I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
198. Kelemahan Arga



**Kelemahan Arga


Maaf Jika masih banyak kata yang typo 🙏


Happy Reading 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷**


Alexa menginjak tangan Arga yang hendak mengambil senjata kesayangan yang terlempar tadi.


"Sudah ku bilang, Jangan pernah berurusan dengan ku" ucap Alexa. ia menendang wajah Arga hingga terjungkal.


"Kalian bodoh, kenapa hanya diam saja", hardik Argha kepada anak buahnya.


Alexa mengambil alih senjata milik Arga, ia mengarahkan senjatanya ke leher Arga.


"Jika kalian maju satu langkah, nyawa bos Kalian melayang", ancam Alexa. membuat anak buah Arga tidak berani untuk menyerang Alexa.


🍃🍃🍃


Dady Damian yang mendengar teriakkan Istrinya ia berlari ke arah sumber suara. ia melihat istrinya yang memeluk Galand dalam pelukannya seraya menangis. dan bersebelahan dengan besan nya mami Myta.


"Sayang, ada apa kenapa kau berteriak? membuat cucuku menangis", kata Dady Damian. ia ikut duduk di hadapan nya.


"Alexa dad, Alexa", teriak Mom Lili.


"Ada apa dengan putriku", seru Dad Damian.


"Menantuku di culik", sahut mami Myta yang ikut menangis.


Mendengar putri kesayangannya di culik, jiwa Mafia Dady Damian yang masih melekat pada dirinya seakan bangkit lagi, ia mengepalkan tangannya. Dady Damian merasa murka, ia tidak bisa memperlihatkan kemarahan kepada istri dan besan nya.


"Kau tenang saja, aku yakin Alexa kita baik-baik saja", ucap Dady Damian menenangkan kedua wanita yang ada di hadapannya.


"Aku pergi dulu, aku akan menyelamatkan putriku dari si brengsek itu, kalian jaga baby 3G", kata Dady Damian lagi.


Ia menghubungi Jonathan untuk memberikan penjagaan di mansion Brian. meski sudah banyak bodyguard yang menjaganya namun Dady Damian tidak ingin kecolongan, ketika menyelamatkan Alexa .


Di luar markas Rafael mencoba menerobos masuk ke dalam. namun karena terlalu banyak penjagaan membuat Rafael sedikit kesusahan.


"Ck, banyak juga anak buah si brengsek itu", gumam Rafael. saat terkena pukulan.


Namun saat akan di pukul oleh anak buah Arga. Brian memukul nya membuat Rafael bengong karena tidak merasakan apa-apa.


"Kau sedang apa kenapa tidak masuk membantu istriku", sahut Brian membuyarkan lamunan Rafael.


Membuat Rafael jengah karena tidak jadi di pukul.


"Shiitt", umpat Rafael karena merasa kesal.


mereka berdua membuat strategi sebelum masuk lebih dalam. Karena ia tahu Arga tidak sendirian dalam misi penculikan Alexa.


Sebastian yang mengikuti Rafael diam-diam ia mengamati sekitar.


Kenapa Alexa yang harus di culik, saya yang ikut andil dalam menghancurkan perusahaan Arga, saya tidak mau diam saja seperti ini, tidak mau menjadi pria pengecut.


Batin Sebastian.


"Serang dia jangan pedulikan aku", Teriak Arga.


Membuat Alexa tidak bisa fokus karena ia di serang dari berbagai penjuru.


Arga mengambil alih senjata milik nya dan melukai wajah Alexa.


sreg


Alexa membuang wajahnya karena terkena pisau milik Arga.


Bugk


"Jangan pernah kau sentuh dan lukai milik ku Arga", seru Brian ia menendang Arga saat wajah Alexa di lukai.


Brian menarik kerah Arga, dengan tatapan tajam yang sudah di liputi emosi, karena sudah berani melukai Alexa.


Arga tertawa karena telah memancing Brian untuk datang dan membuat Brian murka.


"Haha"


"Itu belum seberapa King, saya bisa saja membunuh istrimu", kata Arga menatap wajah Brian kembali.


"Lakukan jika kau bisa", hardik Brian.


Brian memukul Arga hingga babak belur. namun Arga hanya diam, ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bisa melawan Brian.


Melihat ada pistol tidak juah dari Arga diam-diam ia mengambilnya dan menodongkan kehadapan Brian.


"Ucapkan selamat tinggal kepada istri tercinta mu King", kata Arga.


