
Putriku
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading love 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Brian mengambil kursi roda setelah bertemu Dokter Kim.
Dady Damian melihat menantunya itu masuk mendorong kursi roda, ia ikut masuk kedalam.
"Darl kau mau kemana? bukanya kau masih sakit"
"Dady, ijinkan lexa melihat anak lexa."
"Tapi sayang"
"Brian sudah bilang ke dokter Kim dad" kata Alexa.
Setelah kedua baby twins laki-laki tertidur pulas, Alexa menitipkan kepada mommy nya dan juga mami Myta.
"Mom, mih!! lexa titip mereka"
"Ya sayang, tenang saja, kami akan menjaga cucu kita ya jeng"
Brian menggendong Alexa dengan sangat hati-hati, agar tidak tertekan lukanya. Alexa sedikit meringis menahan sakit. Brian tidak tega jika istrinya kesakitan seperti ini.
"Sayang apa kau yakin?" ucap Brian saat mengendong tubuh Alexa.
"Aku sangat yakin" tegas Alexa. yang berada di dalam gendongan suaminya, kedua tangan Alexa mengalungkan di leher Brian.
Brian mendudukkan Alexa ke kursi roda. mami Myta merapikan penampilan menantunya, yang nampak terlihat masih pucat. dan ia mencium kening menantunya.
"Sayang, pelan- pelan" kata mami Myta kepada putranya.
Brian hanya mengangguk kepalanya saja. lalu ia mendorong kursi roda ke luar dari kamar VVIP.
Dokter Kim dan Dokter anak sudah berada di depan NICU menunggu kedatangan kedua suami istri tersebut.
"Nona mari ikut saya" kata Dokter Kim, ia akan menemani Alexa dan juga Brian.
Mereka berhenti di depan ruangan yang berkaca. terlihat bayi mungil di dalam inkubator dan beberapa selang dan kabel menempel pada tubuh mungilnya.
Tangan Alexa menyentuh kaca di depan nya, ia mengusap-usapkan pada kaca tersebut seakan ia menyentuh tubuh mungil putrinya yang berada di dalam inkubator.
"Sayang!! putriku" lirih Alexa dengan bibir sedikit bergetar. "ini mommy datang untuk mu" nampak ia mulai berkaca-kaca.
Brian mendengar Alexa, ia mengusap bahu alexa untuk menguatkannya. Brian tahu Alexa merasa sedih, anak yang di nantikan Alexa, bahkan kata Dokter ia sulit untuk hamil kembali.
Rasanya ingin sekali Alexa menyentuhnya, mengendong nya dalam dekapan hangat tubuh nya, seperti kedua saudara kembarnya itu. namun apa daya Alexa hanya bisa melihat dari jauh bahkan di bentengi dengan jendela kaca.
Seakan putrinya tahu akan kehadiran mommy nya, ia menangis dan Alexa ikut menangis mendengar nya.
"Sayang, jangan menangis, mommy ada disini" gumam Alexa.
"Apa kau merindukan mommy, atau kau ingin di gendong sama mommy?" kata Alexa kembali.
Brian dan dokter Kim mendengar Alexa berbicara seperti itu merasa ikut sakit.
"Nona, kuatkan diri anda, jangan bersedih, itu akan mempengaruhi ASI anda nanti"
"Jika Putri anda sudah stabil berat badan nya, nona bisa mengendong nya" kata Dokter Kim.
"Apa aku boleh mengendong nya Dokter, jika ia sudah stabil?"
"Tentu nona, bahkan bisa di bawa pulang" jelas Dokter Kim, "Tapi untuk saat ini tunggu bayi anda sehat dulu"
Mendengar penjelasan Dokter Kim, Alexa merasa senang ingin sekali ia memperjuangkan putrinya agar bisa berkumpul dengan kedua Saudara kembarnya.
Karena Alexa baru saja melahirkan ia tidak boleh terlalu capek, ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.
Brian membantu Alexa berbaring di atas ranjang rumah sakit, ia menyelimuti tubuh istrinya dan ia mencium bibir dan keningnya.
