I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
67. Pengganggu #2



Pengganggu #2


Maaf jika masih banyak typo nya 🙏🙏🙏


Happy reading 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Kenapa belum mandi?" Brian yang muncul dari ruang ganti, sudah menggunakan piyama tidurnya, melihat istrinya masih duduk di atas ranjang yang bertaburan kelopak bunga mawar merah.


"Aku kesusahan membuka resleting gaunnya! kau pergi ke kamar mandi begitu saja tidak membantuku dulu." Alexa mencibir.


Brian terkekeh.


"Oh..... Astaga maafkan aku sayang" ucap Brian seraya menepukkan tangannya ke kening. "Sini berbalik badan lah." katanya lagi.


Pria ini Menyibakan rambut panjang Alexa ke samping dan membantu membukakan resleting gaun pengantinnya. ia menelan ludahnya melihat bahu mulus putih Alexa. meski ia sudah sering melihat dan menyentuh nya. namun,Acapkali melihat tubuh istrinya yang putih bersih itu membuatnya selalu bergairah.


Brian sesekali mengecup leher jenjang istrinya itu.


Alexa mendesah saat menerima ciuaman bertubi-tubi dari Brian.


"Ahh...," jerit Alexa yang menerima serangan begitu saja setelah Brian menemukan bagian sensitif Alexa.


Permainan Brian semakin dalam, membuat Alexa memutar bola matanya. "Ahh dasar mesum" ucap lirih Alexa setiap sentuhan tangan Brian mulai kemana-mana.


"Mesum ke istri sendiri tidak masalah" gombal Brian.


Kini gaun pengantin Alexa yang panjang menjuntai sudah terlepas. hanya menyisahkan kamisol yang melekat di badannya.


Brian mendorong tubuh Alexa ke atas kasur king size di depan nya, pria ini naik dan membawa tubuh Alexa kedalam Kungkungan nya itu.


Pria ini menatap lekat wajah cantik Alexa tak pernah bosan jika harus menatapnya. Brian mulai mengecup bibir Alexa dan ********** semakin dalam.


"Sayang jangan sekarang?" tolak Alexa


"Kenapa memang? Brian merasa heran kepada istrinya itu menolak untuk di sentuh.


Namun bukan Brian namanya jika masalah seperti ini, ia mulai pura-pura tidak peduli dan kembali mencumbu istrinya itu yang sudah di bawah Kungkungan nya.


Brian mulai mengecup bibir Alexa kembali dan turun ke leher dan menyentuh lekukan tubuh Alexa mencari tempat favorit nya itu. sebelum ia melepas kain yang melekat di tubuh istrinya itu. ia harus di ganggu dengan suara ketokan pintu dari luar kamar hotel.


tok...tok....tok...


Brian lagi lagi pura -pura tidak mendengar ia melanjutkan ciuman.


"Sayang bukan in dulu itu siapa."


tok..tok....tok...


"Ahh sayang, bentar nanggung tahu!"


"Tapi kita bisa di lanjutkan nanti."


Brian mendegus kesal. karena kesenangan nya harus di ganggu. ia bangkit dari atas tubuh Alexa dan menyelimuti tubuh istrinya yang sudah setengah telanjang. berjalan ke arah pintu kamar yang masih di ketok.


tok... tok....tok...


ceklek


Brian tertegun melihat siapa yang datang yang sudah berani mengganggu nya.


"Ada apa?" tanya Brian ketus kepada seseorang yang sudah berani mengganggu nya itu. seraya tangannya berdecak pinggang di depan pintu kamar


"Maaf bro aku kesini membawa terapis untuk istri lho" ucap Dante santai.


"Oh ..." jawab Brian hanya oh ria. "Sebentar aku tanya dulu ke Alexa" ucap Brian, balik badan dan kembali ke pada istrinya itu.


"Sayang... apa kamu butuh seorang terapis."teriakan Brian yang masih berjalan ke arah Alexa yang masih berbaring di atas kasur.


"Iya... apa orang nya sudah datang." sahut Alexa.


"Sudah, Baiklah apa kamu butuh sesuatu, mungkin kamu mau aku ambilkan makan setelah terapis selesai."


"Seperti aku butuh salad buah sayang" jawab Alexa meringis seperti kuda.


