I'M Drowning In Love

I'M Drowning In Love
80. Antisipasi



Antisipasi


Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏🙏🙏


Happy Reading love 😘


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Rasa kekhawatiran Brian masih menyelimuti dirinya,jika ia kembali ke Indonesia nanti istrinya akan bertemu mantan suaminya lagi, Acapkali pria itu selalu datang kekantor nya.


Mau tidak mau Brian harus mengantisipasi jika suatu saat nanti kembali. Alexa akan bertemu dengan nya.


Brian meminta bantuan Leo untuk menyadap dan memasang GPS pada handphone nya.


"Hallo Leo"


"Iya King"


"Tolong kau pasang alat untuk menyadap handphone istriku dan pasang GPS nya"


"Baik King, akan saya laksanakan tapi mengenai pemasangan GPS itu, Cincin Nona Alexa sudah saya pasangkan maaf jika saya tidak memberitahu anda King"


"Its ok, kerja bagus, akan aku kirimkan nomor IP istriku lewat email"


"Baik King"


Brian memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Pria ini melanjutkan pekerjaannya sebelum ia pergi Honeymoon yang tertunda mengelilingi Eropa nanti.


Brian menatap tangan nya yang terluka tempo hari dan masih menempel kain steril berwarna putih bersih di tangan nya. pria ini tersenyum saat melihat kekhawatiran Alexa kepadanya.


****


"Mrs El apa yang anda lakukan di dapur? biar koki kita saja yang akan melakukan nya, anda tinggal merintahkan saja kepada mereka" seru Roy melihat istri majikannya berada di dapur yang seharusnya bukan pekerjaan nya.


"Tidak apa-apa Roy, saya hanya membuat teh pepermint saja, selama di Indonesia Brian suka sekali dengan teh seperti ini."


Roy melihat Alexa dengan sangat cekatan membuat teh papermint, dari mulai rebus air dan mencampur bahan- bahan seperti jahe,sereh dan daun mint kedalam air rebusan yang sudah mendidih. dan sedikit mencampurkan madu kedalam teh pepermint yang sudah jadi.


Teh rebusan herbal ini, amat berkhasiat untuk menenangkan jiwa dan membuat rileks. Oleh karena itu, rebusan sereh dan jahe bagus untuk kesehatan tubuh apa lagi di cuaca dingin seperti ini, Alexa menjelaskan tentang teh papermint yang di campur dengan jahe dan sereh itu kepada Roy.


Roy baru tahu ternyata bahan yang biasa kita masak banyak manfaatnya terutama di buat minuman.


Dan Roy baru tahu kalau Mrs El pandai dalam urusan dapur, ia pikir istri bosnya itu hanya bisa menghabiskan uang nya saja, tapi selama ia tinggal bersama tidak pernah melihat Alexa pergi jalan-jalan shoping atau semacamnya ia memilih untuk berkebun, atau berlatih menembak.


"Sungguh wanita yang luar biasa hebat, Mr El tidak salah memilih nona Alexa sebagai istrinya" Batin Roy.


"Roy..." panggilan Alexa kepada asisten kepalanya malah termenung.


"Roy ...." memanggilnya lagi.


"Eh iya Mrs El,maaf kan saya?" Roy sedikit menunduk dan meminta maaf atas kesalahannya yang baru terjadi.


"Tidak Roy tidak apa-apa, Roy bisa kau antarkan teh pepermint ini ke ruang kerja Mr El"


"Baik Mrs El" ucap Roy seraya menerima secangkir teh pepermint hangat kedalam gelas cangkirnya.


"Dan jika dia bertanya soal aku, ada diruang tembak."


"Baik Mrs El ,saya permisi"


*


*


*


Alexa yang sedang berlatih menembak untuk mengusir rasa bosan nya di mansion semewah ini.


Wanita ini sudah mulai membidik sasaran di depan nya, tatapan mata fokus kedepan.


"Shoot at sayang" bisik Brian kepada Alexa yang mulai menembak dan menuntun tangannya untuk membidik dengan benar.


"Dor"


"Good dear"


"Sayang, kenapa disini"ucap Alexa melihat suaminya sudah berada dihalaman tembak.


"Karena ingin menemani istri cantikku ini berlatih menembak" Gombal Brian.


"Maaf jika aku malah sibuk bekerja sayang" katanya lagi seraya merapatkan tubuh ramping Alexa kedalam dekapannya.


"Makasih sayang,mungkin karena aku tidak pernah berlatih menembak lagi, baik lah aku akan meminta bantuan mu" ujar Alexa.


"Baiklah karena kita sudah berada disini, mari kita berlatih menembak" ucap Brian.


