sebastian. ia menjatuhkan dirinya di lantai.


Ntah harus bagaimana lagi agar suaminya membatalkan perceraian.


Dunia Rena hancur, Sebastian menggugat cerai, anak-anak jatuh pada mantan suaminya padahal dia bukan anaknya. ke-dua orang tuanya sudah tidak menganggap Rena putrinya. dan sekarang dirinya sedang di hukum karena mencelakai Alexa.


"Untuk apa aku hidup, jika semuanya sudah hancur" lirih Rena.


Rio membisikan sesuatu kepada Sebastian, agar ia pergi dan tidak membuat Rena histeris lagi.


Sungguh wanita ini sangat merepotkan, astaga Mr El semoga kau memberiku bonus akhir tahun.


Batin Rio menolong.


"Kau tenang saja, anak-anak aman bersama ku" kata Sebastian sebelum pergi meninggalkan Rena.


Rena tidak peduli ia hanya bisa diam.


Dan Hari-hari Rena hanya diam dan menangis. setelah pertemuan dengan Sebastian.


"Wanita itu akhir-akhir ini banyak diam nya bos dan juga menangis. tidak berisik seperti biasanya" Kata anak buah Rio.


"Kau awasi dia terus jangan sampai dia lolos, karena wanita itu sangat licik, bisa saja dia hanya pura-pura seperti biasanya" ucap Rio kepada anak buahnya.


"Baik Bos" serentak anak buahnya.


Sayang mama kangen kalian, maafkan Mama jika suatu saat mama pergi meninggalkan kalian. semoga kau tidak bertemu dengan pria spikopat itu


Batin Rena.


Sebastian sepanjang perjalanan menuju rumah nya hanya diam. ia merasa bersalah kepada Rena karena menceraikan nya. Tapi dia juga tidak sepenuhnya salah, andai saja Rena tidak berbohong dan berkata jujur dia anak siapa, Sebastian akan memaafkan nya.


Mama Elisa menatap Sebastian hanya diam saja membuat nya khawatir, karena dirinya sedang dalam perjalanan pulang dan menyetir mobil sendiri.


"Sayang kau tidak apa-apa?"


"Bastian tidak apa-apa mah"


"Maafkan Mama ya sayang, gara-gara mama kau seperti ini"


"Sudahlah mah, jangan pernah menyalahkan diri sendiri"


"Sekarang waktunya kita melihat kedepan"


Sebastian menoleh ke mama Elisa dan tersenyum meski terpaksa.


Bersambung..


Terimakasih Jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote Kalian ,🤗🤗😘🥰