
Penolakan
Happy Reading 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sepasang suami istri baru saja keluar dari kamar, seperti biasa Brian akan menggendong Alexa untuk turun ke bawah.
Melihat orang yang di tunggu datang, Dante merasa lega. ia bangun dari tempat duduknya.
"Akhirnya kalian Turun juga" ucap Dante. melihat sepasang suami-istri mendekat ke arah Dante.
"Kenapa memang" sahut Alexa. yang masih dalam gendongan suaminya.
"Ti-dak apa- apa nona, hanya saja saya sudah menunggu 4 Jam yang lalu" ucap Dante melihat Brian dengan wajah datarnya.
huft biasa saja bos wajahnya tidak perlu datar gitu, apa anda tidak merasa bersalah?
Berharap bos nya meminta maaf kepadanya karena sudah membuat nya menunggu dan membuang waktunya saja. kebiasaan Brian jika sudah bersama Alexa. namun jika tidak bersama istri ia akan kualahan dengan perintah Brian. karena Brian termasuk pria pekerja keras yang tidak mau di tunda.
"My God... maafkan kami Dante sudah membuat mu menunggu" ucap Alexa.
"Sayang, kau sudah membuat dia menunggu kita terlalu lama, memang kita akan kemana?" tanya Alexa dengan manja. berharap suaminya meminta maaf.
Alexa lagi-lagi di buat kesal suaminya, tidak menjawab pertanyaan Alexa.
"Turunin aku" kesal Alexa.
Ibu hamil ini masih saja meronta ingin diturunin. Namun Brian tidak menanggapinya, ia hanya berhenti sebentar menatap Dante, lalu jalan lagi menuju mobil Dante yang sudah terparkir dari pagi.
Melihat bos nya pergi begitu saja, membuat Dante kesal.
"Dia tidak peduli dengan apa yang aku katakan bahkan aku sudah menunggu terlalu lama" komat Kamit Dante sepanjang mengekor di belakang Brian.
Namun dia tetap membukakan pintu mobil untuk Alexa karena masih dalam gendongan Brian. setelah mendudukkan Alexa Brian memutar badannya.
"Aku dengar kau membicarakan ku Dante, akan aku pangkas 25% gaji kamu bulan ini Dante" bisik Brian.
Deg
Astaga ini bos apa manusia, tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali. awal bulan saja sudah di potong,ini di pangkas lagi, habis sudah.
Batin Dante menangis.
"Kau mengumpat lagi Dante akan aku pangkas lagi 30%"
Dante menggelangkan kepalanya dengan cepat.
"Ayo cepat jalan, kenapa kau masih berdiri disitu" teriak Brian yang akan membuka pintu mobil dari sisi yang berbeda.
Dante memutar bola matanya dengan malas dan dia sedikit berlari. dan masuk kedalam mobil.
Alexa masih penasaran suaminya akan membawanya kemana, ia hanya menatap jalanan ibu kota yang sedikit padat dengan terik matahari yang panas. Brian tidak pernah lepas tangan nya memeluk tubuh Alexa dan tangan satunya mengelus perutnya yang sudah membesar.
"Apa kita akan ke Enterprise studio sayang" ucap Alexa setelah tahu jalanan menuju perusahaan modelnya. tanpa menoleh ke Brian. namun Brian lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan istrinya.
Membuat ibu hamil mengerutu kesal "Dari tadi aku berbicara sama patung hidup atau mayat hidup" sindir Alexa.
"Aku dari tadi mendengarnya sayang, apa yang harus aku jawab jika kau saja sudah tahu jawabannya" tegas Brian.
"Tapi setidaknya tidak membuat orang penasaran, apa salahnya menjawab pertanyaan ku" ketus Alexa.
"Hmm" itu yang di jawab Brian.
"Jawaban apa itu hanya hmm saja" kesal Alexa, "Sudah sanah- Sanah menjauh jangan mendekat" usir Alexa agar Brian sedikit menjauh dari duduknya.
"Sayang" seru Brian menyentuh tangan Alexa namun ibu hamil ini menepis nya. Alexa diam tidak menanggapi ucapan Brian.