Brian tersenyum kecut, ia bisa melihat jika di dalam pistol itu hanya tersisa satu peluru.


Dor


Arga menembak Brian yang ada di hadapannya, namun Brian bisa menghindar. ia mengambil pistol miliknya dan bergantian menodongkan ke arah Arga.


"Nona anda tidak apa-apa?", tanya Rafael.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil", seru Alexa.


"Luka kecil bagaimana nona, wajah anda terluka", kata Rafeal.


"Jika kau mencoba menembak dia, istrimu yang akan mati duluan", sahut Tn. Guang. yang tiba-tiba datang.


Sudah ku duga, jika si brengsek ini tidak sendirian.


batin Brian.


Rafael tidak bisa lakukan apa-apa saat melihat Tn. Guang menodongkan pistol ke kepala Alexa.


"Kau akan melihat dan kehilangan istrimu seperti ku kehilangan putriku King",


Deg


*A*pa putrinya? siapa putri Tua Bangka ini.


batin Alexa. ia mencoba memberi isyarat kepada Rafael.


Membuat Arga dan Tn. Guang tertawa bersama.


Rafael menendang Tn. Guang saat ia masih tertawa. dan mengambil alih senjatanya,


"Nona lari", Teriak Rafael. Alexa lari setelah di beri aba-aba oleh Rafael.


Dor


Dor


Dor


Rafael menembak Tn. Guang beberapa kali.


Alexa menabrak Dady Damian saat ia mencoba lari


"Darl kau tidak apa-apa sayang", ucap Dady Damian . ia memeluk tubuh Alexa. dan mengurangi pelukannya "Kau terluka Darl, lebih baik kita pergi dari sini", ajak Dady Damian. Alexa hanya diam saat ia di bawa pergi Dady nya. namun pandangan masih tertuju pada satu tempat karena masih ada Brian dan Rafael.


Arga memejamkan mata saat melihat Tn. Guang bersimpah darah.


"Menyerah lah Arga jika kau tidak ingin seperti dia" kata Brian.


"Aku tidak akan menyerah sebelum kau hancur King", seru Arga. sebenarnya ia takut, melihat anak buah nya sudah tidak bernyawa.


"Lakukan jika kau ingin menghancurkan ku", kata Brian ia masih menodongkan pistol ke kepala Arga.


"Tn. Arga anda salah, yang harusnya anda berurusan dengan ku dan dia", ucap Rafael saat melihat Sebastian baru saja datang.


"Ck, aku tidak ada urusan dengan kalian, meski kau yang melakukan tapi King lah dalang semua nya"


"Kata siapa? Kau belum tahu dia siapa?" tanya Rafael.


"Dasar Bodoh", cacian Rafael. "Dia Tn. Abraham suami dari wanitamu Renata", Tegas Rafael.


Brian tersenyum melihat kebodohan Arga,


"Rio", teriak Brian, memanggil orang kepercayaan untuk membawa Rena.


Rio keluar dari persembunyiannya ia membawa Rena, yang selama ini menjadi tawanan nya. ia tidak salah jika menahan Rena untuk melihat kelemahan Arga.


Rena merasa ketakutan saat melihat Arga kembali.


"Honey kau tidak apa-apa? apa mereka melukaimu", kata Arga, ia melangkah mendekati Rena.


"Tolong, jangan serahkan aku ke pria psikopat itu", seru Rena memohon kepada Rio untuk menjauhkan nya. ia bersembunyi di belakang Rio.


"Mas! Tolong aku, ku mohon padamu, akan aku lakukan apapun asal jangan serahkan aku kepada dia", kata Rena menatap kepada Sebastian yang ternyata berada di samping nya, ia hanya diam saja dari tadi. Rena menarik baju Sebastian untuk membantunya.


"Honey, apa yang kau lakukan, aku tidak akan pernah menyakitimu, kembalilah kepadaku", ucap Arga.


Sebastian mengingat kembali saat ia di khianati oleh Istrinya dan ternyata anak-anaknya adalah anak dari Pria yang di hadapan nya. ia ingin sekali membantu Rena tapi ingatan akan penghianatannya.


"Aku sangat merindukanmu, kembalilah dan hidup lah bersama ku", bujuk Arga.


Tn. Guang yang masih hidup menembak Rena, yang menjadi kelemahan Arga saat ini.


"Renata", teriak Arga.


Brian yang melihat Tn. Guang akan menembak lagi, dengan cepat Brian membalasnya.


"Dor"


Bersambung..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadiah dan Vote.😘🤗