I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
58. Pengakuan



Pengakuan


Happy reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tiba -tiba seseorang menarik tangan Raya kehadapan nya dan menghimpit tubuh raya ke tembok.


pria ini adalah Ardan mantan tunangan nya itu.


Raya menatap manik wajah seseorang yang ia rindukan membuat jantung raya berdegup kencang melihat siapa yang sudah menarik tangannya tiba-tiba.


Bohong jika tidak memiliki perasaan lagi. nyatanya wanita ini di dalam hati yang paling dalam masih tersimpan rasa sayang dan rindu masih ada. namun jika dia mengingat kelakuan dia yang sudah menyakiti perasaan dan hatinya dengan berselingkuh di belakang.


"Tidak-tidak Ray... dia sudah menyakitimu, buang jauh-jauh perasaan mu kepadanya lagi."


Dengan reflek raya mendorong tubuh Ardan dengan sekuat tenaganya namun Ardan dengan kuat menahan tubuh raya semakin kuat.


"Lepaskan.... mau apa lagi kamu." bentak Raya.


"Ray.... ku mohon kembalilah, kita bisa mengulangi hubungan kita dari awal lagi."


"Maaf aku tidak bisa untuk menerima mu kembali, karena kaca yang sudah jatuh tidak bisa untuk kembali utuh. begitulah hati dan perasaan ku. bentak Raya dingin.


"Tapi Ray... pernikahan kita tinggal 3 bulan lagi, apa kata keluarga kita nanti kalau kita membatalkan rencana pernikahan kita."


Membuat Raya diam membeku tidak bisa berkata-kata lagi.


"Kamu tidak perlu khwatir, karena Raya akan menikah dengan ku."


seseorang yang menarik kerah baju Ardan dari belakang untuk menjauh dari Raya.


"Siapa kamu, ngaku- ngaku akan menikah dengan ...." ucap Ardan yang belum melihat wajahnya itu.


"Kau..... "


"Iya aku dokter yang kau datangi tadi pagi dengan kekasihmu itu yang tega menyuruhku untuk membantu menggugurkan kandungan nya. laki-laki seperti apa kau ini, yang tidak bertanggung jawab dan memilih untuk mamaksa menikah dengan Raya."


"ingat baik-baik iya perkataan ku, jangan pernah kau dekati Raya lagi, sebentar lagi wanita ini akan menjadi istriku" hardik dokter Kim.


Raya menutup mulutnya tidak percaya dengan pengakuan dokter Kim yang tiba-tiba muncul menyelamatkan nya dari mantan tunangan nya itu dan menarik tangannya menjauh dari nya.


flash back:


Selesai jam praktek nya habis, dokter satu anak ini mengirimkan pesan singkat kepada raya. mengingat putri semata wayangnya itu ingin pergi nonton film di bioskop dengan Raya. ini kesempatan bagus untuk dokter Kim.


"Selesai jam berapa pemotretannya?"


tring!!


Terkirim.


"setengah jam lagi selesai."


Balasan dari Raya.


Tanpa membalas pesan singkat dari Raya, dokter kim langsung bersiap dan pergi dari rumah sakit.


kini mobil Dokter kim melaju dengan kecepatan sedang karena jarak dari rumah sakit ke tempat raya tidak begitu jauh namun di tengah jalan ia melihat kios bunga dan pria ini mampir dan membeli bunga yang cocok untuk Raya.


setelah sampai di halaman parkir enterprise studio dokter Kim menunggu di dalam mobil namun raya tidak kunjung datang dari jam yang di tentukan.


Dokter muda ini mutuskan untuk turun dan mencari keberadaan wanita yang sudah mengganggu pikiran nya.


Tak sengaja dokter ini melihat dari kejauhan seorang pria menghimpit seorang wanita. setelah di dekati dan dengan suara nya ternyata seseorang wanita yang ia cari dari tadi. merasa hawa panas cemburu melihat wanitanya di himpit seseorang pria dari masalalunya.


flash back off:


"Dokter maafkan aku, anda jadi terlibat dalam masalahku." ucap Raya sendu.


Kini mereka berdua sudah di dalam mobil dan hentak melaju meninggalkan halaman parkiran namun di urungkan.


Dokter Kim menoleh dan menggenggam tangan Raya.


"Raya .... tidak perlu minta maaf, aku berhak masuk dalam masalahmu, karena aku tidak mau kamu Kenapa-kenapa, dan untuk ucapan ku yang tadi itu ........ aku serius." ucap Dokter Kim.