"Baiklah akan aku ambilkan untuk mu, aku tinggal dulu sayang"


"Cup"


"Masuklah istriku sudah menunggunya." seru Brian memberikan ijin para terapis untuk masuk kedalam.


Kini Brian dan Dante pergi dari kamar presidential suite yang Brian tempati untuk malam ini. kedua Pria ini memutuskan untuk berkumpul dengan keluarga besar nya dan keluarga besar Marley yang sudah hadir.


*


*


*


"Sayang dimana Alexa" tanya mamih myta kepada putranya itu, karena ia melihat putrinya hanya dengan Dante anak angkatnya itu.


"Dia sedang di terapis mih." jawab Brian santai.


"Duduklah nak." sahut mommy lili mempersilahkan menantu nya untuk ikut bergabung dengan nya.


"Terimakasih mom, dimana dady mom?" tanya Brian kepada ibu mertua nya itu.


"Masih sama rekan bisnisnya dari Jepang"


Dante memilih untuk tidak ikut duduk bersama mereka ia memilih untuk pergi mencari Sashi, gadis kecil yang sudah berani mengatakan cinta nya kepada nya.mungkin pria ini akan mencoba jujur membuka hatinya untuk nya.


Namun apa yang pria ini lihat di depan, Sashi yang sedang bercengkrama n dengan teman lelaki nya itu yang baru datang dari Jerman.


"Siapa Yang bersama Sashi?"batin Dante bertanya-tanya


Dante memutuskan untuk duduk tidak jauh darinya untuk sekedar mengawasi dan mendengarkan percakapan kedua anak mudah itu.


"Cih berani sekali dia bermesraan didepan keluarganya," gumam Dante


"Eh tunggu kenapa aku merasa cemburu melihat Sashi sama pria lain"


"Tapi biarkan saja lah, dia kan hanya gadis kecil yang sudah aku anggap adik sendiri" gumam nya lagi.


Bohong jika ia bilang seperti itu dalam hatinya nyatanya pria ini masih setia memandang dan mengawasi Sashi ketimbang ia pergi dan tidak peduli.


"Dari pada ia harus berduaan dengan laki-laki itu ntr yang ada malah datang setan di Antara mereka."


"Eh tunggu tapi yang datang kan aku kesini, berarti aku dong setannya" ucap Dante berbicara sendiri.


Sashi yang merasa di perhatikan oleh Dante pria yang sudah mencuri hatinya itu merasa heran melihat Dante komat Kamit sendiri.


"Ha ... kenapa dia? kenapa berbicara sendiri seperti itu?' batin Sashi heran


Pria yang bersama Sashi saat ini adalah Toby pria asal Jerman itu adalah sepupu dari ibunya Sashi. Dante tidak pernah tahu mengenai keluarga ibu nya Sashi.


Jonathan yang sudah selesai menemani Dady Damian bertemu Rakan bisnis dari Jepang ia memutuskan untuk pergi dari dad Damian. ia melihat Dante dari kejauhan duduk sendiri ia memutuskan untuk ikut duduk dengan nya.


"Hai bro, sendiri" seru Jo


"Eh sini temenin gue minum"


Tanpa menjawab iya Jo dengan segera duduk di hadapan nya. dan Dante meminta pelayan hotel untuk membawa minuman untuk mereka berdua.


"Gimana apa aman" tanya Jo kepada Dante.


"Semua nya belum aman, Brian masih merasa khwatir dengan Alexa, mengingat wanita itu belum ketangkap, kita harus waspada saja."


"Iya kau benar,kita harus memperketat keamanan Alexa, kita harus mengawasi dari jauh dia tidak mau kalau dia harus di jaga atau di kawal sama bodyguard nya.makanya aku selalu menampakkan bodyguard bayangan tidak jauh darinya." ucap Jo.


"Dan kau lihat ini" Dante memperlihatkan rekaman cctv hotel yang tersembunyi.


"Itu adalah orang suruhan wanita itu, makannya sebelum resepsi Brian sudah menambah keamanan di sekitar hotel ini.dia sudah menduganya" kata nya lagi mengeluarkan Tab dan memperlihatkan kepada Jonathan.


"Gila..." ucap Jo.


Bersambung....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa like dan komentarnya,


terimakasih yang sudah kasih hadiah dan vote nya.sangat berati buat author lope lope sebanyak-banyak 😘


salam sayang dari author


salam santun 🤗🤗🤗