"Sayang istirahat lah, biar mami yang menjaga Alexa disini"
"Tidak mih, Brian ingin selalu di dekat Alexa, mami saja yang pulang dan istirahat"
"Tapi sayang, kamu juga butuh istirahat untuk bisa menjaga Alexa dan anak-anak kamu" pinta mami Myta.
Brian tertegun sejenak, ia memikirkan perkataan mami nya. dan ia istirahat di tempat yang sudah di sediakan, ruangan VVIP ini khusus untuk keluarga Marley jadi satu ruangan memiliki berbagai kamar tidur.
Brian masuk kedalam salah satu kamar dan ia pergi untuk istirahat sejenak.
Namun Brian tidak bisa istirahat, ia memikirkan putrinya, ingin sekali ia terbang ke London untuk membuat obat untuk membantu menyembuhkan putrinya. karena ia harus selalu ada jika istrinya membutuhkan dirinya.
Brian menelpon Jack untuk membantu nya. Jack asisten nya ia juga sama hebatnya seperti Brian.
maka dari itu Brian meminta bantuan kepada Jack.
Dengan senang hati ia akan membantu bos nya.
🍃🍃🍃
"Selamat untuk Kalian berdua, telah meyakinkan Tn. Arga itu, dan berhasil masuk dalam misi kita" ucap Jonathan terhadap Sebastian dan Rafael.
"Terimakasih asisten Jo, jika Tn. Damian dan Tn El telah memberikan kesempatan kedua kepada ku, dengan sungguh-sungguh aku membantu nya"
Jonathan tersenyum. ternyata Sebastian menempati janjinya.
"Tuan, apa saya boleh menengok nona Alexa" ucap Rafeal, meski Rafael adalah bodyguard Alexa namun Alexa tidak pernah memandang Rafeal bodyguard nya melainkan sebagai teman dan sahabat nya.
"Datang lah Rafeal, Mungkin dengan kedatangan kau dia akan sedikit terhibur"
Membuat Rafael dan Sebastian terkejut atas pernyataan Jonathan.
"Apa maksud anda tuan Jo"
"Salah satu bayi Alexa dalam pengawasan dokter"
"Astaga apa yang terjadi?" ucap Sebastian. ia juga merasa sedih mendengar mantan istrinya.
Jonathan menceritakan semua tentang kondisi putri Alexa. kepada Rafael dan Sebastian.
Sebastian merasa tubuhnya lemas mendengar mantan istrinya itu, dulu waktu bersama nya terpaksa harus merelakan calon anaknya demi sebuah jabatan, dan sekarang di saat dia sudah bisa merasakan seorang ibu yang ia impikan, salah satu anaknya harus di rawat instens.
Setelah bertemu Jonathan, Sebastian pulang ke Bogor ia juga ingin mengabarkan kepada mama nya jika mantan menantunya sudah melahirkan.
Sebastian mendengar dari sopir pribadi anak-anaknya jika mereka pergi bersama seorang pria.
Sebastian tahu siapa pria yang sudah membawa kabur putranya. jika Arga tahu siapa Sebastian mungkin ia makan murka dan akan gagal rencana yang sudah di buatnya untuk menjebak Arga.
"Kenapa mereka malah menyetujui untuk pergi dengannya" gumam Sebastian setelah mendapat kabar dari sopir pribadi anak-anaknya. padahal anak-anaknya sudah berjanji tidak akan pergi dengan sembarang orang.
Namun bagi anak-anak Sebastian, Arga adalah orang yang sudah ia kenal. jadi ketika di ajak pergi mereka tidak akan protes,
Sebastian sedikit kecewa, apa ia harus melepas anak-anaknya kepada nya?!!
Mama Elisa mendengar kabar dari Alexa, ia sangat merasa sangat senang sekali.
"Sayang apa boleh mama ikut kamu ke kota jika kau akan pergi ke kota?"Tanya mama Elisa.
"Tentu saja mam," ucap Sebastian.
Kini Sebastian sudah berada di dalam rumahnya.mama Elisa merasa senang karena ia kan Bertemu Alexa.
"Kapan kau akan ke kota lagi sayang"
"Tidak tahu mam, masih menunggu kabar dari asisten Jo"
Bersambung
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih atas dukungan kalian semua.jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote nya 🤗😘🥰