"Astaga sayang jangan seperti ini, aku tidak bisa jika kau mendiami aku seperti ini"
membuat Dante yang sedang mengemudi mobilnya ingin tertawa. jika singa betina sudah mulai kesal dengan bos nya yang seorang mafia yang di takuti di seluruh dunia hanya tunduk didepan Alexa.
"Ck.. aku kira bos mafia seperti dia tidak ada yang di takuti" Gumam Dante.
"Dady, Bunda...!!!" ucap Sashi. "Sashi tolak perjodohan ini"
Setelah kepergian keluarga Sean pergi, Sashi protes dengan ke-dua orang tuanya yang telah menjodohkan dirinya dengan Sean.
"Dady tidak menjodohkan kamu sayang, tapi memperkenalkan kamu sama Sean agar lebih dekat"
"Tapi Dad..!! itu sama saja, kenapa Dady tidak bilang dulu, tahu seperti ini Sashi tidak akan pernah pulang ke London" kesal Sashi.
"Jika kita memberitahumu apa kamu akan pulang? tidak kan? sahut Bunda Rose.
"Pokoknya Sashi tidak mau sama pria itu, titik" tolak Sashi.
"Sean sayang namanya" seru Bunda Rose.
"Nah itu namanya Sashi tidak peduli siapa namanya, Sashi malas sama dia"
Membuat kedua orangtuanya terkekeh "Jangan Tolak niat baik orang, jika tidak Dady tidak akan pernah mengijinkan kamu balik ke Indonesia" ancam Dady Tom.
"Dady ngeselin" Kesal Sashi.
"Lagian putri Dady sudah cukup umur jika harus menikah" katanya lagi.
"Lebih baik Sashi menjadi perawan tua dad, dari pada sama pria aneh seperti dia" kesal Sashi meninggalkan mereka berdua.
Sashi pergi tidur mungkin dengan tidur besok pagi masalah akan selesai. namun perkiraan gadis cantik ini salah. ia di kejutkan dengan kedatangan Sean pagi-pagi di mansion Dady yang ikut sarapan pagi bersama.
"Oh my... kenapa manusia ini pagi-pagi sudah muncul" gumam Sashi yang melihat Sean bersama kedua orang tuanya.
"Sayang kenapa kamu masih berpenampilan seperti itu?"
Melihat Sashi yang masih menggunakan tank top yang sedikit kedodoran. Sashi tidak mengingat semalam Sean akan mengajaknya jalan.
"Memang kenapa? ini masih dirumah ko" ucap Sashi yang ikut duduk dan mengambil sandwich di depan nya.
apapun penampilan tetap cantik natural
Batin Sean yang menatap penampilan Sashi.
Sashi yang merasa di tatap Sean ia menatap Sean kembali dengan tatapan tajam.
Sean tersenyum melihat tingkah Sashi.
"Om, Tante Sean ingin mengajak Sashi jalan-jalan" ijin Sean kepada keluarga Sashi.
"Aku tidak mau" sahut Sashi.
"Sashi tidak boleh begitu, Sean sudah pagi- pagi datang kesini" hardik Dady Sashi.
"Tidak ada yang menyuruh dia datang kesini"
"Sashi" tegas Dady Tom.
Membuat Sashi mendengus kesal. Dady nya tidak pernah ngertiin dirinya dari dulu, tidak pernah mendengar keinginan putrinya semenjak mommy nya meninggal Sashi berusia 10 tahun. Sashi lebih memilih untuk tinggal bersama mami Myta.
"Kapan Dady bisa ngertiin Sashi, Dady selalu seenaknya saja mengatur hidup Sashi" teriak Sashi di depan mereka bertiga. lalu ia pergi begitu saja.
"Nak Sean maafkan Sashi yang keras kepala" kata Bunda Rose.
"Tidak apa-apa om,Tante" Sean memaklumi.
Tugas baru buat Sean dia harus bisa menaklukkan Sashi gadis Arogan yang keras kepala. tidak seperti wanita lain dengan senang hati mendekati dirinya. tanpa Sean capek- capek berjuang. namun kebanyakan wanita yang mendekati dirinya hanya ingin uang nya saja. karena Sean termasuk pengusaha muda yang cukup sukses di dunia bisnis.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih Jangan lupa Dukungan kalian.🤗🤗😘😘