"Hu'um"


Aku tidak ingin kamu berlatih menembak atau sejenisnya tapi suatu saat semua musuhku akan tahu siapa dirimu, karena kau adalah istri dari ketua geng Mafia sayang


Sayang maafkan aku kali ini, untuk tidak menceritakan siapa aku sebenarnya kepadamu,aku takut jika kau mengetahuinya, kau akan pergi dariku, aku tidak ingin kau pergi yang kedua kalinya


Brian belum siapa jika identitasnya diketahui oleh istrinya itu, tapi ia juga tidak mau kalau Alexa tahu yang sebenarnya dari orang lain bukan darinya. itu akan membuat Alexa murka kepadanya, Brian juga tidak mau itu terjadi tapi pria ini belum siapa jika itu semua terjadi.


Mungkin pria ini akan menjelaskan perlahan-lahan siapa dirinya kepada istrinya, namun untuk saat saat ini ia masih belum bisa membuka siapa dirinya meski dunia sudah mengenal siapa Brian sebenarnya. tapi tidak dengan istrinya.


Tanpa di ajari untuk menembak Alexa memang sudah memiliki bakat menembak dan beladiri. mengingat istrinya adalah putri tunggal dari keluarga Marley Jansen, ia sudah di pupuk dan di bekali sejak dini oleh Dady Damian.


Dady Damian tidak pernah melarang putrinya untuk ikut mencicipi dunia kekerasan dengan berlatih menembak dan berbagai ilmu beladiri dari berbagai negara sekalipun. ia malah ingin putrinya untuk bersikap manja dan menghabiskan uang nya yang tidak akan pernah habis itu, tapi Alexa itu berbeda


Kebanyakan orang kaya dan terpandang akan memanjakan putri nya dengan kemewahan tidak dengan Alexa ia memilih untuk tidak ingin dilahirkan di keluarga milyarder.


"Luar biasa Mrs El memang pantas bersanding dengan Mr El"


Roy menatap dari kejauhan melihat Alexa yang mahir menembak "Sungguh wanita yang luar biasa tangguh"


"Siapa yang kau maksud Roy" suara yang mengagetkan Roy dari belakang nya ternyata ada asisten Brian yang ikut mengamati interaksi mereka berdua dari kejauhan.


"Tuan Jeck, anda disini?"


"Siapa yang kau maksud itu Roy" Jeck mengulangi lagi perkataannya


"Itu Mrs El" Roy menunjuk tangan nya ke lapangan tembak dimana sepasang suami istri itu sedang berlatih menembak.


"Yah, kau benar Roy Mrs El memang tidak seperti wanita lainnya, sungguh beruntung Mr El menunggu nya bertahun-tahun, tidak hanya cantik tapi dia pintar dan cerdas, dia wanita yang berbakat sangat sangat cocok sekali dengan Mr El"


"Baiklah Roy, saya ke mereka dulu" Jeck menepuk bahu Roy dan meninggalkan nya sendirian.


***


"Selamat pagi Mr El"


Brian yang masih mengajari alexa teknik menembak yang benar terganggu dengan kehadiran Jeck yang menghampirinya dengan Alexa


"Sayang kita berhenti dulu" bisik Brian kepada Alexa.


Alexa yang mendengar nya ia juga ikut berhenti dan meletakkan pistol tadi ke atas meja dan melepas alat pereda suara di telinganya.


"Sayang kenalkan dia Jeck asisten dan sekaligus orang kepercayaan ku selain Dante"


"Selamat pagi Mrs El, saya jecki panggil saja Jeck" Jeck memperkenalkan diri setelah Brian memperkenalkan kepada Alexa.


Alexa yang tidak berani untuk berjabat tangan dengan pria lain selain suaminya itu pun hanya tersenyum sebentar.


"Hai kak Jeck" sapa Alexa.


"Bagaimana Jeck? apa sudah semua yang aku perintahkan kemarin"


"Sudah Mr El, bahkan jika mau hari ini bisa"


"Baik" Brian meratap kan tangannya ke pinggang Alexa "Sayang bersiaplah kita akan kesuatu tempat"


"Kak Jeck aku masuk dulu" pamit kepada Jeck "Sayang tunggu sebentar aku tinggal"


Kedua pria ini melihat Alexa pergi dari mereka yang masih menatapnya sampai tidak terlihat.


"Jeck jika kau tidak ingin aku kirim ke Antartika, Jangan kau pandang istriku seperti itu" Brian mulai cemburu karena asisten nya ikut memperhatikan Alexa


Cih dasar bos bucin, kemarin saja dingin kepada semua wanita, ckikiki


Jeck yang diberi peringatan oleh Brian ia malah cekikikan.


"Kau mentertawakan ku Jeck?" Brian murka melihat asisten nya tidak mendengarkan nya "Apa kau ingin aku benar-benar mengirimkan mu sekarang juga"


Cemburukmu itu tidak beralasan tuan muda El, dan apa lagi ocehan mu itu membuat geli


"T-tidak Mr El, tadi saya masih teringat dengan film kartun yang aku lihat tadi pagi" alasan Jeck yang tidak masuk akal terlintas dipikiran nya.


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalkan komentar dan like 🙏🙏🙏🙏