
Amarah Alexa
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏
Happy Reading 😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Semenjak Alexa di culik Brian semakin posesif terhadap nya. dan penjagaan semakin ketat. ia tidak mau kejadian penculikan terjadi lagi.
Brian merasa jika musuhnya masih banyak dan mengincar keluarga nya.
Alexa mengeluh karena suaminya memberikan dirinya bodyguard padahal ia masih di wilayah Mansion.
"Sayang, kamu itu berlebihan, aku masih di dalam mansion kenapa kau memberiku bodyguard, aku jadi tidak bisa bebas padahal ini rumah sendiri, bagaikan seorang tawanan selalu di jaga kemana-mana" keluh Alexa. ia sedang mengadu kepada Brian yang saat ini Brian berada di kantor nya.
"Itu bagus sayang, jadi aku tidak perlu khawatir jika sedang tidak bersama mu", kata Brian.
"Kamu itu keterlaluan, bahkan di mansion ada Dady, mommy masih saja ada pengawalan", Teriak Alexa dan ia langsung mematikan sambungan telepon nya.
Ia merasa sia-sia menelpon suaminya. Karena Brian tidak mau di bantah.
"Aku bisa-bisa gila jika seperti ini", Teriak Alexa.
"Darl kau kenapa", seru Dady Damian yang mendengar suara teriakan putrinya.
"Dady, kak Brian keterlaluan, Alexa masih di dalam rumah dan ada Dady juga tapi apa lihat kedua orang itu masih saja mengikuti Alexa.
"Apa mansion ini tidak aman, padahal penjaga di luar sangat ketat Dad", keluh Alexa.
Dady Damian tersenyum " Biar nanti Dady bicarakan pada suami kamu" kata Dady Damian.
"Kalian berdua pergilah, putriku aman bersama ku", ucap Dady Damian mengusir kedua bodyguard Alexa.
"Tapi Tuan besar ini perintah Tn. El", seru salah satu Bodyguard nya.
"Biar itu menjadi urusan saya dengan menantu saya", tegas Dady Damian.
mereka berdua pergi dari hadapan Alexa dan Dady Damian.
"Dad, Terimakasih", ucap Alexa memeluk Dady nya.
"Da.da.di.du", celoteh Baby Glorya. yang sedang berada di kursi bounce nya.
"Maafkan Mommy sayang, melupakan mu,ini semua gara-gara Dady kamu", ucap Alexa ia mengambil Baby Glorya dan mengendong nya.
"Uh cucu Grandpa pintar sekali sih, sini sayang mau Grandpa gendong tidak",
Baby Glorya nampak senang ia merentangkan tangannya seolah ingin di gendong. dan Alexa menyerahkan baby Glorya kepada Dady Damian.
"Dia seperti mu Darl saat waktu kecil", kata Damian.
Dady Damian membawa pergi Baby Glorya. ia hanya ingin putrinya merasa tenang karena ia terlalu stres dengan para Bodyguard nya.
Ia memilih bergabung dengan cucu baby boy nya.
Alexa memilih pergi untuk mengasah kemampuan bela dirinya. dengan seperti ini ia bisa melampiaskan emosinya yang sedang tidak bisa terkontrol.
"Nara, bawakan aku Jus", kata Alexa yang memasuki ruangan khusus.
"Baik nona",
Alexa menganti bajunya dan ia memakai sarung tinju. Alexa mulai memukul samsak nya dengan penuh emosi.
🍃🍃🍃
Merasa Alexa memutuskan sambungan telepon begitu saja, Brian memilih untuk pulang cepat sesampainya di mansion ia mencari keberadaan Alexa.
Brian hanya melihat Baby 3G yang sedang di ajak main mertuanya tidak melihat Alexa.
"Dad, mom dimana Alexa", seru Brian.
"Kau sudah pulang nak", tanya Dady Damian.
"Iya dad, Alexa sepertinya marah jadi Brian memutuskan untuk pulang", jelas Brian.
Dady Damian bangkit dan mendekati menantunya.
"Apa Dady bisa bicara sebentar",
"Bicaralah Dad, apa ini masalah Alexa"
"Tapi dad, menurut Brian itu lebih baik",
"Dady juga tahu itu memang lebih baik, tapi ingat nak di mansion kamu ini sudah banyak yang menjaga tapi kamu masih menempatkan bodyguard di samping Alexa meski di dalam rumah, ini membuat Alexa tidak nyaman seolah mansion sebesar ini tidak aman untuk nya", jelas Dady Damian.