Raya menatap wajah dokter Kim dengan lekat. dan hanya bisa terbengong karena kata-kata dokter Kim ini tadi serius bukan hanya mengalihkan perhatian dari Ardan.


"Raya ..... " Dokter Kim berdiam sejenak ia mengambil nafas panjang. "Mau kah kamu menjadi ibu dari putri ku Kimora yang sesungguhnya?"


"Aku ......." ucap Raya ragu


"Kau tak perlu menjawab nya sekarang,aku tahu kamu butuh waktu untuk menjawabnya." seru dokter Kim melepas tangan Raya dan kembali melajukan mobil nya meninggalkan halaman enterprise studio.


"mbak.... mbak cepat bantu Kimora cari gaun, hari ini papah sama mamah mau ajak Kimora jalan." ucap kimora kepada pengasuhnya.


"Iya non, ini lagi di Carikan... nah seperti nya ini cocok buat non." seru Lala pengasuh Kimora menunjukan gaun warna pink peach kepada Kimora.


"Wah.. cantik banget gaun nya, kenapa Kimora tidak pernah melihat."


"Itu gaun dari mamah Raya sayang, ia bawakan saat membawa gaun kemarin saat acara pernikahan onni Alexa." sahut nenek Kimora yang tiba-tiba datang mendekat ke kamar cucunya itu.


(Onni dalam bahasa Korea adalah kakak) Alexa sudah anggap Kimora seperti adiknya. mengingat Alexa anak tunggal.


"Ayo cepat ganti bajunya yang sudah di pilihkan mbak Lala."


"Ok Oma"


setelah menunggu beberapa menit akhirnya Kimora keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sangat cantik dengan gaun berwarna pink peach pilihan pengasuhnya.


"Oh .... cucu Oma kamu cantik sekali." sahut ibu nya dokter Kim seraya memeluk cucu tersayang nya itu kedalam pelukannya nya.


"Ya Tuhan,, semoga cucu ku selalu bahagia dan cepat sembuh dari penyakitnya."


"Iya dong. cucunya siapa dulu." seru Kimora dengan membungkam dadanya bangga.


membuat semua orang tertawa.


"Sini biar mbak Lala rapihkan rambut mu sayang, kan akan bertemu mamah."


Lala menyisir rambut panjang Kimora dan tidak lupa ia memberikan pita kecil di rambutnya sebagai aksesoris menyempurnakan penampilan terlihat sangat imut dan cantik di usia nya yang masih kecil.


"nah sudah cantik nanti mamah Raya akan memuji kecantikan kamu."


"Terimakasih mbak Lala sudah membantu Kimora."


Dit ..... dit ... dit......


terdengar bunyi klakson mobil dari halaman depan rumah dua lantai itu.


"Mbak Lala, Oma itu papah sudah datang." seru Kimora kegirangan dan segera berlari ke luar rumah.


"non Kimora jangan lari nanti jatuh." teriakan mbak Lala dari belakang Kimora mengikuti nya


mba Lala merasa khwatir, ia tidak mau anak majikan nya itu jatuh pingsan karena ia tidak boleh terlalu lelah Hanya sekedar berlari mengingat Kimora memiliki riwayat gagal jantung.


"Papah ..... papah ...." teriakan anak kecil memanggil papahnya.


Dokter Kim yang baru saja turun dari mobil yang hendak membantu membukakan pintu untuk Raya namun urungkan melihat putri nya berlari ke arahnya.


"Putri papah cantik sekali." sahut dokter Kim seraya merentangkan kedua tangannya ke arah putri semata wayangnya itu.


"Iya dong, kan hari ini mau jalan-jalan, apa kita jadi pergi jalan-jalan papah." ucap polos Kimora.


"Tentu jadi dong sayang, lihat siapa yang papah bawah" jawab dokter Kim yang mengendong Kimora dan membukakan pintu mobil untuk Raya


"Mamah .... " teriakan Kimora setelah melihat Raya.


"Putri mamah sudah siap hari ini untuk jalan-jalan?"


"Hu'um" menganggukan kepalanya


"Tapi ingat tidak boleh capek-capek iya sayang." ucap Raya mengingatkan kembali sebelum ia pergi jalan-jalan


"Siap mah" jawab kimora mengancungkan jempol.


mba Lala yang ikut jalan-jalan ia tidak lupa membawa perlengkapan Kimora seperti obat dll. untuk berjaga-jaga takut putri majikannya itu kenapa-kenapa.


bersambung.....


Dokter Kim



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan hadiah nya lope lope sebanyak-banyak 😘


vote .... vote. jangan lupa.