Brian tertegun ia mencerna perkataan mertuanya. ia menyadari akan satu kesalahan yang fatal membuat Alexa mengeluh dan bercerita kepada Dady Damian. Brian tahu Alexa Istrinya tidak mudah untuk berkeluh kesah jika ada masalah kecuali sudah membuatnya benar-benar stres.
"Maafkan Brian dad, Brian terlalu gegabah karena Brian masih takut akan penculikan itu dan membuat Alexa terluka",
"Dady juga akan melakukan hal yang sama, jika menyangkut istri atau keluarga Dady tapi Dady masih bisa sedikit membebaskan mereka agar tidak tertekan",
"Jangan meminta maaf kepada Dady, minta maaflah kepada istrimu Alexa", ucap Dady Damian.
"Baiklah Dad, Terimakasih"
Brian pergi mencari Alexa yang belum ketemu.
"Tn. El apa anda mencari nona Alexa", seru Nara.
"Iya Nara dimana istriku",
"Nona ada di ruangan latihan dari satu jam yang lalu",
Setelah mengetahui keberadaan Alexa Brian masuk kedalam ruang latihan. ia melihat istrinya yang selalu memukul samsak.
Brian menghentikan nya dan ia memeluk tubuh Alexa.
"Sayang hentikan, ku mohon ini sudah satu jam kau lakukan ini", bisik Brian.
Namun Alexa tidak mempedulikan Brian ia malah mendorong tubuh Brian untuk menyingkir dari hadapan nya.
Merasa di abaikan Brian kembali memeluk tubuh Alexa. namun lagi-lagi Alexa menghindar.
"Sayang, aku tahu aku salah, tapi hentikan jangan menyakiti diri mu sendiri" Bentak Brian.
Merasa di bentak oleh Brian Alexa menjatuhkan dirinya di lantai dan ia menangis.
"Apa segitunya kau khawatir akan keselamatan ku, sedang aku bisa menjaga diriku sendiri. kau boleh merasa khawatir tapi tidak berlebihan seperti ini"
Brian hanya diam ia hanya mendengar semua keluh kesah Alexa.
"Kau egois Brian, kau keterlaluan, segitu posesif", Teriak Alexa.
merasa sudah tidak berteriak lagi Brian menjatuhkan dirinya di hadapan Alexa. ia memeluk tubuh Alexa.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku, karena kekhawatiran ku membuat mu tertekan seperti ini"bisik Brian.
Alexa menangis dengan histeris. "Pergi kau, pergi"
Alexa memukul-mukul dada bidang Brian. namun membuat Brian tidak pergi darinya. lebih baik ia di pukul Alexa dari pada di diami istrinya.
"Tidak sayang, aku tidak akan pergi, pukul saja aku, ayo pukul lagi", kata Brian seraya menarik tangan Alexa untuk kembali memukul dirinya.
"Aku bilang Pergi", Teriak Alexa lagi.
Merasa tidak berhasil Brian membujuk Alexa ia memutuskan untuk pergi dari ruang latihan.
Dengan sedikit lesu Brian melangkah pergi. ia mengendorkan dasi nya.
Melihat penampilan menantunya yang sedikit berantakan. Dady Damian mengajak Brian untuk duduk.
"Biarkan Alexa merasa tenang dulu, karena jika sudah seperti ini. dia akan susah untuk di kontrol emosinya ", pinta Dady Damian.
Brian pergi kekamar nya ia memilih untuk menenangkan pikiran di bawa shower. bahkan masih menggunakan jas lengkap.
"Sayang maafkan aku", Gumam Brian.
Selama hidup bersama Alexa baru pertama kali melihat Alexa dengan emosi yang memuncak.
"Aku sudah keterlaluan", gumam Brian.
Alexa mendiami Brian, bahkan Alexa memilih tidur bersama baby 3G. ia tahu jika ia salah tapi ia ingin melihat Brian merasa menderita tanpa dirinya.
Alexa merasa kebebasan nya di rampas dengan keberadaan dua bodyguard nya yang selalu di dekatnya.
Bersambung..
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terimakasih jangan lupa like, komentar, hadiah dan vote 🤗🥰😘